Blockped

Stablecoin Disebut Jadi “ChatGPT Moment” Dunia Bisnis, Ini Alasannya

CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyebut bahwa stablecoin berpotensi menjadi “ChatGPT moment” bagi dunia bisnis—yakni titik di mana adopsi teknologi meningkat drastis karena manfaatnya mulai terasa nyata. Menurutnya, banyak perusahaan kini mulai serius mempertimbangkan penggunaan stablecoin untuk sistem pembayaran yang lebih cepat dan efisien. Dalam wawancaranya dengan FOX Business, Garlinghouse menjelaskan bahwa diskusi terkait stablecoin kini sudah sampai ke level tertinggi perusahaan. Mulai dari dewan direksi hingga CEO perusahaan besar seperti Fortune 500 dan Fortune 2000, mereka mulai bertanya kepada tim keuangan tentang strategi penggunaan stablecoin dalam operasional bisnis. Ia menekankan bahwa memberikan opsi ini kepada CFO dan treasurer perusahaan bisa menjadi kunci utama adopsi. Dari sinilah, stablecoin berpotensi menjadi pintu masuk bagi perusahaan untuk memanfaatkan berbagai layanan berbasis blockchain secara lebih luas. Volume Stablecoin Melonjak, Potensi Terus Tumbuh Data menunjukkan bahwa penggunaan stablecoin sudah berkembang sangat pesat. Sepanjang 2025, volume transaksi stablecoin mencapai lebih dari $33 triliun. Sebagian besar aktivitas ini masih didominasi oleh Tether (USDT) dan Circle (USDC), yang menyumbang hampir 90% dari total volume tersebut. Ke depan, pertumbuhan ini diperkirakan akan semakin besar. Bloomberg Intelligence memproyeksikan bahwa arus transaksi stablecoin bisa mencapai $56,6 triliun pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 80%. Jika tercapai, stablecoin akan menjadi salah satu alat pembayaran paling penting dalam sistem keuangan global. Ripple Perkuat Posisi di Pasar Stablecoin Untuk ikut bersaing di pasar ini, Ripple meluncurkan stablecoin mereka sendiri, Ripple USD, pada Desember 2024. Saat ini, aset tersebut telah masuk dalam 10 besar stablecoin berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan nilai sekitar $1,4 miliar menurut data CoinGecko. Selain itu, Ripple juga memperkuat infrastruktur pembayarannya melalui dua akuisisi besar: Hidden Road, perusahaan prime brokerage berbasis institusi senilai $1,25 miliar, serta platform treasury korporat GTreasury senilai $1 miliar. Garlinghouse menyebut bahwa langkah-langkah ini berkontribusi pada performa perusahaan yang sangat kuat, bahkan diperkirakan akan mencetak “rekor kuartal” dalam waktu dekat. Regulasi Jadi Faktor Penentu Adopsi Di sisi lain, perkembangan industri kripto—termasuk stablecoin—juga sangat dipengaruhi oleh regulasi. Garlinghouse menilai bahwa adopsi akan semakin cepat jika regulasi yang jelas, seperti CLARITY Act, berhasil disahkan di Amerika Serikat. Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan yang stabil dan tidak dipolitisasi, agar industri dapat berkembang secara sehat. Menurutnya, pelaku pasar ingin kepastian hukum yang mendukung inovasi, bukan kebijakan yang justru menghambat pertumbuhan.

