Studi Ungkap Minimnya Transparansi Market Maker di Protokol Kripto

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa hampir tidak ada protokol kripto yang secara terbuka mengungkapkan kerja sama mereka dengan market maker, meskipun peran pihak tersebut sangat penting dalam aktivitas perdagangan token. Riset yang dilakukan oleh Novora terhadap lebih dari 150 protokol kripto besar menunjukkan bahwa kurang dari 1% proyek yang mengungkapkan detail terkait perjanjian market maker. Dari seluruh sampel, hanya satu proyek yang benar-benar transparan, yaitu Meteora, yang mempublikasikan informasi tersebut melalui laporan tahunan pemegang token tahun 2025. Penelitian ini mencakup berbagai sektor utama dalam industri kripto, seperti decentralized exchange (DEX), platform lending, perpetual futures, jaringan layer-1 dan layer-2, hingga bridge dan token exchange terpusat. Nilai proyek yang dianalisis pun bervariasi, mulai dari sekitar $40 juta hingga $45 miliar dalam valuasi fully diluted. Novora menggunakan pendekatan penilaian berbasis transparansi sederhana, termasuk keterbukaan informasi dan dukungan data dari pihak ketiga. Data tersebut diverifikasi melalui berbagai sumber publik seperti Token Terminal, Dune, dan DefiLlama. Pendiri Novora, Connor King, menyebut kondisi ini sebagai salah satu celah transparansi terbesar di industri kripto. Ia menekankan bahwa dalam pasar keuangan tradisional, perjanjian penting seperti ini biasanya wajib diungkapkan, sementara di dunia kripto, hampir semua pelaku pasar beroperasi tanpa informasi tersebut. Kesenjangan Pelaporan Investor Masih Besar Temuan ini juga menunjukkan adanya masalah lebih luas dalam hubungan investor di industri kripto. Meskipun sekitar 91% protokol yang diteliti menghasilkan pendapatan yang dapat dilacak, hanya 18% yang secara rutin merilis laporan kuartalan, dan hanya 8% yang menyediakan laporan khusus untuk pemegang token. Hal ini mengindikasikan bahwa data sebenarnya tersedia, namun jarang disusun dalam bentuk laporan yang terstruktur dan mudah diakses oleh investor. Di sisi lain, infrastruktur analitik pihak ketiga justru sudah berkembang pesat, dengan tingkat cakupan data mencapai lebih dari 85% di berbagai platform. Artinya, akses terhadap data sebenarnya luas, tetapi belum diformalisasi dalam praktik pelaporan resmi. Sorotan pada Risiko Market Maker Kurangnya transparansi dalam kerja sama dengan market maker telah lama menjadi perhatian, terutama terkait struktur pinjaman token. Dalam beberapa kasus, proyek meminjamkan token kepada market maker untuk menyediakan likuiditas dan aktivitas trading. Namun, model seperti ini dinilai berisiko karena dapat mendorong market maker untuk menjual token pinjaman ke pasar, yang berpotensi menekan harga. Kondisi ini bisa merugikan proyek, terutama yang masih dalam tahap awal, karena melemahkan likuiditas dan performa token mereka. Bahkan, Securities and Exchange Commission (SEC) pernah mengambil tindakan terhadap praktik manipulasi harga yang melibatkan market maker di industri kripto. Untuk memperluas pemahaman kamu tentang tren dan isu penting di industri aset digital, jangan lewatkan berbagai Portal Crypto yang kami hadirkan dengan informasi terkini dan terpercaya.
Sengketa Prediction Market Berpotensi Masuk Mahkamah Agung AS

Perselisihan hukum terkait regulasi platform prediction market di Amerika Serikat berpotensi naik ke tingkat tertinggi, yaitu Supreme Court of the United States. Hal ini menyusul konflik antara kewenangan pemerintah negara bagian dan regulator federal dalam mengatur industri tersebut. Pada Kamis, United States Court of Appeals for the Ninth Circuit mendengarkan argumen dari pihak platform prediction market Kalshi dan otoritas negara bagian Nevada. Sengketa ini bermula dari larangan Nevada terhadap kontrak berbasis peristiwa (event contracts) yang ditawarkan Kalshi, dengan alasan perusahaan tersebut memerlukan lisensi perjudian. Kasus ini merupakan banding atas putusan sebelumnya yang melarang Kalshi menawarkan produk tersebut di Nevada. Di sisi lain, berbagai tindakan penegakan hukum juga terjadi di tingkat negara bagian, termasuk tuntutan pidana di Arizona. Namun, pengadilan federal baru-baru ini memblokir upaya Arizona untuk menerapkan hukum perjudian terhadap kontrak milik Kalshi. Pihak Kalshi menekankan pentingnya menghindari konflik putusan antara pengadilan negara bagian dan federal dalam isu yang sama, yang berpotensi menghasilkan keputusan yang berbeda. Perebutan Kewenangan: Negara Bagian vs Regulator Federal Inti dari argumen Kalshi adalah bahwa kontrak berbasis peristiwa yang mereka tawarkan sebenarnya termasuk dalam kategori “swap”, sehingga berada di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC), bukan otoritas perjudian negara bagian. Pandangan ini juga didukung oleh Ketua CFTC, Michael Selig, dalam kasus serupa yang melibatkan platform lain seperti Crypto.com. Meski demikian, pengadilan banding belum mengeluarkan keputusan final. Hasil dari kasus ini berpotensi memengaruhi bagaimana negara bagian memperlakukan platform prediction market seperti Kalshi maupun Polymarket, terutama di tengah pertumbuhan industri yang diperkirakan bisa mencapai nilai $1 triliun pada 2030. Pandangan dari Industri Kripto Chief Legal Officer Coinbase, Paul Grewal, menilai bahwa kasus ini kemungkinan besar akan berlanjut hingga Mahkamah Agung AS. Menurutnya, hasil persidangan saat ini belum tentu mencerminkan arah keputusan akhir. Ia tetap berpendapat bahwa Mahkamah Agung pada akhirnya akan menentukan apakah kontrak berbasis peristiwa, termasuk yang terkait olahraga, masuk dalam kategori swap yang sepenuhnya berada di bawah yurisdiksi CFTC. Sebagai konteks, Mahkamah Agung sebelumnya telah memberikan kewenangan kepada negara bagian untuk mengatur perjudian olahraga melalui putusan Murphy v. National Collegiate Athletic Association pada tahun 2018. Untuk mengikuti perkembangan regulasi dan tren industri kripto secara lebih lengkap, kamu juga bisa mengakses berbagai Info Seputar Crypto terbaru yang kami sajikan secara konsisten dan terpercaya.
