Blockped

Mengakhiri Era Pemantauan Manual di Platform TradingView

Dalam dinamika pasar keuangan global yang bergerak sangat cepat, keputusan eksekusi yang sukses jarang sekali hanya bergantung pada satu indikator tunggal. Seorang pialang profesional biasanya harus duduk sabar mengamati layar selama berjam-jam, menunggu momen konfirmasi emas di mana beberapa parameter sejajar dengan sempurna. Anda mungkin sedang menunggu pergerakan harga menyentuh level dukungan psikologis, garis RSI masuk ke zona jenuh jual, dan secara bersamaan terjadi persilangan rata-rata pergerakan yang valid. Pada masa lalu, mengotomatisasi logika berlapis semacam ini hanya bisa diwujudkan jika Anda memiliki kemampuan menulis bahasa pemrograman tingkat lanjut. Jika tidak, Anda terpaksa harus memasang banyak alarm terpisah dan menyeleksinya secara manual ketika semuanya berbunyi bersahutan. Namun, masa-masa merepotkan dan melelahkan tersebut kini telah resmi berakhir dengan hadirnya pembaruan fitur peringatan (alert) terbaru yang kami luncurkan hari ini. Kini, Anda memiliki kebebasan mutlak untuk merancang alarm cerdas yang bertugas memeriksa beberapa kondisi pasar sekaligus dalam satu waktu. Kemudahan operasional ini memungkinkan Anda untuk menghasilkan Sinyal Perdagangan yang jauh lebih presisi, tajam, dan dapat diandalkan, tanpa harus memusingkan diri menulis satu baris kode pemrograman pun. Mari kita bedah lebih dalam mengenai bagaimana fitur revolusioner ini akan mengubah cara Anda mengelola portofolio harian. Menggabungkan Berbagai Parameter Konfirmasi Melalui pembaruan sistem yang mutakhir ini, Anda diberikan keleluasaan untuk menggabungkan hingga lima kondisi teknikal yang berbeda ke dalam satu peringatan yang sangat tangguh. Fleksibilitas perancangan ini mencakup rentang parameter pemantauan yang sangat luas dan mendetail. Anda bebas meracik interaksi dari pergerakan harga aset secara langsung, sentuhan pada elemen gambar manual Anda (seperti garis tren atau saluran regresi), hingga perhitungan algoritma dari berbagai indikator bawaan maupun kustom. Peringatan eksklusif ini diprogram secara ketat menggunakan logika “DAN” (AND), yang berarti ia hanya akan menyala atau terpicu apabila seluruh kondisi yang Anda tetapkan telah terpenuhi secara bersamaan pada waktu yang sama. Jika empat kondisi sudah terpenuhi namun satu kondisi masih belum terkonfirmasi, alarm akan tetap diam bersabar. Presisi tingkat tinggi ini memastikan bahwa Anda hanya akan menerima notifikasi ketika pengaturan posisi perdagangan Anda benar-benar sudah matang dan siap dieksekusi. Menghilangkan Ketergantungan Pada Kode Skrip Sebelum pembaruan ini dirilis, menciptakan logika berantai seperti “JIKA Harga melewati MA 50, DAN Volume melonjak, MAKA bunyikan alarm” mutlak membutuhkan kemampuan merangkai skrip. Kendala teknis ini sering kali menjadi tembok penghalang yang sangat besar bagi para pemula yang belum sempat mempelajari sintaksis pemrograman. Kini, hambatan tersebut telah dirobohkan sepenuhnya oleh tim pengembang kami. Proses perancangan logika yang rumit telah berhasil disederhanakan menjadi sebuah antarmuka visual yang teramat sangat ramah pengguna. Siapa pun, baik pendatang baru maupun veteran pasar, kini bisa menyusun Sinyal Perdagangan kelas institusional hanya bermodalkan beberapa tarikan klik tetikus di layar monitor mereka. Cara Kerja dan Fleksibilitas Peringatan Multi-Kondisi Memahami secara menyeluruh bagaimana mesin peringatan baru ini bekerja di latar belakang adalah kunci untuk memaksimalkan potensinya. Pihak pengembang telah merancang arsitektur fitur ini agar sebisa mungkin bisa beradaptasi mulus dengan ragam gaya analisis para pengguna dari berbagai tingkatan pengalaman. Integrasi Lintas Kerangka Waktu (Timeframe) Salah satu