Blockped

Treasury AS Dilaporkan Tekan Binance Terkait Program Pengawasan

image_2026-05-08_134810354

Binance dikabarkan mendapat tekanan langsung dari Departemen Keuangan Amerika Serikat terkait kepatuhan terhadap program pengawasan yang disepakati dalam penyelesaian kasus tahun 2023.

Menurut laporan dari The Information, pihak Treasury secara pribadi meminta Binance untuk memastikan seluruh kewajiban dalam program monitoring tersebut dijalankan dengan benar. Program ini merupakan bagian dari kesepakatan senilai $4,3 miliar antara Binance, Departemen Kehakiman AS, dan Treasury pada 2023.

Sebagai bagian dari perjanjian itu, Binance diwajibkan menjalani pengawasan selama tiga tahun oleh otoritas pemerintah AS, terutama terkait kepatuhan anti pencucian uang (AML).

Dugaan Transaksi Terkait Iran Jadi Sorotan

Tekanan dari Treasury muncul setelah laporan yang menyebut adanya aliran dana sekitar $1 miliar melalui Binance menuju entitas yang dikaitkan dengan Iran.

Laporan tersebut juga menyebut bahwa Binance sempat memberhentikan beberapa pihak internal yang memperingatkan manajemen mengenai transaksi tersebut.

Situasi ini kemudian memicu perhatian sejumlah senator AS, yang meminta Menteri Keuangan Scott Bessent untuk memberikan laporan terkait kepatuhan Binance terhadap kesepakatan tahun 2023.

Binance Klaim Tetap Kooperatif

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara Binance mengatakan bahwa perusahaan tetap bekerja sama penuh dengan pengawas independen dan otoritas terkait.

Binance menyebut pengawasan tersebut sebagai bagian penting untuk terus memperkuat sistem kepatuhan dan pengendalian anti pencucian uang mereka. Perusahaan juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dalam proses pengawasan.

Kaitan dengan Trump Kembali Disorot

Hubungan Binance dengan lingkaran Donald Trump juga kembali menjadi perhatian publik.

Sorotan muncul setelah perusahaan berbasis Uni Emirat Arab dikabarkan berinvestasi sebesar $2 miliar ke Binance menggunakan stablecoin USD1 yang diterbitkan oleh World Liberty Financial — perusahaan kripto yang didirikan bersama oleh Trump dan keluarganya.

Selain itu, mantan CEO Binance, Changpeng Zhao, juga diketahui mendapat pengampunan dari Trump pada Oktober 2025. Zhao sebelumnya mengaku bersalah atas pelanggaran terkait kegagalan menerapkan sistem anti pencucian uang di Binance sebagai bagian dari penyelesaian kasus 2023.

Zhao Tidak Ingin Pimpin Perusahaan Lagi

Dalam konferensi Consensus di Miami, Zhao mengatakan dirinya tidak tertarik lagi memimpin perusahaan kripto.

Meski sempat membuka kemungkinan untuk menghidupkan kembali Binance.US agar memiliki akses likuiditas global, ia mengaku sudah tidak memiliki energi untuk kembali membangun startup baru.

Untuk mengikuti perkembangan regulasi, exchange, dan industri aset digital global, kamu juga bisa membaca berbagai Berita Bockchain terbaru yang kami sajikan secara lengkap dan terpercaya.

Picture of pediadmin

pediadmin