Bursa Kripto Terkait Rusia, Grinex, Hentikan Perdagangan Usai Diretas $14 Juta

Bursa kripto Grinex yang tengah dijatuhi sanksi mengumumkan penangguhan seluruh aktivitas perdagangannya setelah kehilangan lebih dari 1 miliar rubel Rusia (sekitar $13,7 juta) akibat serangan siber. Platform yang terdaftar di Kirgistan namun terafiliasi erat dengan ekosistem kripto Rusia ini menyatakan bahwa peretasan tersebut menunjukkan indikasi keterlibatan badan intelijen asing. Dana tersebut dikuras dari 54 alamat kripto, dengan jejak digital yang mengisyaratkan tingkat teknologi dan sumber daya yang “hanya dimiliki oleh negara musuh.” Akibat insiden ini, operasional Grinex terpaksa dihentikan sementara. Pihak bursa telah menyerahkan seluruh bukti kepada penegak hukum dan mengajukan laporan pidana di lokasi infrastruktur mereka berada. Sebelumnya, Grinex sering dianggap sebagai penerus Garantex, bursa lain yang juga terkena sanksi. Otoritas Amerika Serikat menuduh kedua entitas ini memfasilitasi Rusia dalam menghindari sanksi dan melakukan pencucian uang bagi peretas. Pendiri Elliptic, Tom Robinson, bahkan menuding Grinex sebagai platform utama transaksi A7A5—sebuah stablecoin berbasis rubel yang dikaitkan dengan penghindaran sanksi. Namun, perwakilan Grinex tahun lalu sempat membantah keras dan mengutuk segala bentuk aktivitas ilegal. Di sisi lain, peretas tampaknya tidak hanya menyasar Grinex. Firma intelijen blockchain TRM Labs menemukan bahwa dua dompet dari TokenSpot—bursa asal Kirgistan yang terhubung secara on-chain dengan Grinex—mengirimkan sekitar $5.000 ke alamat penampungan yang digunakan oleh peretas. TRM Labs juga mengidentifikasi 16 alamat tambahan yang terkait dengan peretasan ini. Saat ini, alamat konsolidasi tersebut menyimpan 45,9 juta token TRON (TRX), yang bernilai hampir $15 juta. Menurut analisis Elliptic, peretas berhasil memindahkan sekitar $15 juta dalam bentuk USDT dari Grinex ke jaringan Tron dan Ethereum. Dana tersebut langsung dikonversi menjadi TRX atau ETH guna menghindari pemblokiran oleh pihak Tether. Insiden peretasan bursa kripto yang dituduh melanggar sanksi AS ini bukan yang pertama kalinya terjadi; sebelumnya pada Juni 2025, bursa asal Iran, Nobitex, juga diretas sebesar $81 juta oleh kelompok peretas pro-Israel. Untuk terus memantau perkembangan kasus keamanan aset digital dan tren pasar global lainnya, pastikan Anda menjadikan Portal Crypto kami sebagai rujukan utama untuk mendapatkan informasi terupdate dan terpercaya.
