Bank of England dikabarkan tengah mempertimbangkan kembali aturan ketat terkait stablecoin pound sterling setelah mendapat kritik dari pelaku industri aset digital.
Menurut laporan terbaru, bank sentral Inggris sedang mengevaluasi rencana pembatasan kepemilikan stablecoin serta ketentuan cadangan aset yang dinilai terlalu berat bagi penerbit stablecoin lokal.
Deputy Governor BoE, Sarah Breeden, mengatakan pihaknya kini membuka kemungkinan alternatif selain pembatasan sementara jumlah stablecoin yang dapat dimiliki individu maupun perusahaan.
Aturan Dinilai Hambat Adopsi Stablecoin Inggris
Sebelumnya, dalam proposal regulasi tahun 2025, BoE mengusulkan agar individu hanya dapat memegang maksimal 20.000 pound sterling stablecoin tertentu, sementara perusahaan dibatasi hingga sekitar $13,5 juta selama masa transisi awal.
Selain itu, penerbit stablecoin diwajibkan menyimpan minimal 40% aset cadangan dalam bentuk deposito non-bunga di Bank of England.
BoE beralasan aturan tersebut diperlukan untuk mencegah perpindahan dana besar-besaran dari bank komersial menuju stablecoin apabila aset digital itu diadopsi secara luas untuk pembayaran.
Namun sejumlah perusahaan kripto dan calon penerbit stablecoin menilai kebijakan tersebut terlalu membatasi dan berpotensi membuat stablecoin Inggris sulit bersaing secara global.
Industri Kripto Minta Regulasi Lebih Fleksibel
Pelaku industri berpendapat bahwa pembatasan kepemilikan stablecoin akan menyulitkan penggunaan untuk kebutuhan institusi seperti treasury perusahaan, payroll, hingga settlement lintas negara.
Mereka juga menilai ketentuan cadangan aset dapat memangkas margin bisnis penerbit stablecoin dan membuat Inggris kalah kompetitif dibanding Amerika Serikat maupun Uni Eropa.
Saat ini, stablecoin berbasis pound sterling masih memiliki pangsa sangat kecil dibanding pasar stablecoin global senilai sekitar $300 miliar yang didominasi stablecoin berbasis dolar AS.
Inggris Cari Titik Tengah Regulasi Stablecoin
Perubahan pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah Inggris masih mencari keseimbangan antara mendukung inovasi aset digital dan menjaga stabilitas sistem keuangan.
Awal tahun ini, parlemen Inggris juga membuka diskusi terkait pengawasan stablecoin fiat-backed dengan melibatkan berbagai pelaku industri, termasuk Coinbase.
Head of Policy Europe Coinbase, Katie Haries, menyambut positif langkah BoE untuk meninjau ulang kebijakan stablecoin.
Menurutnya, pembatasan kepemilikan stablecoin sama saja dengan membatasi inovasi, dan dapat mengurangi daya saing Inggris dalam industri aset digital global.
Stablecoin GBP Bisa Jadi Penantang Stablecoin Dolar
Jika aturan dibuat lebih fleksibel, stablecoin berbasis pound sterling berpotensi menjadi pesaing serius stablecoin dolar dalam pembayaran lintas negara dan pasar kripto domestik Inggris.
Sebaliknya, jika regulasi tetap terlalu ketat, aktivitas penerbitan stablecoin kemungkinan akan tetap terkonsentrasi di negara-negara dengan kebijakan yang lebih ramah terhadap industri kripto.
Ikuti perkembangan regulasi aset digital dunia dan berbagai Info Seputar Crypto terbaru agar selalu update dengan tren industri blockchain global.