Blockped

TradingView Resmi Menggandeng Universitas Idaho untuk Dorong Edukasi Finansial

TradingView terus memperluas jangkauan Program Edukasinya di kancah global. Kali ini, TradingView dengan bangga menyambut Universitas Idaho sebagai mitra terbaru untuk membantu para mahasiswa mendalami seluk-beluk pasar keuangan dunia. Mengenal Universitas Idaho Berdiri sejak tahun 1889, Universitas Idaho telah berkembang menjadi pusat pendidikan bertaraf global yang menampung hampir 12.000 mahasiswa aktif di berbagai jenjang studi—mulai dari sarjana hingga doktoral. Hingga tahun 2023, institusi ini telah mencetak lebih dari 140.000 lulusan dari beragam disiplin ilmu, mulai dari bioteknologi hingga teknologi virtual. Kampus ini terus berkomitmen untuk membentuk masa depan melalui inovasi dan solusi nyata bagi tantangan masyarakat yang kompleks. Fokus pada Manajemen Risiko Komoditas Salah satu program unggulan yang disorot dalam kemitraan ini adalah Manajemen Risiko Komoditas Pertanian (Agricultural Commodity Risk Management). Tujuan Program: Membekali mahasiswa dengan keahlian mengelola risiko dalam perdagangan dan pemasaran komoditas di sepanjang rantai pasok pertanian untuk mengoptimalkan keuntungan. Praktik Langsung: Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan langsung perdagangan komoditas menggunakan dana riil di bawah pengawasan ketat dari fakultas. Di titik inilah peran TradingView menjadi sangat krusial. Dukungan Akses Profesional dari TradingView Melalui kerja sama ini, mahasiswa program tersebut akan menikmati akses gratis ke berbagai fitur premium TradingView. Dukungan ini mencakup: Grafik harga yang sangat dinamis Ratusan indikator teknikal Beragam alat menggambar (drawing tools) dan fitur kustomisasi Berbekal perangkat analitik kelas atas ini, para mahasiswa dapat meriset pasar secara lebih mendalam, memantau pergerakan komoditas, dan memaksimalkan strategi perdagangan yang mereka susun. Tanggapan Pihak Universitas Menyambut kemitraan ini, Andres Trujillo-Barrera selaku Direktur Program menyampaikan antusiasmenya: “Kami sangat antusias dengan kemitraan bersama TradingView ini. Kolaborasi ini memberikan mahasiswa kami pengalaman praktik langsung yang sangat berharga dalam melakukan analisis teknikal dan fundamental menggunakan platform TradingView. Kerja sama ini akan meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan kami, sejalan dengan misi untuk menghadirkan peluang pembelajaran berbasis pengalaman nyata.” Langkah Maju untuk Edukasi Global Bergabungnya Universitas Idaho semakin memperpanjang daftar institusi yang tergabung dalam program mitra Edukasi TradingView. Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap globalisasi literasi keuangan, memberikan peluang riset terbaik bagi mahasiswa di seluruh dunia, dan memastikan para calon profesional di masa depan siap menghadapi pasar dengan instrumen yang tepat.

Refleksi Bitcoin Pizza Day 2026: Industri Kripto Indonesia Masuki Fase Matang dan Terpercaya

Refleksi Bitcoin Pizza Day 2026: Industri Kripto Indonesia Masuki Fase Matang dan Terpercaya

Menjelang peringatan tahunan Bitcoin Pizza Day pada 22 Mei 2026, lanskap aset kripto di Indonesia dinilai telah bertransformasi secara signifikan. PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax) menyoroti bahwa mata uang digital kini tidak lagi dipandang sebatas eksperimen teknologi, melainkan telah berevolusi menjadi pilar ekosistem keuangan yang matang, teregulasi, dan mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat. Lonjakan Adopsi dan Pergeseran Fokus Industri Kedewasaan ekosistem ini dibuktikan dengan lonjakan jumlah investor yang masif. Indodax mencatat platformnya kini hampir menembus angka 10 juta pengguna, sejalan dengan meluasnya adopsi aset digital di Tanah Air. CEO Indodax, William Sutanto, menegaskan bahwa tingginya angka ini merefleksikan pergeseran cara pandang masyarakat terhadap investasi kripto. “Industri ini sudah jauh lebih matang. Fokus utama kita saat ini bukan lagi sekadar memberikan akses, melainkan membangun kepercayaan serta memastikan perlindungan pengguna,” jelas William dalam keterangan resminya, Sabtu (16/5/2026). Momen kedewasaan ini terasa sangat relevan untuk direfleksikan bersamaan dengan Bitcoin Pizza Day—sebuah peringatan historis yang mengenang transaksi pada tahun 2010, di mana 10.000 keping Bitcoin digunakan untuk membeli dua loyang piza. Peristiwa tersebut menjadi tonggak sejarah pertama di mana Bitcoin diakui memiliki nilai tukar nyata di dunia. Dominasi Pasar dan Dorongan Regulasi Pertumbuhan pesat kripto tidak hanya terjadi secara global, tetapi juga menggema kuat di Indonesia. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026, total investor aset kripto nasional telah menembus 21,37 juta orang. Menariknya, sekitar 46,5% dari total investor tersebut merupakan basis pengguna Indodax. William menambahkan bahwa ekspansi pasar saat ini telah diiringi dengan fondasi regulasi yang kokoh. Pengesahan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) telah menjadi katalis bagi para pelaku industri untuk secara proaktif meningkatkan tata kelola perusahaan, transparansi, dan ketahanan sistem keamanan. Inovasi Keamanan dan Diversifikasi Aset Untuk menjawab tantangan regulasi dan ekspektasi publik, pelaku industri seperti Indodax kini menjadikan keamanan sebagai prioritas mutlak. Beberapa inisiatif strategis yang diterapkan meliputi: Penerapan KYC Hygiene: Pengetatan protokol Know Your Customer (KYC) ini dirancang untuk memitigasi berbagai risiko, mulai dari penyalahgunaan identitas, penipuan digital, hingga ancaman siber. William menegaskan bahwa keamanan kini mencakup perlindungan aset sekaligus identitas digital nasabah. Audit Proof of Reserves (PoR): Fitur transparansi yang memungkinkan nasabah untuk memverifikasi cadangan aset bursa secara berkala. Hal ini menjamin bahwa dana pengguna benar-benar tersimpan dengan aman, sekaligus menetapkan standar akuntabilitas yang tinggi. Selain memperkokoh benteng keamanan operasional, perluasan instrumen investasi juga terus dilakukan. Saat ini, Indodax telah menyediakan akses ke lebih dari 500 aset kripto. Daftar ini turut mencakup instrumen inovatif berbasis Real World Assets (RWA) seperti Tokenized Stocks, yang membuka opsi diversifikasi portofolio yang lebih luas dan terintegrasi bagi para investor di Indonesia. Sebagai tempat berbagi wawasan dan update terbaru, Komunitas Crypto kami dapat menjadi referensi tambahan yang bisa Anda akses melalui beranda website Blockped.

