Rakuten Resmi Jadikan XRP Metode Pembayaran bagi 44 Juta Penggunanya

Raksasa e-commerce asal Jepang, Rakuten, mengumumkan ekspansi layanan aset digitalnya dengan mengintegrasikan token XRP ke dalam aplikasi Rakuten Pay. Langkah strategis ini membuka jalan bagi sekitar 44 juta pengguna mereka untuk menggunakan mata uang kripto besutan Ripple tersebut sebagai alat pembayaran di lebih dari 5 juta merchant yang tersebar di seluruh penjuru Jepang. Integrasi Ekosistem Loyalitas Raksasa Berdasarkan pengumuman resmi yang disampaikan oleh Senior Ecosystem Growth Manager Ripple, Tatsuya Kohrogi, melalui platform X pada hari Selasa, fitur baru ini akan mulai efektif beroperasi pada 15 April. Nantinya, para pengguna tidak hanya dapat menggunakan XRP untuk transaksi pembayaran, tetapi juga dapat menyimpannya di Rakuten Wallet serta melakukan perdagangan spot (spot trade) secara langsung di dalam aplikasi. Lebih lanjut, inovasi ini mengikat XRP ke dalam salah satu sistem poin loyalitas terbesar di Jepang. Kohrogi memaparkan bahwa pelanggan kini bisa mengonversi Poin Rakuten yang mereka miliki untuk membeli token XRP. Sebagai gambaran besarnya skala ekosistem ini, saat ini terdapat lebih dari 3 triliun Poin Rakuten yang beredar di masyarakat, dengan estimasi nilai mencapai US$23 miliar. “Mulai 15 April, Rakuten Wallet akan meluncurkan XRP baik sebagai aset yang terdaftar maupun sebagai metode pembayaran. Ini berarti pengguna dapat membeli XRP langsung menggunakan Poin Rakuten dan mengisi saldo Rakuten Cash mereka dengan XRP untuk dibelanjakan di jutaan merchant,” jelas Kohrogi. Tonggak Sejarah Baru bagi Adopsi Kripto Pihak Ripple menyambut antusias kerja sama ini dan menyebutnya sebagai salah satu pencapaian paling monumental bagi ekosistem XRP. Kohrogi menekankan bahwa reputasi Rakuten sebagai salah satu merek konsumen paling tepercaya di Jepang memberikan bobot tersendiri bagi kemitraan ini. “Fakta bahwa XRP kini tertanam kuat dalam infrastruktur loyalitas dan pembayaran mereka merupakan sinyal yang sangat positif tentang ke mana arah adopsi aset digital ke depannya,” tambahnya. Langkah adopsi aset kripto ini bukanlah inisiatif pertama bagi Rakuten. Perusahaan teknologi ini tercatat telah mulai memfasilitasi transaksi menggunakan Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Bitcoin Cash (BCH) sejak tahun 2023. Jauh sebelum itu, pada tahun 2021, Rakuten juga sempat meluncurkan aset kripto internal mereka yang diberi nama Rakuten Coin sebagai bagian dari sistem penghargaan loyalitas pelanggan. Untuk mendapatkan wawasan lebih luas, Anda bisa mengikuti Komunitas Crypto kami yang aktif berbagi insight dan update terbaru melalui beranda website Blockped.
Gagal Bertahan di US$76.000, Sinyal Langka Ini Justru Indikasikan Bitcoin Berada di Dasar Pasar

Harga Bitcoin (BTC) kembali gagal mempertahankan momentum penembusan (breakout) di atas level US$76.000. Kendati demikian, sebuah metrik langka dari pasar derivatif justru memancarkan sinyal kuat bahwa aset kripto terbesar ini mungkin sedang berada di titik terendah pasar (market bottom) dan bersiap untuk lonjakan harga yang signifikan. Pergerakan Harga dan Anomali Pasar Tradisional Pada perdagangan baru-baru ini, Bitcoin sempat memberikan harapan setelah menyentuh level resistensi kunci di US$76.000. Namun, reli tersebut kembali terhenti di batas yang sama yang telah menahan laju harga selama lebih dari dua bulan terakhir. BTC berbalik arah dan turun ke bawah US$74.000, sebelum akhirnya diperdagangkan di kisaran US$74.300 dengan kenaikan tipis 1,3% dalam 24 jam terakhir. Tren serupa juga dialami oleh Ethereum (ETH) yang ditarik mundur dari level US$2.400, meskipun masih mencatatkan kinerja yang sedikit lebih baik dengan kenaikan harian sebesar 2,5%. Menariknya, koreksi di pasar kripto ini berbanding terbalik dengan euforia di pasar tradisional. Indeks Nasdaq ditutup di level tertingginya dengan lonjakan 2%. Sementara itu, indeks S&P 500 naik 1,2% dan kini hanya terpaut beberapa poin dari rekor tertinggi baru (All-Time High). Pemandangan ini sangat kontras dengan posisi Bitcoin yang masih berada sekitar 40% di bawah rekor tertingginya di angka US$126.000. Sinyal ‘Short Squeeze’ dari Pasar Derivatif Meskipun breakout Bitcoin gagal bertahan, kondisi internal pasar saat ini dinilai sangat matang untuk memicu lonjakan harga secara tiba-tiba (squeeze). Kepala Riset K33 Research, Vetle Lunde, mengungkapkan bahwa tingkat pendanaan (funding rates) pada kontrak perpetual Bitcoin di bursa Binance telah mencatatkan nilai negatif selama 11 periode berturut-turut di tengah reli baru-baru ini. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas trader masih bersikap pesimis (bearish) dan terus bertaruh pada penurunan harga. Di saat yang bersamaan, open interest (jumlah kontrak yang aktif) justru terus meningkat. Menurut Lunde, kombinasi ini menunjukkan bahwa trader terus menambah posisi jual (short) baru alih-alih menutupnya. Secara historis, penumpukan posisi short seperti ini sering kali menjadi bahan bakar utama yang memicu lonjakan harga tajam ke atas ketika para trader tersebut terpaksa melikuidasi posisi mereka. Mengulang Sejarah Krisis FTX 2022 Lebih lanjut, Lunde menyoroti bahwa rata-rata funding rate 30 harian kini telah berada di zona negatif selama 46 hari berturut-turut. Rangkaian sentimen bearish yang berkepanjangan ini merupakan fenomena langka yang menyamai periode stres pasar ekstrem di masa lalu. Pola serupa sebelumnya hanya terlihat setelah peristiwa keruntuhan bursa FTX pada akhir tahun 2022, serta pada masa bear market pertengahan tahun 2021 ketika China melarang keras aktivitas penambangan Bitcoin. “Rezim penghindaran risiko (risk-off) yang sebanding seperti ini secara historis selalu terbukti menjadi titik masuk (entry point) yang sangat menarik bagi BTC,” tegas Lunde, merujuk pada potensi lonjakan harga akibat penutupan paksa dari posisi short yang terlalu padat. Sebagai sumber terpercaya, Anda dapat mengakses Berita Crypto terkini yang kami rangkum secara lengkap langsung melalui beranda website Blockped.