Penyelidikan Polisi Zanzibar Terhadap Eksekutif Kripto Joe McCann Terkait Kematian Sang Tunangan

Kepolisian Zanzibar saat ini dilaporkan tengah menahan dan memeriksa Joe McCann, pendiri dana kripto Asymmetric sekaligus seorang trader aset digital. Pemeriksaan ini dilakukan menyusul kematian tragis tunangannya, Ashly Robinson (31), saat keduanya sedang menghabiskan waktu liburan bersama. Berdasarkan pernyataan kepolisian Tanzania yang dikutip oleh NBC News, Ashly menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit pada 9 April, satu hari setelah ditemukan tak sadarkan diri oleh staf hotel tempat mereka menginap. Pihak berwenang sementara ini menyimpulkan bahwa kematian Robinson disebabkan oleh bunuh diri, namun McCann masih terus dimintai keterangan secara intensif. Laporan dari CBS News juga menyebutkan bahwa paspor McCann sedang ditahan oleh pihak kepolisian hingga seluruh hasil autopsi selesai. Menurut keterangan dari staf hotel, pasangan tersebut sebelumnya sempat berselisih paham sehingga manajemen hotel memisahkan mereka dan memindahkan McCann ke kamar yang berbeda. Seorang karyawan hotel kemudian menemukan Robinson dalam kondisi tidak sadar di kamarnya dengan sebuah sabuk yang melilit lehernya. Ia segera dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Meski demikian, pihak keluarga Robinson sangat meragukan laporan dan kronologi tersebut. Sang adik, Alyssa Endres, menegaskan kepada NBC bahwa dugaan bunuh diri ini sangat tidak masuk akal. Menurutnya, Robinson sedang dalam kondisi yang sangat bahagia karena baru saja merayakan ulang tahun sekaligus pertunangannya dengan McCann beberapa hari sebelum insiden nahas itu terjadi. Sebagai informasi tambahan, Joe McCann adalah tokoh utama di balik perusahaan ventura dan hedge fund kripto, Asymmetric. Pada bulan Juli lalu, perusahaan ini sempat menjadi sorotan karena terpaksa mengubah strategi perdagangannya akibat protes keras dari para investor. Hal ini dipicu oleh kerugian dana hingga 80% di tengah tingginya volatilitas pasar kripto. Selain itu, rencana merger untuk membawa sebuah perusahaan treasury Solana (SOL) menjadi perusahaan publik yang rencananya akan dipimpin oleh McCann juga mendadak dibatalkan pada bulan Agustus tanpa alasan yang jelas. Hingga saat ini, McCann belum dapat dihubungi untuk memberikan komentar terkait insiden tersebut. Untuk terus mengikuti perkembangan kasus ini dan dinamika industri mata uang digital secara keseluruhan, pastikan Anda selalu memperbarui wawasan melalui Berita Crypto yang kami sajikan. Kami terus berkomitmen untuk menyediakan informasi paling akurat dan terpercaya untuk memandu perjalanan investasi Anda.
Mengakhiri Era Pemantauan Manual di Platform TradingView

Dalam dinamika pasar keuangan global yang bergerak sangat cepat, keputusan eksekusi yang sukses jarang sekali hanya bergantung pada satu indikator tunggal. Seorang pialang profesional biasanya harus duduk sabar mengamati layar selama berjam-jam, menunggu momen konfirmasi emas di mana beberapa parameter sejajar dengan sempurna. Anda mungkin sedang menunggu pergerakan harga menyentuh level dukungan psikologis, garis RSI masuk ke zona jenuh jual, dan secara bersamaan terjadi persilangan rata-rata pergerakan yang valid. Pada masa lalu, mengotomatisasi logika berlapis semacam ini hanya bisa diwujudkan jika Anda memiliki kemampuan menulis bahasa pemrograman tingkat lanjut. Jika tidak, Anda terpaksa harus memasang banyak alarm terpisah dan menyeleksinya secara manual ketika semuanya berbunyi bersahutan. Namun, masa-masa merepotkan dan melelahkan tersebut kini telah resmi berakhir dengan hadirnya pembaruan fitur peringatan (alert) terbaru yang kami luncurkan hari ini. Kini, Anda memiliki kebebasan mutlak untuk merancang alarm cerdas yang bertugas memeriksa beberapa kondisi pasar sekaligus dalam satu waktu. Kemudahan operasional ini memungkinkan Anda untuk menghasilkan Sinyal Perdagangan yang jauh lebih presisi, tajam, dan dapat diandalkan, tanpa harus memusingkan diri menulis satu baris kode pemrograman pun. Mari kita bedah lebih dalam mengenai bagaimana fitur revolusioner ini akan mengubah cara Anda mengelola portofolio harian. Menggabungkan Berbagai Parameter Konfirmasi Melalui pembaruan sistem yang mutakhir ini, Anda diberikan keleluasaan untuk menggabungkan hingga lima kondisi teknikal yang berbeda ke dalam satu peringatan yang sangat tangguh. Fleksibilitas perancangan ini mencakup rentang parameter pemantauan yang sangat luas dan mendetail. Anda bebas meracik interaksi dari pergerakan harga aset secara langsung, sentuhan pada elemen gambar manual Anda (seperti garis tren atau saluran regresi), hingga perhitungan algoritma dari berbagai indikator bawaan maupun kustom. Peringatan eksklusif ini diprogram secara ketat menggunakan logika “DAN” (AND), yang berarti ia hanya akan menyala atau terpicu apabila seluruh kondisi yang Anda tetapkan telah terpenuhi secara bersamaan pada waktu yang sama. Jika empat kondisi sudah terpenuhi namun satu kondisi masih belum terkonfirmasi, alarm akan tetap diam bersabar. Presisi tingkat tinggi ini memastikan bahwa Anda hanya akan menerima notifikasi ketika