Blockped

Kraken Semakin Dekat Meluncur di UEA Setelah Dapat Persetujuan Regulator Dubai

image

Exchange kripto Kraken semakin mendekati peluncuran resminya di Uni Emirat Arab (UEA) setelah perusahaan induknya, Payward, memperoleh persetujuan awal dari regulator aset virtual Dubai, Virtual Assets Regulatory Authority (VARA).

Persetujuan tersebut menjadi langkah penting bagi Kraken untuk memperluas layanan aset digitalnya di kawasan Timur Tengah yang saat ini berkembang menjadi salah satu pusat industri kripto global.

Kraken Kantongi Persetujuan Awal dari VARA Dubai

Payward mengumumkan ekspansi bisnisnya ke UEA bersamaan dengan diterimanya persetujuan awal untuk lisensi broker-dealer, investasi, dan manajemen aset virtual dari VARA pada Kamis lalu.

Juru bicara Kraken mengatakan bahwa persetujuan awal tersebut resmi diberikan pada hari Kamis, sementara tanggal peluncuran penuh layanan Kraken di Dubai masih akan diumumkan kemudian.

Saat resmi beroperasi nanti, Kraken berencana menghadirkan layanan pendanaan menggunakan mata uang dirham Uni Emirat Arab (AED), sekaligus menyediakan berbagai layanan perdagangan kripto lainnya.

Kraken Akan Hadirkan Margin Trading Hingga Layanan Institusi

Kraken menyebutkan bahwa platformnya di UEA nantinya akan menyediakan layanan lengkap mulai dari margin trading, over-the-counter (OTC) trading, hingga akses Kraken Prime bagi klien institusional.

Langkah ini memperkuat jejak regulasi Kraken di kawasan Timur Tengah setelah sebelumnya memperoleh izin operasional di Abu Dhabi pada 2022 melalui kerangka regulasi zona keuangan bebas setempat.

Dengan hadirnya layanan baru tersebut, Kraken berupaya memperluas akses investor regional terhadap layanan aset digital yang lebih terregulasi dan profesional.

Dubai Kini Jadi Rumah bagi Puluhan Perusahaan Kripto Global

Berdasarkan data publik VARA, saat ini terdapat 49 perusahaan kripto aktif yang telah terdaftar di Dubai.

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor seperti exchange kripto, broker-dealer, layanan kustodian, hingga pinjaman aset digital.

Beberapa nama besar industri kripto global yang sudah lebih dulu masuk dalam daftar tersebut antara lain Binance, Crypto.com, OKX, Deribit, dan HashKey.

Kehadiran berbagai perusahaan besar itu menunjukkan ambisi Dubai untuk menjadi pusat utama industri aset digital di kawasan Timur Tengah.

Meski telah memperoleh persetujuan awal, nama Kraken dan Payward masih belum tercantum di daftar publik VARA. Perusahaan terbaru yang masuk daftar regulator adalah exchange CoinCorner yang memperoleh persetujuan layanan broker-dealer aset virtual pada 5 Mei lalu.

UEA Semakin Menarik bagi Industri Kripto

Ekspansi Kraken ke Dubai menambah bukti bahwa Uni Emirat Arab terus berkembang sebagai salah satu pusat kripto terbesar dunia.

Hal ini tetap terjadi meskipun kawasan Timur Tengah sempat menghadapi ketegangan geopolitik terkait Iran yang memengaruhi sentimen investor dan beberapa aktivitas ekonomi regional.

Banyak eksekutif industri menilai kejelasan regulasi menjadi alasan utama perusahaan kripto memilih UEA dibanding wilayah lain yang masih memiliki aturan tidak pasti.

Co-CEO Kraken dan Payward, Arjun Sethi, mengatakan bahwa Dubai sudah menyusun regulasi khusus aset kripto bahkan sebelum banyak negara lain mulai mengakui kelas aset tersebut.

Menurutnya, kepastian regulasi inilah yang akhirnya menarik likuiditas besar dan modal institusional masuk ke Uni Emirat Arab.

Kunjungi Berita Crypto untuk mendapatkan update terbaru seputar regulasi aset digital, perkembangan exchange kripto, dan industri blockchain global.

Picture of pediadmin

pediadmin