CEO SharpLink Ungkap 3 Faktor yang Bisa Membuat Harga Ethereum Melonjak

CEO SharpLink Gaming, Joseph Chalom, mengungkap tiga faktor utama yang diyakini dapat mendorong harga Ethereum kembali mengalami kenaikan signifikan. Menurutnya, kombinasi regulasi yang lebih jelas, meningkatnya minat risiko pasar, serta pertumbuhan tokenisasi aset dunia nyata akan menjadi pendorong utama pergerakan Ethereum ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan Chalom dalam wawancara bersama Robert Baggs di acara Chain Reaction milik Cointelegraph yang tayang di YouTube pada Kamis lalu. CLARITY Act Dinilai Jadi Katalis Besar untuk Ethereum Menurut Chalom, faktor pertama yang perlu terjadi agar harga Ethereum kembali mendapatkan momentum adalah lolosnya Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act) di Amerika Serikat. RUU tersebut bertujuan memberikan kepastian regulasi yang lebih jelas bagi industri kripto di AS. Pada hari yang sama dengan wawancara tersebut, seluruh 13 anggota Partai Republik dan dua anggota Demokrat menyetujui langkah lanjutan pembahasan CLARITY Act dalam pertemuan Komite Perbankan Senat AS. Chalom menilai banyak orang menganggap regulasi ini hanya berdampak di Amerika Serikat. Namun, menurutnya, negara-negara lain juga memantau perkembangan tersebut dengan sangat serius. Negara-Negara Asia Ikut Memantau Perubahan Sikap AS terhadap Kripto Chalom mengatakan dirinya banyak melakukan perjalanan ke berbagai negara Asia seperti Korea Selatan, Hong Kong, Tokyo, dan Singapura. Ia melihat bahwa negara-negara tersebut memperhatikan perubahan sikap Amerika Serikat terhadap aset digital. Menurutnya, AS sebelumnya dikenal memiliki pendekatan yang cukup keras terhadap industri kripto. Namun kini, negara tersebut mulai bergerak menuju posisi yang lebih terbuka dan bahkan berpotensi kembali menjadi pemimpin sektor keuangan global. Ia juga menyebut banyak pusat keuangan dunia khawatir apabila Amerika Serikat berhasil memimpin kembali perkembangan ekonomi digital berbasis dolar melalui industri aset kripto. Sentimen Risiko Pasar Jadi Faktor Penting Berikutnya Selain regulasi, Chalom menilai faktor kedua yang dapat mendorong kenaikan Ethereum adalah kembalinya minat investor terhadap aset berisiko. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut kemungkinan besar bergantung pada meredanya tensi geopolitik global serta mulai menurunnya dominasi narasi investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurut Chalom, pasar kripto memiliki peluang untuk kembali naik apabila fokus investor mulai bergeser dan kondisi global menjadi lebih stabil. SharpLink Gaming sendiri saat ini menjadi perusahaan treasury Ethereum publik terbesar kedua di dunia. Berdasarkan data Ethereum Treasuries, perusahaan tersebut memegang sekitar 861.251 ETH dengan nilai mencapai sekitar $1,89 miliar saat artikel ini ditulis. Ethereum sempat mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa di level $4.823 pada Agustus 2025 saat pasar kripto mengalami reli besar. Namun setelah itu, harga ETH turun sekitar 55% dan berada di kisaran $2.190 berdasarkan data CoinMarketCap. Tokenisasi Aset Dunia Nyata Diyakini Jadi Masa Depan Ethereum Faktor ketiga yang dinilai sangat penting oleh Chalom adalah perkembangan tokenisasi aset dunia nyata atau real-world asset (RWA). Menurutnya, sektor tokenisasi akan menjadi area dominasi utama Ethereum di masa depan. Chalom menyebut nilai aset RWA yang telah ditokenisasi saat ini berada di kisaran $32 miliar. Meski proses tokenisasi sudah dimulai sejak 2017, pertumbuhannya selama ini masih tergolong lambat. Namun sekarang, semakin banyak institusi besar mulai mengumumkan proyek tokenisasi aset keuangan mereka. Institusi Besar Mulai Masuk ke Tokenisasi di Ethereum Beberapa perusahaan keuangan besar telah menunjukkan minat serius terhadap tokenisasi berbasis blockchain Ethereum. Pada Rabu lalu, JPMorgan mengajukan peluncuran dana pasar uang tokenisasi di jaringan Ethereum. Produk tersebut memungkinkan penerbit stablecoin menyimpan cadangan mereka dalam instrumen yang lebih terregulasi sambil tetap memperoleh imbal hasil. Sementara itu pada Maret lalu, Franklin Templeton mengumumkan kerja sama dengan Ondo Finance untuk menghadirkan versi tokenisasi dari produk exchange-traded fund (ETF) mereka ke dalam blockchain. Melalui pendekatan tersebut, investor nantinya dapat mengakses produk investasi langsung melalui dompet kripto. Chalom optimistis pertumbuhan tokenisasi akan meningkat drastis dalam beberapa tahun mendatang. Ia bahkan menyebut kemungkinan nilai aset tokenisasi tidak lagi hanya berada di angka $30 miliar dalam setahun ke depan, melainkan dapat mencapai $500 miliar hingga $1 triliun. Kunjungi Info Kripto untuk mendapatkan update terbaru mengenai Ethereum, regulasi aset digital, serta perkembangan teknologi blockchain dunia.