keunggulan teknis yang paling mencuri perhatian dari peluncuran fitur ini adalah kemampuannya untuk mengawinkan kondisi dari berbagai kerangka waktu yang berbeda. Sebagai contoh, Anda bisa memasang satu kondisi yang memantau penembusan resistensi di grafik harian (1D), sementara kondisi lainnya menunggu konfirmasi divergensi bullish di grafik lima belas menit (15m). Mesin alarm kami akan terus bekerja tanpa henti di peladen awan dan hanya akan meledak memberikan notifikasi ke ponsel Anda ketika semua persyaratan lintas waktu tersebut bernilai benar secara simultan. Perlu Anda catat dengan saksama bahwa frekuensi kecepatan sistem dalam mengevaluasi kondisi tersebut akan secara otomatis ditentukan oleh kerangka waktu terendah yang Anda pilih di dalam kombinasi alarm tersebut. Langkah Singkat Melakukan Konfigurasi Untuk mulai bereksperimen menikmati peringatan canggih ini, prosedur operasional yang harus Anda lalui amat sangat mudah dan intuitif. Buka kotak dialog pembuatan peringatan standar yang sudah Anda kenal selama ini di Platform TradingView. Di bagian bawah jendela tersebut, Anda akan menemukan sebuah tombol aksi baru yang bertuliskan “Tambahkan kondisi” (Add condition). Anda dipersilakan untuk terus menekan tombol tersebut guna menggabungkan maksimal lima persyaratan teknikal yang saling melengkapi. Setiap kondisi yang berhasil ditambahkan akan muncul sebagai sebuah tombol blok visual yang rapi, lengkap dengan pratinjau teks singkat mengenai aturan parameternya. Jika Anda tiba-tiba berubah pikiran di tengah jalan, Anda memegang kendali mutlak untuk mengedit, memodifikasi, atau bahkan menghapus masing-masing tombol kondisi tersebut kapan saja tanpa merusak struktur utama alarm Anda. Syarat, Batasan, dan Spesifikasi Operasional Sebagai sebuah fitur premium mutakhir yang secara alami memakan lebih banyak daya komputasi peladen pusat, tentu saja terdapat beberapa regulasi pembatasan yang diterapkan. Memahami batasan spesifikasi operasional ini akan amat sangat membantu Anda dalam menyusun Analisis Teknikal yang bersih dan terbebas dari kesalahan sistematis. Eksklusivitas Paket dan Keuntungan Kuota Kabar luar biasa pertama yang patut dirayakan oleh komunitas adalah perihal efisiensi penghitungan kuota peringatan Anda. Meskipun satu modul peringatan multi-kondisi ini memuat hingga lima perhitungan berat yang berjalan secara paralel, sistem kami secara dermawan akan tetap menghitungnya sebagai pemakaian satu buah peringatan teknikal saja. Ini merupakan sebuah penghematan kuota yang masif! Namun, sebagai imbal balik atas konsumsi daya yang besar, ketersediaan layanan VIP ini dikhususkan bagi pengguna tertentu. Anda harus memastikan bahwa status lisensi akun Anda minimal sudah berada di tingkat paket Plus, atau jenis paket premium apa pun yang berada di atasnya, untuk bisa memunculkan tombol multi-kondisi ini. Pengecualian pada Fungsi dan Skrip Tertentu Ada beberapa aturan pengecualian spesifik yang wajib dihindari agar Anda tidak merasa kebingungan saat mencoba fitur ini pertama kali. Syarat mutlak yang pertama adalah seluruh kondisi yang Anda gabungkan di dalam satu alarm wajib merujuk secara eksklusif pada satu simbol instrumen yang sama. Anda sama sekali tidak diperkenankan menyuruh sistem untuk memantau harga indeks saham S&P 500 dan pergerakan emas secara silang di dalam satu kotak alarm yang sama. Selain itu, fitur evaluasi kondisi instan ini untuk sementara waktu belum bisa digunakan untuk kebutuhan pemantauan massal atau peringatan daftar pantauan (watchlist alerts). Fitur cerdas ini juga belum diintegrasikan untuk disematkan langsung ke dalam logika kode Pine Script, maupun pada modul strategi khusus yang rutin menggunakan fungsi panggilan alert() internal. Secara konklusif, kami