Figure dan Hastra Perluas DeFi dengan Kredit Mobil Berbasis Blockchain

Perusahaan pinjaman berbasis blockchain Figure Technology Solutions bersama platform kredit onchain-nya, Hastra, kini memperluas layanan mereka dengan menghadirkan pembiayaan kendaraan (auto loan) ke dalam ekosistem DeFi. Langkah ini menandai perluasan aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) yang tersedia bagi investor DeFi, yang sebelumnya lebih banyak berfokus pada produk berbasis ekuitas rumah. Melalui marketplace pinjaman terdesentralisasi Democratized Prime di Figure Markets, pembiayaan kendaraan menjadi kelas aset baru pertama yang ditambahkan. Platform ini dirancang untuk memungkinkan berbagai jenis kredit konsumen diterbitkan, diperdagangkan, dan didanai secara langsung di blockchain. CEO Figure, Michael Tannenbaum, menyebut bahwa perusahaan memang telah lama mempersiapkan langkah ini, dengan total pinjaman onchain yang telah mencapai lebih dari $22 miliar. Langkah ini juga menjadi uji awal apakah kredit privat yang ditokenisasi dapat berkembang melampaui produk ekuitas rumah ke sektor pembiayaan konsumen yang lebih luas. Jika berhasil, hal ini berpotensi membuka akses yield baru di DeFi, meskipun juga membawa risiko kredit yang serupa dengan pasar pinjaman berisiko tinggi (subprime). Ekspansi ke Ethereum dan Ekosistem Lebih Luas Platform Hastra, yang pertama kali diluncurkan pada 2025 di jaringan Solana, kini mulai memperluas jangkauannya ke jaringan berbasis EVM (Ethereum Virtual Machine). Ekspansi ini akan dimulai dengan integrasi ke Ethereum, membuka akses ke ekosistem DeFi yang lebih luas sekaligus membawa sistem kredit yang sudah ada, termasuk eksposur terhadap pinjaman ekuitas rumah, ke jaringan baru. Menurut pernyataan perusahaan, produk pembiayaan kendaraan akan diluncurkan terlebih dahulu di Solana sebelum diperluas ke Ethereum sekitar bulan Juni. Risiko dan Tantangan Tetap Ada Meski inovasi ini membuka peluang baru, risiko dasar dari pinjaman konsumen tetap tidak hilang. Pinjaman kendaraan non-prime, misalnya, memiliki potensi gagal bayar yang lebih tinggi, terutama dalam kondisi ekonomi yang kurang stabil. Selain itu, masih ada tantangan terkait regulasi, transparansi, serta bagaimana produk kredit berbasis blockchain ini akan bertahan dalam kondisi pasar yang volatil. Prospek Positif dari Analis Awal bulan ini, analis dari Bernstein menilai bahwa Figure memiliki potensi pertumbuhan yang kuat dan mungkin masih undervalued. Mereka memberikan rating “Outperform” dengan target harga $67, hampir dua kali lipat dari harga pasar saat ini. Penilaian ini didorong oleh pertumbuhan pesat bisnis pinjaman tokenisasi Figure, dengan nilai pinjaman yang mencapai lebih dari $1,2 miliar pada Maret dan total volume kuartal pertama sebesar $2,9 miliar. Figure sendiri telah melantai di bursa sejak 11 September 2025 dan terdaftar di Nasdaq dengan kode saham FIGR. Untuk mendapatkan update terbaru seputar perkembangan DeFi dan aset digital lainnya, kamu juga bisa mengikuti berbagai Komunitas Crypto yang aktif membahas tren dan peluang di industri ini.