pengaturan posisi perdagangan Anda benar-benar sudah matang dan siap dieksekusi. Menghilangkan Ketergantungan Pada Kode Skrip Sebelum pembaruan ini dirilis, menciptakan logika berantai seperti “JIKA Harga melewati MA 50, DAN Volume melonjak, MAKA bunyikan alarm” mutlak membutuhkan kemampuan merangkai skrip. Kendala teknis ini sering kali menjadi tembok penghalang yang sangat besar bagi para pemula yang belum sempat mempelajari sintaksis pemrograman. Kini, hambatan tersebut telah dirobohkan sepenuhnya oleh tim pengembang kami. Proses perancangan logika yang rumit telah berhasil disederhanakan menjadi sebuah antarmuka visual yang teramat sangat ramah pengguna. Siapa pun, baik pendatang baru maupun veteran pasar, kini bisa menyusun Sinyal Perdagangan kelas institusional hanya bermodalkan beberapa tarikan klik tetikus di layar monitor mereka. Cara Kerja dan Fleksibilitas Peringatan Multi-Kondisi Memahami secara menyeluruh bagaimana mesin peringatan baru ini bekerja di latar belakang adalah kunci untuk memaksimalkan potensinya. Pihak pengembang telah merancang arsitektur fitur ini agar sebisa mungkin bisa beradaptasi mulus dengan ragam gaya analisis para pengguna dari berbagai tingkatan pengalaman. Integrasi Lintas Kerangka Waktu (Timeframe) Salah satu keunggulan teknis yang paling mencuri perhatian dari peluncuran fitur ini adalah kemampuannya untuk mengawinkan kondisi dari berbagai kerangka waktu yang berbeda. Sebagai contoh, Anda bisa memasang satu kondisi yang memantau penembusan resistensi di grafik harian (1D), sementara kondisi lainnya menunggu konfirmasi divergensi bullish di grafik lima belas menit (15m). Mesin alarm kami akan terus bekerja tanpa henti di peladen awan dan hanya akan meledak memberikan notifikasi ke ponsel Anda ketika semua persyaratan lintas waktu tersebut bernilai benar secara simultan. Perlu Anda catat dengan saksama bahwa frekuensi kecepatan sistem dalam mengevaluasi kondisi tersebut akan secara otomatis ditentukan oleh kerangka waktu terendah yang Anda pilih di dalam kombinasi alarm tersebut. Langkah Singkat Melakukan Konfigurasi Untuk mulai bereksperimen menikmati peringatan canggih ini, prosedur operasional yang harus Anda lalui amat sangat mudah dan intuitif. Buka kotak dialog pembuatan peringatan standar yang sudah Anda kenal selama ini di Platform TradingView. Di bagian bawah jendela tersebut, Anda akan menemukan sebuah tombol aksi baru yang bertuliskan “Tambahkan kondisi” (Add condition). Anda dipersilakan untuk terus menekan tombol tersebut guna menggabungkan maksimal lima persyaratan teknikal yang saling melengkapi. Setiap kondisi yang berhasil ditambahkan akan muncul sebagai sebuah tombol blok visual yang rapi, lengkap dengan pratinjau teks singkat mengenai aturan parameternya. Jika Anda tiba-tiba berubah pikiran di tengah jalan, Anda memegang kendali mutlak untuk mengedit, memodifikasi, atau bahkan menghapus masing-masing tombol kondisi tersebut kapan saja tanpa merusak struktur utama alarm Anda. Syarat, Batasan, dan Spesifikasi Operasional Sebagai sebuah fitur premium mutakhir yang secara alami memakan lebih banyak daya komputasi peladen pusat, tentu saja terdapat beberapa regulasi pembatasan yang diterapkan. Memahami batasan spesifikasi operasional ini akan amat sangat membantu Anda dalam menyusun Analisis Teknikal yang bersih dan terbebas dari kesalahan sistematis. Eksklusivitas Paket dan Keuntungan Kuota Kabar luar biasa pertama yang patut dirayakan oleh komunitas adalah perihal efisiensi penghitungan kuota peringatan Anda. Meskipun satu modul peringatan multi-kondisi ini memuat hingga lima perhitungan berat yang berjalan secara paralel, sistem kami secara dermawan akan tetap menghitungnya sebagai pemakaian satu buah peringatan teknikal saja. Ini merupakan sebuah penghematan kuota yang masif! Namun, sebagai imbal balik atas konsumsi daya yang besar, ketersediaan layanan VIP ini dikhususkan bagi pengguna tertentu. Anda harus memastikan bahwa status lisensi akun Anda minimal sudah berada di tingkat paket Plus, atau jenis paket premium apa pun yang berada di atasnya, untuk bisa memunculkan tombol multi-kondisi ini. Pengecualian pada Fungsi dan Skrip Tertentu Ada beberapa aturan pengecualian spesifik yang wajib dihindari agar Anda tidak merasa kebingungan saat mencoba fitur ini pertama kali. Syarat mutlak yang pertama adalah seluruh kondisi yang Anda gabungkan di dalam satu alarm wajib merujuk secara eksklusif pada satu simbol instrumen yang sama. Anda sama sekali tidak diperkenankan menyuruh sistem untuk memantau harga indeks saham S&P 500 dan pergerakan emas secara silang di dalam satu kotak alarm yang sama. Selain itu, fitur evaluasi kondisi instan ini untuk sementara waktu belum bisa digunakan untuk kebutuhan pemantauan massal atau peringatan daftar pantauan (watchlist alerts). Fitur cerdas ini juga belum diintegrasikan untuk disematkan langsung ke dalam logika kode Pine Script, maupun pada modul strategi khusus yang rutin menggunakan fungsi panggilan alert() internal. Secara konklusif, kami
Mengakhiri Kebingungan Analisis Teknikal dengan Indikator Peringkat Terpadu