Mengakhiri Kebingungan Analisis Teknikal dengan Indikator Peringkat Terpadu

Bagi para pialang dan investor di pasar keuangan, menatap layar grafik yang dipenuhi dengan belasan garis indikator sering kali justru memicu kebingungan alih-alih memberikan pencerahan. Fenomena kelumpuhan analisis (analysis paralysis) ini sangat wajar terjadi ketika satu indikator menyuruh Anda untuk membeli, sementara indikator lainnya justru memberikan peringatan keras untuk segera menjual. Memproses informasi yang saling bertolak belakang ini tentu sangat menguras energi dan mengganggu psikologi perdagangan Anda. Menyadari dilema klasik yang sering dialami oleh para pelaku pasar tersebut, sebuah inovasi brilian kembali dihadirkan untuk menyederhanakan proses pengambilan keputusan. Platform grafik terkemuka baru saja merilis sebuah alat ukur komprehensif bernama Technical Ratings (Peringkat Teknikal). Alat ini secara cerdas merangkum dan menggabungkan berbagai penilaian dari puluhan parameter berbeda menjadi satu kesimpulan tunggal yang sangat mudah dicerna oleh siapa saja. Dengan menggunakan alat bantu mutakhir ini, Anda tidak perlu lagi repot-repot membedah dan menghitung arah tren dari masing-masing indikator secara manual setiap saat. Sistem akan secara otomatis mengkalkulasi keseluruhan data pergerakan harga di latar belakang dan menyajikannya dalam bentuk rekomendasi yang lugas. Pendekatan terpadu ini dijamin akan merubah total cara Anda melakukan Analisis Teknikal harian menjadi jauh lebih efisien, terstruktur, dan pastinya sangat menghemat waktu berharga Anda. Cara Mengakses dan Mengaktifkan Fitur Baru Untuk bisa segera menikmati kemudahan dari fasilitas pemetaan pasar yang revolusioner ini, proses pengaktifannya amat sangat praktis dan intuitif. Anda hanya perlu membuka tab menu Indikator yang terletak di bagian atas antarmuka grafik Anda, lalu mencari dan memilih opsi Technical Ratings. Dalam hitungan detik, sebuah panel visual baru akan langsung terpasang di layar monitor untuk mendampingi pergerakan harga aset yang sedang Anda pantau. Rekomendasi tren yang disajikan oleh panel tersebut bukanlah hasil tebakan acak, melainkan murni didasarkan pada kalkulasi matematis tertimbang dari berbagai formula teknikal yang menyusunnya. Mesin komputasi akan menimbang bobot arah tren secara real-time dan menerjemahkannya ke dalam lima skala rekomendasi yang sangat familier: Sangat Jual (Strong Sell), Jual (Sell), Netral (Neutral), Beli (Buy), dan Sangat Beli (Strong Buy). Membedah Dua Mesin Utama Penggerak Indikator TradingView Agar sebuah kesimpulan rekomendasi bisa dianggap objektif dan akurat, perhitungan peringkat ini sengaja dipecah ke dalam dua kelompok mesin komputasi besar yang mewakili dua mazhab analisis. Penggabungan dua sudut pandang yang berbeda ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem tidak hanya melihat pasar dari kacamata pergerakan harga masa lalu, tetapi juga dari kacamata ayunan momentum saat ini. Kelompok Pengukur Tren dan Rata-Rata Pergerakan Kelompok besar yang pertama berfokus penuh pada instrumen pengikut tren yang bertugas menyaring kebisingan fluktuasi harga harian. Basis perhitungan pada kelompok ini mengandalkan pasukan Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA) dengan berbagai variasi panjang periode waktu yang krusial. Sistem secara serentak akan memantau posisi harga terhadap garis rata-rata periode 10, 20, 30, 50, 100, hingga garis sakral 200 hari. Selain mengandalkan pasukan garis rata-rata pergerakan konvensional, kelompok pertama ini juga diperkuat oleh beberapa instrumen pendeteksi tren yang jauh lebih kompleks. Indikator TradingView ini turut memasukkan rumusan perhitungan dari Awan Ichimoku (Ichimoku Cloud), Volume-Weighted Moving Average (VWMA), dan Hull Moving Average (HullMA). Dominasi harga di atas kumpulan garis-garis ini akan secara otomatis menyumbangkan poin positif yang memperkuat sinyal rekomendasi beli secara keseluruhan. Kelompok Osilator Penilai Momentum Jika kelompok pertama bertugas melihat arah arus besar, kelompok kedua bertugas mendeteksi kapan arus tersebut mulai kehabisan tenaga. Kelompok ini dihitung murni berdasarkan deretan instrumen osilator terkemuka yang sangat peka terhadap kondisi pasar yang sedang jenuh beli (overbought) maupun jenuh jual (oversold). Instrumen andalan seperti Relative Strength Index (RSI), Stochastic, hingga Moving Average Convergence Divergence (MACD) ikut dilibatkan dalam kalkulasi ini. Daftar osilator yang diikutsertakan di dalam mesin analitik ini nyatanya sangatlah ekstensif dan menyeluruh. Sistem juga secara aktif menyerap data dari Commodity Channel Index (CCI), ADX, Awesome Oscillator (AO), Momentum, Stochastic RSI, Williams %R, indikator Bulls and Bears Strength, serta Ultimate Oscillator (UO). Kombinasi belasan osilator ini secara apik akan mencegah Anda masuk ke pasar tepat ketika harga sedang berada di pucuk kelelahan. Menyesuaikan Pengaturan Sesuai Gaya Anda Salah satu keunggulan terbaik dari alat bantu terpadu ini adalah tingkat fleksibilitasnya yang sangat memanjakan pengguna. Karena perhitungan untuk setiap kelompok mesin (tren dan osilator) diproses secara terpisah di latar belakang, Anda diberikan kebebasan mutlak untuk melakukan kustomisasi. Anda bisa dengan mudah masuk ke menu Pengaturan dan memilih opsi khusus di bagian Rating Is Based On (Peringkat Didasarkan Pada). Melalui menu tersebut, Anda bisa memerintahkan sistem untuk hanya menampilkan kesimpulan peringkat dari kelompok Rata-Rata Pergerakan saja, atau murni dari kelompok Osilator saja. Tingkat penilaian akhir ini dihitung dari nilai rata-rata seluruh instrumen individu yang ada di dalam komposisinya, mengadopsi prinsip logika yang persis sama dengan fitur Penyaring Saham (Screener) global. Integrasi Strategi Otomatis Berbasis Sinyal Perdagangan Bersamaan dengan peluncuran alat pemetaan visual ini, tim pengembang juga tidak lupa merilis sebuah skrip sistem otomatisasi baru yang diberi nama Technical Ratings Strategy. Kehadiran skrip strategi terpisah ini merupakan sebuah kabar gembira bagi Anda yang gemar melakukan pengujian simulasi transaksi data historis (backtesting) untuk mencari pengaturan terbaik. Cara kerja skrip otomatisasi ini sejatinya sangatlah lurus dan patuh pada algoritma rekomendasi peringkat yang telah dijelaskan sebelumnya. Strategi ini dirancang untuk secara otomatis menembakkan instruksi pembukaan posisi beli panjang (long) tepat ketika panel indikator menyala menunjukkan status Sangat Beli. Sebaliknya, sistem akan langsung mengeksekusi instruksi jual pendek (short) manakala deretan indikator secara serentak meneriakkan status Sangat Jual. Fasilitas pengujian strategi otomatis ini akan sangat membantu Anda untuk membuktikan secara empiris seberapa efektif Sinyal Perdagangan tersebut jika diaplikasikan pada instrumen aset favorit Anda. Anda bisa memantau kurva pertumbuhan modal, rasio kemenangan, hingga tingkat penarikan dana maksimal (maximum drawdown) yang dihasilkan oleh algoritma tersebut di masa lalu. Memegang Teguh Prinsip Manajemen Risiko Di balik segala kecanggihan dan kemudahan instan yang ditawarkan oleh alat analitik mutakhir ini, ada sebuah prinsip fundamental yang pantang untuk dilanggar oleh pialang mana pun. Anda mutlak harus selalu mengingat bahwa platform penyedia grafik sama sekali tidak pernah menyarankan siapa pun untuk membeli atau menjual instrumen finansial apa pun jika hanya murni didasarkan pada rekomendasi indikator tunggal ini. Status rekomendasi beli atau jual yang terpampang cerah di layar Anda hanyalah representasi visual dari terpenuhinya rumusan syarat

