Kabar gembira bagi Anda para investor dan trader yang sehari-hari menggunakan TradingView. Mulai hari ini, Anda sudah bisa memetakan data keuangan secara langsung untuk saham-saham yang Anda pantau. Pembaruan fitur ini memungkinkan Anda untuk menganalisis tren pendapatan dan membongkar wawasan tersembunyi mengenai laba perusahaan.
Hadirnya fitur ini memberikan akses data keuangan komprehensif yang sangat dibutuhkan oleh setiap pelaku pasar modal. Anda kini bisa mengevaluasi kondisi kesehatan finansial sebuah perusahaan dengan jauh lebih objektif. Pada akhirnya, data inilah yang akan membantu Anda menentukan apakah sebuah saham sedang berada di posisi overvalued (terlalu mahal) atau undervalued (salah harga).
Langkah inovatif dari TradingView ini pada dasarnya menjembatani kesenjangan informasi antara investor ritel dan institusi besar. Anda tidak perlu lagi membuka banyak tab browser atau mengunduh dokumen tebal hanya untuk mencari tahu kinerja emiten. Semuanya kini terintegrasi dengan manis di dalam satu layar grafik interaktif yang sudah sangat Anda kenal.

Mengapa Pendekatan Ini Sangat Krusial?
Dalam dunia investasi jangka panjang, pergerakan harga saham di layar hanyalah cerminan dari ekspektasi pasar semata. Nilai intrinsik yang sebenarnya selalu bersembunyi di balik angka-angka penjualan, utang, dan arus kas perusahaan tersebut. Oleh karena itu, menguasai Analisis Fundamental adalah sebuah keharusan jika Anda ingin bertahan lama di pasar modal.
Dengan memasukkan data fundamental langsung ke dalam grafik harga teknikal, Anda mendapatkan sudut pandang helikopter yang utuh. Anda bisa melihat korelasi langsung antara rilis data laba yang memuaskan dengan lonjakan harga saham pada periode tersebut. Pendekatan holistik semacam ini akan sangat meminimalisir keputusan investasi yang hanya didasarkan pada emosi atau rumor belaka.
Selain itu, transparansi data ini membuat Anda lebih waspada terhadap jebakan nilai atau value trap di bursa saham. Sebuah saham yang harganya turun drastis mungkin terlihat murah, padahal utangnya memang sedang membengkak tajam. Integrasi data finansial ini akan menjadi alarm pelindung yang siap mengamankan portofolio investasi Anda dari emiten bermasalah.
Cara Mudah Mengakses Fitur Terbaru
TradingView merancang antarmuka pengguna ini agar sangat ramah bagi pemula maupun profesional tingkat lanjut. Anda tidak perlu melakukan pengaturan yang rumit untuk memanggil metrik keuangan ini ke atas kanvas grafik Anda. Berikut adalah tahapan sederhana yang bisa langsung Anda praktikkan di perangkat masing-masing:
- Buka grafik saham perusahaan yang ingin Anda analisis di platform TradingView.
- Cari dan klik tombol “Financials” (Keuangan) yang terletak di deretan menu bagian atas layar grafik Anda.
- Sebuah jendela baru akan muncul menampilkan empat kategori utama, lalu pilih metrik spesifik yang ingin Anda tampilkan ke dalam grafik.
Membedah Komponen Laporan Keuangan Perusahaan
Semua data fundamental di TradingView disusun secara rapi ke dalam empat pilar utama agar mudah dicerna. Keempat kategori tersebut meliputi Laba Rugi (Income Statement), Neraca (Balance Sheet), Arus Kas (Cash Flow), dan Rasio Keuangan (Ratios). Pengkategorian ini sangat membantu investor untuk membedah anatomi keuangan bisnis lapis demi lapis tanpa merasa kebingungan.
Kini Anda bisa dengan bebas memilih dan memetakan berbagai parameter penting seperti Laba Per Saham (EPS) maupun EBITDA. Data historis ini akan ditarik mundur selama beberapa periode, sehingga Anda bisa melihat tren pertumbuhan atau penurunannya secara visual. Membaca Laporan Keuangan kini tidak lagi membosankan karena semuanya disajikan dalam bentuk grafik garis atau batang yang dinamis.
Perlu diingat bahwa ketersediaan titik data tertentu pada periode waktu spesifik bisa saja terlewat atau kosong. Hal ini wajar terjadi karena adanya perubahan pelaporan dari sumber utamanya, seperti dokumen resmi otoritas bursa. Namun, secara keseluruhan, integritas data yang disajikan sudah sangat mumpuni untuk kebutuhan analisis harian Anda.
Menyelami Laba Rugi dan Neraca Bisnis
Pada bagian Laba Rugi, Anda akan menemukan metrik krusial seperti Total Pendapatan yang mencerminkan penjualan kotor perusahaan. Ada juga Laba Kotor yang menunjukkan sisa uang setelah pendapatan dikurangi beban pokok penjualan dan penyusutan. Metrik penting lainnya adalah Laba Bersih dan EPS Dilusi yang sering kali menjadi tolok ukur utama kesuksesan manajemen dalam mencetak cuan.
Bagi Anda yang fokus pada efisiensi operasional, metrik EBITDA dan Laba Operasional juga tersedia secara lengkap. EBITDA sendiri sangat disukai oleh analis karena mengabaikan efek pajak dan penyusutan, sehingga murni menunjukkan kekuatan operasional inti. Namun, formula ini umumnya hanya akan menampilkan data untuk perusahaan industri manufaktur dan sejenisnya.