Revolusi Strategi TradingView untuk Pengalaman Maksimal

Dunia perdagangan aset finansial modern selalu menuntut tingkat efisiensi dan fleksibilitas eksekusi yang sangat tinggi dari para pelakunya. Bagi Anda yang sering mengutak-atik sistem algoritma di grafik, inovasi terbaru ini pasti akan menjadi angin segar yang sangat dinantikan. Platform penyedia grafik terkemuka akhirnya merilis pembaruan revolusioner yang memungkinkan Anda untuk menghubungkan berbagai alat ukur secara jauh lebih mulus. Fitur terbaru ini secara fundamental memberikan kebebasan penuh bagi Anda untuk menggunakan hasil keluaran dari sebuah alat ukur sebagai sumber data. Hal ini tentu saja akan sangat mempermudah proses perhitungan matematis yang rumit di dalam Strategi TradingView andalan Anda. Anda kini bisa mendelegasikan sebagian besar beban komputasi teknikal ke skrip lain yang dibangun secara terpisah dan lebih rapi. Sebagai contoh sederhana, Anda bisa merancang sebuah alat ukur khusus yang murni bertugas hanya untuk menghitung kondisi jenuh beli atau jenuh jual. Nantinya, sinyal matang dari alat tersebut bisa langsung ditangkap dan diproses lebih lanjut oleh sistem strategi utama untuk mengeksekusi pesanan. Pendekatan modular semacam ini jelas membuat kode pemrograman Anda menjadi jauh lebih bersih, ringan, dan sangat mudah untuk dievaluasi. Perbedaan Dasar Antara Studi dan Strategi Sebelum kita melangkah lebih jauh, amatlah penting untuk menyegarkan kembali ingatan tentang perbedaan mendasar antara skrip studi dan strategi. Skrip studi atau yang lebih sering kita kenal sebagai alat ukur visual biasanya hanya bertugas menampilkan garis atau grafik data di layar. Alat ini murni berfungsi sebagai penunjuk arah tanpa memiliki kemampuan sama sekali untuk melakukan simulasi transaksi masa lalu. Di sisi lain, sebuah Strategi TradingView adalah program yang jauh lebih kompleks karena dibekali dengan kemampuan mengeksekusi perintah beli dan jual. Program cerdas ini bisa melakukan simulasi pengujian data historis atau backtesting untuk mengukur seberapa akurat tingkat kemenangan sistem Anda. Penggabungan antara ketajaman alat ukur dan kemampuan eksekusi strategi inilah yang selama ini selalu menjadi impian para pedagang kuantitatif. Dengan adanya pembaruan sistem yang luar biasa ini, garis pembatas yang tadinya kaku antara kedua jenis program tersebut perlahan mulai memudar. Anda bisa menikmati keunggulan komputasi dari sebuah studi visual sekaligus memanfaatkan fitur simulasi transaksi yang dimiliki oleh modul strategi. Sinergi sempurna ini pada akhirnya akan sangat membantu Anda dalam menciptakan mesin pencetak keuntungan yang jauh lebih presisi dan konsisten. Mengapa Fitur Integrasi Ini Sangat Dinantikan Pada masa lalu, para pembuat kode sering kali merasa frustrasi karena harus menjejalkan semua logika perhitungan ke dalam satu fail yang sama. Jika Anda ingin menggunakan perhitungan rata-rata pergerakan harga yang rumit, Anda harus menulis ulang seluruh kodenya dari nol di dalam skrip strategi. Praktik penulisan kode yang berulang-ulang ini tidak hanya sangat membuang waktu, tetapi juga membuat ruang kerja Anda terlihat sangat berantakan. Kemampuan untuk menarik data langsung dari Indikator Analisis eksternal secara instan memecahkan masalah birokrasi penulisan kode tersebut hingga ke akarnya. Anda tidak perlu lagi merasa pusing memikirkan ratusan baris kode yang saling tumpang tindih dan rawan mengalami kerusakan bug. Fokus utama Anda kini bisa sepenuhnya dialihkan pada penyempurnaan taktik manajemen risiko dan penentuan titik masuk yang paling ideal. Selain itu, komunitas global juga bisa saling berbagi hasil karya mereka dengan cara yang jauh lebih interaktif dan kolaboratif dari sebelumnya. Anda bisa saja meminjam skrip pengukur tren karya orang lain dan langsung menempelkannya ke dalam modul simulasi transaksi buatan Anda sendiri. Ekosistem terbuka yang saling mendukung inilah yang selalu menjadi kekuatan utama dalam mendorong kemajuan inovasi di bidang teknologi finansial. Menggabungkan Indikator Analisis Eksternal ke Dalam Sistem Anda Cara kerja penarikan data masukan eksternal untuk modul strategi sebenarnya dirancang agar sangat identik dengan cara kerja pada skrip studi biasa. Pengembang sistem sengaja mempertahankan antarmuka yang sudah sangat familier ini agar para pengguna setia tidak perlu lagi melalui proses adaptasi yang panjang. Anda dijamin akan langsung merasa terbiasa saat pertama kali mencoba mengutak-atik menu pengaturan integrasi data yang baru ini. Setiap penyesuaian parameter sumber data bisa Anda lakukan secara langsung melalui menu pengaturan visual yang muncul melayang di atas grafik. Jika Anda lebih menyukai pendekatan teknis, Anda juga tetap bisa mengubah rujukan data tersebut langsung dari dalam panel penulisan kode. Kemudahan kustomisasi ini memastikan bahwa setiap rentetan modifikasi Indikator Analisis bisa dieksekusi dalam hitungan detik tanpa hambatan teknis yang berarti. Fleksibilitas tinggi ini juga membuka pintu bagi para pedagang untuk berani melakukan eksperimen penggabungan berbagai macam aliran data yang unik. Bayangkan saja Anda bisa menggabungkan data volume perdagangan dari satu skrip dengan sinyal perpotongan harga dari skrip yang sama sekali berbeda. Hasil perkawinan silang data semacam ini sering kali sukses melahirkan wawasan pasar yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh siapa pun. Aturan Main dan Batasan Teknis Input Eksternal Meskipun terdengar sangat membebaskan, ada beberapa aturan teknis mutlak yang wajib Anda patuhi agar fitur penyelarasan data ini bisa berjalan mulus. Pengembang platform memang sengaja menerapkan batasan struktural tertentu guna menjaga stabilitas server dan mencegah sistem mengalami kelebihan beban komputasi. Agar tidak kebingungan saat mulai menyusun program, mari kita cermati bersama beberapa batasan teknis yang sangat penting untuk diingat: Sistem saat ini hanya mengizinkan penggunaan maksimal satu sumber input eksternal saja untuk setiap Strategi TradingView yang beroperasi secara bersamaan. Skrip kode Anda secara hukum sintaksis hanya diperbolehkan memuat tepat satu buah pemanggilan fungsi input yang menggunakan format tipe sumber secara spesifik. Target input eksternal yang ditarik mutlak harus berupa sebuah visualisasi plot atau gambar garis dari skrip studi yang sedang aktif menyala. Manfaat Delegasi Perhitungan Rumit Menyerahkan tugas perhitungan matematika yang rumit kepada Indikator Analisis pihak ketiga adalah sebuah langkah taktis yang sangat cerdas dan menghemat tenaga. Anda tidak perlu lagi memaksa otak untuk memecahkan rumus aljabar yang rumit saat sedang berusaha membangun logika pesanan beli atau jual. Biarkanlah alat ukur eksternal tersebut yang bekerja keras mengolah data mentah harga hingga matang dan siap untuk Anda santap. Pendekatan delegasi tugas ini sangat cocok diterapkan saat Anda sedang membangun sistem perdagangan algoritma yang sangat sensitif terhadap perubahan waktu. Skrip utama yang ringan dan terbebas dari beban komputasi berat dijamin akan mampu merespons gejolak perubahan harga dengan jauh lebih gesit. Pada akhirnya, kecepatan respons yang presisi inilah yang akan menyelamatkan portofolio Anda dari ancaman keterlambatan masuk pasar yang sering terjadi. Anda juga akan merasakan