Bagi para pialang dan investor di pasar keuangan, menatap layar grafik yang dipenuhi dengan belasan garis indikator sering kali justru memicu kebingungan alih-alih memberikan pencerahan. Fenomena kelumpuhan analisis (analysis paralysis) ini sangat wajar terjadi ketika satu indikator menyuruh Anda untuk membeli, sementara indikator lainnya justru memberikan peringatan keras untuk segera menjual. Memproses informasi yang saling bertolak belakang ini tentu sangat menguras energi dan mengganggu psikologi perdagangan Anda. Menyadari dilema klasik yang sering dialami oleh para pelaku pasar tersebut, sebuah inovasi brilian kembali dihadirkan untuk menyederhanakan proses pengambilan keputusan. Platform grafik terkemuka baru saja merilis sebuah alat ukur komprehensif bernama Technical Ratings (Peringkat Teknikal). Alat ini secara cerdas merangkum dan menggabungkan berbagai penilaian dari puluhan parameter berbeda menjadi satu kesimpulan tunggal yang sangat mudah dicerna oleh siapa saja. Dengan menggunakan alat bantu mutakhir ini, Anda tidak perlu lagi repot-repot membedah dan menghitung arah tren dari masing-masing indikator secara manual setiap saat. Sistem akan secara otomatis mengkalkulasi keseluruhan data pergerakan harga di latar belakang dan menyajikannya dalam bentuk rekomendasi yang lugas. Pendekatan terpadu ini dijamin akan merubah total cara Anda melakukan Analisis Teknikal harian menjadi jauh lebih efisien, terstruktur, dan pastinya sangat menghemat waktu berharga Anda. Cara Mengakses dan Mengaktifkan Fitur Baru Untuk bisa segera menikmati kemudahan dari fasilitas pemetaan pasar yang revolusioner ini, proses pengaktifannya amat sangat praktis dan intuitif. Anda hanya perlu membuka tab menu Indikator yang terletak di bagian atas antarmuka grafik Anda, lalu mencari dan memilih opsi Technical Ratings. Dalam hitungan detik, sebuah panel visual baru akan langsung terpasang di layar monitor untuk mendampingi pergerakan harga aset yang sedang Anda pantau. Rekomendasi tren yang disajikan oleh panel tersebut bukanlah hasil tebakan acak, melainkan murni didasarkan pada kalkulasi matematis tertimbang dari berbagai formula teknikal yang menyusunnya. Mesin komputasi akan menimbang bobot arah tren secara real-time dan menerjemahkannya ke dalam lima skala rekomendasi yang sangat familier: Sangat Jual (Strong Sell), Jual (Sell), Netral (Neutral), Beli (Buy), dan Sangat Beli (Strong Buy). Membedah Dua Mesin Utama Penggerak Indikator TradingView Agar sebuah kesimpulan rekomendasi bisa dianggap objektif dan akurat, perhitungan peringkat ini sengaja dipecah ke dalam dua kelompok mesin komputasi besar yang mewakili dua mazhab analisis. Penggabungan dua sudut pandang yang berbeda ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem tidak hanya melihat pasar dari kacamata pergerakan harga masa lalu, tetapi juga dari kacamata ayunan momentum saat ini. Kelompok Pengukur Tren dan Rata-Rata Pergerakan Kelompok besar yang pertama berfokus penuh pada instrumen pengikut tren yang bertugas menyaring kebisingan fluktuasi harga harian. Basis perhitungan pada kelompok ini mengandalkan pasukan Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA) dengan berbagai variasi panjang periode waktu yang krusial. Sistem secara serentak akan memantau posisi harga terhadap garis rata-rata periode 10, 20, 30, 50, 100, hingga garis sakral 200 hari. Selain mengandalkan pasukan garis rata-rata pergerakan konvensional, kelompok pertama ini juga diperkuat oleh beberapa instrumen pendeteksi tren yang jauh lebih kompleks. Indikator TradingView ini turut memasukkan rumusan perhitungan dari Awan Ichimoku (Ichimoku Cloud), Volume-Weighted Moving Average (VWMA), dan Hull Moving Average (HullMA). Dominasi harga di atas kumpulan garis-garis ini akan secara otomatis menyumbangkan poin positif yang memperkuat sinyal rekomendasi beli secara keseluruhan. Kelompok Osilator Penilai Momentum Jika kelompok pertama bertugas melihat arah arus besar, kelompok kedua bertugas mendeteksi kapan arus tersebut mulai kehabisan tenaga. Kelompok ini dihitung murni berdasarkan deretan instrumen osilator terkemuka yang sangat peka terhadap kondisi pasar yang sedang jenuh beli (overbought) maupun jenuh jual (oversold). Instrumen andalan seperti Relative Strength Index (RSI), Stochastic, hingga Moving Average Convergence Divergence (MACD) ikut dilibatkan dalam kalkulasi ini. Daftar osilator yang diikutsertakan di dalam mesin analitik ini nyatanya sangatlah ekstensif dan menyeluruh. Sistem juga secara aktif menyerap data dari Commodity Channel Index (CCI), ADX, Awesome Oscillator (AO), Momentum, Stochastic RSI, Williams %R, indikator Bulls and Bears Strength, serta Ultimate Oscillator (UO). Kombinasi belasan osilator ini secara apik akan mencegah Anda masuk ke pasar tepat ketika harga sedang berada di pucuk kelelahan. Menyesuaikan Pengaturan Sesuai Gaya Anda Salah satu keunggulan terbaik dari alat bantu terpadu ini adalah tingkat fleksibilitasnya yang sangat memanjakan pengguna. Karena perhitungan untuk setiap kelompok mesin (tren dan osilator) diproses secara terpisah di latar belakang, Anda diberikan kebebasan mutlak untuk melakukan kustomisasi. Anda bisa