Calon Ketua The Fed Ungkap Investasi di Kripto dan AI

Kevin Warsh, kandidat pilihan Donald Trump untuk memimpin bank sentral Amerika Serikat menggantikan Jerome Powell, melaporkan kepemilikan aset senilai lebih dari $100 juta menjelang sidang konfirmasi di Senat. Menariknya, laporan tersebut juga mencakup investasi di sektor kripto dan kecerdasan buatan (AI). Dalam dokumen yang diajukan ke United States Office of Government Ethics, Warsh mencantumkan kepemilikan di sejumlah Excepted Investment Funds (EIF), termasuk yang terkait dengan perusahaan kripto seperti Compound, Dapper Labs, dan Kinetic. Ia juga memiliki investasi di berbagai perusahaan AI seperti Delphi, Conversion, Factory, dan Glue. Namun, laporan tersebut tidak mencantumkan nilai detail dari investasi di sektor kripto dan AI tersebut. Menurut laporan Reuters, hal ini bisa disebabkan oleh aturan yang tidak mewajibkan pelaporan untuk aset bernilai di bawah $1.000, meskipun alasan pastinya tidak dijelaskan secara rinci. Aset Besar dan Pengaruh Besar Sebagian besar kekayaan Warsh berasal dari investasi besar lainnya, termasuk lebih dari $50 juta di Juggernaut Fund, serta pendapatan lebih dari $10 juta dari biaya konsultasi untuk Duquesne Family Office, perusahaan investasi milik Stanley Druckenmiller. Pencalonan Warsh pertama kali diumumkan pada Januari, dan secara resmi diajukan ke Senat pada Maret setelah meningkatnya tekanan untuk menggantikan Powell. Posisi Ketua The Fed sendiri memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan keuangan AS, termasuk penetapan suku bunga. Masa jabatan Powell akan berakhir pada 15 Mei, sementara sidang konfirmasi Warsh dijadwalkan berlangsung pada 21 April oleh Komite Perbankan Senat. Kekosongan Posisi di Lembaga Regulasi Di sisi lain, pemerintahan Trump masih belum mengumumkan kandidat untuk beberapa posisi penting di lembaga keuangan lainnya, seperti Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Saat ini, SEC hanya memiliki tiga dari lima komisaris yang aktif, sementara CFTC bahkan hanya memiliki satu komisaris, yaitu Michael Selig, dengan empat posisi lainnya masih kosong. Padahal, kedua lembaga ini diperkirakan akan memainkan peran penting dalam mengatur industri aset digital, terutama jika RUU struktur pasar kripto yang masih tertunda sejak Juli 2025 berhasil disahkan oleh Senat. Untuk mengikuti perkembangan terbaru terkait regulasi dan industri aset digital, jangan lewatkan berbagai Berita Bockchain yang kami sajikan secara update dan terpercaya.
Abaikan Tensi Geopolitik, Bitcoin Sukses Rebound ke US$73.400 Seiring Turunnya Harga Minyak

Harga Bitcoin (BTC) berhasil menghapus kerugian yang dialaminya sepanjang akhir pekan, berbalik menguat hingga menembus level US$73.400 pada perdagangan sesi Amerika Serikat di hari Senin. Menariknya, pemulihan aset berisiko ini terjadi di tengah buntunya negosiasi damai antara AS dan Iran, serta adanya instruksi blokade Selat Hormuz. Pembalikan Arah di Tengah Gejolak Makro Tren kepanikan di akhir pekan yang kemudian diikuti oleh pembalikan arah (reversal) pada hari Senin tampaknya telah menjadi pola baru di tahun 2026. Sebelumnya, harga Bitcoin sempat anjlok sekitar 4% sejak Sabtu malam hingga Senin dini hari. Penurunan tersebut dipicu oleh sentimen negatif dari kabar bahwa Wakil Presiden AS, J.D. Vance, meninggalkan Pakistan tanpa membawa kesepakatan damai dengan Iran, disusul oleh perintah Presiden Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz. Namun, kerugian tersebut sukses dihapus sepenuhnya saat pasar AS mulai beroperasi pada hari Senin. Saat pasar saham AS ditutup, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$73.400, mencatatkan kenaikan lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir. Tren positif ini juga mengekor pada aset kripto alternatif (altcoin) lainnya. Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP (XRP) kompak berada di zona hijau, meskipun dengan persentase kenaikan yang sedikit di bawah BTC. Harga Minyak Merosot, Saham Kripto Meroket Pemulihan Bitcoin berjalan beriringan dengan pergerakan positif di pasar tradisional. Indeks padat teknologi Nasdaq ditutup menguat 1,2%. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang sempat memicu kepanikan dengan menyentuh US$105 per barel pada hari Minggu, kini telah terkoreksi signifikan dan kembali berada di bawah level US$100, tepatnya di kisaran US$98 per barel. Di bursa saham, perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan industri kripto mencatatkan performa gemilang. Saham Circle (CRCL) memimpin dengan lonjakan 11%, disusul oleh Gemini (GEMI) yang naik 9%, serta MARA Holdings (MARA) dan Bullish (BLSH) yang masing-masing menguat sedikit di atas 8%. Manuver Agresif ‘Strategy’ Terus Berlanjut Di luar isu geopolitik Timur Tengah, perusahaan besutan Michael Saylor, Strategy (MSTR), terpantau terus menyedot pasokan Bitcoin di pasar dengan langkah yang sangat agresif. Pekan lalu, perusahaan tersebut memborong 13.927 BTC senilai US$1 miliar. Menariknya, Saylor dan timnya tidak menerbitkan saham biasa (*common stock*) untuk mendanai pembelian raksasa ini. Mereka lebih memilih untuk menerbitkan saham preferen STRC senilai US$1 miliar yang menawarkan imbal hasil (yield) sebesar 11,5%. Aktivitas perdagangan saham STRC pada hari Senin memberikan sinyal kuat bahwa aksi borong Bitcoin skala besar akan kembali terjadi pekan ini. Volume perdagangan STRC tercatat memecahkan rekor dengan menyentuh angka US$770 juta. Dengan saham yang terus diperdagangkan pada nilai parinya, hal ini mengindikasikan adanya penerbitan saham tambahan yang signifikan oleh Strategy, yang pada akhirnya akan bermuara pada pembelian Bitcoin massal selanjutnya. Untuk memperluas wawasan Anda, jangan lewatkan Info Kripto terbaru yang kami sajikan lengkap dan selalu terupdate di beranda website Blockped.
