Industri penambangan Bitcoin menghadapi tekanan yang semakin besar setelah margin keuntungan para miner turun ke level terendah sepanjang sejarah. Kondisi ini terjadi di tengah melemahnya harga Bitcoin yang masih berupaya mempertahankan area support penting di kisaran US$60.000.
Penurunan profitabilitas tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan investor mengenai potensi meningkatnya tekanan jual dari para penambang. Pasalnya, perusahaan penambangan dan mining pool masih menguasai lebih dari US$110 miliar Bitcoin, sehingga pergerakan mereka dapat memengaruhi dinamika pasar.
Meski demikian, sejumlah analis menilai bahwa faktor makroekonomi dan arus dana institusional saat ini memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap harga Bitcoin dibandingkan kondisi keuangan para miner.
Pendapatan Miner Bitcoin Terus Menurun
Data terbaru menunjukkan bahwa estimasi pendapatan harian untuk setiap 1 terahash per detik (TH/s) daya komputasi penambangan turun menjadi sekitar US$0,028. Angka tersebut menjadi yang terendah sepanjang sejarah dan turun cukup tajam dibandingkan sekitar US$0,039 sebulan sebelumnya.
Penurunan ini juga berdampak langsung pada profitabilitas perangkat penambangan. Sebagai contoh, Antminer S21 XP Hydro yang beroperasi dengan biaya listrik sekitar US$0,07 per kilowatt-jam kini hanya menghasilkan estimasi laba kotor bulanan sekitar US$137. Sebulan sebelumnya, perangkat yang sama masih mampu menghasilkan sekitar US$192 per bulan.
Turunnya pendapatan miner terjadi akibat kombinasi beberapa faktor, termasuk harga Bitcoin yang melemah, persaingan hash rate yang semakin tinggi, serta berkurangnya aktivitas transaksi di jaringan Bitcoin.
Miner Mulai Menjual Bitcoin yang Dimiliki
Salah satu dampak dari menurunnya keuntungan adalah meningkatnya kemungkinan miner menjual sebagian cadangan Bitcoin mereka untuk menjaga operasional bisnis.
Data on-chain menunjukkan bahwa perubahan posisi bersih Bitcoin yang dimiliki alamat-alamat miner dan mining pool mulai berubah negatif sejak awal Mei dan terus bertahan hingga sekarang.
Artinya, secara keseluruhan para penambang lebih banyak melepas Bitcoin daripada menambah kepemilikan.
Penjualan tersebut bisa dilakukan untuk berbagai tujuan, seperti:
- Membiayai operasional harian.
- Mengurangi beban utang perusahaan.
- Mendanai ekspansi bisnis.
- Berinvestasi pada infrastruktur pusat data berbasis AI.
Apa pun alasannya, peningkatan pasokan Bitcoin dari kelompok miner dapat memberikan tekanan tambahan terhadap harga dalam jangka pendek.
Industri AI Menjadi Kompetitor Baru bagi Miner
Di saat profitabilitas penambangan Bitcoin menurun, permintaan terhadap infrastruktur kecerdasan buatan (AI) justru meningkat pesat.
Menurut analis Bernstein, tantangan terbesar dalam pengembangan pusat data AI bukan lagi ketersediaan chip, melainkan akses terhadap sumber listrik yang memadai.
Kondisi ini membuat sejumlah perusahaan penambangan Bitcoin mulai mempertimbangkan untuk mengalihkan sebagian infrastruktur energi mereka ke bisnis komputasi AI.
Bagi sebagian perusahaan, layanan pusat data AI dinilai menawarkan pendapatan yang lebih stabil dibandingkan aktivitas penambangan kripto yang sangat bergantung pada harga pasar.
Tren tersebut telah terlihat dalam beberapa bulan terakhir ketika sejumlah perusahaan mining mulai mengumumkan strategi diversifikasi ke sektor AI dan komputasi berkinerja tinggi.
Konsentrasi Hash Rate Masih Menjadi Sorotan
Selain masalah profitabilitas, konsentrasi kekuatan penambangan juga kembali menjadi perhatian.
Data tujuh hari terakhir menunjukkan bahwa tiga mining pool terbesar, yaitu Foundry USA, AntPool, dan F2Pool, menguasai sekitar 59% total hash rate jaringan Bitcoin.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2022 tiga mining pool terbesar hanya menguasai sekitar 44% hash rate.
Meningkatnya dominasi kelompok besar ini sering menjadi bahan diskusi karena berpotensi meningkatkan sentralisasi dalam proses penambangan Bitcoin.
Meski demikian, hingga saat ini jaringan Bitcoin masih dianggap aman karena distribusi hash rate tetap tersebar di berbagai wilayah dan operator yang berbeda.
Berapa Biaya Produksi Bitcoin Saat Ini?
Menurut Charles Edwards, pendiri Capriole Investments, biaya produksi Bitcoin saat ini diperkirakan berada di sekitar US$62.650 per BTC jika memperhitungkan depresiasi dan amortisasi perangkat.
Sementara itu, titik impas minimum berdasarkan biaya listrik saja diperkirakan berada di sekitar US$50.120 per BTC.
Namun, angka tersebut tidak berlaku secara merata untuk seluruh industri.
Perusahaan penambangan skala besar biasanya memiliki akses ke perangkat ASIC yang lebih efisien dan kontrak listrik industri dengan biaya yang lebih rendah.
Sebagai contoh, American Bitcoin Corp melaporkan biaya operasional kotor sekitar US$36.200 untuk setiap Bitcoin yang berhasil ditambang pada kuartal pertama 2026.
Karena perbedaan efisiensi tersebut, sulit menentukan satu angka biaya produksi yang benar-benar mewakili seluruh industri penambangan Bitcoin.
Apakah Harga Bitcoin Terancam Jatuh di Bawah US$60.000?
Meskipun margin keuntungan miner berada di titik terendah, sejarah menunjukkan bahwa harga Bitcoin tidak selalu bergerak mengikuti biaya produksinya.
Data Capriole Investments mencatat bahwa Bitcoin pernah diperdagangkan di bawah estimasi biaya produksinya selama lebih dari enam bulan pada tahun 2019 dan kembali terjadi pada 2023.
Selain itu, pengaruh miner terhadap pasar saat ini tidak sebesar beberapa tahun lalu.
Arus dana dari investor institusional melalui ETF dan instrumen investasi lainnya kini jauh melampaui jumlah Bitcoin baru yang dihasilkan oleh para penambang setiap hari.
Karena itu, banyak analis menilai bahwa arah harga Bitcoin dalam beberapa bulan ke depan akan lebih ditentukan oleh faktor makroekonomi, sentimen risiko global, kebijakan suku bunga, serta aliran modal institusional dibandingkan semata-mata oleh profitabilitas industri penambangan.
Selama minat investor terhadap aset berisiko masih terjaga, tekanan dari penjualan miner kemungkinan hanya menjadi salah satu faktor di antara banyak variabel yang memengaruhi pergerakan pasar Bitcoin.
Kunjungi Info seputar Crypto untuk mengikuti perkembangan terbaru Bitcoin, aktivitas miner, ETF kripto, dan berbagai analisis pasar aset digital dari seluruh dunia.