Bagaimana Pasar Stablecoin Naik dari $100 Miliar Menjadi $300 Miliar dalam Satu Tahun

Dari likuiditas trading hingga pembayaran lintas negara, stablecoin berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pencapaian kapitalisasi lebih dari $300 miliar menjadi bukti bahwa stablecoin kini memainkan peran penting dalam transformasi sistem keuangan digital global. Tonggak $300 Miliar: Apa yang Mendorong Pertumbuhan Stablecoin? Lonjakan pasar stablecoin hingga melampaui angka $300 miliar terjadi karena kombinasi berbagai faktor yang saling mendukung dalam jangka waktu tertentu. Meski terlihat seperti pertumbuhan yang sangat cepat dari $100 miliar, peningkatan ini sebenarnya berlangsung secara bertahap sebelum akhirnya mengalami percepatan seiring meningkatnya adopsi kripto dan stablecoin. Sepanjang tahun 2025, jumlah penerbitan stablecoin meningkat signifikan dan mendorong total kapitalisasi pasar jauh melewati $300 miliar. Hal ini menandai perubahan besar, di mana stablecoin tidak lagi hanya digunakan dalam ekosistem kripto, tetapi mulai menjadi bagian penting dari sistem keuangan yang lebih luas. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa stablecoin kini digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari aktivitas trading, pembayaran lintas negara, regulasi keuangan hingga hubungan ekonomi internasional. Pada awal 2025, nilai pasar stablecoin berada sedikit di atas $200 miliar. Dalam 12 bulan berikutnya, pasar bertambah hampir $100 miliar hingga mencapai kisaran $317 miliar sampai $320 miliar pada awal 2026. Tidak ada satu faktor tunggal yang menyebabkan pertumbuhan ini. Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya partisipasi pasar kripto, regulasi yang semakin jelas, keterlibatan institusi besar, serta penggunaan stablecoin dalam aktivitas keuangan sehari-hari. Selain itu, pemulihan pasar aset digital juga meningkatkan kebutuhan terhadap instrumen berbasis dolar yang stabil dan mudah dipindahkan. Stablecoin Kembali Menjadi Sumber Likuiditas Utama Kripto Stablecoin kembali menjadi alat utama bagi trader untuk memindahkan dana di berbagai pasar kripto. Aset ini berfungsi sebagai penghubung penting untuk mentransfer nilai antar exchange, membuka maupun menutup posisi trading, hingga digunakan dalam aplikasi decentralized finance (DeFi). Ketika aktivitas trading meningkat sepanjang 2025, permintaan terhadap instrumen berbasis dolar yang cepat dan efisien ikut melonjak. Kemampuan stablecoin dalam memproses transfer hampir instan tanpa bergantung pada sistem perbankan tradisional membuatnya semakin dibutuhkan saat volatilitas pasar tinggi. Pertumbuhan ini tidak hanya mencerminkan pemulihan pasar kripto, tetapi juga memperkuatnya. Semakin banyak dana yang mengalir melalui stablecoin, semakin mudah aktivitas trading dilakukan. Kondisi tersebut kemudian memicu peningkatan penggunaan stablecoin secara berkelanjutan. Tahukah Anda?Beberapa stablecoin mampu memproses nilai transaksi harian yang bahkan melampaui jaringan kartu pembayaran besar saat aktivitas kripto sedang tinggi. Hal ini banyak dipengaruhi oleh bot trading dan arbitrase yang terus memindahkan dana antar exchange demi memanfaatkan selisih harga kecil di pasar. Regulasi yang Lebih Jelas Tingkatkan Kepercayaan Pasar Salah satu faktor penting di balik pertumbuhan stablecoin adalah perkembangan regulasi di berbagai pusat keuangan dunia. Di Amerika Serikat, pembahasan kebijakan dan rancangan undang-undang mulai mengarah pada aturan yang lebih jelas terkait cadangan aset dan transparansi stablecoin. Sementara itu, Uni Eropa melalui regulasi Markets in Crypto Assets (MiCA) juga menghadirkan standar serupa. Negara-negara seperti Singapura, Jepang, dan Uni Emirat Arab turut mengembangkan kerangka regulasi untuk mendukung penerbitan dan penggunaan stablecoin yang sesuai aturan. Walaupun regulasi tersebut belum menghilangkan seluruh risiko, kejelasan aturan berhasil meningkatkan rasa percaya pasar dan menarik minat institusi besar. Stablecoin pun mulai dipandang bukan sekadar alat spekulasi, melainkan instrumen keuangan