Pasar aset kripto tampaknya mulai beranjak dari sekadar fase technical rebound dan menunjukkan tanda-tanda kuat memasuki siklus bullish yang baru. Penguatan harga dalam satu bulan terakhir diyakini bukan sekadar tren sesaat, melainkan didorong oleh fondasi pasar yang semakin solid.
Berdasarkan laporan data dari Bloomberg, performa Bitcoin (BTC) sukses mencatatkan kenaikan 13,98% secara bulanan (month-on-month/MoM), meski secara tahun berjalan (year-to-date/YtD) posisinya masih minus 12,77%. Tren pemulihan serupa juga dialami oleh Ethereum (ETH) yang tumbuh 8,09% MoM, walau secara YtD masih terkoreksi 23,80%.
Mengacu pada data CoinMarketCap per Senin (4/5/2026) siang, harga Bitcoin terpantau kokoh diperdagangkan pada level US$80.418, sementara Ethereum bertengger di kisaran US$2.387.
Suntikan Tenaga dari Dana Institusi dan Stabilitas Makro
Analis Reku, Andri Fauzan, mengungkapkan bahwa reli bulanan aset kripto kali ini sangat ditopang oleh fundamental yang kokoh, terutama rekor aliran dana masuk dari kalangan institusional.
“Fase rebound teknikal ini mendapat dorongan fundamental yang luar biasa, seperti aliran dana masuk (inflow) ke ETF yang mencapai US$1,97 miliar beserta akumulasi dari investor institusi. Jadi, ini bukan sekadar pemulihan biasa, melainkan momentum baru pasca-konsolidasi,” terang Andri.
Kondisi makroekonomi yang berangsur stabil, terutama pasca-keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga, turut menjaga ritme positif pasar. Ditambah lagi, aksi akumulasi agresif dari perusahaan raksasa seperti MicroStrategy semakin meyakinkan pasar bahwa tren kenaikan ini memiliki pijakan yang kuat, mengabaikan bayang-bayang tekanan geopolitik yang masih ada.
Target Harga BTC dan ETH di Ujung 2026
Melihat dinamika positif tersebut, Andri memproyeksikan tren bullish ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026. Ia menargetkan harga Bitcoin berpotensi meroket hingga ke kisaran US$95.000 hingga US$110.000 pada akhir tahun.
Sementara itu, Ethereum diprediksi mampu menyentuh level US$4.500 hingga US$5.500. Prospek cerah ETH ini didorong oleh inovasi berkelanjutan di dalam ekosistemnya serta ekspektasi hadirnya produk ETF berbasis Ethereum yang dapat menarik lebih banyak likuiditas.
“Potensi pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed pada semester kedua, yang dikombinasikan dengan masuknya dana institusi secara konsisten, akan menjadi katalis utama pendorong harga,” tegas Andri.
Risiko yang Tetap Harus Diwaspadai
Kendati angin segar tengah bertiup di pasar kripto, investor diimbau untuk tidak lengah. Andri mengingatkan bahwa arah kebijakan moneter The Fed ke depannya masih menyimpan ketidakpastian, terutama jika inflasi AS ternyata lebih sulit dijinakkan. Selain itu, eskalasi tensi geopolitik global bisa sewaktu-waktu memicu investor untuk kembali ke mode risk-off dan mencari aset yang lebih aman.
Dari segi teknis pergerakan harga, risiko koreksi pasar tetap terbuka lebar. Andri menakar potensi penurunan harga (drawdown) bisa mencapai 15% hingga 25% dalam skenario tertentu. Oleh karena itu, manajemen risiko yang ketat dan diversifikasi portofolio tetap menjadi kunci utama bagi investor dalam menavigasi volatilitas pasar kripto yang dinamis.
Sebagai wadah edukasi dan informasi, Komunitas Crypto kami juga menghadirkan berbagai update terbaru yang dapat Anda akses melalui beranda website Blockped.