Revisi RUU PARITY: Upaya Baru Parlemen AS Rombak Aturan Pajak Kripto

Anggota Kongres Amerika Serikat, Steven Horsford dan Max Miller, kembali mengajukan revisi Undang-Undang Perlindungan, Akuntabilitas, Regulasi, Inovasi, Perpajakan, dan Imbal Hasil Aset Digital (PARITY Act) pada akhir bulan lalu. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperbarui pendekatan dan regulasi pemerintah AS terkait perpajakan di sektor aset kripto. Manuver ini dinilai sangat krusial mengingat Kongres AS dijadwalkan akan membahas perombakan undang-undang perpajakan secara umum dalam beberapa bulan mendatang. Kebijakan ini akan berdampak langsung bagi seluruh investor dan pemilik aset digital di AS, karena mereka nantinya diwajibkan untuk melaporkan kepemilikan serta transaksi kripto mereka kepada otoritas pajak (IRS). Sorotan Utama: Perubahan Aturan Transaksi De Minimis RUU PARITY pertama kali diperkenalkan dalam bentuk draf diskusi pada Desember 2025 dan dirilis ulang pada 26 Maret 2026 untuk ditinjau lebih lanjut. Perubahan paling menonjol dari revisi ini terletak pada bagian pengecualian keuntungan de minimis. Selama ini, industri kripto terus melobi adanya pengecualian de minimis agar transaksi kecil skala harian—seperti membeli kopi menggunakan kripto—tidak perlu repot dilaporkan sebagai keuntungan atau kerugian modal. Versi Desember 2025: Draf awal menyertakan ambang batas US$200 khusus untuk pembayaran yang menggunakan “stablecoin yang diatur” (mengacu pada UU GENIUS). Versi Maret 2026: Draf terbaru menghapus ambang batas US$200 tersebut. Sebagai gantinya, RUU ini menetapkan bahwa penjualan *stablecoin* yang diatur tidak akan dikenakan perhitungan keuntungan atau kerugian pajak, “kecuali jika basis wajib pajak pada *stablecoin* tersebut kurang dari 99% dari nilai penebusannya.” Aturan ini juga menciptakan basis nilai US$1 yang dianggap sah untuk keperluan pertukaran, terpisah dari penjualan stablecoin itu sendiri. Penerapan Wash Sale dan Definisi Staking Selain pembaruan pada transaksi kecil, draf terbaru ini juga akan menerapkan aturan wash sale (larangan menjual aset dalam keadaan rugi untuk klaim pajak, lalu membelinya kembali dalam waktu dekat) pada transaksi aset digital. Langkah ini dinilai tidak terlalu kontroversial di kalangan pembuat kebijakan, mengingat Senator Cynthia Lummis juga pernah memasukkan ketentuan serupa dalam draf RUU pajaknya tahun lalu. Lebih lanjut, RUU PARITY ini akan memberikan garis demarkasi yang jelas untuk membedakan antara aktivitas “staking pasif” dengan aktivitas perdagangan (trading) aktif. Prospek Regulasi ke Depan Hingga saat ini, langkah selanjutnya untuk pengesahan RUU tersebut masih belum pasti. Di tengah wacana Kongres mengenai RUU rekonsiliasi pajak dan pengajuan anggaran Tahun Fiskal 2027 oleh Presiden Donald Trump, belum ada jaminan pasti bahwa RUU rekonsiliasi tersebut akan terwujud atau apakah regulasi kripto akan disematkan di dalamnya. Kendati demikian, diskusi intensif dengan para pelaku industri dalam beberapa pekan terakhir mengindikasikan adanya dorongan dan lobi yang kuat untuk memastikan sektor kripto masuk ke dalam legislasi pajak apa pun yang berpotensi disahkan menjadi undang-undang di Amerika Serikat. Sebagai referensi tambahan, Anda juga bisa mengunjungi Portal Crypto kami untuk mendapatkan informasi terbaru dan terpercaya seputar dunia aset digital melalui beranda website Blockped.
Mempermudah Analisis Multi-Timeframe dengan Parameter Resolusi Baru

Melakukan Analisis Multi-Timeframe (MTF) merupakan salah satu teknik pengamatan esensial bagi para pialang untuk memahami konteks pergerakan harga secara menyeluruh. Proses ini memungkinkan Anda untuk memproyeksikan indikator dari kerangka waktu (timeframe) yang lebih tinggi ke dalam grafik dengan kerangka waktu yang lebih rendah. Sebagai contoh, Anda kini bisa dengan sangat mudah menampilkan garis rata-rata pergerakan harian di atas grafik per jam hanya dalam beberapa ketukan untuk memantau tren jangka panjang. Platform TradingView sejak lama telah memfasilitasi kebutuhan MTF ini melalui dukungan interval grafik kustom, tata letak multi-grafik, dan yang paling utama, fungsi security di dalam bahasa pemrogramannya. Namun, pembaruan terbaru ini sukses membawa tingkat kepraktisan tersebut ke level yang jauh lebih tinggi dan sangat bersahabat bagi pengguna awam. Kemudahan Instan pada Indikator Bawaan Melalui pembaruan sistem teranyar ini, fungsionalitas MTF telah ditambahkan secara mulus ke dalam berbagai indikator bawaan platform. Anda kini dapat mengubah kerangka waktu rujukan dari indikator apa pun hanya dengan dua kali klik melalui menu Pengaturan (Inputs). Kehadiran menu tarik-turun (dropdown) “Resolusi” yang baru ini secara instan menawarkan berbagai kemungkinan taktis bagi para pialang teknikal. Anda tidak perlu lagi dipusingkan oleh urusan penulisan kode atau harus membuka banyak jendela peramban hanya untuk membandingkan kerangka waktu yang berbeda. Pembaruan Revolusioner untuk Pemrogram Pine Script Bagi Anda yang gemar meracik algoritma indikator mandiri, parameter resolution yang sama juga kini tersedia untuk diimplementasikan di dalam skrip kustom Anda. Dengan hanya menambahkan parameter sederhana