Bitcoin Diperkirakan Punya “Floor” di $70K Saat Minat Institusi Kembali: Akankah Perang dan Inflasi Mengganggu?

Adopsi Bitcoin oleh investor institusional mulai menunjukkan peningkatan lagi. Namun di sisi lain, kondisi global yang tidak stabil—terutama potensi kenaikan inflasi di Amerika Serikat—masih menjadi penghambat bagi BTC untuk bergerak stabil di atas $70.000. Dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi. Pihak bullish terlihat kesulitan mempertahankan level $70.000, sementara pasar dihadapkan pada dua narasi yang saling bertolak belakang: meningkatnya minat institusi versus tekanan dari faktor makro ekonomi yang melemahkan pasar saham AS. Menurut analis Bloomberg yang mengacu pada proyeksi harga $150.000 pada 2026 dari Bernstein, data menunjukkan bahwa investor institusional mulai kembali masuk ke pasar dalam jumlah besar. Hal ini memperkuat asumsi bahwa Bitcoin kemungkinan sudah mencapai titik dasar (floor). Pada awal Maret, arus masuk dana ke ETF Bitcoin spot hampir menyentuh $1 miliar hanya dalam waktu satu minggu. Selain itu, Strategy membeli lebih dari 22.000 BTC senilai $1,6 miliar melalui instrumen barunya, Stretch (STRC). Perusahaan tersebut bahkan berencana mengumpulkan dana tambahan untuk membeli Bitcoin hingga $44,1 miliar. Langkah serupa juga datang dari Morgan Stanley yang tengah mengajukan ETF Bitcoin spot mereka sendiri. Mereka juga menyarankan alokasi sekitar 2%–4% portofolio ke aset kripto. Di waktu yang sama, regulasi baru di AS mulai membuka peluang bagi dana pensiun 401(k) untuk berinvestasi di Bitcoin. Sementara itu, Coinbase menghadirkan inovasi baru dengan memungkinkan penggunaan BTC dan USDC sebagai uang muka kredit rumah melalui kerja sama dengan Fannie Mae. Fitur ini memberi kesempatan bagi investor untuk memanfaatkan likuiditas aset mereka tanpa harus menjualnya. Seberapa Penting Level $70.000? Meski minat institusi meningkat, Bitcoin masih menghadapi tantangan besar. Volatilitas harga yang tinggi dan tren penurunan selama hampir enam bulan terakhir menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih. Faktor geopolitik juga ikut memperkeruh situasi. Konflik antara AS-Israel dan Iran, ditambah pernyataan keras dari Presiden Donald Trump, membuat pasar semakin waspada. Ancaman pengiriman pasukan darat ke Iran bahkan memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik dalam waktu dekat. Dampaknya langsung terasa di pasar keuangan. Indeks saham utama di AS mengalami penurunan, sementara harga minyak justru melonjak lebih dari 4% akibat ketegangan geopolitik yang meningkat. Ketidakpastian ini membuat banyak investor memilih mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto. Hal ini menjelaskan mengapa harga Bitcoin sering turun kembali di bawah $70.000, dan mengapa kenaikan ke kisaran $71.000–$76.000 cenderung tidak bertahan lama. Meski begitu, ada satu sinyal positif. Baik investor institusi maupun ritel tampaknya melihat area $70.000 ke bawah sebagai zona beli yang menarik. Ini membuat level tersebut semakin kuat sebagai support penting bagi pergerakan Bitcoin ke depan.

Twenty One Capital Jadi Pemegang Bitcoin Publik Terbesar Kedua Usai Penjualan oleh MARA

