Exchange kripto Kraken resmi meluncurkan produk Bitcoin vault non-kustodian yang memungkinkan pengguna memperoleh imbal hasil tahunan sebesar 2,5% dari kepemilikan Bitcoin mereka.
Produk baru ini menjadi bagian dari ekspansi layanan yield Kraken di tengah meningkatnya minat investor terhadap produk penghasil passive income berbasis aset kripto.
Kraken Hadirkan Produk Bitcoin Yield Non-Kustodian
Kraken memperkenalkan layanan terbaru tersebut pada Rabu dengan dukungan infrastruktur yield kripto dari perusahaan Veda.
Menurut Veda, produk ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih sederhana bagi pemilik Bitcoin tanpa harus menghadapi proses teknis rumit seperti wrapping aset, memindahkan token antar jaringan, atau mengelola wallet kripto secara manual.
Kraken menyebut banyak holder Bitcoin menginginkan cara mudah untuk memperoleh imbal hasil dari aset yang memang mereka simpan dalam jangka panjang.
Direktur produk Kraken Earn, John Zettler, mengatakan bahwa permintaan terhadap layanan penghasil yield untuk Bitcoin terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Deposit Bitcoin Tembus $30 Juta dalam 10 Jam
Minat investor terhadap produk baru Kraken terlihat sangat tinggi sejak hari pertama peluncuran.
Sekitar 10 jam setelah resmi diluncurkan, Veda mengungkapkan bahwa Bitcoin Vault Kraken berhasil mengumpulkan deposit Bitcoin senilai lebih dari $30 juta.
Dana tersebut berasal dari sekitar 4.000 wallet unik yang ikut menggunakan layanan baru tersebut.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa pasar masih memiliki minat besar terhadap produk passive income berbasis Bitcoin, terutama yang menawarkan kemudahan penggunaan dan sistem non-kustodian.
Mengapa Produk Yield Bitcoin Masih Terbatas?
Berbeda dengan blockchain seperti Ethereum atau Solana yang mendukung staking dan berbagai mekanisme DeFi, jaringan Bitcoin sebenarnya tidak memiliki fitur bawaan untuk menghasilkan yield.
Karena itu, pengembangan produk penghasil imbal hasil berbasis Bitcoin selama ini cenderung lebih terbatas dibanding aset kripto lain.
Meski demikian, meningkatnya permintaan investor membuat banyak perusahaan mulai mencari solusi alternatif agar Bitcoin tetap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan tambahan.
Cara Kerja Bitcoin Vault Kraken
Produk Kraken Earn BTC Vault menghasilkan yield dengan mengonversi Bitcoin pengguna menjadi Kraken Wrapped Bitcoin (kBTC), yaitu token yang merepresentasikan harga Bitcoin di jaringan lain.
Setelah dikonversi, aset tersebut akan dialokasikan oleh platform Sentora ke berbagai protokol lending kripto seperti:
- Aave
- Morpho
- Tydro
Melalui proses tersebut, pengguna bisa memperoleh imbal hasil dari aktivitas pinjam-meminjam aset digital di ekosistem decentralized finance (DeFi).
Sistem Non-Kustodian Jadi Nilai Tambah
Salah satu fitur utama layanan baru Kraken adalah model non-kustodian.
Artinya, pengguna tetap memiliki kendali penuh atas aset mereka dan hanya pemilik wallet yang dapat menarik atau memindahkan dana.
Namun, Kraken menyebut proses penarikan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima hari.
Selain itu, penyedia layanan juga akan mengambil biaya performa sebesar 25% dari total reward yang diperoleh pengguna.
Produk Yield Kraken Terus Berkembang
Sebelumnya pada Januari lalu, Kraken juga meluncurkan tiga produk yield stablecoin.
Sejak diluncurkan pada 26 Januari, ketiga produk tersebut berhasil mengumpulkan dana pelanggan sekitar $245 juta dan menghasilkan lebih dari $2,2 juta yield bagi pengguna.
Ekspansi ini menunjukkan bahwa Kraken semakin agresif memperluas layanan passive income berbasis aset digital di tengah meningkatnya persaingan industri exchange kripto.
Produk Passive Income Kripto Semakin Diminati
Dalam beberapa tahun terakhir, investor kripto semakin tertarik pada produk yang memungkinkan aset digital menghasilkan pendapatan tambahan.
Selain staking dan lending, berbagai platform kini berlomba menghadirkan layanan yield berbasis Bitcoin yang selama ini dikenal lebih pasif dibanding blockchain lain.
Meski menawarkan potensi keuntungan tambahan, investor tetap perlu memahami berbagai risiko yang terkait dengan produk DeFi dan lending kripto, termasuk risiko smart contract, volatilitas pasar, serta keamanan platform.
Kunjungi Berita Blockchain untuk mendapatkan update terbaru seputar Bitcoin, DeFi, exchange kripto, dan perkembangan industri aset digital global.