Peluncuran ETP Avalanche oleh Bitwise: Tawarkan Eksposur dan Imbal Hasil Pasif

Bitwise Asset Management secara resmi telah meluncurkan Exchange-Traded Product (ETP) spot untuk Avalanche. Melalui produk ini, para investor tidak hanya mendapatkan eksposur langsung terhadap token AVAX, tetapi juga bisa meraup keuntungan tambahan dari imbal hasil (yield) melalui mekanisme staking. Berikut adalah ringkasan utama dari peluncuran ini serta perkembangan pasar kripto secara umum: Mekanisme Staking BAVA: ETP ini mulai diperdagangkan di bursa NYSE dengan kode saham BAVA. Bitwise berencana untuk melakukan staking pada 70% aset AVAX yang mereka pegang melalui infrastruktur internal mereka, Bitwise Onchain Solutions. Sisa 30% akan disimpan sebagai cadangan likuiditas untuk kebutuhan operasional. Biaya dan Keuntungan: Produk ini memiliki biaya sponsor sebesar 0,34%, namun digratiskan selama bulan pertama untuk total aset hingga $500 juta. Pembagian pendapatan investasi bersih, termasuk hadiah staking (yang berada di kisaran 5,4% pada pertengahan April), akan didistribusikan secara berkala kepada pemegang saham. Fundamental Avalanche: Avalanche merupakan blockchain Layer-1 yang dirancang untuk transaksi cepat dengan latensi rendah. Jaringan ini telah digunakan untuk berbagai proyek tokenisasi dan uji coba tingkat perusahaan, melibatkan nama-nama besar seperti FIFA, Toyota, hingga BlackRock. Sebelumnya, Nasdaq juga telah mengajukan pendaftaran untuk VanEck Avalanche Trust ke SEC AS. Akumulasi Institusional Bitcoin Terus Meningkat Peluncuran dana Avalanche ini terjadi di tengah masifnya akumulasi Bitcoin oleh berbagai produk bursa kripto dan perusahaan publik. Gabungan dari dana ETF dan perbendaharaan perusahaan saat ini memegang sekitar 12% dari total pasokan Bitcoin yang beredar. BlackRock saat ini memimpin perolehan ETF dengan kepemilikan sekitar 791.000 BTC (3,8% dari total pasokan), disusul oleh Grayscale. Bank-bank raksasa AS juga mulai ikut campur; Morgan Stanley baru saja mencetak rekor melalui ETF Bitcoin spot perdananya, sementara Goldman Sachs telah mengajukan ETF Bitcoin dengan strategi opsi (call options) untuk menekan risiko volatilitas. Di luar institusi keuangan, perusahaan publik MicroStrategy masih menjadi pemegang BTC terbesar dengan lebih dari 780.000 keping koin. Bahkan, berbagai negara bagian saat ini menyimpan sekitar 3% dari pasokan Bitcoin, di mana Amerika Serikat, China, dan Inggris memegang cadangan terbesar. Di sisi harga, Bitcoin saat ini diperdagangkan di kisaran $75.100, mengalami koreksi dari level tertingginya di sekitar $126.000 pada bulan Oktober lalu. Sebagai referensi tambahan, kami juga menyediakan Info Kripto terupdate dan terpercaya untuk membantu Anda mengambil keputusan investasi yang lebih matang.

Bitcoin Harus Bersiap Hadapi Komputer Kuantum dari Sekarang: Adam Back

CEO Blockstream sekaligus pelopor industri kripto, Adam Back, mengimbau agar para pengembang Bitcoin mulai menciptakan solusi yang tahan terhadap ancaman komputasi kuantum sejak dini, meskipun ancaman nyata tersebut mungkin baru akan terjadi puluhan tahun lagi. Dalam acara Paris Blockchain Week, Back menyatakan bahwa sistem komputer kuantum saat ini masih sebatas “eksperimen laboratorium” dengan perkembangan yang lambat. Meski begitu, ia menekankan bahwa jaringan Bitcoin harus tetap bersiap. Langkah paling aman yang bisa diambil adalah membangun pembaruan (opsional) yang memungkinkan Bitcoin bermigrasi ke sistem kriptografi yang kebal terhadap teknologi kuantum jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Kekhawatiran utama di industri ini adalah potensi komputer kuantum untuk memecahkan algoritma kriptografi blockchain, yang bisa dimanfaatkan oleh peretas untuk membobol dompet digital dan menghancurkan pasar kripto. Sebelumnya, Back sempat memperkirakan bahwa ancaman kuantum masih berjarak 20 hingga 40 tahun ke depan, mengingat komputer kuantum saat ini bahkan lebih lambat dari kalkulator biasa. Namun, perusahaannya tidak tinggal diam. Blockstream telah membentuk tim khusus untuk meneliti potensi ancaman tersebut terhadap jaringan Bitcoin. Salah satu langkah konkretnya adalah penerapan tanda tangan berbasis hash pada Liquid Network, jaringan layer-2 milik Blockstream. Back juga menambahkan bahwa protokol Taproot sebenarnya dapat mendukung skema alternatif di jaringan Bitcoin tanpa harus mengganggu pengguna yang sudah ada. Ancaman Kuantum Bisa Datang Lebih Cepat Di sisi lain, ancaman ini mungkin lebih dekat dari yang diperkirakan. Bulan lalu, para peneliti dari Google dan California Institute of Technology (Caltech) melaporkan bahwa komputer kuantum yang fungsional bisa hadir lebih cepat dengan kebutuhan daya komputasi yang lebih rendah untuk membobol sistem kriptografi. Google bahkan mengklaim bahwa sistem kriptografi Bitcoin berpotensi diretas hanya dalam waktu sembilan menit melalui metode peretasan “on-spend“. Menanggapi skenario terburuk ini, Back menegaskan bahwa para pengembang Bitcoin pasti akan “bertindak cepat.” Sebagai bentuk antisipasi lain, pengembang Bitcoin Jameson Lopp bersama lima peneliti keamanan kripto baru-baru ini mengajukan sebuah proposal. Mereka mengusulkan untuk membekukan Bitcoin versi lama yang rentan terhadap serangan kuantum—termasuk simpanan senilai $81,9 miliar milik Satoshi Nakamoto—guna mencegah pencurian saat komputer kuantum sudah benar-benar berfungsi. Sebagai referensi tambahan, kami juga menyediakan Berita Crypto terupdate dan terpercaya bagi Anda yang tidak ingin ketinggalan tren serta perkembangan pasar digital.