dengan mudah masuk ke menu Pengaturan dan memilih opsi khusus di bagian Rating Is Based On (Peringkat Didasarkan Pada). Melalui menu tersebut, Anda bisa memerintahkan sistem untuk hanya menampilkan kesimpulan peringkat dari kelompok Rata-Rata Pergerakan saja, atau murni dari kelompok Osilator saja. Tingkat penilaian akhir ini dihitung dari nilai rata-rata seluruh instrumen individu yang ada di dalam komposisinya, mengadopsi prinsip logika yang persis sama dengan fitur Penyaring Saham (Screener) global. Integrasi Strategi Otomatis Berbasis Sinyal Perdagangan Bersamaan dengan peluncuran alat pemetaan visual ini, tim pengembang juga tidak lupa merilis sebuah skrip sistem otomatisasi baru yang diberi nama Technical Ratings Strategy. Kehadiran skrip strategi terpisah ini merupakan sebuah kabar gembira bagi Anda yang gemar melakukan pengujian simulasi transaksi data historis (backtesting) untuk mencari pengaturan terbaik. Cara kerja skrip otomatisasi ini sejatinya sangatlah lurus dan patuh pada algoritma rekomendasi peringkat yang telah dijelaskan sebelumnya. Strategi ini dirancang untuk secara otomatis menembakkan instruksi pembukaan posisi beli panjang (long) tepat ketika panel indikator menyala menunjukkan status Sangat Beli. Sebaliknya, sistem akan langsung mengeksekusi instruksi jual pendek (short) manakala deretan indikator secara serentak meneriakkan status Sangat Jual. Fasilitas pengujian strategi otomatis ini akan sangat membantu Anda untuk membuktikan secara empiris seberapa efektif Sinyal Perdagangan tersebut jika diaplikasikan pada instrumen aset favorit Anda. Anda bisa memantau kurva pertumbuhan modal, rasio kemenangan, hingga tingkat penarikan dana maksimal (maximum drawdown) yang dihasilkan oleh algoritma tersebut di masa lalu. Memegang Teguh Prinsip Manajemen Risiko Di balik segala kecanggihan dan kemudahan instan yang ditawarkan oleh alat analitik mutakhir ini, ada sebuah prinsip fundamental yang pantang untuk dilanggar oleh pialang mana pun. Anda mutlak harus selalu mengingat bahwa platform penyedia grafik sama sekali tidak pernah menyarankan siapa pun untuk membeli atau menjual instrumen finansial apa pun jika hanya murni didasarkan pada rekomendasi indikator tunggal ini. Status rekomendasi beli atau jual yang terpampang cerah di layar Anda hanyalah representasi visual dari terpenuhinya rumusan syarat
Peluncuran ETP Avalanche oleh Bitwise: Tawarkan Eksposur dan Imbal Hasil Pasif

Bitwise Asset Management secara resmi telah meluncurkan Exchange-Traded Product (ETP) spot untuk Avalanche. Melalui produk ini, para investor tidak hanya mendapatkan eksposur langsung terhadap token AVAX, tetapi juga bisa meraup keuntungan tambahan dari imbal hasil (yield) melalui mekanisme staking. Berikut adalah ringkasan utama dari peluncuran ini serta perkembangan pasar kripto secara umum: Mekanisme Staking BAVA: ETP ini mulai diperdagangkan di bursa NYSE dengan kode saham BAVA. Bitwise berencana untuk melakukan staking pada 70% aset AVAX yang mereka pegang melalui infrastruktur internal mereka, Bitwise Onchain Solutions. Sisa 30% akan disimpan sebagai cadangan likuiditas untuk kebutuhan operasional. Biaya dan Keuntungan: Produk ini memiliki biaya sponsor sebesar 0,34%, namun digratiskan selama bulan pertama untuk total aset hingga $500 juta. Pembagian pendapatan investasi bersih, termasuk hadiah staking (yang berada di kisaran 5,4% pada pertengahan April), akan didistribusikan secara berkala kepada pemegang saham. Fundamental Avalanche: Avalanche merupakan blockchain Layer-1 yang dirancang untuk transaksi cepat dengan latensi rendah. Jaringan ini telah digunakan untuk berbagai proyek tokenisasi dan uji coba tingkat perusahaan, melibatkan nama-nama besar seperti FIFA, Toyota, hingga BlackRock. Sebelumnya, Nasdaq juga telah mengajukan pendaftaran untuk VanEck Avalanche Trust ke SEC AS. Akumulasi Institusional Bitcoin Terus Meningkat Peluncuran dana Avalanche ini terjadi di tengah masifnya akumulasi Bitcoin oleh berbagai produk bursa kripto dan perusahaan publik. Gabungan dari dana ETF dan perbendaharaan perusahaan saat ini memegang sekitar 12% dari total pasokan Bitcoin yang beredar. BlackRock saat ini memimpin perolehan ETF dengan kepemilikan sekitar 791.000 BTC (3,8% dari total pasokan), disusul oleh Grayscale. Bank-bank raksasa AS juga mulai ikut campur; Morgan Stanley baru saja mencetak rekor melalui ETF Bitcoin spot perdananya, sementara Goldman Sachs telah mengajukan ETF Bitcoin dengan strategi opsi (call options) untuk menekan risiko volatilitas. Di luar institusi keuangan, perusahaan publik MicroStrategy masih menjadi pemegang BTC terbesar dengan lebih dari 780.000 keping koin. Bahkan, berbagai negara bagian saat ini menyimpan sekitar 3% dari pasokan Bitcoin, di mana Amerika Serikat, China, dan Inggris memegang cadangan terbesar. Di sisi harga, Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran $75.100, mengalami koreksi dari level tertingginya di sekitar $126.000 pada bulan Oktober lalu. Sebagai referensi tambahan, kami juga menyediakan Info Kripto terupdate dan terpercaya untuk membantu Anda mengambil keputusan investasi yang lebih matang.
