Blockped

Likuidasi $170 Juta Posisi Long Guncang Ethereum, Apakah ETH Masih Punya Harapan?

image

Harga Ether (ETH) kembali mengalami tekanan setelah terkoreksi sekitar 5% pada Selasa, menghapus seluruh kenaikan yang berhasil dicatat selama hampir dua pekan terakhir. Penurunan ini memicu likuidasi besar-besaran terhadap posisi long atau taruhan kenaikan harga ETH, dengan total nilai mencapai sekitar $170 juta.

Kondisi tersebut membuat banyak investor mulai mempertanyakan arah pergerakan Ethereum ke depan. Di tengah sentimen pasar yang melemah, muncul pula kabar bahwa Ethereum Foundation melakukan pengurangan sekitar 20% tenaga kerjanya. Namun, di sisi lain, komunitas Ethereum masih menaruh harapan pada pembaruan jaringan yang akan datang.

Posisi Short Mulai Mendominasi Pasar Ethereum

Tekanan terhadap ETH terlihat jelas dari pasar derivatif. Tingkat pendanaan (funding rate) tahunan pada kontrak futures perpetual Ethereum sempat bergerak ke area negatif yang cukup dalam.

Situasi ini menunjukkan bahwa trader yang membuka posisi short atau bertaruh pada penurunan harga harus membayar biaya tambahan untuk mempertahankan posisi mereka. Kondisi tersebut biasanya menjadi sinyal bahwa sentimen pasar sedang cenderung pesimistis.

Funding rate yang berada di kisaran negatif 3% mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih belum memiliki keyakinan kuat terhadap potensi pemulihan harga Ethereum dalam jangka pendek.

Selama 30 hari terakhir, harga ETH telah turun sekitar 20%, sedikit lebih buruk dibandingkan penurunan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan yang berada di kisaran 17%.

Beberapa faktor eksternal turut memengaruhi kondisi ini, termasuk ketidakpastian geopolitik terkait negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, serta meningkatnya biaya investasi pada sektor kecerdasan buatan (AI) yang membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil risiko.

Aktivitas DeFi Menurun, Tetapi Ethereum Masih Memimpin

Melemahnya pasar aset digital juga berdampak pada sektor aplikasi terdesentralisasi (decentralized applications atau DApps). Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah proyek terpaksa menghentikan operasinya, sementara total nilai aset yang terkunci (Total Value Locked atau TVL) di industri DeFi mengalami penurunan sekitar 23%.

Meski demikian, Ethereum masih mempertahankan posisinya sebagai jaringan blockchain terbesar dalam sektor DeFi.

Saat ini, Ethereum memiliki TVL sekitar $38 miliar atau setara dengan 53% pangsa pasar DeFi global. Angka tersebut menunjukkan bahwa investor institusional masih menaruh kepercayaan besar pada ekosistem Ethereum dibandingkan jaringan blockchain lainnya.

Selain itu, jika jaringan Layer-2 Ethereum turut diperhitungkan, ekosistem Ethereum menyumbang sekitar 43% dari total volume perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX).

Dominasi ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak analis menilai Ethereum masih memiliki fondasi yang kuat meskipun sedang menghadapi tekanan harga.

Tantangan dari Inflasi dan Imbal Hasil Staking

Di samping sentimen pasar yang melemah, investor juga memperhatikan tingkat keuntungan yang ditawarkan ekosistem Ethereum.

Saat ini, tingkat inflasi tahunan ETH diperkirakan berada di sekitar 0,8%, sementara imbal hasil staking berada di kisaran 2,7% per tahun.

Meski angka tersebut masih tergolong positif, tingkat pengembaliannya dinilai kurang menarik jika dibandingkan dengan instrumen keuangan tradisional di Amerika Serikat seperti pasar uang (money market) yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi dengan risiko yang relatif lebih rendah.

Kondisi ini membuat sebagian investor institusional mempertimbangkan kembali eksposur mereka terhadap Ethereum.

Arus Keluar ETF Ethereum Berlanjut

Tekanan terhadap harga ETH juga diperkuat oleh arus keluar dana dari ETF spot Ethereum yang terdaftar di Amerika Serikat.

Produk ETF tersebut mencatat arus keluar bersih selama enam minggu berturut-turut. Sejak pertengahan Mei, total dana yang keluar telah mencapai sekitar $910 juta.

Akibatnya, total aset yang dikelola oleh ETF spot Ethereum di AS turun menjadi sekitar $9,4 miliar.

Arus keluar yang terus berlangsung ini mencerminkan menurunnya minat sebagian investor institusional terhadap ETH dalam jangka pendek dan turut memperburuk sentimen pasar.

Restrukturisasi Ethereum Foundation Jadi Sorotan

Pada saat yang hampir bersamaan, Ethereum Foundation mengumumkan restrukturisasi organisasi akibat pemotongan anggaran sekitar 40%.

Sebagai bagian dari langkah efisiensi tersebut, sekitar 20% karyawan yayasan harus diberhentikan.

Kabar ini sempat memicu kekhawatiran bahwa perkembangan Ethereum dapat melambat. Namun, banyak pihak menilai dampaknya tidak akan terlalu besar karena pengembangan Ethereum tidak hanya bergantung pada Ethereum Foundation.

Ekosistem Ethereum saat ini didukung oleh ribuan pengembang independen, perusahaan teknologi, serta komunitas global yang aktif berkontribusi terhadap pengembangan jaringan.

Upgrade Glamsterdam Bisa Menjadi Katalis Positif

Di tengah berbagai sentimen negatif, investor masih menantikan implementasi upgrade Glamsterdam yang dijadwalkan menjadi salah satu pembaruan penting bagi jaringan Ethereum.

Pembaruan ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi eksekusi transaksi, memperkuat keamanan jaringan, serta mengurangi tingkat sentralisasi dalam proses pembuatan blok.

Salah satu fitur utama yang diusung adalah pemrosesan transaksi secara paralel, yang berpotensi meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus menekan hambatan kinerja saat aktivitas blockchain meningkat.

Jika implementasi berjalan sesuai rencana, upgrade ini dapat menjadi katalis positif yang membantu mengembalikan kepercayaan pasar terhadap Ethereum.

Apakah Ethereum Benar-Benar Terancam?

Meskipun ETH menghadapi berbagai tekanan, mulai dari likuidasi besar-besaran, arus keluar ETF, hingga melemahnya aktivitas DeFi, banyak analis menilai Ethereum masih berada dalam posisi yang relatif kuat dibandingkan proyek blockchain lainnya.

Dominasi Ethereum di sektor DeFi, dukungan institusional yang masih besar, serta pengembangan teknologi yang terus berjalan menjadi faktor penting yang dapat mendukung pemulihan di masa depan.

Dalam jangka pendek, pergerakan harga ETH kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan. Namun dalam jangka panjang, Ethereum tetap menjadi salah satu ekosistem blockchain paling berpengaruh dan memiliki peluang besar untuk memimpin ketika permintaan terhadap aplikasi terdesentralisasi kembali meningkat.

Kunjungi Info Kripto untuk mendapatkan berita terbaru seputar Ethereum, Bitcoin, aset digital, dan perkembangan industri cryptocurrency dari seluruh dunia.

Picture of pediadmin

pediadmin