yang semakin matang. Dua Model Stablecoin Dominan Terus Berkembang Pasar stablecoin saat ini didominasi oleh dua pemain besar dengan pendekatan berbeda, yaitu USDt dan USDC. USDt tetap mempertahankan posisinya sebagai penyedia likuiditas utama di berbagai exchange global, terutama di wilayah yang memiliki akses terbatas terhadap layanan perbankan dolar tradisional. Pertumbuhan USDt sangat berkaitan dengan tingginya volume trading dan permintaan aset berbasis dolar di pasar internasional. Di sisi lain, USDC berkembang melalui pendekatan yang lebih fokus pada kepatuhan regulasi. Pertumbuhan USDC didukung oleh integrasi yang lebih dalam dengan perbankan, layanan pembayaran, dan aplikasi perusahaan, khususnya di negara-negara yang menekankan transparansi serta kepatuhan hukum. Perbedaan pendekatan ini menunjukkan bahwa stablecoin berkembang di dua jalur sekaligus, yaitu kebutuhan likuiditas di dunia kripto dan integrasi dengan sistem keuangan tradisional. Transfer Lintas Negara Jadi Area Pertumbuhan Baru Selain untuk trading, stablecoin kini semakin banyak digunakan untuk transaksi lintas negara. Hal ini menunjukkan bahwa stablecoin perlahan mulai digunakan dalam aktivitas keuangan global sehari-hari. Metode remitansi dan pembayaran bisnis tradisional umumnya masih lambat serta mahal. Stablecoin menawarkan solusi yang lebih efisien dengan mengurangi ketergantungan pada banyak perantara dan mempercepat perpindahan dana antar negara. Walaupun volume transaksi stablecoin secara keseluruhan mencapai triliunan dolar setiap bulan, sebagian besar masih berasal dari aktivitas trading, arbitrase, dan penyediaan likuiditas. Namun demikian, penggunaan nyata di luar ekosistem kripto, seperti pembayaran perusahaan dan remitansi personal, terus mengalami pertumbuhan. Stablecoin Mulai Memiliki Pengaruh Geopolitik Stablecoin juga mulai berkaitan dengan kebijakan negara karena pemerintah menilai dampaknya terhadap arus modal, kontrol moneter, dan sistem pembayaran internasional. Salah satu contoh penting datang dari Rusia yang mengusulkan regulasi kripto dengan mengklasifikasikan aset digital sebagai properti. Walaupun penggunaan aset digital untuk pembayaran domestik tetap dilarang, penggunaannya diperbolehkan untuk penyelesaian transaksi perdagangan internasional. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana pemerintah dapat mempertahankan kontrol terhadap mata uang lokal sambil tetap membuka fleksibilitas dalam transaksi global. Dalam kondisi seperti ini, stablecoin menjadi solusi praktis bagi wilayah yang menghadapi sanksi ekonomi, pembatasan modal, atau keterbatasan akses ke jaringan perbankan internasional. Stablecoin Ikut Memengaruhi Permintaan Obligasi AS Bagian lain yang cukup penting dari pertumbuhan stablecoin adalah keterkaitannya dengan pasar keuangan tradisional. Sebagian besar stablecoin berbasis fiat didukung oleh cadangan berupa uang tunai dan surat utang pemerintah jangka pendek. Seiring meningkatnya penerbitan stablecoin, perusahaan penerbit mulai menjadi pembeli signifikan di pasar Treasury Bills Amerika Serikat. Fenomena ini menciptakan hubungan langsung antara permintaan dolar digital dengan aset keuangan tradisional. Dampak jangka panjangnya terhadap likuiditas pasar dan stabilitas sistem keuangan masih terus dipelajari. Tahukah Anda?Tidak semua dompet stablecoin dimiliki individu. Banyak wallet dikendalikan oleh sistem trading otomatis yang mampu menjalankan ribuan transaksi per menit tanpa campur tangan manusia. Data Pertumbuhan Tetap Perlu Dibaca dengan Hati-Hati Meski angka pertumbuhannya sangat besar, data stablecoin tetap perlu dianalisis secara hati-hati. Sebagian besar aktivitas on-chain berasal dari perpindahan internal, strategi trading, dan pergerakan likuiditas, bukan sepenuhnya penggunaan ekonomi nyata. Data transaksi mentah sering kali terlihat lebih besar karena mencakup aktivitas bot trading, perpindahan dana antar exchange, dan transaksi non-pembayaran lainnya. Meski demikian, setelah dilakukan penyesuaian, perkembangan stablecoin tetap menunjukkan pertumbuhan yang

