Rencana perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar, Strategy (MSTR), untuk menjual sebagian aset kriptonya demi mendanai kewajiban dividen sempat memicu kekhawatiran di kalangan investor dan komunitas kripto. Namun, Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, menegaskan bahwa langkah tersebut sama sekali tidak akan berdampak buruk bagi pasar maupun pemegang saham.
Dalam wawancara mendalam bersama analis senior CoinDesk, James Van Straten, di ajang Consensus Miami, Saylor memaparkan pandangannya mengenai strategi pengelolaan modal, inovasi saham preferen, serta menjawab berbagai kritik terkait keputusan perdagangan perusahaannya.
Berikut adalah poin-poin utama dari wawancara tersebut:
Dampak Penjualan Bitcoin yang “Tidak Terukur”
Menanggapi kepanikan investor terkait penjualan Bitcoin untuk mendanai dividen, Saylor menyebut kekhawatiran tersebut sebagai ‘nothing burger’—sebuah isu yang dibesar-besarkan tanpa dampak ekonomi yang nyata.
-
Rasio Pembelian Tinggi: Jika perusahaan harus mendanai seluruh dividennya secara eksklusif dengan menjual Bitcoin selama setahun ke depan, Strategy akan tetap membeli 20 Bitcoin untuk setiap 1 Bitcoin yang dijual.
-
Likuiditas Pasar: Dengan likuiditas pasar Bitcoin yang saat ini berada di kisaran $20 hingga $50 miliar, kebutuhan dana untuk dividen yang hanya sekitar $3 juta menjadi angka yang “tidak terukur” dan sangat tidak relevan secara makro.
Strategi Modal dan Metrik Pengambilan Keputusan
Ketika ditanya bagaimana Strategy memilih antara membeli Bitcoin, melunasi utang, atau melakukan pembelian kembali saham (buyback), Saylor menjelaskan bahwa perusahaan menggunakan dua metrik utama:
-
Imbal Hasil (Yield) BTC: Perusahaan mengevaluasi dampak keputusan terhadap pemegang saham biasa. Keputusan bisa bersifat netral, dilutif (merugikan), atau akretif (menguntungkan).
-
Ketahanan Kredit: Perusahaan mengukur seberapa besar dampak suatu langkah terhadap risiko neraca keuangan.
Saylor menegaskan bahwa Strategy selalu memprioritaskan langkah yang mampu menghasilkan lebih banyak Bitcoin per lembar saham. Evaluasi ini dilakukan setiap hari dengan memanfaatkan peluang imbal hasil terbaik di pasar.
Pemanfaatan Kredit Pajak di Tengah Fluktuasi Pasar
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan sekitar 36%-37% di bawah harga tertinggi sepanjang masa (ATH). Saylor mengungkapkan bahwa Strategy memiliki opsi strategis untuk mencairkan kredit pajak hingga $2,2 miliar dengan menjual Bitcoin yang memiliki basis biaya tinggi. Namun, opsi ini terus ditimbang dari hari ke hari, dibandingkan dengan potensi keuntungan lain seperti obligasi konversi, untuk memastikan keseimbangan antara keuntungan ekuitas dan kekuatan kredit perusahaan.
Kritik ‘Membeli di Harga Puncak’ Dinilai Keliru
Saylor juga secara tegas menepis kritik di media sosial yang menyebut perusahaannya kerap membeli Bitcoin secara sembrono saat harga mencapai puncak mingguan. Ia menyebut pandangan tersebut sebagai “kritik yang mengabaikan fakta”.
-
Mekanisme Premi Ekuitas: Pembelian saat harga Bitcoin melonjak terjadi karena saham ekuitas perusahaan juga sedang menguat tajam, yang menghasilkan premi ekuitas sangat besar.
-
Pertukaran Tanpa Risiko: Di momen tersebut, melakukan swap (pertukaran) saham MSTR dengan BTC menjadi sangat menguntungkan. Langkah ini menghasilkan keuntungan yang bebas risiko bagi para pemegang saham, bukan sekadar membuang uang tunai di harga tertinggi.
Saham Preferen ‘Stretch’ (STRC) Dirancang Tahan Banting
Membahas produk terobosan mereka, yakni saham preferen STRC (Stretch), Saylor menjelaskan bahwa instrumen ini dirancang sebagai saham preferen abadi (perpetual) tanpa tanggal jatuh tempo dan tanpa hak likuidasi.
-
Fleksibilitas Tingkat Tinggi: Berbeda dengan deposito bank atau stablecoin konvensional, STRC tidak mewajibkan perusahaan menyiapkan dana tunai miliaran dolar saat investor ingin mencairkan dananya.
-
Mencerna Pertumbuhan Eksponensial: Terkait nilai STRC yang sesekali diperdagangkan dengan sedikit diskon setelah periode dividen, Saylor memandangnya sebagai hal yang wajar. Pasalnya, instrumen ini sedang mencerna pertumbuhan masif sebesar 400% setelah perusahaan menjual suplai senilai $3,2 miliar hanya dalam beberapa minggu.
“Kami merancang instrumen ini sama seperti merancang sayap pesawat: Anda ingin sayap itu melentur. Jika Anda mencoba menghilangkan kelenturannya, sayap tersebut akan patah. Instrumen ini dirancang untuk membengkok di bawah tekanan, tetapi tidak untuk hancur,” tutup Saylor.
Untuk mengikuti perkembangan industri aset digital, Anda dapat membaca Berita Blockchain terbaru yang kami sajikan secara rutin melalui beranda website Blockped.