ini ke dalam pernyataan deklarasi study pada skrip, Anda telah memberikan opsi kemudahan MTF bagi siapa saja yang menggunakan indikator buatan Anda. Nilai bawaan (default) dari parameter resolution ini bisa diisi dengan string resolusi apa pun yang sesuai dengan opsi di menu, atau dikosongkan (“”) jika Anda ingin sistem otomatis mengikuti resolusi grafik yang sedang aktif. Penggunaan parameter ini akan memicu sistem untuk otomatis memunculkan kolom input “Resolusi” pada menu pengaturan skrip. Untuk memberikan gambaran perbandingan yang lebih jelas, mari kita bedah cara lama dan cara baru dalam penulisan kodenya: Cara Lama (Menggunakan Fungsi security): Sebelumnya, jika Anda menggunakan grafik 5 menit namun ingin menampilkan perhitungan Moving Average dari data 1 Hari (1D), Anda wajib menggunakan fungsi security yang cukup panjang seperti ini: Pine Script //@version=4 study(title=”Moving Average”, shorttitle=”MA with security”, overlay=true) len = input(9, minval=1, title=”Length”) src = input(close, title=”Source”) out = sma(src, len) res = input(title=”Resolution”, type=input.resolution, defval=”1D”) s1 = security(syminfo.tickerid, res, out, gaps=true) plot(s1, color=color.red) Cara Baru (Menggunakan Parameter resolution): Kini, proses tersebut telah dipangkas menjadi jauh lebih ringkas dan rapi. Anda hanya perlu menyisipkan resolution=”D” langsung ke dalam pemanggilan study di baris paling awal: Pine Script //@version=4 study(title=”Moving Average”, shorttitle=”MA with resolution”, overlay=true, resolution=”D”) len = input(9, minval=1, title=”Length”) src = input(close, title=”Source”) offset = input(title=”Offset”, type=input.integer, defval=0, minval=-500, maxval=500) out = sma(src, len) plot(out, color=color.blue, title=”MA”, offset=offset) Batasan Penggunaan dan Catatan Teknis Parameter resolution yang baru dirilis ini adalah jalan pintas yang sangat brilian untuk menambahkan kemampuan MTF pada skrip-skrip yang relatif sederhana. Meskipun demikian, untuk susunan Pine Script yang sangat kompleks, Anda tetap diwajibkan untuk menggunakan fungsi security guna mengeksekusi perhitungan lanjutan yang harus menarik informasi dari berbagai kerangka waktu secara bersamaan. Sebagai catatan penutup yang penting, harap diingat bahwa Anda perlu menerapkan ulang (reapply) indikator lama Anda ke atas kanvas grafik agar parameter resolusi yang baru ini dapat muncul dan berfungsi semestinya. Teruslah bereksperimen dengan pembaruan fitur ini untuk mempertajam kualitas analisis harian Anda di bursa perdagangan!
Era Baru Trading: Mengenal Asisten Kecerdasan Buatan dari TradingView

Selama bertahun-tahun, grafik harga di layar monitor Anda hanyalah sekumpulan garis, lilin (candlestick), dan angka yang membisu. Mereka menyajikan data mentah, namun menuntut Anda untuk memeras otak demi menerjemahkan maknanya. Namun, bagaimana jika grafik tersebut kini bisa “berbicara” dan langsung menjawab semua pertanyaan Anda? Memasuki era modern ini, TradingView dengan bangga memperkenalkan fitur terbarunya: TradingView AI Chart Copilot. Inovasi mutakhir ini merupakan sebuah Asisten Kecerdasan Buatan yang didesain khusus untuk hidup dan menetap di panel samping peramban (browser) Anda. Ia bekerja secara berdampingan dengan grafik TradingView yang sedang Anda buka, siap sedia setiap saat untuk membantu Anda menginterpretasikan dinamika pasar. Tujuan utama dari kehadiran asisten pintar ini adalah untuk membantu Anda mengelola strategi (setup) perdagangan, membaca arah tren, dan membuat keputusan finansial dengan jauh lebih cepat dan tajam. Ekstensi revolusioner ini sudah dapat digunakan dengan mulus di Google Chrome maupun berbagai peramban lain yang berbasis Chromium (seperti Microsoft Edge, Opera, Brave, hingga Vivaldi). Saat ini, fitur tersebut telah tersedia secara resmi untuk seluruh basis pengguna TradingView di seluruh dunia. Namun, sebagai catatan penting, pihak pengembang mungkin akan menerapkan batasan penggunaan harian agar infrastruktur layanan ini tetap berkelanjutan dan bisa dinikmati secara gratis oleh semua orang. Cara Mudah Memulai Ekstensi Copilot Anda Bagi Anda yang mungkin tidak terlalu awam dengan hal teknis, tidak perlu merasa khawatir. Memulai perjalanan analisis bersama kecerdasan buatan ini sejatinya sangatlah praktis dan hanya memakan waktu kurang dari satu menit. Pengembang telah merancang antarmuka pengguna sedemikian rupa agar proses instalasinya tidak mengganggu ritme perdagangan harian Anda. Berikut adalah urutan langkah super cepat untuk segera mengaktifkan asisten pintar ini di layar monitor Anda: Pasang ekstensi TradingView Chart Copilot melalui toko ekstensi resmi peramban Anda. Buka grafik aset apa saja di situs web TradingView seperti biasa. Klik ikon ekstensi yang baru saja terpasang di pojok layar peramban. Lakukan proses masuk (sign in) menggunakan kredensial akun TradingView Anda. Selesai! Anda kini siap memulai sesi analisis yang jauh lebih efisien. Fitur Unggulan untuk Membedah Pergerakan Pasar Setelah asisten pintar Anda aktif, Anda mungkin bertanya-tanya hal hebat apa saja yang bisa dilakukannya. Ekstensi ini bukan sekadar bot obrolan biasa, melainkan mesin komputasi canggih yang terhubung