Rakuten Resmi Jadikan XRP Metode Pembayaran bagi 44 Juta Penggunanya

Rakuten Resmi Jadikan XRP Metode Pembayaran bagi 44 Juta Penggunanya

Raksasa e-commerce asal Jepang, Rakuten, mengumumkan ekspansi layanan aset digitalnya dengan mengintegrasikan token XRP ke dalam aplikasi Rakuten Pay. Langkah strategis ini membuka jalan bagi sekitar 44 juta pengguna mereka untuk menggunakan mata uang kripto besutan Ripple tersebut sebagai alat pembayaran di lebih dari 5 juta merchant yang tersebar di seluruh penjuru Jepang. Integrasi Ekosistem Loyalitas Raksasa Berdasarkan pengumuman resmi yang disampaikan oleh Senior Ecosystem Growth Manager Ripple, Tatsuya Kohrogi, melalui platform X pada hari Selasa, fitur baru ini akan mulai efektif beroperasi pada 15 April. Nantinya, para pengguna tidak hanya dapat menggunakan XRP untuk transaksi pembayaran, tetapi juga dapat menyimpannya di Rakuten Wallet serta melakukan perdagangan spot (spot trade) secara langsung di dalam aplikasi. Lebih lanjut, inovasi ini mengikat XRP ke dalam salah satu sistem poin loyalitas terbesar di Jepang. Kohrogi memaparkan bahwa pelanggan kini bisa mengonversi Poin Rakuten yang mereka miliki untuk membeli token XRP. Sebagai gambaran besarnya skala ekosistem ini, saat ini terdapat lebih dari 3 triliun Poin Rakuten yang beredar di masyarakat, dengan estimasi nilai mencapai US$23 miliar. “Mulai 15 April, Rakuten Wallet akan meluncurkan XRP baik sebagai aset yang terdaftar maupun sebagai metode pembayaran. Ini berarti pengguna dapat membeli XRP langsung menggunakan Poin Rakuten dan mengisi saldo Rakuten Cash mereka dengan XRP untuk dibelanjakan di jutaan merchant,” jelas Kohrogi. Tonggak Sejarah Baru bagi Adopsi Kripto Pihak Ripple menyambut antusias kerja sama ini dan menyebutnya sebagai salah satu pencapaian paling monumental bagi ekosistem XRP. Kohrogi menekankan bahwa reputasi Rakuten sebagai salah satu merek konsumen paling tepercaya di Jepang memberikan bobot tersendiri bagi kemitraan ini. “Fakta bahwa XRP kini tertanam kuat dalam infrastruktur loyalitas dan pembayaran mereka merupakan sinyal yang sangat positif tentang ke mana arah adopsi aset digital ke depannya,” tambahnya. Langkah adopsi aset kripto ini bukanlah inisiatif pertama bagi Rakuten. Perusahaan teknologi ini tercatat telah mulai memfasilitasi transaksi menggunakan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Bitcoin Cash (BCH) sejak tahun 2023. Jauh sebelum itu, pada tahun 2021, Rakuten juga sempat meluncurkan aset kripto internal mereka yang diberi nama Rakuten Coin sebagai bagian dari sistem penghargaan loyalitas pelanggan. Untuk mendapatkan wawasan lebih luas, Anda bisa mengikuti Komunitas Crypto kami yang aktif berbagi insight dan update terbaru melalui beranda website Blockped.

Gagal Bertahan di US$76.000, Sinyal Langka Ini Justru Indikasikan Bitcoin Berada di Dasar Pasar

Gagal Bertahan di US$76.000, Sinyal Langka Ini Justru Indikasikan Bitcoin Berada di Dasar Pasar

