Ekonom makro Lyn Alden memprediksi bahwa lompatan besar Bitcoin berikutnya bisa sangat bergantung pada pergerakan saham kecerdasan buatan (AI). Jika investor mulai merasa bahwa valuasi saham-saham AI sudah terlalu mahal dan tidak masuk akal (silly big), ini bisa menjadi katalis positif bagi Bitcoin.
Dalam sebuah wawancara podcast, Alden menjelaskan bahwa ketika harga suatu aset sudah terlalu tinggi dan sulit untuk membenarkan kenaikan lebih lanjut, aliran modal biasanya akan berpindah mencari peluang lain yang lebih menjanjikan.
Persaingan Ketat dengan Saham AI seperti Nvidia Beberapa analis keuangan saat ini tengah memantau apakah saham-saham AI raksasa mampu mempertahankan momentumnya. Salah satu yang paling disorot adalah produsen cip Nvidia (NVDA). Dengan kenaikan harga saham lebih dari 35% dalam setahun terakhir, Nvidia bahkan disebut-sebut sebagai perusahaan dan saham paling krusial di pasar Amerika Serikat saat ini.
Tingginya antusiasme investor terhadap sektor AI membuat Bitcoin kini berada dalam posisi di mana ia harus “bersaing memperebutkan modal” dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Bitcoin Hanya Butuh Sedikit Permintaan Baru Meskipun ada persaingan modal, Alden menilai Bitcoin sebenarnya tidak membutuhkan gelombang dana yang masif untuk bisa meroket. “Hanya dibutuhkan sedikit tambahan permintaan baru agar harganya naik,” ujarnya.
Hal ini disebabkan oleh perilaku para investor jangka panjang ( long-term holders) yang pada dasarnya telah menciptakan dasar harga (floor) yang kuat. Koin-koin kripto ini telah berpindah dari trader jangka pendek ke tangan investor yang sangat yakin pada Bitcoin, dan mereka kemungkinan tidak akan menjual aset tersebut kecuali harganya melambung hingga 5 kali lipat atau lebih.
Proyeksi Pergerakan Harga ke Depan Terkait pergerakan dalam waktu dekat, Alden tidak melihat adanya potensi lonjakan cepat atau pemulihan berbentuk huruf “V” (V-shape). Berdasarkan tren historis di luar peristiwa luar biasa seperti stimulus COVID-19, Bitcoin biasanya akan menyentuh titik terendah lalu bergerak mendatar (sideways) untuk waktu yang cukup lama. Saat ini, ia memperkirakan Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi tersebut dan bisa saja bergerak turun sedikit sebelum akhirnya menemukan pijakan kuat untuk kembali naik.









