Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan setelah turun di bawah level $75.000 pada Rabu dan menyentuh area sekitar $72.500. Penurunan ini memunculkan berbagai sinyal distribusi aktif yang mengindikasikan meningkatnya tekanan jual di pasar.
Meski potensi koreksi lebih dalam menuju kisaran $60.000 hingga $70.000 masih terbuka, sejumlah data onchain menunjukkan bahwa investor jangka panjang masih mempertahankan keyakinan mereka terhadap Bitcoin.
Tekanan Pasar Meningkat Setelah Bitcoin Turun ke $72.500
Analis kripto CryptoOnChain menyebut penurunan Bitcoin dipicu oleh melemahnya permintaan spot dan posisi long derivatif yang dinilai sudah terlalu tinggi.
Salah satu indikator utama adalah Coinbase Premium Index yang mencatat deviasi -1.083% dibanding rata-rata tiga bulan terakhir. Angka ini menjadi salah satu diskon terdalam sejak 2025.
Perbedaan harga tersebut menunjukkan trader Amerika Serikat menjual Bitcoin dengan harga lebih rendah dibanding pasar offshore.
Dalam sejarah pasar kripto, kondisi seperti ini sering muncul pada periode distribusi besar dibanding sekadar koreksi biasa.
Binance Ikut Catat Lonjakan Tekanan Jual
Tekanan jual juga terlihat meningkat di Binance.
Netflow Bitcoin di exchange tersebut rata-rata mencapai +1.496 BTC dalam tujuh hari terakhir atau naik sekitar 528% di atas rata-rata tiga bulanan.
Kondisi ini menandakan semakin banyak Bitcoin yang dipindahkan ke exchange, yang biasanya dikaitkan dengan potensi aksi jual.
Selain itu, data futures Binance juga memperlihatkan funding rate melonjak 781% di atas rata-rata tiga bulan sebelum Bitcoin kehilangan level $75.000.
Di saat yang sama, total likuidasi pasar kripto mencapai $935 juta hanya dalam satu hari, sementara kapitalisasi pasar kripto global turun sekitar $41 miliar.
Aktivitas Wallet Besar Menunjukkan Distribusi
Data onchain juga menunjukkan peningkatan arus keluar dari wallet besar.
Alamat Bitcoin yang memegang antara 100 BTC hingga 10.000 BTC mencatat outflow mencapai 648.000 BTC, tertinggi sejak Februari lalu.
Lonjakan perpindahan aset dari wallet besar ini biasanya menjadi tanda distribusi atau pengurangan eksposur terhadap pasar.
Meski demikian, kondisi saat ini dinilai masih berbeda dibanding aksi jual besar pada Oktober 2025 dan Februari 2026.
Holder Jangka Panjang Masih Bertahan
Salah satu sinyal positif datang dari holder jangka panjang Bitcoin.
Saat ini, investor jangka panjang menguasai sekitar 84,3% total suplai Bitcoin yang beredar. Persentase tersebut setara dengan periode ketika harga BTC berada di kisaran $105.000 hingga $126.000 pada kuartal ketiga 2025.
Berbeda dengan koreksi sebelumnya, wallet lama tidak terlihat melakukan distribusi agresif selama penurunan harga kali ini.
Hal tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar investor jangka panjang masih melihat area harga saat ini sebagai peluang akumulasi, bukan momen panik untuk menjual aset.
Volume Spot Bitcoin Mengalami Penurunan Tajam
Analis pasar Darkfost juga menyoroti penurunan volume perdagangan spot Bitcoin.
Volume spot Binance turun drastis menjadi $36,4 miliar dari sebelumnya $198,6 miliar pada Oktober 2025, atau turun sekitar 81%.
Sementara itu, volume spot bulanan Bitcoin yang sempat berada di sekitar $84 miliar pada Februari kini kembali turun sekitar $50 miliar dalam tiga bulan terakhir.
Penurunan volume spot biasanya mengurangi tekanan jual langsung karena semakin sedikit aset yang aktif berpindah tangan di pasar.
Situasi serupa juga pernah terjadi menjelang akhir bear market 2023 sebelum volatilitas dan kekuatan tren kembali meningkat.
Realized Loss Menurun, Tanda Kapitulasi Melemah
Data realized loss Bitcoin juga menunjukkan tren penurunan.
Rata-rata realized loss 30 hari turun menjadi sekitar $12,85 juta pada 26 Mei, jauh lebih rendah dibanding $56 juta pada 19 Februari.
Angka ini menunjukkan semakin sedikit investor yang menjual Bitcoin dalam kondisi rugi.
Penurunan realized loss biasanya mengindikasikan bahwa tekanan kapitulasi mulai melemah meskipun harga masih berada dalam fase koreksi.
Pasar Bitcoin Masih Menunggu Arah Selanjutnya
Saat ini pasar Bitcoin terlihat memasuki fase pendinginan setelah reli panjang sebelumnya.
Tekanan jual jangka pendek memang meningkat, terutama dari trader derivatif dan melemahnya permintaan spot. Namun di sisi lain, holder jangka panjang masih menunjukkan keyakinan kuat terhadap prospek Bitcoin.
Kondisi ini membuat pasar berada dalam fase yang cukup sensitif, di mana investor terus memantau apakah Bitcoin mampu mempertahankan area support penting atau justru mengalami koreksi lebih dalam dalam beberapa minggu ke depan.
Kunjungi Portal Crypto untuk mendapatkan update terbaru seputar Bitcoin, analisis pasar kripto, data onchain, dan perkembangan industri blockchain global.