Blockped

CEO Swan Bitcoin: Sentimen Investor Ritel Masih Berpengaruh pada Pergerakan Bitcoin

image

Meningkatnya keterlibatan institusi keuangan besar di industri kripto tidak serta-merta mengurangi pentingnya sentimen investor ritel terhadap Bitcoin. Menurut CEO Swan Bitcoin, Cory Klippsten, pandangan dan perilaku investor individu masih memiliki pengaruh besar terhadap dinamika pasar aset digital tersebut.

Dalam wawancara bersama Cointelegraph yang dipublikasikan melalui YouTube pada Selasa, Klippsten menjelaskan bahwa kepemilikan Bitcoin belum terkonsentrasi pada perusahaan investasi besar seperti BlackRock atau Fidelity. Menurutnya, sebagian besar permintaan yang masuk melalui produk investasi institusional tetap berasal dari investor ritel.

Ia menilai banyak investor membeli eksposur Bitcoin melalui berbagai produk investasi yang dikelola lembaga keuangan. Meskipun dilakukan melalui perantara, aset yang dibeli tetap harus didukung oleh Bitcoin asli yang disimpan dalam kustodian, sehingga permintaan tersebut tetap berdampak pada pasokan Bitcoin yang tersedia di pasar.

Klippsten mengakui bahwa terdapat sejumlah instrumen seperti kontrak berjangka dan produk derivatif lainnya yang dapat menciptakan dinamika pasokan yang berbeda. Namun, ia menegaskan bahwa keunikan Bitcoin terletak pada kemampuannya untuk dimiliki dan dipindahkan secara langsung melalui jaringan blockchain.

Menurutnya, permintaan terhadap Bitcoin yang benar-benar berada di jaringan (on-chain) tetap menjadi faktor utama yang membedakan aset tersebut dari instrumen keuangan tradisional.

Sementara itu, data dari Farside menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih gabungan sebesar 2,90 miliar dolar AS sejak 15 Mei. Dalam periode yang sama, harga Bitcoin mengalami penurunan sekitar 9,5%.

Pada saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di kisaran 73.630 dolar AS berdasarkan data CoinMarketCap. Penurunan harga tersebut terjadi di tengah kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian dan kehati-hatian investor.

Sentimen pasar kripto sepanjang 2026 juga terpantau cukup fluktuatif. Crypto Fear & Greed Index, yang digunakan untuk mengukur kondisi psikologis pelaku pasar kripto, sempat menunjukkan skor 23 atau berada pada kategori “Extreme Fear” pada Jumat lalu. Angka tersebut mengindikasikan bahwa banyak investor masih mengambil sikap defensif terhadap aset kripto.

Peluang Bitcoin Mencetak Rekor Harga Baru Dinilai Menurun

Selain membahas kondisi pasar saat ini, Klippsten juga menyampaikan pandangannya mengenai peluang Bitcoin mencapai rekor harga tertinggi baru sepanjang 2026.

Ia mengaku sebelumnya cukup optimistis ketika Bitcoin masih diperdagangkan di sekitar level 95.000 dolar AS pada awal tahun. Saat itu, ia memperkirakan peluang munculnya rekor harga baru berada di kisaran 50%.

Namun, setelah harga Bitcoin mengalami penurunan sekitar 23% dari level tersebut dan bahkan sempat turun hingga mendekati 60.000 dolar AS, pandangannya menjadi lebih konservatif.

Menurut Klippsten, peluang Bitcoin mencatatkan all-time high baru pada tahun ini kini hanya berada di kisaran 20% hingga 25%. Ia menilai posisi harga yang masih bertahan di area 70.000 dolar AS membuat potensi untuk menembus rekor sebelumnya menjadi lebih menantang dibandingkan perkiraannya di awal tahun.

Meski demikian, pernyataan tersebut lebih mencerminkan pandangan pribadi berdasarkan kondisi pasar saat ini. Pergerakan harga Bitcoin ke depan masih akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk sentimen investor, kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga, serta arus dana yang masuk maupun keluar dari produk investasi berbasis kripto.

Kunjungi Berita Kripto Terbaru untuk mengikuti perkembangan terkini pasar aset digital, pergerakan harga Bitcoin, dan berbagai informasi penting dari industri kripto global.

Picture of pediadmin

pediadmin