Nigel Farage Beli Rumah $1,8 Juta Setelah Terima Donasi Kripto Rp6,7 Juta Pound

Politikus Inggris Nigel Farage dikabarkan membeli properti senilai 1,4 juta pound sterling atau sekitar $1,8 juta setelah menerima “hadiah pribadi” sebesar 5 juta pound sterling ($6,7 juta) dari miliarder kripto Christopher Harborne. Menurut laporan Sky News, transaksi pembelian rumah tersebut selesai pada Mei 2024, hanya beberapa minggu sebelum Farage mengumumkan pencalonannya dalam pemilu umum Inggris. Kini, Farage menghadapi penyelidikan parlemen Inggris terkait hadiah bernilai besar tersebut. Para pengkritiknya menilai donasi itu seharusnya dilaporkan dan didaftarkan setelah ia resmi menjabat. Farage Bantah Melanggar Aturan Pihak Reform Party dan Farage menegaskan tidak ada pelanggaran hukum dalam kasus ini. Farage berargumen bahwa hadiah tersebut diterima sebelum dirinya resmi memegang jabatan publik, sehingga tidak tunduk pada kewajiban pelaporan yang sama seperti donasi politik saat menjabat. Ia juga menyatakan partainya akan menentang upaya pelarangan maupun moratorium sementara terhadap donasi politik berbasis kripto di Inggris. Inggris Semakin Soroti Donasi Politik Kripto Kasus ini muncul di tengah meningkatnya tekanan dari anggota parlemen dan pejabat Inggris yang ingin membatasi donasi politik menggunakan aset kripto. Pada Februari 2025, Matt Western selaku ketua Joint Committee on the National Security Strategy meminta pemerintah mempertimbangkan larangan sementara terhadap donasi kripto untuk partai politik dan tokoh publik. Menurutnya, ada kekhawatiran bahwa pemerintah asing dapat memengaruhi politik Inggris melalui donasi aset digital, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. Pemerintah Inggris Siapkan Regulasi Baru Pemerintah Inggris kemudian mengajukan proposal legislasi pada Maret lalu untuk membatasi sementara donasi politik berbasis kripto. Aturan tersebut masih harus melewati persetujuan dua kamar parlemen Inggris serta mendapat pengesahan dari King Charles III sebelum resmi menjadi undang-undang. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan pemerintah akan bertindak tegas untuk melindungi demokrasi Inggris dari potensi pengaruh asing melalui pendanaan politik digital. Dapatkan berbagai Berita Bockchain dan perkembangan terbaru dunia aset digital global hanya melalui update terpercaya yang kami sajikan setiap hari.

Bank of England Pertimbangkan Pelonggaran Aturan Stablecoin

Bank of England dikabarkan tengah mempertimbangkan kembali aturan ketat terkait stablecoin pound sterling setelah mendapat kritik dari pelaku industri aset digital. Menurut laporan terbaru, bank sentral Inggris sedang mengevaluasi rencana pembatasan kepemilikan stablecoin serta ketentuan cadangan aset yang dinilai terlalu berat bagi penerbit stablecoin lokal. Deputy Governor BoE, Sarah Breeden, mengatakan pihaknya kini membuka kemungkinan alternatif selain pembatasan sementara jumlah stablecoin yang dapat dimiliki individu maupun perusahaan. Aturan Dinilai Hambat Adopsi Stablecoin Inggris Sebelumnya, dalam proposal regulasi tahun 2025, BoE mengusulkan agar individu hanya dapat memegang maksimal 20.000 pound sterling stablecoin tertentu, sementara perusahaan dibatasi hingga sekitar $13,5 juta selama masa transisi awal. Selain itu, penerbit stablecoin diwajibkan menyimpan minimal 40% aset cadangan dalam bentuk deposito non-bunga di Bank of England. BoE beralasan aturan tersebut diperlukan untuk mencegah perpindahan dana besar-besaran dari bank komersial menuju stablecoin apabila aset digital itu diadopsi secara luas untuk pembayaran. Namun sejumlah perusahaan kripto dan calon penerbit stablecoin menilai kebijakan tersebut terlalu membatasi dan berpotensi membuat stablecoin Inggris sulit bersaing secara global. Industri Kripto Minta Regulasi Lebih Fleksibel Pelaku industri berpendapat bahwa pembatasan kepemilikan stablecoin akan menyulitkan penggunaan untuk kebutuhan institusi seperti treasury perusahaan, payroll, hingga settlement lintas negara. Mereka juga menilai ketentuan cadangan aset dapat memangkas margin bisnis penerbit stablecoin dan membuat Inggris kalah kompetitif dibanding Amerika Serikat maupun Uni Eropa. Saat ini, stablecoin berbasis pound sterling masih memiliki pangsa sangat kecil dibanding pasar stablecoin global senilai sekitar $300 miliar yang didominasi stablecoin berbasis dolar AS. Inggris Cari Titik Tengah Regulasi Stablecoin Perubahan pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah Inggris masih mencari keseimbangan antara mendukung inovasi aset digital dan menjaga stabilitas sistem keuangan. Awal tahun ini, parlemen Inggris juga membuka diskusi terkait pengawasan stablecoin fiat-backed dengan melibatkan berbagai pelaku industri, termasuk Coinbase. Head of Policy Europe Coinbase, Katie Haries, menyambut positif langkah BoE untuk meninjau ulang kebijakan stablecoin. Menurutnya, pembatasan kepemilikan stablecoin sama saja dengan membatasi inovasi, dan dapat mengurangi daya saing Inggris dalam industri aset digital global. Stablecoin GBP Bisa Jadi Penantang Stablecoin Dolar Jika aturan dibuat lebih fleksibel, stablecoin berbasis pound sterling berpotensi menjadi pesaing serius stablecoin dolar dalam pembayaran lintas negara dan pasar kripto domestik Inggris. Sebaliknya, jika regulasi tetap terlalu ketat, aktivitas penerbitan stablecoin kemungkinan akan tetap terkonsentrasi di negara-negara dengan kebijakan yang lebih ramah terhadap industri kripto. Ikuti perkembangan regulasi aset digital dunia dan berbagai Info Seputar Crypto terbaru agar selalu update dengan tren industri blockchain global.