langsung dengan basis data pasar global secara seketika (real-time). Mari kita selami lebih dalam bagaimana perangkat ini sanggup merubah total cara Anda membedah setiap Pergerakan Pasar. Ringkasan Analisis Teknikal dalam Hitungan Detik Salah satu skenario penggunaan yang paling digemari adalah kemampuannya untuk membedah kondisi teknikal suatu aset secara instan. Anda bisa langsung mengetikkan pertanyaan tentang saham atau koin kripto apa pun, dan dalam hitungan detik, asisten ini akan menyajikan laporan komprehensif. Laporan tersebut mencakup pembacaan indikator rata-rata pergerakan (moving averages), RSI, MACD, hingga identifikasi level dukungan (support) dan resistensi (resistance) kunci. Alih-alih Anda harus menarik garis dan membaca indikator tersebut satu per satu secara manual, seluruh data tersebut akan disintesis menjadi sebuah ringkasan prospek Analisis Teknikal yang sangat mudah dicerna. Hal ini tentu akan sangat menghemat energi mental Anda, terutama ketika Anda sedang memantau belasan aset berbeda secara bersamaan di tengah sesi perdagangan yang sibuk. Manajemen Peringatan Harga yang Praktis Mengelola peringatan harga (alert) sering kali menjadi pekerjaan administratif yang cukup membosankan bagi para pialang aktif. Sebelumnya, Anda harus membuka kotak dialog berulang kali untuk memasang alarm pada berbagai titik harga yang berbeda. Kini, manajemen peringatan harga bisa dilakukan semudah Anda mengetik pesan singkat kepada seorang asisten pribadi. Anda cukup memberikan instruksi kepada Copilot untuk memasang peringatan pada setiap level harga kritis yang baru saja ia identifikasi sebelumnya. Hebatnya, sistem akan membuatkan semua peringatan tersebut sekaligus dalam satu kali jalan. Tidak berhenti di situ, Anda juga bisa meminta asisten ini untuk menampilkan daftar peringatan yang aktif, menjeda, memulai ulang, atau bahkan menghapus peringatan tertentu sepenuhnya melalui perintah percakapan biasa. Menemukan Katalis dan Peluang Trading Baru Pernahkah Anda melihat sebuah aset tiba-tiba melonjak naik atau anjlok tajam dan merasa kebingungan mencari tahu apa penyebab utamanya? Copilot hadir untuk memecahkan misteri Pergerakan Pasar tersebut. Ia mampu menarik ragam berita terbaru, data laporan pendapatan perusahaan, hingga metrik fundamental sentral dan menggabungkannya menjadi satu narasi utuh. Anda cukup mengeklik judul berita yang disajikan asisten tersebut untuk membaca artikel lengkapnya, tanpa perlu lagi repot berpindah-pindah tab peramban. Lebih jauh lagi, asisten ini juga bisa diandalkan sebagai mesin pencari peluang perdagangan atau screener yang andal. Anda bisa memintanya untuk menampilkan daftar saham yang baru saja menyentuh rekor harga tertinggi dalam 52 minggu terakhir. Anda bahkan bisa menyaring hasil pencariannya berdasarkan sektor industri tertentu, lonjakan volume transaksi, maupun sinyal teknikal spesifik. Klik saja salah satu hasil yang muncul di kolom obrolan, dan grafik aset tersebut akan langsung terbuka di layar Anda. Berpartisipasi dalam Fase Beta Publik Anda mungkin menyadari bahwa peluncuran ini masih menyandang status Public Beta atau tahap uji coba terbuka. Ini hanyalah langkah awal dari sebuah visi yang jauh lebih besar. Pihak TradingView sengaja meluncurkan versi beta ini ke hadapan publik karena mereka sangat percaya bahwa perpaduan antara kecerdasan buatan dan Analisis Teknikal akan merubah fondasi cara para pialang berinteraksi dengan pasar keuangan. Visi besar tersebut tentu tidak bisa dibangun sendirian. Tim pengembang sangat membutuhkan partisipasi aktif dari komunitas yang dinamis untuk bersama-sama membentuk masa depan ekosistem ini. Segala bentuk umpan balik, kritik, dan saran yang Anda berikan selama fase beta ini akan secara langsung memengaruhi arah pengembangan fitur selanjutnya. Tujuan akhirnya adalah mengintegrasikan kemampuan AI ini secara native atau bawaan ke dalam panel samping di seluruh peramban dan juga aplikasi desktop resmi mereka. Selama fase uji coba ini berlangsung, pembaruan dan perbaikan akan terus didistribusikan secara berkala berdasarkan masukan Anda. Jangan pernah ragu untuk memberi tahu pihak pengembang mengenai fitur apa saja yang berfungsi dengan baik, bagian mana yang terasa masih kurang pas, dan inovasi apa lagi yang ingin Anda lihat di masa mendatang. Anda dapat langsung memberikan penilaian dengan menekan tombol upvote (jempol ke atas) atau downvote (jempol ke bawah) pada setiap respons yang diberikan oleh asisten di dalam kolom obrolan. Selain itu, Anda juga sangat dipersilakan untuk memulai diskusi dan membagikan pengalaman Anda di forum resmi r/TradingView. Segera pasang ekstensi TradingView Chart Copilot sekarang juga, dapatkan keunggulan analitis
Memahami Konsep Dasar NFT sebagai Aset Digital Masa Depan