Beralih ke Neraca, menu ini adalah tempat terbaik untuk mendiagnosis total kekayaan dan kewajiban sebuah entitas bisnis. Anda bisa memantau Total Aset, Total Utang Jangka Panjang, Total Liabilitas, hingga Total Ekuitas Pemegang Saham. Memperhatikan rasio utang di bagian ini sangat krusial agar Anda terhindar dari perusahaan yang berpotensi gagal bayar di masa depan.
Memantau Denyut Nadi Arus Kas
Banyak analis sepakat bahwa laba bersih bisa saja direkayasa di atas kertas, tetapi arus kas tidak akan pernah bisa berbohong. Di TradingView, Anda bisa langsung melacak Kas dari Aktivitas Operasi untuk memastikan bisnis tersebut benar-benar menghasilkan uang tunai. Jika angkanya terus positif dari tahun ke tahun, itu pertanda bahwa mesin bisnis berjalan dengan sangat sehat.
Selanjutnya, Anda juga bisa memantau Kas dari Aktivitas Investasi dan Aktivitas Pendanaan perusahaan tersebut. Dari sini Anda akan tahu apakah manajemen sedang agresif membeli mesin baru atau justru sibuk mencari utangan ke bank. Data-data ini menceritakan kisah nyata tentang ke mana perginya uang perusahaan yang sebenarnya.
Terakhir yang tidak kalah penting adalah metrik Arus Kas Bebas atau Free Cash Flow (FCF) untuk keseluruhan perusahaan. Angka FCF yang melimpah menandakan bahwa perusahaan memiliki banyak sisa uang tunai setelah mendanai operasional dan modalnya. Uang tunai berlebih inilah yang nantinya bisa dibagikan kepada Anda sebagai dividen yang menggiurkan.
Memaksimalkan Indikator Saham untuk Keputusan Investasi
Bagian paling menarik dari pembaruan ini tentu saja terletak pada kategori rasio keuangan atau Ratios. Di sinilah angka-angka mentah dari neraca dan laba rugi diolah menjadi Indikator Saham siap pakai. Rasio inilah yang sering digunakan oleh investor legendaris untuk menyaring ribuan saham di bursa menjadi beberapa kandidat terbaik saja.
TradingView telah menyediakan berbagai rasio valuasi populer seperti Price to Earnings Ratio (PER) dan Price to Book Ratio (PBV). PER dihitung dengan membagi harga saham dengan laba per saham, memberikan gambaran seberapa cepat modal Anda akan kembali. Sementara itu, PBV membandingkan harga pasar dengan nilai buku, sangat berguna untuk mencari saham yang sedang salah harga.
Selain itu, indikator profitabilitas seperti Return on Equity (ROE) juga telah disematkan di dalam platform ini. ROE mengukur seberapa efisien manajemen menggunakan modal ekuitas untuk menghasilkan laba bersih bagi para pemegang saham. Semakin tinggi persentase ROE sebuah emiten, semakin layak saham tersebut untuk dikoleksi dalam jangka waktu yang lama.
Membandingkan Kinerja Antar Emiten Secara Langsung
Salah satu fitur paling mematikan yang patut Anda coba adalah kemampuan membandingkan rasio keuangan dari perusahaan yang berbeda di satu layar. Bayangkan Anda sedang menimbang untuk membeli saham bank A atau bank B, kini Anda bisa menumpuk grafik PER keduanya secara bersamaan. Analisis komparatif visual semacam ini akan mempercepat proses pengambilan keputusan investasi Anda secara drastis.
Untuk melakukan perbandingan ini, langkahnya pun sangat intuitif dan tidak memerlukan kemampuan teknis khusus. Anda cukup menekan tombol Pengaturan (Settings) pada grafik rasio yang sedang aktif, lalu masuk ke tab Inputs. Setelah itu, klik tombol untuk menambahkan simbol saham lain (Another Symbol) dan ketikkan kode emiten pesaing yang ingin Anda bandingkan.
- Hal yang perlu dicatat, TradingView bekerja sama dengan penyedia data Factset yang memiliki metodologi internal khusus dalam memproses data.
- Oleh sebab itu, wajar jika Anda terkadang menemukan sedikit perbedaan angka Indikator Saham di platform ini dibandingkan dengan situs sekuritas lainnya.
Mengevaluasi Valuasi dan Kapitalisasi Pasar
Selain rasio yang sudah disebutkan, indikator seperti Price to Sales (PS) dan Price to Cash Flow juga sangat relevan untuk digunakan. Rasio PS sangat cocok untuk mengevaluasi perusahaan teknologi rintisan yang pertumbuhannya cepat namun mungkin belum mencetak laba bersih. Rasio ini fokus pada pendapatan lini atas sehingga Anda tetap bisa menilai valuasinya secara objektif.
Anda juga bisa memetakan Kapitalisasi Pasar (Market Capitalization) yang dihitung dari perkalian harga saham dengan jumlah saham beredar. Grafik kapitalisasi pasar ini membantu Anda melihat seberapa besar dominasi sebuah perusahaan di industrinya dari waktu ke waktu. Pertumbuhan kapitalisasi pasar yang konsisten adalah bukti nyata bahwa perusahaan tersebut terus menciptakan nilai tambah.
Terakhir, metrik Earnings Yield atau imbal hasil laba menawarkan perspektif kebalikan dari PER untuk memudahkan perbandingan dengan instrumen investasi lain. Dengan membagi laba per saham dengan harga sahamnya, Anda bisa membandingkan imbal hasil saham tersebut dengan bunga deposito atau obligasi negara. Selama beberapa bulan ke depan, TradingView berjanji akan terus menambahkan lebih banyak indikator unik untuk mempertajam insting investasi Anda.