Bitcoin Harus Bersiap Hadapi Komputer Kuantum dari Sekarang: Adam Back

CEO Blockstream sekaligus pelopor industri kripto, Adam Back, mengimbau agar para pengembang Bitcoin mulai menciptakan solusi yang tahan terhadap ancaman komputasi kuantum sejak dini, meskipun ancaman nyata tersebut mungkin baru akan terjadi puluhan tahun lagi. Dalam acara Paris Blockchain Week, Back menyatakan bahwa sistem komputer kuantum saat ini masih sebatas “eksperimen laboratorium” dengan perkembangan yang lambat. Meski begitu, ia menekankan bahwa jaringan Bitcoin harus tetap bersiap. Langkah paling aman yang bisa diambil adalah membangun pembaruan (opsional) yang memungkinkan Bitcoin bermigrasi ke sistem kriptografi yang kebal terhadap teknologi kuantum jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Kekhawatiran utama di industri ini adalah potensi komputer kuantum untuk memecahkan algoritma kriptografi blockchain, yang bisa dimanfaatkan oleh peretas untuk membobol dompet digital dan menghancurkan pasar kripto. Sebelumnya, Back sempat memperkirakan bahwa ancaman kuantum masih berjarak 20 hingga 40 tahun ke depan, mengingat komputer kuantum saat ini bahkan lebih lambat dari kalkulator biasa. Namun, perusahaannya tidak tinggal diam. Blockstream telah membentuk tim khusus untuk meneliti potensi ancaman tersebut terhadap jaringan Bitcoin. Salah satu langkah konkretnya adalah penerapan tanda tangan berbasis hash pada Liquid Network, jaringan layer-2 milik Blockstream. Back juga menambahkan bahwa protokol Taproot sebenarnya dapat mendukung skema alternatif di jaringan Bitcoin tanpa harus mengganggu pengguna yang sudah ada. Ancaman Kuantum Bisa Datang Lebih Cepat Di sisi lain, ancaman ini mungkin lebih dekat dari yang diperkirakan. Bulan lalu, para peneliti dari Google dan California Institute of Technology (Caltech) melaporkan bahwa komputer kuantum yang fungsional bisa hadir lebih cepat dengan kebutuhan daya komputasi yang lebih rendah untuk membobol sistem kriptografi. Google bahkan mengklaim bahwa sistem kriptografi Bitcoin berpotensi diretas hanya dalam waktu sembilan menit melalui metode peretasan “on-spend“. Menanggapi skenario terburuk ini, Back menegaskan bahwa para pengembang Bitcoin pasti akan “bertindak cepat.” Sebagai bentuk antisipasi lain, pengembang Bitcoin Jameson Lopp bersama lima peneliti keamanan kripto baru-baru ini mengajukan sebuah proposal. Mereka mengusulkan untuk membekukan Bitcoin versi lama yang rentan terhadap serangan kuantum—termasuk simpanan senilai $81,9 miliar milik Satoshi Nakamoto—guna mencegah pencurian saat komputer kuantum sudah benar-benar berfungsi. Sebagai referensi tambahan, kami juga menyediakan Berita Crypto terupdate dan terpercaya bagi Anda yang tidak ingin ketinggalan tren serta perkembangan pasar digital.
Rakuten Resmi Jadikan XRP Metode Pembayaran bagi 44 Juta Penggunanya

Raksasa e-commerce asal Jepang, Rakuten, mengumumkan ekspansi layanan aset digitalnya dengan mengintegrasikan token XRP ke dalam aplikasi Rakuten Pay. Langkah strategis ini membuka jalan bagi sekitar 44 juta pengguna mereka untuk menggunakan mata uang kripto besutan Ripple tersebut sebagai alat pembayaran di lebih dari 5 juta merchant yang tersebar di seluruh penjuru Jepang. Integrasi Ekosistem Loyalitas Raksasa Berdasarkan pengumuman resmi yang disampaikan oleh Senior Ecosystem Growth Manager Ripple, Tatsuya Kohrogi, melalui platform X pada hari Selasa, fitur baru ini akan mulai efektif beroperasi pada 15 April. Nantinya, para pengguna tidak hanya dapat menggunakan XRP untuk transaksi pembayaran, tetapi juga dapat menyimpannya di Rakuten Wallet serta melakukan perdagangan spot (spot trade) secara langsung di dalam aplikasi. Lebih lanjut, inovasi ini mengikat XRP ke dalam salah satu sistem poin loyalitas terbesar di Jepang. Kohrogi memaparkan bahwa pelanggan kini bisa mengonversi Poin Rakuten yang mereka miliki untuk membeli token XRP. Sebagai gambaran besarnya skala ekosistem ini, saat ini terdapat lebih dari 3 triliun Poin Rakuten yang beredar di masyarakat, dengan estimasi nilai mencapai US$23 miliar. “Mulai 15 April, Rakuten Wallet akan meluncurkan XRP baik sebagai aset yang terdaftar maupun sebagai metode pembayaran. Ini berarti pengguna dapat membeli XRP langsung menggunakan Poin Rakuten dan mengisi saldo Rakuten Cash mereka dengan XRP untuk dibelanjakan di jutaan merchant,” jelas Kohrogi. Tonggak Sejarah Baru bagi Adopsi Kripto Pihak Ripple menyambut antusias kerja sama ini dan menyebutnya sebagai salah satu pencapaian paling monumental bagi ekosistem XRP. Kohrogi menekankan bahwa reputasi Rakuten sebagai salah satu merek konsumen paling tepercaya di Jepang memberikan bobot tersendiri bagi kemitraan ini. “Fakta bahwa XRP kini tertanam kuat dalam infrastruktur loyalitas dan pembayaran mereka merupakan sinyal yang sangat positif tentang ke mana arah adopsi aset digital ke depannya,” tambahnya. Langkah adopsi aset kripto ini bukanlah inisiatif pertama bagi Rakuten. Perusahaan teknologi ini tercatat telah mulai memfasilitasi transaksi menggunakan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Bitcoin Cash (BCH) sejak tahun 2023. Jauh sebelum itu, pada tahun 2021, Rakuten juga sempat meluncurkan aset kripto internal mereka yang diberi nama Rakuten Coin sebagai bagian dari sistem penghargaan loyalitas pelanggan. Untuk mendapatkan wawasan lebih luas, Anda bisa mengikuti Komunitas Crypto kami yang aktif berbagi insight dan update terbaru melalui beranda website Blockped.