Perusahaan investasi kripto milik Jack Mallers, Twenty One Capital, kini menempati posisi sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar kedua. Posisi ini diraih setelah perusahaan penambangan MARA Holdings menjual sebagian besar cadangan BTC-nya dan turun ke peringkat ketiga. Saat ini, Twenty One Capital memiliki sekitar 43.514 BTC dalam kas perusahaan, dengan nilai lebih dari 2,9 miliar dolar berdasarkan harga pasar terbaru, menurut data dari BitcoinTreasuries. Perusahaan tersebut mulai melantai di bursa pada akhir tahun lalu melalui penggabungan dengan Cantor Equity Partners, sebuah perusahaan SPAC. Sahamnya kini diperdagangkan di NYSE dengan kode XXI, meskipun kinerjanya tercatat turun lebih dari 25% sejak awal tahun. Sementara itu, MARA menjual sekitar 15.133 BTC sepanjang Maret 2026, dengan nilai sekitar 1,1 miliar dolar. Di bawah Twenty One Capital, perusahaan Jepang Metaplanet berada di posisi berikutnya dengan kepemilikan sekitar 35.100 BTC. Analis dari Bitcoin Treasuries, Tyler Rowe, menilai situasi ini sebagai peringatan bagi industri. Ia menjelaskan bahwa MARA sebelumnya menggunakan utang secara agresif untuk mengakumulasi Bitcoin selama pasar bullish, namun kini terpaksa menjual aset tersebut—bahkan dengan potensi kerugian—untuk memenuhi kewajiban utangnya. Strategi ini dinilai berbeda dengan pendekatan yang digunakan oleh Strategy, yang memperlakukan Bitcoin sebagai “kredit digital jangka panjang” dan menggunakannya sebagai jaminan untuk terus membiayai akumulasi aset. Rowe juga mempertanyakan apakah perusahaan penambangan dapat bertahan sebagai perusahaan treasury Bitcoin tanpa dukungan infrastruktur pasar modal yang kuat seperti yang dimiliki Strategy. Tekanan pada perusahaan treasury kripto Perubahan posisi ini juga mencerminkan tekanan yang sedang dialami perusahaan kripto, baik di sektor penambangan maupun treasury, terutama akibat kondisi pasar yang menantang sejak tren bearish dimulai pada Oktober 2025 serta penurunan harga saham. Sebelumnya, firma modal ventura Breed memprediksi bahwa hanya sebagian kecil perusahaan treasury kripto yang mampu bertahan dari “death spiral” akibat penurunan nilai aset bersih pasar (mNAV). Perusahaan yang masih dapat mempertahankan premi harga memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pendanaan tambahan. Sebaliknya, perusahaan yang kehilangan akses ke pembiayaan murah kemungkinan harus menjual kepemilikan Bitcoin mereka untuk memenuhi kewajiban utang. CEO HashKey Capital, Deng Chao, juga menyatakan bahwa perusahaan yang memperlakukan aset kripto hanya sebagai spekulasi cenderung tidak mampu bertahan dalam siklus pasar. Sementara itu, perusahaan dengan strategi pengelolaan aset yang disiplin memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dalam jangka panjang.

Pengadilan Tolak Upaya Pengembang Kripto Hindari Hukum Pengiriman Uang

Pengadilan Texas baru saja membatalkan gugatan yang diajukan oleh pengembang kripto Michael Lewellen. Lewellen sebelumnya meminta kepastian hukum (declaratory judgment) agar perangkat lunaknya, Pharos—sebuah platform donasi crowdfunding—tidak dijerat oleh undang-undang pengiriman uang. Poin-Poin Utama dari Putusan: Alasan Penolakan: Hakim Reed O’Connor membatalkan kasus ini karena menilai Lewellen gagal membuktikan adanya ancaman penuntutan hukum yang nyata dan mendesak. Peran Memo DOJ: Hakim merujuk pada memo Departemen Kehakiman AS (DOJ) yang menyatakan bahwa mereka tidak akan menargetkan bursa kripto, layanan mixing, atau dompet luring (offline wallets) atas pelanggaran yang dilakukan oleh pengguna akhir mereka. Perbedaan dengan Kasus Lain: Lewellen sempat menggunakan kasus penahanan pendiri Tornado Cash dan Samourai Wallet sebagai bukti adanya ancaman nyata bagi pengembang. Namun, Hakim O’Connor menegaskan bahwa kasus-kasus tersebut murni berakar pada tindak pidana pencucian uang secara sadar, berbeda dengan Pharos yang diklaim hanya memfasilitasi bisnis donasi yang sah. Reaksi Industri dan Langkah Selanjutnya: Meskipun gugatan ditolak, status pembatalan ini bersifat without prejudice, yang berarti Lewellen masih bisa mengajukan kembali gugatannya dengan beberapa perbaikan. Lewellen dan Peter Van Valkenburgh dari Coin Center (kelompok advokasi kripto yang mendukung gugatan ini) menyatakan kekecewaan mereka. Mereka berpendapat bahwa memo DOJ yang tidak mengikat secara hukum bukanlah pengganti kepastian hukum yang riil. Sebagai solusi jangka panjang, mereka kini mendesak Kongres AS untuk segera mengesahkan Undang-Undang Kepastian Regulasi Blockchain 2026 guna melindungi para pengembang perangkat lunak non-custodial.

Kedaluwarsa Opsi Bitcoin Senilai $18,6 Miliar: Sanggupkah BTC Menembus $75.000?