Era Baru Kripto: BlackRock, Standard Chartered, dan OKX Jadikan Obligasi AS Sebagai Jaminan Trading

Era Baru Kripto: BlackRock, Standard Chartered, dan OKX Jadikan Obligasi AS Sebagai Jaminan Trading

Tiga raksasa keuangan global telah menyepakati sebuah kolaborasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri keuangan. Mereka membangun model baru yang memungkinkan obligasi Amerika Serikat (AS) yang telah di-tokenisasi untuk digunakan sebagai jaminan (collateral) dalam perdagangan kripto. Langkah agresif ini bukan sekadar kolaborasi bisnis biasa, melainkan sinyal kuat bahwa institusi Keuangan Tradisional (TradFi) kini benar-benar mulai terjun dan mengintegrasikan diri ke dalam infrastruktur kripto. Tiga Aktor Utama dan Peran Strategisnya Kolaborasi ekosistem ini digerakkan oleh tiga entitas besar dengan pembagian peran yang spesifik: BlackRock: Bertindak sebagai penerbit obligasi ter-tokenisasi yang dikenal dengan nama BUIDL. Standard Chartered: Mengambil peran sebagai kustodian yang teregulasi. OKX: Berfungsi sebagai platform perdagangan (trading) yang mengintegrasikan skema inovatif ini. Langkah ini menandai momen krusial di mana bank terbesar dan paling sistemik di dunia tidak hanya hadir sebagai mitra, tetapi bertindak langsung sebagai penjaga aset (kustodian). Fokus pada Margin dan Derivatif, Bukan Pasar Spot Integrasi aset dunia nyata (Real World Asset/RWA) ini membawa pergeseran signifikan pada standar jaminan perdagangan kripto. Jika sebelumnya jaminan perdagangan sangat bergantung pada aset kripto tunggal seperti USDT atau USDC untuk margin konvensional, kini aset obligasi AS resmi masuk ke dalam ekosistem. Namun, instrumen ini tidak ditujukan untuk transaksi pembelian kripto di pasar spot. Token BUIDL secara khusus difokuskan untuk memfasilitasi transaksi leverage, yakni sebagai jaminan untuk margin dan derivatives trading. Mekanisme Kerja dan Keunggulan ‘Yield’ Secara fundamental, token BUIDL adalah bentuk RWA yang membungkus instrumen keuangan tradisional berupa Obligasi AS jangka pendek (T-Bills) dan instrumen kas ke dalam format token. Mekanisme integrasi ini dirancang dengan alur sebagai berikut: Token BUIDL milik pengguna akan disimpan dengan aman di bawah pengawasan kustodian Standard Chartered. Aset yang tersimpan tersebut kemudian dapat langsung dialokasikan sebagai jaminan untuk aktivitas margin dan derivatives trading di platform kripto. Pengguna dapat langsung membuka posisi trading baru tanpa diwajibkan untuk menjual aset BUIDL mereka terlebih dahulu. Satu keunggulan terbesar dan paling menarik dari skema ini bagi para trader adalah status imbal hasilnya. Meskipun token obligasi tersebut sedang dikunci dan dijadikan jaminan trading, yield dari obligasi itu akan tetap berjalan dan terus masuk ke kantong investor. Untuk tetap update dengan perkembangan pasar aset digital, Anda dapat membaca Berita Crypto terbaru yang kami sajikan secara rutin melalui beranda website Blockped.