Gagal Bertahan di US$76.000, Sinyal Langka Ini Justru Indikasikan Bitcoin Berada di Dasar Pasar

Harga Bitcoin (BTC) kembali gagal mempertahankan momentum penembusan (breakout) di atas level US$76.000. Kendati demikian, sebuah metrik langka dari pasar derivatif justru memancarkan sinyal kuat bahwa aset kripto terbesar ini mungkin sedang berada di titik terendah pasar (market bottom) dan bersiap untuk lonjakan harga yang signifikan. Pergerakan Harga dan Anomali Pasar Tradisional Pada perdagangan baru-baru ini, Bitcoin sempat memberikan harapan setelah menyentuh level resistensi kunci di US$76.000. Namun, reli tersebut kembali terhenti di batas yang sama yang telah menahan laju harga selama lebih dari dua bulan terakhir. BTC berbalik arah dan turun ke bawah US$74.000, sebelum akhirnya diperdagangkan di kisaran US$74.300 dengan kenaikan tipis 1,3% dalam 24 jam terakhir. Tren serupa juga dialami oleh Ethereum (ETH) yang ditarik mundur dari level US$2.400, meskipun masih mencatatkan kinerja yang sedikit lebih baik dengan kenaikan harian sebesar 2,5%. Menariknya, koreksi di pasar kripto ini berbanding terbalik dengan euforia di pasar tradisional. Indeks Nasdaq ditutup di level tertingginya dengan lonjakan 2%. Sementara itu, indeks S&P 500 naik 1,2% dan kini hanya terpaut beberapa poin dari rekor tertinggi baru (All-Time High). Pemandangan ini sangat kontras dengan posisi Bitcoin yang masih berada sekitar 40% di bawah rekor tertingginya di angka US$126.000. Sinyal ‘Short Squeeze’ dari Pasar Derivatif Meskipun breakout Bitcoin gagal bertahan, kondisi internal pasar saat ini dinilai sangat matang untuk memicu lonjakan harga secara tiba-tiba (squeeze). Kepala Riset K33 Research, Vetle Lunde, mengungkapkan bahwa tingkat pendanaan (funding rates) pada kontrak perpetual Bitcoin di bursa Binance telah mencatatkan nilai negatif selama 11 periode berturut-turut di tengah reli baru-baru ini. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas trader masih bersikap pesimis (bearish) dan terus bertaruh pada penurunan harga. Di saat yang bersamaan, open interest (jumlah kontrak yang aktif) justru terus meningkat. Menurut Lunde, kombinasi ini menunjukkan bahwa trader terus menambah posisi jual (short) baru alih-alih menutupnya. Secara historis, penumpukan posisi short seperti ini sering kali menjadi bahan bakar utama yang memicu lonjakan harga tajam ke atas ketika para trader tersebut terpaksa melikuidasi posisi mereka. Mengulang Sejarah Krisis FTX 2022 Lebih lanjut, Lunde menyoroti bahwa rata-rata funding rate 30 harian kini telah berada di zona negatif selama 46 hari berturut-turut. Rangkaian sentimen bearish yang berkepanjangan ini merupakan fenomena langka yang menyamai periode stres pasar ekstrem di masa lalu. Pola serupa sebelumnya hanya terlihat setelah peristiwa keruntuhan bursa FTX pada akhir tahun 2022, serta pada masa bear market pertengahan tahun 2021 ketika China melarang keras aktivitas penambangan Bitcoin. “Rezim penghindaran risiko (risk-off) yang sebanding seperti ini secara historis selalu terbukti menjadi titik masuk (entry point) yang sangat menarik bagi BTC,” tegas Lunde, merujuk pada potensi lonjakan harga akibat penutupan paksa dari posisi short yang terlalu padat. Sebagai sumber terpercaya, Anda dapat mengakses Berita Crypto terkini yang kami rangkum secara lengkap langsung melalui beranda website Blockped.