Menjelang batas waktu kedaluwarsa opsi Bitcoin bulan Maret pada hari Jumat mendatang, para investor yang mengharapkan kenaikan (bulls) menghadapi tantangan berat. Untuk membalikkan keadaan menjadi keuntungan, mereka membutuhkan lonjakan harga Bitcoin setidaknya 6% untuk mencapai level $75.000. Poin-Poin Utama: Risiko Kerugian Bulls: Lebih dari 90% opsi beli (call options) kemungkinan akan hangus tanpa nilai jika harga Bitcoin tidak berhasil menembus angka $71.000 pada hari Jumat. Sentimen Pasar: Harga Bitcoin saat ini terjebak di kisaran sempit antara $67.700 dan $71.600. Pergerakan ini sangat dipengaruhi oleh reaksi pasar saham AS terhadap kondisi makroekonomi, termasuk inflasi yang masih membayangi (dengan harga minyak WTI di atas $90) dan ketidakpastian geopolitik terkait konflik AS dan Israel-Iran. Krisis Kredit Swasta: Ketidakpastian ekonomi semakin diperparah oleh adanya pembatasan penarikan dana pada beberapa manajer aset kredit swasta besar di AS akibat kekhawatiran atas kualitas pinjaman. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi para investor yang memprediksi penurunan harga (bears). Mengapa Pihak Bears Sedang Di Atas Angin? Secara keseluruhan, volume opsi beli sebenarnya mendominasi pasar bulan Maret dengan nilai $11,2 miliar, dibandingkan opsi jual (put options) yang bernilai $7,4 miliar. Namun, angka ini menjadi kurang relevan karena Bitcoin gagal bertahan di atas $74.000 dalam beberapa minggu terakhir. Di bursa Deribit—yang memegang 76% pangsa pasar—para investor bullish tampaknya terlalu percaya diri. Sebagian besar dari mereka memasang target harga di atas $90.000 (kemungkinan besar taruhan ini dilakukan pada bulan Februari ketika harga BTC sempat menyentuh $86.000). Akibatnya, jika harga tetap di kisaran $71.000 saat kedaluwarsa, sekitar 92% dari total opsi beli ini tidak akan ada harganya. Di sisi lain, sekitar 40% opsi jual masih cukup aman dan relevan. Empat Skenario Harga pada Hari Kedaluwarsa (Data Deribit): Berdasarkan tren harga saat ini, berikut adalah proyeksi keuntungan bersih antara pihak calls (beli) dan puts (jual): $65.000 hingga $69.000: Pihak put (jual) menang dengan selisih $1,8 miliar. $69.001 hingga $72.000: Pihak put (jual) menang dengan selisih $950 juta. $72.001 hingga $75.000: Pihak put (jual) menang dengan selisih $430 juta. $75.001 hingga $78.000: Pihak call (beli) berbalik menang dengan selisih $790 juta. Kesimpulan: Agar hasil kedaluwarsa opsi bulan Maret ini berpihak pada investor bullish, Bitcoin mutlak membutuhkan reli sebesar 6% dari level saat ini ($70.900) menuju $75.000. Jika tidak, pihak bears yang akan mengambil keuntungan.

VersaBank Perluas Deposito Tokenisasi dengan Fitur Valas Lintas Negara

Bank digital asal Kanada, VersaBank, menambahkan fitur konversi mata uang asing pada platform deposito tokenisasinya. Pembaruan ini memungkinkan pengguna menukar dolar AS dan dolar Kanada secara langsung dalam sistem berbasis blockchain. Diumumkan pada Selasa, fitur tersebut memanfaatkan Real Bank Tokenized Deposits (RBTDs), yaitu representasi digital dari deposito fiat yang diterbitkan dan dijamin oleh bank tersebut. Dengan adanya pembaruan ini, proses konversi mata uang dapat dilakukan secara real-time selama 24 jam. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi transaksi lintas negara dengan mengurangi ketergantungan pada sistem valuta asing tradisional yang umumnya lebih lambat dan terbatas oleh jam operasional bank. Langkah ini masih merupakan tahap pengembangan menuju komersialisasi, bukan peluncuran penuh produk. Sejak tahun lalu, VersaBank telah menguji coba sistem deposito tokenisasi mereka, dan penambahan konversi USD–CAD menjadi perluasan fungsi, terutama untuk transaksi antara Amerika Serikat dan Kanada. Menurut American Bankers Association, RBTD adalah versi tokenisasi dari deposito bank yang dapat ditransfer melalui infrastruktur blockchain, namun tetap menjadi kewajiban bank penerbit dan didukung sepenuhnya oleh dana nasabah. Berbeda dengan stablecoin yang biasanya diterbitkan oleh entitas nonbank, model ini tetap berada dalam kerangka sistem perbankan tradisional. Bank mulai eksplorasi deposito tokenisasi Sejumlah institusi keuangan kini semakin aktif mengeksplorasi deposito tokenisasi sebagai cara menggabungkan kecepatan dan fleksibilitas blockchain dengan keamanan deposito konvensional. Pendekatan ini dinilai relevan untuk berbagai kebutuhan, seperti pembayaran lintas negara dan penyelesaian transaksi keuangan. Sebagai contoh, BNY telah meluncurkan layanan deposito tokenisasi untuk klien institusional, khususnya untuk mendukung kebutuhan jaminan dan margin. Langkah ini diambil karena meningkatnya permintaan akan metode pemindahan aset yang lebih cepat dan efisien. Di tingkat global, inisiatif seperti Project Guardian di Singapura juga tengah menguji penerapan tokenisasi aset di pasar keuangan, termasuk melalui program percontohan yang melibatkan deposito tokenisasi dan aset digital lainnya. Tren ini sejalan dengan pertumbuhan pesat tokenisasi sebagai salah satu use case utama blockchain. Data industri menunjukkan bahwa nilai aset yang telah ditokenisasi kini telah melampaui 27 miliar dolar, mencakup berbagai instrumen seperti kredit privat, obligasi pemerintah AS, hingga saham.