Membangun Generasi Investor Cerdas Melalui Program Platform TradingView Edukasi

Dunia akademis dan pasar keuangan sering kali berjalan beriringan dalam menciptakan strategi investasi yang matang. Mempertegas komitmen jangka panjangnya terhadap dunia pendidikan, Platform TradingView secara resmi meluncurkan inisiatif terbarunya yang diberi nama TradingView Education Program atau yang akrab disapa “TradingView Edu”. Filosofi yang mendasari program ini sangatlah lurus dan mendalam: tidak peduli siapa latar belakang Anda atau aset apa yang ingin Anda transaksikan, cara terbaik untuk meraih keunggulan di pasar adalah melalui persiapan yang matang, latihan konsisten, dan komitmen penuh. Prinsip fundamental inilah yang telah lama mengakar dan menjadi DNA utama dari ekosistem platform ini. Sebagai wujud nyata dari misi tersebut, platform ini tidak hanya sekadar menyuguhkan alat pemetaan grafik dan analitik canggih bagi para pialang profesional. Lebih jauh lagi, mereka aktif berkolaborasi dengan berbagai universitas di seluruh dunia untuk menyokong kebutuhan riset para mahasiswa maupun dosen pembimbing. Jika Anda seorang tenaga pendidik, cobalah tanyakan kepada mahasiswa Anda mengenai kemudahan platform ini—Anda mungkin akan terkejut melihat betapa familiernya mereka dengan teknologi ini. Akses Eksklusif Menuju Fasilitas Kelas Profesional Melalui inisiatif TradingView Edu, para peserta didik akan langsung dibukakan pintu gerbang tanpa biaya menuju ekosistem analitik finansial yang sangat komprehensif. Program ini dirancang untuk menjembatani teori di dalam kelas dengan realitas pasar yang sesungguhnya. Berikut adalah deretan fasilitas premium yang siap dieksplorasi oleh para mahasiswa untuk memperdalam wawasan keuangan mereka: Akses penuh tanpa hambatan menuju deretan fitur tingkat premium di Platform TradingView beserta ketersediaan data pasar riil global. Pemahaman terstruktur mengenai fondasi dan konsep inti dari penerapan Analisis Teknikal modern. Fasilitas simulasi transaksi tanpa risiko (demo/paper trading) untuk menguji efektivitas strategi di pasar nyata. Perangkat khusus untuk kebutuhan konstruksi, visualisasi, serta manajemen portofolio investasi secara menyeluruh. Integrasi fitur sosial yang memungkinkan mahasiswa untuk berkontribusi dan bertukar ide langsung dengan jutaan anggota komunitas global. Ketersediaan literatur dan sumber daya edukatif mengenai tata cara membangun grafik dan dasbor analitik yang informatif. Panduan mendalam untuk membaca anatomi Pergerakan Harga, memvisualisasikan dinamika multi-kerangka waktu (timeframe), serta mengukur tingkat volatilitas pasar. Keuntungan Taktis bagi Para Tenaga Pendidik Manfaat dari inisiatif global ini nyatanya tidak hanya berhenti pada mahasiswa saja. Para dosen dan instruktur keuangan juga dapat memanfaatkan fungsionalitas platform ini untuk merombak metode pengajaran menjadi jauh lebih interaktif. Pendidik dapat dengan mudah mengintegrasikan grafik ke dalam latihan tugas praktis, membuat dan membagikan contoh studi kasus yang terperinci, hingga menarik pasokan data dari bursa internasional. Hebatnya lagi, seluruh informasi fundamental dan Analisis Teknikal tersebut dapat disimpan dengan rapi di satu lokasi terpusat berbasis komputasi awan. Hal ini tentu akan sangat mempermudah proses evaluasi dan pelacakan perkembangan belajar setiap mahasiswa dari waktu ke waktu. Proses pendaftarannya pun sengaja dirancang agar amat sangat praktis dan tidak berbelit-belit. Jika Anda adalah perwakilan dari institusi pendidikan, Anda bisa langsung mendaftarkan kampus Anda ke program ini. Sementara itu, bagi Anda yang berstatus sebagai mahasiswa, jangan ragu untuk segera meminta dosen pembimbing atau ketua program studi Anda untuk mengajukan permohonan. Akses menuju masa depan literasi keuangan yang canggih ini kini hanya berjarak sejauh pengisian satu formulir daring sederhana!

Ethereum Foundation Rilis Standar ‘Clear Signing’, Cegah Pengguna Kripto dari Transaksi Berbahaya

Ethereum Foundation Rilis Standar 'Clear Signing', Cegah Pengguna Kripto dari Transaksi Berbahaya