Harga Bitcoin (BTC) kembali gagal mempertahankan momentum penembusan (breakout) di atas level US$76.000. Kendati demikian, sebuah metrik langka dari pasar derivatif justru memancarkan sinyal kuat bahwa aset kripto terbesar ini mungkin sedang berada di titik terendah pasar (market bottom) dan bersiap untuk lonjakan harga yang signifikan. Pergerakan Harga dan Anomali Pasar Tradisional Pada perdagangan baru-baru ini, Bitcoin sempat memberikan harapan setelah menyentuh level resistensi kunci di US$76.000. Namun, reli tersebut kembali terhenti di batas yang sama yang telah menahan laju harga selama lebih dari dua bulan terakhir. BTC berbalik arah dan turun ke bawah US$74.000, sebelum akhirnya diperdagangkan di kisaran US$74.300 dengan kenaikan tipis 1,3% dalam 24 jam terakhir. Tren serupa juga dialami oleh Ethereum (ETH) yang ditarik mundur dari level US$2.400, meskipun masih mencatatkan kinerja yang sedikit lebih baik dengan kenaikan harian sebesar 2,5%. Menariknya, koreksi di pasar kripto ini berbanding terbalik dengan euforia di pasar tradisional. Indeks Nasdaq ditutup di level tertingginya dengan lonjakan 2%. Sementara itu, indeks S&P 500 naik 1,2% dan kini hanya terpaut beberapa poin dari rekor tertinggi baru (All-Time High). Pemandangan ini sangat kontras dengan posisi Bitcoin yang masih berada sekitar 40% di bawah rekor tertingginya di angka US$126.000. Sinyal ‘Short Squeeze’ dari Pasar Derivatif Meskipun breakout Bitcoin gagal bertahan, kondisi internal pasar saat ini dinilai sangat matang untuk memicu lonjakan harga secara tiba-tiba (squeeze). Kepala Riset K33 Research, Vetle Lunde, mengungkapkan bahwa tingkat pendanaan (funding rates) pada kontrak perpetual Bitcoin di bursa Binance telah mencatatkan nilai negatif selama 11 periode berturut-turut di tengah reli baru-baru ini. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas trader masih bersikap pesimis (bearish) dan terus bertaruh pada penurunan harga. Di saat yang bersamaan, open interest (jumlah kontrak yang aktif) justru terus meningkat. Menurut Lunde, kombinasi ini menunjukkan bahwa trader terus menambah posisi jual (short) baru alih-alih menutupnya. Secara historis, penumpukan posisi short seperti ini sering kali menjadi bahan bakar utama yang memicu lonjakan harga tajam ke atas ketika para trader tersebut terpaksa melikuidasi posisi mereka. Mengulang Sejarah Krisis FTX 2022 Lebih lanjut, Lunde menyoroti bahwa rata-rata funding rate 30 harian kini telah berada di zona negatif selama 46 hari berturut-turut. Rangkaian sentimen bearish yang berkepanjangan ini merupakan fenomena langka yang menyamai periode stres pasar ekstrem di masa lalu. Pola serupa sebelumnya hanya terlihat setelah peristiwa keruntuhan bursa FTX pada akhir tahun 2022, serta pada masa bear market pertengahan tahun 2021 ketika China melarang keras aktivitas penambangan Bitcoin. “Rezim penghindaran risiko (risk-off) yang sebanding seperti ini secara historis selalu terbukti menjadi titik masuk (entry point) yang sangat menarik bagi BTC,” tegas Lunde, merujuk pada potensi lonjakan harga akibat penutupan paksa dari posisi short yang terlalu padat. Sebagai sumber terpercaya, Anda dapat mengakses Berita Crypto terkini yang kami rangkum secara lengkap langsung melalui beranda website Blockped.

Figure dan Hastra Perluas DeFi dengan Kredit Mobil Berbasis Blockchain

Perusahaan pinjaman berbasis blockchain Figure Technology Solutions bersama platform kredit onchain-nya, Hastra, kini memperluas layanan mereka dengan menghadirkan pembiayaan kendaraan (auto loan) ke dalam ekosistem DeFi. Langkah ini menandai perluasan aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) yang tersedia bagi investor DeFi, yang sebelumnya lebih banyak berfokus pada produk berbasis ekuitas rumah. Melalui marketplace pinjaman terdesentralisasi Democratized Prime di Figure Markets, pembiayaan kendaraan menjadi kelas aset baru pertama yang ditambahkan. Platform ini dirancang untuk memungkinkan berbagai jenis kredit konsumen diterbitkan, diperdagangkan, dan didanai secara langsung di blockchain. CEO Figure, Michael Tannenbaum, menyebut bahwa perusahaan memang telah lama mempersiapkan langkah ini, dengan total pinjaman onchain yang telah mencapai lebih dari $22 miliar. Langkah ini juga menjadi uji awal apakah kredit privat yang ditokenisasi dapat berkembang melampaui produk ekuitas rumah ke sektor pembiayaan konsumen yang lebih luas. Jika berhasil, hal ini berpotensi membuka akses yield baru di DeFi, meskipun juga membawa risiko kredit yang serupa dengan pasar pinjaman berisiko tinggi (subprime). Ekspansi ke Ethereum dan Ekosistem Lebih Luas Platform Hastra, yang pertama kali diluncurkan pada 2025 di jaringan Solana, kini mulai memperluas jangkauannya ke jaringan berbasis EVM (Ethereum Virtual Machine). Ekspansi ini akan dimulai dengan integrasi ke Ethereum, membuka akses ke ekosistem DeFi yang lebih luas sekaligus membawa sistem kredit yang sudah ada, termasuk eksposur terhadap pinjaman ekuitas rumah, ke jaringan baru. Menurut pernyataan perusahaan, produk pembiayaan kendaraan akan diluncurkan terlebih dahulu di Solana sebelum diperluas ke Ethereum sekitar bulan Juni. Risiko dan Tantangan Tetap Ada Meski inovasi ini membuka peluang baru, risiko dasar dari pinjaman konsumen tetap tidak hilang. Pinjaman kendaraan non-prime, misalnya, memiliki potensi gagal bayar yang lebih tinggi, terutama dalam kondisi ekonomi yang kurang stabil. Selain itu, masih ada tantangan terkait regulasi, transparansi, serta bagaimana produk kredit berbasis blockchain ini akan bertahan dalam kondisi pasar yang volatil. Prospek Positif dari Analis Awal bulan ini, analis dari Bernstein menilai bahwa Figure memiliki potensi pertumbuhan yang kuat dan mungkin masih undervalued. Mereka memberikan rating “Outperform” dengan target harga $67, hampir dua kali lipat dari harga pasar saat ini. Penilaian ini didorong oleh pertumbuhan pesat bisnis pinjaman tokenisasi Figure, dengan nilai pinjaman yang mencapai lebih dari $1,2 miliar pada Maret dan total volume kuartal pertama sebesar $2,9 miliar. Figure sendiri telah melantai di bursa sejak 11 September 2025 dan terdaftar di Nasdaq dengan kode saham FIGR. Untuk mendapatkan update terbaru seputar perkembangan DeFi dan aset digital lainnya, kamu juga bisa mengikuti berbagai Komunitas Crypto yang aktif membahas tren dan peluang di industri ini.

