CEO SharpLink Gaming, Joseph Chalom, mengungkap tiga faktor utama yang diyakini dapat mendorong harga Ethereum kembali mengalami kenaikan signifikan. Menurutnya, kombinasi regulasi yang lebih jelas, meningkatnya minat risiko pasar, serta pertumbuhan tokenisasi aset dunia nyata akan menjadi pendorong utama pergerakan Ethereum ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Chalom dalam wawancara bersama Robert Baggs di acara Chain Reaction milik Cointelegraph yang tayang di YouTube pada Kamis lalu.
CLARITY Act Dinilai Jadi Katalis Besar untuk Ethereum
Menurut Chalom, faktor pertama yang perlu terjadi agar harga Ethereum kembali mendapatkan momentum adalah lolosnya Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act) di Amerika Serikat.
RUU tersebut bertujuan memberikan kepastian regulasi yang lebih jelas bagi industri kripto di AS. Pada hari yang sama dengan wawancara tersebut, seluruh 13 anggota Partai Republik dan dua anggota Demokrat menyetujui langkah lanjutan pembahasan CLARITY Act dalam pertemuan Komite Perbankan Senat AS.
Chalom menilai banyak orang menganggap regulasi ini hanya berdampak di Amerika Serikat. Namun, menurutnya, negara-negara lain juga memantau perkembangan tersebut dengan sangat serius.
Negara-Negara Asia Ikut Memantau Perubahan Sikap AS terhadap Kripto
Chalom mengatakan dirinya banyak melakukan perjalanan ke berbagai negara Asia seperti Korea Selatan, Hong Kong, Tokyo, dan Singapura. Ia melihat bahwa negara-negara tersebut memperhatikan perubahan sikap Amerika Serikat terhadap aset digital.
Menurutnya, AS sebelumnya dikenal memiliki pendekatan yang cukup keras terhadap industri kripto. Namun kini, negara tersebut mulai bergerak menuju posisi yang lebih terbuka dan bahkan berpotensi kembali menjadi pemimpin sektor keuangan global.
Ia juga menyebut banyak pusat keuangan dunia khawatir apabila Amerika Serikat berhasil memimpin kembali perkembangan ekonomi digital berbasis dolar melalui industri aset kripto.
Sentimen Risiko Pasar Jadi Faktor Penting Berikutnya
Selain regulasi, Chalom menilai faktor kedua yang dapat mendorong kenaikan Ethereum adalah kembalinya minat investor terhadap aset berisiko.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut kemungkinan besar bergantung pada meredanya tensi geopolitik global serta mulai menurunnya dominasi narasi investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurut Chalom, pasar kripto memiliki peluang untuk kembali naik apabila fokus investor mulai bergeser dan kondisi global menjadi lebih stabil.
SharpLink Gaming sendiri saat ini menjadi perusahaan treasury Ethereum publik terbesar kedua di dunia. Berdasarkan data Ethereum Treasuries, perusahaan tersebut memegang sekitar 861.251 ETH dengan nilai mencapai sekitar $1,89 miliar saat artikel ini ditulis.
Ethereum sempat mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa di level $4.823 pada Agustus 2025 saat pasar kripto mengalami reli besar. Namun setelah itu, harga ETH turun sekitar 55% dan berada di kisaran $2.190 berdasarkan data CoinMarketCap.
Tokenisasi Aset Dunia Nyata Diyakini Jadi Masa Depan Ethereum
Faktor ketiga yang dinilai sangat penting oleh Chalom adalah perkembangan tokenisasi aset dunia nyata atau real-world asset (RWA).
Menurutnya, sektor tokenisasi akan menjadi area dominasi utama Ethereum di masa depan.
Chalom menyebut nilai aset RWA yang telah ditokenisasi saat ini berada di kisaran $32 miliar. Meski proses tokenisasi sudah dimulai sejak 2017, pertumbuhannya selama ini masih tergolong lambat.
Namun sekarang, semakin banyak institusi besar mulai mengumumkan proyek tokenisasi aset keuangan mereka.
Institusi Besar Mulai Masuk ke Tokenisasi di Ethereum
Beberapa perusahaan keuangan besar telah menunjukkan minat serius terhadap tokenisasi berbasis blockchain Ethereum.
Pada Rabu lalu, JPMorgan mengajukan peluncuran dana pasar uang tokenisasi di jaringan Ethereum. Produk tersebut memungkinkan penerbit stablecoin menyimpan cadangan mereka dalam instrumen yang lebih terregulasi sambil tetap memperoleh imbal hasil.
Sementara itu pada Maret lalu, Franklin Templeton mengumumkan kerja sama dengan Ondo Finance untuk menghadirkan versi tokenisasi dari produk exchange-traded fund (ETF) mereka ke dalam blockchain.
Melalui pendekatan tersebut, investor nantinya dapat mengakses produk investasi langsung melalui dompet kripto.
Chalom optimistis pertumbuhan tokenisasi akan meningkat drastis dalam beberapa tahun mendatang.
Ia bahkan menyebut kemungkinan nilai aset tokenisasi tidak lagi hanya berada di angka $30 miliar dalam setahun ke depan, melainkan dapat mencapai $500 miliar hingga $1 triliun.
Kunjungi Info Kripto untuk mendapatkan update terbaru mengenai Ethereum, regulasi aset digital, serta perkembangan teknologi blockchain dunia.