Perkembangan dunia maya saat ini telah melahirkan berbagai inovasi keuangan dan teknologi yang sangat revolusioner bagi masyarakat global. Salah satu topik yang paling sering diperbincangkan di berbagai forum internet belakangan ini adalah fenomena Non-Fungible Token atau NFT. Konsep mutakhir ini pada dasarnya merepresentasikan sebuah Aset Digital unik yang memberikan bukti penguasaan sah atas suatu barang di dunia maya. Bagi masyarakat awam, istilah teknis semacam ini mungkin terdengar sangat mengintimidasi dan sulit untuk dipahami pada pandangan pertama. Namun, secara sederhana, token ini adalah alat yang dirancang khusus untuk membuktikan bahwa Anda adalah pemilik tunggal dari sebuah karya spesifik. Karya yang dimaksud bisa berwujud apa saja, mulai dari gambar ilustrasi, cuplikan video pendek, hingga sekadar sebuah cuitan bersejarah di media sosial. Keunikan utama yang membedakan token inovatif ini dengan instrumen lainnya adalah identitasnya yang sangat khas dan sama sekali tidak bisa dipalsukan. Karakteristik ini membuatnya mustahil untuk diganti atau ditukarkan secara sepadan dengan barang lain yang terlihat identik di internet. Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan instrumen fungible seperti lembaran uang dolar atau koin Bitcoin yang nilainya selalu setara jika ditukarkan. Esensi Token sebagai Sertifikat Keaslian Ketika Anda memutuskan untuk membeli sebuah lukisan fisik di galeri seni, Anda biasanya akan menerima selembar sertifikat keaslian dari sang seniman. Dalam ekosistem maya, inovasi ini mengambil alih peran tersebut dengan bertindak layaknya sebuah sertifikat autentikasi yang murni berbasis digital. Sertifikat virtual ini berfungsi sebagai jaminan mutlak bahwa Aset Digital yang Anda beli adalah versi orisinal, bukan sekadar salinan gambar biasa. Setiap token yang beredar di pasar senantiasa membawa nilai eksklusivitas yang bersumber langsung dari tingkat kelangkaannya di mata publik. Transaksi atas token tersebut membuktikan kepada seluruh dunia bahwa Anda memegang kendali atas barang asli yang diakui oleh penciptanya. Berkat sistem ini, para kreator konten kini memiliki cara baru yang jauh lebih adil untuk menghargai dan memonetisasi hasil karya mereka. Mengakhiri Era Pembajakan Karya Maya Sebelum adanya inovasi canggih ini, mengklaim penguasaan atas sebuah gambar di internet adalah hal yang hampir mustahil untuk dilakukan. Siapa saja bisa dengan mudah mengunduh, menyalin, dan menyebarkan karya orang lain tanpa izin dalam hitungan sepersekian detik. Kehadiran token unik ini pada akhirnya sukses mendobrak batasan tersebut dan memberikan solusi konkret bagi perlindungan karya kreatif. Kini, meskipun jutaan orang bisa melihat dan mengunduh gambar yang sama, hanya ada satu pihak yang memiliki status kuasa sah. Identitas tersebut terkunci rapat di dalam sistem komputer global yang tidak bisa diretas oleh pihak mana pun. Transformasi besar inilah yang membuat banyak investor dan kolektor seni mulai serius melirik potensi pasar barang koleksi maya. Peran Sentral Teknologi Blockchain dalam Keamanan Ekosistem Seluruh keajaiban sertifikasi virtual ini tentu tidak akan bisa terwujud tanpa adanya fondasi arsitektur jaringan komputer yang sangat kuat. Token ini dicetak dan direkam secara permanen di atas sebuah infrastruktur buku besar publik yang didistribusikan secara merata. Sistem pencatatan publik yang sangat revolusioner ini secara luas dikenal oleh masyarakat dunia dengan sebutan Teknologi Blockchain. Jaringan Ethereum sering kali menjadi platform pilihan utama yang paling banyak digunakan oleh para pengembang untuk menerbitkan karya baru. Ketika sebuah token eksklusif diciptakan, sistem akan secara otomatis menambahkan catatan data riwayat baru ke dalam rantai blok jaringan. Rekaman data tersebut memuat detail penting seperti waktu pembuatan, tanda tangan digital, serta identitas karakteristik unik dari barang yang bersangkutan. Catatan historis inilah yang menjadi bukti tak terbantahkan mengenai tingkat autentisitas dan kepemilikan sebuah Aset Digital di bursa pertukaran. Token unik tersebut kemudian akan dihubungkan secara langsung ke sebuah alamat dompet virtual, yang biasanya merupakan alamat dompet milik sang kreator. Proses integrasi data yang sangat mulus ini memastikan bahwa tidak ada satu pun detail informasi yang tertinggal atau hilang. Sifat Permanen dan Desentralisasi Jaringan Salah satu keunggulan paling menonjol dari Teknologi Blockchain adalah struktur desentralisasinya yang sangat luar biasa tangguh terhadap berbagai serangan. Konsep desentralisasi berarti tidak ada satu pun otoritas pusat, seperti entitas perbankan atau pemerintah, yang mengendalikan aliran data di dalam jaringan. Jutaan komputer di seluruh dunia saling bekerja sama setiap detiknya untuk memvalidasi dan menjaga keutuhan data yang telah masuk ke dalam sistem. Berkat struktur perlindungan yang berlapis ini, setiap detail informasi yang tertanam di dalam token sama sekali tidak dapat diubah secara sepihak. Sifat kekekalan data ini secara efektif mengawetkan sejarah karya tersebut untuk selamanya, melindunginya dari ancaman manipulasi atau penghapusan paksa. Siapa pun tidak akan bisa meretas sistem hanya untuk memindahkan hak kuasa sebuah karya tanpa persetujuan langsung dari pemilik aslinya. Transparansi Penuh dalam Setiap Transaksi Sistem buku besar publik ini pada dasarnya memanfaatkan tingkat transparansi yang sangat tinggi untuk memberikan rasa aman kepada seluruh penggunanya. Setiap orang yang memiliki koneksi internet bisa dengan bebas melacak sejarah perpindahan tangan sebuah aset dari waktu ke