Calon Ketua The Fed Ungkap Investasi di Kripto dan AI

Kevin Warsh, kandidat pilihan Donald Trump untuk memimpin bank sentral Amerika Serikat menggantikan Jerome Powell, melaporkan kepemilikan aset senilai lebih dari $100 juta menjelang sidang konfirmasi di Senat. Menariknya, laporan tersebut juga mencakup investasi di sektor kripto dan kecerdasan buatan (AI). Dalam dokumen yang diajukan ke United States Office of Government Ethics, Warsh mencantumkan kepemilikan di sejumlah Excepted Investment Funds (EIF), termasuk yang terkait dengan perusahaan kripto seperti Compound, Dapper Labs, dan Kinetic. Ia juga memiliki investasi di berbagai perusahaan AI seperti Delphi, Conversion, Factory, dan Glue. Namun, laporan tersebut tidak mencantumkan nilai detail dari investasi di sektor kripto dan AI tersebut. Menurut laporan Reuters, hal ini bisa disebabkan oleh aturan yang tidak mewajibkan pelaporan untuk aset bernilai di bawah $1.000, meskipun alasan pastinya tidak dijelaskan secara rinci. Aset Besar dan Pengaruh Besar Sebagian besar kekayaan Warsh berasal dari investasi besar lainnya, termasuk lebih dari $50 juta di Juggernaut Fund, serta pendapatan lebih dari $10 juta dari biaya konsultasi untuk Duquesne Family Office, perusahaan investasi milik Stanley Druckenmiller. Pencalonan Warsh pertama kali diumumkan pada Januari, dan secara resmi diajukan ke Senat pada Maret setelah meningkatnya tekanan untuk menggantikan Powell. Posisi Ketua The Fed sendiri memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan keuangan AS, termasuk penetapan suku bunga. Masa jabatan Powell akan berakhir pada 15 Mei, sementara sidang konfirmasi Warsh dijadwalkan berlangsung pada 21 April oleh Komite Perbankan Senat. Kekosongan Posisi di Lembaga Regulasi Di sisi lain, pemerintahan Trump masih belum mengumumkan kandidat untuk beberapa posisi penting di lembaga keuangan lainnya, seperti Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Saat ini, SEC hanya memiliki tiga dari lima komisaris yang aktif, sementara CFTC bahkan hanya memiliki satu komisaris, yaitu Michael Selig, dengan empat posisi lainnya masih kosong. Padahal, kedua lembaga ini diperkirakan akan memainkan peran penting dalam mengatur industri aset digital, terutama jika RUU struktur pasar kripto yang masih tertunda sejak Juli 2025 berhasil disahkan oleh Senat. Untuk mengikuti perkembangan terbaru terkait regulasi dan industri aset digital, jangan lewatkan berbagai Berita Bockchain yang kami sajikan secara update dan terpercaya.

Abaikan Tensi Geopolitik, Bitcoin Sukses Rebound ke US$73.400 Seiring Turunnya Harga Minyak

Abaikan Tensi Geopolitik, Bitcoin Sukses Rebound ke US$73.400 Seiring Turunnya Harga Minyak

Harga Bitcoin (BTC) berhasil menghapus kerugian yang dialaminya sepanjang akhir pekan, berbalik menguat hingga menembus level US$73.400 pada perdagangan sesi Amerika Serikat di hari Senin. Menariknya, pemulihan aset berisiko ini terjadi di tengah buntunya negosiasi damai antara AS dan Iran, serta adanya instruksi blokade Selat Hormuz. Pembalikan Arah di Tengah Gejolak Makro Tren kepanikan di akhir pekan yang kemudian diikuti oleh pembalikan arah (reversal) pada hari Senin tampaknya telah menjadi pola baru di tahun 2026. Sebelumnya, harga Bitcoin sempat anjlok sekitar 4% sejak Sabtu malam hingga Senin dini hari. Penurunan tersebut dipicu oleh sentimen negatif dari kabar bahwa Wakil Presiden AS, J.D. Vance, meninggalkan Pakistan tanpa membawa kesepakatan damai dengan Iran, disusul oleh perintah Presiden Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz. Namun, kerugian tersebut sukses dihapus sepenuhnya saat pasar AS mulai beroperasi pada hari Senin. Saat pasar saham AS ditutup, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$73.400, mencatatkan kenaikan lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir. Tren positif ini juga mengekor pada aset kripto alternatif (altcoin) lainnya. Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP (XRP) kompak berada di zona hijau, meskipun dengan persentase kenaikan yang sedikit di bawah BTC. Harga Minyak Merosot, Saham Kripto Meroket Pemulihan Bitcoin berjalan beriringan dengan pergerakan positif di pasar tradisional. Indeks padat teknologi Nasdaq ditutup menguat 1,2%. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang sempat memicu kepanikan dengan menyentuh US$105 per barel pada hari Minggu, kini telah terkoreksi signifikan dan kembali berada di bawah level US$100, tepatnya di kisaran US$98 per barel. Di bursa saham, perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan industri kripto mencatatkan performa gemilang. Saham Circle (CRCL) memimpin dengan lonjakan 11%, disusul oleh Gemini (GEMI) yang naik 9%, serta MARA Holdings (MARA) dan Bullish (BLSH) yang masing-masing menguat sedikit di atas 8%. Manuver Agresif ‘Strategy’ Terus Berlanjut Di luar isu geopolitik Timur Tengah, perusahaan besutan Michael Saylor, Strategy (MSTR), terpantau terus menyedot pasokan Bitcoin di pasar dengan langkah yang sangat agresif. Pekan lalu, perusahaan tersebut memborong 13.927 BTC senilai US$1 miliar. Menariknya, Saylor dan timnya tidak menerbitkan saham biasa (*common stock*) untuk mendanai pembelian raksasa ini. Mereka lebih memilih untuk menerbitkan saham preferen STRC senilai US$1 miliar yang menawarkan imbal hasil (yield) sebesar 11,5%. Aktivitas perdagangan saham STRC pada hari Senin memberikan sinyal kuat bahwa aksi borong Bitcoin skala besar akan kembali terjadi pekan ini. Volume perdagangan STRC tercatat memecahkan rekor dengan menyentuh angka US$770 juta. Dengan saham yang terus diperdagangkan pada nilai parinya, hal ini mengindikasikan adanya penerbitan saham tambahan yang signifikan oleh Strategy, yang pada akhirnya akan bermuara pada pembelian Bitcoin massal selanjutnya. Untuk memperluas wawasan Anda, jangan lewatkan Info Kripto terbaru yang kami sajikan lengkap dan selalu terupdate di beranda website Blockped.