Coin Center Desak SEC Utamakan Regulasi Jelas daripada No-Action Letter

Kelompok advokasi kripto berbasis di Washington D.C., Coin Center, meminta U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) untuk berhenti menangani kasus kripto secara reaktif melalui pendekatan individual, dan mulai fokus pada penyusunan aturan yang lebih jelas dan menyeluruh. Dalam surat yang dikirimkan kepada SEC, Coin Center menyatakan bahwa no-action letter memang dapat memberikan kejelasan jangka pendek, namun berisiko menimbulkan fragmentasi, regulasi implisit berdasarkan penilaian tertentu, serta perlakuan yang tidak merata antar proyek. Mereka juga menekankan bahwa nilai utama jaringan kripto terletak pada sifatnya sebagai infrastruktur publik yang mirip utilitas, bukan sebagai layanan yang dikendalikan oleh entitas privat. Surat tersebut, yang dipublikasikan pada Selasa dan bertanggal 5 Maret, muncul di tengah langkah regulator yang mulai memberikan panduan lebih rinci terkait klasifikasi aset kripto. SEC baru-baru ini merilis interpretasi mengenai bagaimana aset kripto yang bukan sekuritas diperlakukan dalam hukum sekuritas federal, termasuk klasifikasi untuk komoditas digital, koleksi digital, alat digital, stablecoin, dan sekuritas digital. Selain itu, SEC juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) pada 12 Maret untuk meningkatkan koordinasi pengawasan pasar keuangan, sekaligus mengakhiri konflik kewenangan yang telah berlangsung lama antara kedua lembaga tersebut. Kritik terhadap pendekatan berbasis kasus Penggunaan no-action letter di industri kripto masih terus berlangsung. Salah satu contoh terbaru adalah surat dari divisi Market Participants CFTC kepada perusahaan dompet kripto Phantom Technologies. Dalam kondisi tertentu, surat tersebut menyatakan bahwa regulator tidak akan merekomendasikan tindakan penegakan hukum terhadap perusahaan atau stafnya terkait kewajiban pendaftaran sebagai broker. Dalam beberapa bulan terakhir, SEC juga telah mengeluarkan beberapa no-action letter untuk proyek kripto tertentu, termasuk di sektor jaringan infrastruktur fisik terdesentralisasi (DePIN). Sebelumnya, regulator juga memberikan izin bagi penasihat investasi untuk menggunakan perusahaan trust tingkat negara bagian sebagai kustodian aset kripto. Namun, Coin Center menilai pendekatan seperti ini menciptakan ketidakpastian di pasar secara keseluruhan. Mereka berargumen bahwa pemberian keringanan secara selektif dapat menguntungkan pihak tertentu yang memiliki sumber daya dan insentif untuk mengajukan permohonan tersebut, sehingga menciptakan ketidakseimbangan dalam industri. Upaya legislatif untuk kejelasan regulasi Di sisi lain, para legislator di Amerika Serikat juga tengah mengupayakan solusi melalui jalur hukum. Salah satunya adalah RUU CLARITY Act yang saat ini sedang diproses di Kongres. Jika disahkan, undang-undang tersebut akan memberikan panduan yang lebih jelas bagi SEC dan CFTC mengenai pembagian kewenangan dalam mengawasi aset digital. Tujuannya adalah mengurangi ambiguitas regulasi serta memastikan perlakuan yang lebih konsisten terhadap seluruh pelaku di industri kripto.