waktu. Keterbukaan informasi semacam ini sangat krusial untuk mencegah praktik penipuan yang sering kali terjadi di pasar barang antik konvensional. Dengan mengandalkan keamanan tingkat militer, ekosistem jaringan rantai blok sukses memberikan identitas kekal pada setiap barang virtual di internet. Jejak transaksi yang tidak dapat diubah ini menjadi fondasi rasa percaya bagi para kolektor yang berani merogoh kocek dalam untuk berinvestasi. Singkatnya, inovasi ini benar-benar telah mengubah cara peradaban manusia memandang dan menyimpan nilai sebuah karya seni kontemporer. Verifikasi Mutlak Hak Kepemilikan di Pasar Bebas Fungsi paling mendasar dari sebuah aset maya ini adalah kemampuannya untuk mengukuhkan siapa yang paling berhak atas sebuah benda eksklusif. Setiap token selalu mengandung informasi identifikasi spesifik yang secara hukum digital menetapkan posisi pemilik sahnya di mata publik global. Seluruh data krusial terkait Hak Kepemilikan ini akan langsung direkam dan disiarkan ke penjuru jaringan sesaat setelah pencetakannya selesai. Rincian informasi penguasaan ini umumnya selalu mencakup deretan alamat dompet publik milik pihak yang pertama kali menciptakan karyanya. Selain itu, sistem juga akan menyertakan sebuah kode hash transaksi sebagai bukti matematis bahwa karya tersebut benar-benar telah dicetak secara resmi. Kumpulan data terenkripsi inilah yang menjadi nyawa utama penyokong berdirinya setiap barang koleksi virtual yang aktif beredar di bursa pertukaran. Menelusuri Jejak Rekam di Pasar Sekunder Ketika sebuah token eksklusif berhasil terjual ke tangan kolektor lain, peladen akan segera bekerja mencatat pembaruan perpindahan data tersebut. Alamat dompet publik milik pembeli baru
Blokade Selat Hormuz oleh Trump Kerek Harga Minyak 7% di Hyperliquid, Aset Kripto Tertekan

Harga minyak mentah berjangka melonjak tajam di platform perdagangan terdesentralisasi, Hyperliquid. Lonjakan signifikan ini dipicu oleh instruksi Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang memerintahkan blokade angkatan laut di jalur suplai global utama, Selat Hormuz, menyusul kebuntuan perundingan nuklir dengan Iran di Islamabad. Pergeseran Penemuan Harga ke Platform Terdesentralisasi Berdasarkan data perdagangan, kontrak perpetual futures minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat melesat 7% hingga menyentuh US$96,40. Tren serupa juga dialami kontrak berjangka Brent yang terkerek naik 6% ke level US$96. Menariknya, volume perdagangan WTI di platform Hyperliquid berhasil menembus angka US$1,53 miliar. Pencapaian ini menjadikannya instrumen ketiga yang paling banyak diperdagangkan di platform tersebut, tepat di bawah dominasi Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Tingginya volume ini menyoroti pergeseran tren investor yang kini semakin mengandalkan platform blockchain terdesentralisasi untuk melakukan penemuan harga (price discovery), terutama di saat jam operasional pasar tradisional sedang tutup. Ancaman Krisis Pasokan yang Belum Pernah Terjadi Keputusan blokade ini diumumkan pada waktu yang sangat rentan. Pertengahan April merupakan periode kritis bagi pasar minyak global, mengingat penarikan besar-besaran cadangan minyak strategis yang dikoordinasikan oleh Badan Energi Internasional (IEA) mulai mendekati batas maksimal. Sebagai informasi, pelepasan cadangan darurat yang diinisiasi sejak meletusnya konflik pada 28 Februari lalu telah membantu menutupi defisit pasokan sekitar 4,5 hingga 5 juta barel per hari akibat gangguan di Selat Hormuz. Namun, seiring dengan semakin menipisnya bantalan cadangan tersebut dalam beberapa pekan mendatang, selisih pasokan berisiko melebar tajam hingga menyentuh angka 10 hingga 11 juta barel per hari jika arus perdagangan tidak segera dinormalkan. Pihak House of Saud belum lama ini memperingatkan bahwa skenario terburuk tersebut dapat memicu “kejutan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pasar minyak modern.” Sejalan dengan itu, Kepala IEA, Fatih Birol, pada pekan lalu juga telah mewanti-wanti bahwa guncangan pasokan minyak di bulan April berpotensi jauh lebih parah dibandingkan bulan Maret. Dampak Sistemik ke Pasar Saham dan Kripto Krisis di jalur energi ini diproyeksikan akan memberikan efek kejut instan ke berbagai pasar keuangan. Indeks acuan harga minyak diperkirakan akan melompat tajam pada pembukaan pasar hari Senin di tengah ekspektasi ketatnya pasokan. Di sisi lain, pasar saham (equities) diprediksi akan menghadapi tekanan aksi jual (risk-off) akibat kembali mencuatnya kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi. Para trader tampaknya akan mulai mengkalkulasi ulang asumsi pertumbuhan ekonomi global, yang berujung pada meningkatnya volatilitas baik di pasar tradisional maupun kripto. Tekanan terhadap aset berisiko ini sudah mulai terlihat nyata. Bitcoin, yang sering dijadikan indikator utama selera risiko (risk appetite) oleh para trader, kini tengah berada di bawah tekanan. Berdasarkan data dari CoinDesk saat berita ini ditulis, Bitcoin mengalami koreksi hampir 3% dalam sehari dan diperdagangkan di kisaran level US$71.000. Sebagai referensi tambahan, kami juga menyediakan Komunitas Crypto terupdate dan pastinya solid.