Revisi RUU PARITY: Upaya Baru Parlemen AS Rombak Aturan Pajak Kripto

Revisi RUU PARITY: Upaya Baru Parlemen AS Rombak Aturan Pajak Kripto

Anggota Kongres Amerika Serikat, Steven Horsford dan Max Miller, kembali mengajukan revisi Undang-Undang Perlindungan, Akuntabilitas, Regulasi, Inovasi, Perpajakan, dan Imbal Hasil Aset Digital (PARITY Act) pada akhir bulan lalu. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperbarui pendekatan dan regulasi pemerintah AS terkait perpajakan di sektor aset kripto. Manuver ini dinilai sangat krusial mengingat Kongres AS dijadwalkan akan membahas perombakan undang-undang perpajakan secara umum dalam beberapa bulan mendatang. Kebijakan ini akan berdampak langsung bagi seluruh investor dan pemilik aset digital di AS, karena mereka nantinya diwajibkan untuk melaporkan kepemilikan serta transaksi kripto mereka kepada otoritas pajak (IRS). Sorotan Utama: Perubahan Aturan Transaksi De Minimis RUU PARITY pertama kali diperkenalkan dalam bentuk draf diskusi pada Desember 2025 dan dirilis ulang pada 26 Maret 2026 untuk ditinjau lebih lanjut. Perubahan paling menonjol dari revisi ini terletak pada bagian pengecualian keuntungan de minimis. Selama ini, industri kripto terus melobi adanya pengecualian de minimis agar transaksi kecil skala harian—seperti membeli kopi menggunakan kripto—tidak perlu repot dilaporkan sebagai keuntungan atau kerugian modal. Versi Desember 2025: Draf awal menyertakan ambang batas US$200 khusus untuk pembayaran yang menggunakan “stablecoin yang diatur” (mengacu pada UU GENIUS). Versi Maret 2026: Draf terbaru menghapus ambang batas US$200 tersebut. Sebagai gantinya, RUU ini menetapkan bahwa penjualan *stablecoin* yang diatur tidak akan dikenakan perhitungan keuntungan atau kerugian pajak, “kecuali jika basis wajib pajak pada *stablecoin* tersebut kurang dari 99% dari nilai penebusannya.” Aturan ini juga menciptakan basis nilai US$1 yang dianggap sah untuk keperluan pertukaran, terpisah dari penjualan stablecoin itu sendiri. Penerapan Wash Sale dan Definisi Staking Selain pembaruan pada transaksi kecil, draf terbaru ini juga akan menerapkan aturan wash sale (larangan menjual aset dalam keadaan rugi untuk klaim pajak, lalu membelinya kembali dalam waktu dekat) pada transaksi aset digital. Langkah ini dinilai tidak terlalu kontroversial di kalangan pembuat kebijakan, mengingat Senator Cynthia Lummis juga pernah memasukkan ketentuan serupa dalam draf RUU pajaknya tahun lalu. Lebih lanjut, RUU PARITY ini akan memberikan garis demarkasi yang jelas untuk membedakan antara aktivitas “staking pasif” dengan aktivitas perdagangan (trading) aktif. Prospek Regulasi ke Depan Hingga saat ini, langkah selanjutnya untuk pengesahan RUU tersebut masih belum pasti. Di tengah wacana Kongres mengenai RUU rekonsiliasi pajak dan pengajuan anggaran Tahun Fiskal 2027 oleh Presiden Donald Trump, belum ada jaminan pasti bahwa RUU rekonsiliasi tersebut akan terwujud atau apakah regulasi kripto akan disematkan di dalamnya. Kendati demikian, diskusi intensif dengan para pelaku industri dalam beberapa pekan terakhir mengindikasikan adanya dorongan dan lobi yang kuat untuk memastikan sektor kripto masuk ke dalam legislasi pajak apa pun yang berpotensi disahkan menjadi undang-undang di Amerika Serikat. Sebagai referensi tambahan, Anda juga bisa mengunjungi Portal Crypto kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya seputar dunia aset digital melalui beranda website Blockped.