Blockped

Kripto Mulai Menghijau, Benarkah Sudah Masuk Fase Bullish Baru?

Kripto Mulai Menghijau, Benarkah Sudah Masuk Fase Bullish Baru?

Pasar aset kripto menunjukkan tren penguatan yang cukup menjanjikan dalam satu bulan terakhir. Meski demikian, kenaikan harga ini dinilai baru sebatas fase rebound alias pemulihan sementara, dan belum mengonfirmasi dimulainya siklus bullish (tren naik jangka panjang) yang baru.

Berdasarkan data dari Bloomberg, kinerja bulanan aset kripto utama memang mencatatkan rapor hijau. Bitcoin (BTC) terpantau melesat 13,98% secara month-on-month (MoM), meski secara tahun berjalan atau year-to-date (YtD) posisinya masih minus 12,77%.

Setali tiga uang, Ethereum (ETH) juga membukukan kenaikan sebesar 8,09% MoM. Namun, aset kripto terbesar kedua ini masih terperosok 23,80% secara YtD.

Masih Sekadar Fase Rebound

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa pergerakan hijau pasar kripto saat ini lebih mencerminkan fase rebound. Kenaikan ini merupakan respons pasar terhadap meredanya tekanan makroekonomi dan sentimen global yang sebelumnya sangat membebani instrumen berisiko.

“Jika mencermati pergerakan harga, dinamika pasar sebenarnya masih sangat fluktuatif,” ungkap Antony, Jumat (1/5/2026).

Sebagai gambaran volatilitas tersebut, Antony mencontohkan laju Bitcoin pada Senin (27/4) lalu. Harga aset digital ini sempat meroket hingga menyentuh level US$79.500. Namun, pasca-keputusan suku bunga dari Federal Open Market Committee (FOMC), harga dengan cepat berbalik arah dan terkoreksi kembali ke kisaran US$75.000.

Katalis Pemulihan: Dana Institusi hingga Makroekonomi

Secara historis, setelah mengalami koreksi yang dalam, pasar kripto memang memiliki kecenderungan untuk memasuki fase pemulihan yang bertahap. Indikasi transisi ini mulai terlihat dengan kembalinya partisipasi pasar dan minat dari kalangan institusional.

Kepercayaan institusi ini tercermin jelas dari derasnya arus dana yang masuk (inflow) ke instrumen investasi ETF Bitcoin Spot, yang menembus angka sekitar US$1,97 miliar sepanjang bulan April.

Lebih lanjut, Antony memaparkan bahwa momentum kenaikan di bulan April ditopang oleh kombinasi dua faktor utama:

  • Ekspektasi Pelonggaran Moneter AS: Adanya harapan bahwa bank sentral akan melonggarkan kebijakan moneternya seiring dengan tren moderasi inflasi. Hal ini efektif mendorong kembali selera pasar terhadap aset berisiko.

  • Meredanya Tensi Geopolitik: Ketegangan global yang mulai mendingin dalam jangka pendek turut memperbaiki sentimen investasi secara keseluruhan.

Meskipun angin segar mulai bertiup, Antony memberikan catatan penting bagi para investor. Pasar kripto dinilai masih sangat membutuhkan konsistensi dari faktor-faktor eksternal—khususnya stabilitas makroekonomi dan ketersediaan likuiditas global—untuk bisa benar-benar memvalidasi peralihan menuju tren bullish yang lebih solid.

Untuk tetap update dengan perkembangan aset digital, Anda bisa mengikuti Berita Crypto terbaru yang kami sajikan secara lengkap melalui beranda website Blockped.

Picture of pediadmin

pediadmin