Dompet Kripto Solana Phantom Raih Izin CFTC Akses Pasar Derivatif Teregulasi

Pengembang dompet digital populer di jaringan Solana, yaitu Phantom, baru saja mencetak sejarah baru di industri keuangan digital modern. Mereka secara resmi telah mengantongi lampu hijau dari otoritas pengawas Amerika Serikat untuk memperluas cakupan layanan inovatifnya. Izin krusial ini memungkinkan pengguna untuk mengakses pasar Derivatif yang diatur oleh negara tanpa harus keluar dari antarmuka aplikasi. Langkah ini terwujud setelah Phantom mendapatkan surat pengecualian tindakan atau no-action letter dari CFTC (Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi). Dokumen hukum ini pada dasarnya memberikan izin kepada platform untuk beroperasi sebagai antarmuka penghubung tanpa kewajiban mendaftar sebagai pialang resmi. Pencapaian ini dianggap sebagai sebuah terobosan hukum yang sangat fundamental bagi ekosistem Aset Kripto secara keseluruhan. Langkah Bersejarah dalam Regulasi Kripto di Amerika Serikat Keputusan Pengecualian dari Komisi Pengawas Divisi Peserta Pasar dari CFTC telah merilis pernyataan resmi pada hari Selasa mengenai status operasional dari dompet digital tersebut. Mereka menegaskan tidak akan merekomendasikan tindakan penegakan hukum terhadap Phantom meskipun perusahaan tidak terdaftar sebagai pialang perantara konvensional. Keputusan yang melegakan ini tentu saja diberikan dengan berbagai syarat dan ketentuan ketat yang harus terus dipatuhi oleh pihak pengembang. Pengecualian hukum ini secara spesifik berlaku untuk perangkat lunak Phantom yang bertindak murni sebagai antarmuka non-kustodial. Artinya, penyedia layanan dompet digital ini hanya berfungsi sebagai jembatan teknologi semata bagi para penggunanya untuk bertransaksi. Mereka memfasilitasi koneksi langsung antara pengguna ritel dengan entitas atau bursa yang telah terdaftar resmi di CFTC. Kejelasan hukum seperti ini adalah sesuatu yang sangat langka dan berharga di tengah ketatnya pengawasan Regulasi Kripto saat ini. Banyak perusahaan teknologi sering kali tersandung masalah hukum karena meluncurkan produk keuangan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan otoritas terkait. Oleh karena itu, surat pengecualian ini memberikan kepastian operasional yang sangat solid bagi kelangsungan bisnis dompet jaringan Solana ini ke depannya. Cara Kerja Antarmuka Non-Kustodial yang Aman Salah satu poin hukum paling krusial yang membuat CFTC memberikan izin ini adalah sifat layanan yang sepenuhnya non-kustodial. Hal ini berarti pihak Phantom sama sekali tidak pernah menyimpan, mengelola, atau menyentuh dana fiat maupun Aset Kripto milik pelanggan. Seluruh kendali atas aset dan kunci sandi pribadi tetap berada di tangan masing-masing pengguna secara penuh dan mutlak. Dalam praktiknya, aplikasi ini hanya menyediakan tampilan visual yang ramah pengguna untuk menyusun dan merutekan pesanan transaksi. Saat pengguna memutuskan untuk membuka posisi perdagangan, pesanan tersebut akan langsung dikirimkan ke bursa atau pialang berjangka yang sah. Peran aplikasi dompet digital di sini murni sebagai penyedia teknologi infrastruktur, bukan sebagai perantara keuangan yang menahan dana pihak ketiga. Pemisahan batas wewenang yang sangat jelas ini secara drastis menurunkan risiko hilangnya dana nasabah akibat peretasan atau kegagalan sistem internal perusahaan. Regulator keuangan melihat model operasi desentralisasi ini memiliki tingkat risiko sistemik yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan bursa kustodial terpusat. Pendekatan ini selaras dengan prinsip dasar kemandirian finansial di mana keamanan aset menjadi tanggung jawab penuh dari pemiliknya masing-masing. Transformasi Akses Pengguna ke Pasar Bursa Berjangka Integrasi Transaksi Langsung di Dalam Aplikasi Keberhasilan mendapatkan restu dari regulator ini membawa dampak yang sangat positif bagi pengalaman pengguna di dalam ekosistem Solana. Pihak Phantom menjelaskan dalam publikasi blog resmi mereka bahwa izin ini memungkinkan adanya integrasi pasar yang jauh lebih mulus. Pengguna kini dapat langsung mengakses berbagai produk Derivatif yang teregulasi langsung dari dalam layar gawai pintar mereka. Berikut adalah beberapa keuntungan langsung yang bisa dinikmati oleh para pengguna Dompet Kripto berkat integrasi sistem ini: Akses cepat menuju berbagai instrumen kontrak acara dan produk perdagangan margin tanpa perlu repot membuat akun terpisah di platform lain. Proses pengiriman pesanan transaksi yang dieksekusi secara instan dan langsung diteruskan ke bursa mitra yang telah mengantongi izin operasi resmi. Pengembang aplikasi sangat menekankan bahwa fitur baru ini dirancang untuk mempertahankan kenyamanan tanpa mengorbankan aspek kepatuhan hukum sama sekali. Pengguna tidak perlu lagi merasa khawatir saat berinteraksi dengan instrumen keuangan yang kompleks karena seluruh alurnya diawasi oleh mitra terdaftar. Inovasi ini sukses menjembatani jurang pemisah yang selama ini ada antara aplikasi keuangan terdesentralisasi dengan pasar Bursa Berjangka konvensional. Pendekatan Kepatuhan Hukum yang Sangat Proaktif Pencapaian luar biasa ini tidak lepas dari strategi hukum dan pendekatan proaktif yang diterapkan oleh tim manajemen perusahaan sejak awal. Pihak Phantom mendeskripsikan kesepakatan ini sebagai pencapaian pertama dari jenisnya untuk model bisnis dompet digital non-kustodial. Kesuksesan ini adalah buah manis dari keterlibatan awal yang intensif antara tim perumus kebijakan perusahaan dengan para petinggi di lembaga negara. Tim pengembang dengan tegas menyatakan bahwa mereka memilih jalan yang berbeda dari kebiasaan perusahaan rintisan teknologi pada umumnya. Mereka menyadari bahwa membangun produk terlebih dahulu lalu meminta maaf belakangan jika melanggar adalah sebuah langkah yang sangat berisiko. Oleh karena itu, mereka memilih untuk membuka ruang dialog terbuka sejak tahap awal perancangan untuk memastikan semuanya berjalan di atas koridor hukum. Bagi para pengamat hukum perdata, studi kasus ini menunjukkan bagaimana kepatuhan regulasi bisa menjadi keunggulan kompetitif yang sangat mematikan di dunia bisnis. Langkah konsultasi hukum sejak dini ini sangat membantu para pihak di CFTC untuk memahami secara utuh bagaimana teknologi antarmuka modern ini beroperasi. Proses edukasi dua arah ini pada akhirnya menghasilkan titik temu yang menguntungkan semua pihak tanpa harus menghambat laju inovasi teknologi. Dampak Positif bagi Ekosistem Web3 dan Masa Depan Industri Menciptakan Standar Baru bagi Pengembang Dompet Digital Kesepakatan bersejarah antara penyedia dompet Solana ini dengan komisi pengawas diyakini akan menciptakan efek domino yang luar biasa kuat. Surat pengecualian hukum ini tidak hanya berlaku sebagai kemenangan tunggal bagi satu perusahaan, melainkan menjadi preseden tegak bagi seluruh industri. Keputusan ini secara tidak langsung telah menciptakan sebuah kerangka kerja regulasi baru bagi penyedia infrastruktur Dompet Kripto lainnya. Untuk bisa mengimplementasikan fitur perdagangan canggih secara legal, berikut adalah tahapan proses yang kini bisa dijadikan acuan oleh pengembang lain: Melakukan audit arsitektur perangkat lunak untuk memastikan sistem benar-benar bersifat non-kustodial dan tidak dapat menahan aset pelanggan. Menjalin kemitraan strategis dengan entitas pialang atau bursa berjangka yang telah beroperasi secara sah dan diawasi ketat oleh otoritas negara. Membuka ruang diskusi dan konsultasi secara proaktif dengan pengawas keuangan untuk mendemonstrasikan alur kerja produk secara transparan. Menyediakan sistem pelaporan serta mekanisme perlindungan konsumen yang memadai di dalam antarmuka aplikasi sebelum peluncuran resmi dilakukan. Dengan

SEC AS Merilis Definisi Perdana: Aset Kripto Mana Saja yang Termasuk Sekuritas?

Gemini said SEC AS Merilis Definisi Perdana: Aset Kripto Mana Saja yang Termasuk Sekuritas?

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) akhirnya mengambil langkah bersejarah bagi industri keuangan digital. Untuk pertama kalinya, lembaga pengawas ini merilis panduan resmi yang mendefinisikan secara jelas kategori Aset Kripto di pasar. Keputusan ini diumumkan bersama dengan lembaga pengawas komoditas CFTC guna memberikan kepastian hukum yang telah lama dinantikan oleh para pelaku industri. Klasifikasi Baru Aset Kripto oleh SEC dan CFTC Kategori Resmi Aset Digital di Pasar Melalui panduan interpretatif terbaru ini, SEC merumuskan beberapa taksonomi khusus untuk membedakan fungsi setiap instrumen digital. Ketua SEC, Paul Atkins, menegaskan bahwa pemisahan ini mengembalikan fokus utama lembaganya hanya pada pengawasan pasar modal tradisional. Berikut adalah klasifikasi aset yang secara resmi diakui dalam dokumen panduan tersebut: Komoditas digital dan barang koleksi digital. Alat digital fungsional dan stablecoin. Sekuritas digital yang tunduk pada undang-undang bursa. Pengecualian Khusus untuk Aktivitas Jaringan Kabar baik bagi komunitas pengembang, otoritas pengawas secara tegas menyatakan bahwa sebagian besar Aset Kripto pada dasarnya bukanlah Sekuritas. Panduan ini juga memperjelas bahwa aktivitas esensial jaringan seperti airdrop, staking, dan proses mining terbebas dari aturan ketat perundang-undangan. Pemisahan wewenang yang sangat jelas ini menjadi angin segar yang telah didambakan oleh para inovator selama lebih dari satu dekade. Perubahan Arah Kebijakan di Bawah Paul Atkins Meninggalkan Pendekatan Era Gary Gensler Sikap pro-inovasi ini merupakan putar balik yang sangat tajam jika dibandingkan dengan era kepemimpinan Gary Gensler sebelumnya. Pada masa itu, lembaga sering kali menolak untuk menyusun rancangan kebijakan yang disesuaikan khusus dengan karakteristik unik sektor Aset Digital. Paul Atkins bahkan secara gamblang menyindir bahwa institusinya kini tidak lagi mencoba menjadi komisi arogan yang mengatur segala hal di luar batas wewenangnya. Menanti Rancangan Aturan Formal Baru Meskipun dokumen panduan saat ini masih bersifat pandangan informal, sebuah proses pembuatan aturan baku yang mengikat akan segera diluncurkan. Paul Atkins membocorkan bahwa draf aturan setebal lebih dari 400 halaman tersebut ditargetkan rilis dalam satu atau dua minggu ke depan. Proposal komprehensif ini kabarnya akan memuat rencana strategis mengenai “pengecualian inovasi” yang dijamin sangat menguntungkan bagi iklim bisnis perusahaan teknologi. Sinergi Antar Lembaga untuk Kepastian Hukum Aset Digital Dukungan Penuh dari Pengawas Komoditas CFTC Langkah progresif perumusan definisi ini mendapat dukungan penuh dari Ketua CFTC, Mike Selig, yang lembaganya juga meratifikasi sistem taksonomi serupa. Kesepakatan ini terjadi hanya berselang beberapa hari setelah kedua lembaga federal tersebut meresmikan hubungan kemitraan untuk mengatur industri secara harmonis. Keselarasan pandangan dari dua raksasa regulator ini merupakan pencapaian luar biasa untuk menciptakan ekosistem finansial yang transparan di Amerika Serikat. Mendorong Inovasi Teknologi Berkelanjutan Dokumen panduan ini juga menyoroti detail teknis bahwa status sebuah kontrak investasi digital ternyata tidak selalu bersifat permanen dan mengikat selamanya. Ketika penerbit token telah berhasil memenuhi janji pengembangannya, aset tersebut bisa saja kehilangan statusnya sebagai Sekuritas secara otomatis. Memanfaatkan momentum kejelasan regulasi yang semakin kokoh ini, Mike Selig sangat meyakini bahwa sekarang adalah waktu yang paling tepat untuk kembali membangun infrastruktur Kripto di Amerika.