Ethereum Foundation, bersama dengan sejumlah pengembang dompet kripto (wallet) terkemuka, resmi memperkenalkan standar keamanan baru yang diberi nama “Clear Signing”. Inisiatif ini dirancang secara khusus untuk mencegah pengguna menyetujui transaksi kripto berbahaya secara tidak sengaja, dengan mengganti deretan kode yang rumit menjadi penjelasan sederhana yang mudah dipahami oleh manusia. Langkah strategis ini diambil menyusul kerugian miliaran dolar AS akibat maraknya serangan phishing dan insiden pengurasan dompet kripto. Melalui standar baru ini, jaringan Ethereum berupaya menjadikan proses persetujuan transaksi jauh lebih aman dan transparan, terutama dalam upayanya menarik lebih banyak pengguna arus utama dan institusional. Mengakhiri Era ‘Blind Signing’ Selama bertahun-tahun, insiden peretasan dan penipuan di dunia kripto sering kali berakar pada masalah yang sama: pengguna tanpa sadar menyetujui transaksi berbahaya yang sama sekali tidak mereka pahami. Pihak Ethereum Foundation menyoroti berbagai insiden, seperti peretasan Bybit, sebagai contoh nyata bagaimana penyerang mengeksploitasi celah “blind signing”. Dalam skema ini, pengguna dijebak untuk menyetujui transaksi yang hanya berisi data teknis yang tidak dapat dibaca oleh orang awam. Saat ini, menandatangani persetujuan transaksi kripto sering kali diibaratkan seperti mengklik “setuju” pada halaman syarat dan ketentuan yang ditulis dalam bahasa asing. Dompet kripto umumnya hanya menampilkan untaian kode panjang yang hanya bisa dipecahkan oleh pengguna dengan pemahaman teknis tinggi. Celah inilah yang membuat para trader harian sangat rentan terhadap aplikasi palsu, tautan berbahaya, dan situs web yang telah diretas. Bagaimana ‘Clear Signing’ Bekerja? Sebagai solusi, sistem “Clear Signing” akan memungkinkan dompet kripto menampilkan informasi ( prompt) yang jauh lebih jelas dan terstruktur. Sebelum pengguna menekan tombol setuju, mereka akan melihat informasi krusial seperti: Aset apa yang sedang dipindahkan Siapa pihak penerima aset tersebut Izin (permissions) apa saja yang sedang diberikan Kerangka kerja ini bertumpu pada standar usulan Ethereum bernama ERC-7730 dan sebuah registri publik. Di dalam registri tersebut, deskripsi transaksi dapat ditinjau dan diverifikasi secara langsung oleh peneliti keamanan independen. Penyedia wallet kemudian dapat memilih sumber yang terverifikasi ini untuk menyajikan informasi yang aman kepada pengguna mereka. Dukungan Infrastruktur dan Pelaku Industri Trillion Dollar Security Initiative dari Ethereum Foundation menyatakan rencananya untuk mengawasi infrastruktur di balik registri tersebut, sembari terus mendorong para pengembang dan penyedia wallet di seluruh ekosistem untuk segera mengadopsi standar ini. Inisiatif ini menyoroti kesadaran yang semakin tumbuh di industri kripto: keamanan tingkat tinggi mungkin tidak lagi sekadar bergantung pada kode yang pintar, melainkan pada jaminan bahwa pengguna benar-benar memahami apa yang sedang mereka setujui. Tomáš Sušánka, Chief Technology Officer (CTO) di Trezor, memberikan dukungan penuh terhadap pembaruan ini. “Kami menyambut baik standar Clear Signing dari Ethereum Foundation sebagai kemajuan keamanan yang kritis bagi seluruh industri kita. Ini mengatasi kerentanan mendasar yang telah mengganggu pengguna mata uang kripto selama bertahun-tahun, yakni blind signing. Ketika pengguna tidak dapat memahami apa yang mereka tandatangani, menjaga keamanan menjadi jauh lebih sulit. Standar ini mengubah hal tersebut, dan setiap penyedia dompet harus menyambutnya,” ungkap Sušánka Sebagai sumber informasi terpercaya, Anda bisa mengakses Info Kripto terbaru yang kami hadirkan secara lengkap melalui beranda website Blockped.

Memahami Signifikansi Shanghai Hard Fork bagi Masa Depan Ethereum

Dunia mata uang digital kembali menyaksikan tonggak sejarah penting melalui implementasi Ethereum Hard Fork yang dijuluki Shanghai. Sebagai Pembaruan Jaringan terbesar pertama sejak proses migrasi besar-besaran The Merge, Shanghai menandai babak akhir dari transisi penuh ekosistem Ethereum menuju Mekanisme Konsensus Proof-of-Stake (PoS). Fokus utama dari pembaruan yang sangat diantisipasi ini adalah membuka kunci simpanan (staking) sekitar 16 juta koin Ether (ETH) milik para pengesah jaringan (validator). Selama lebih dari dua tahun sejak Beacon Chain diluncurkan pada Desember 2020, para validator telah mengunci aset mereka demi mengamankan operasional jaringan tanpa bisa mencairkan modal dasar maupun hadiah imbal hasil yang mereka kumpulkan. Mengapa Pembaruan Ini Sangat Krusial? Kebebasan Finansial bagi Validator: Shanghai membawa fungsi dan janji operasional sistem PoS secara utuh ke dunia nyata. Pemegang koin akhirnya mendapatkan kembali kendali penuh atas dana mereka di tengah ketidakpastian kondisi pasar kripto global. Opsi Penarikan Dana yang Fleksibel: Sistem memberikan dua skema pencairan: penarikan sebagian (partial withdrawal) untuk otomatis mencairkan hadiah imbal hasil yang terkumpul, atau penarikan penuh (full exit) bagi validator yang ingin berhenti beroperasi dan menarik kembali 32 ETH modal dasar mereka. Antrean Terstruktur untuk Menjaga Stabilitas: Guna mencegah guncangan likuiditas di pasar bursa, peladen menerapkan sistem antrean ketat. Hanya 16 permintaan penarikan dana yang dapat diproses dalam setiap slot blok waktu (setiap 12 detik), memastikan tidak ada tekanan jual yang masif secara mendadak. Paket Efisiensi Biaya Gas untuk Pengembang Meskipun EIP-4895 (proposal pembukaan kunci staking) menjadi bintang utamanya, Shanghai Hard Fork juga turut membawa serangkaian proposal peningkatan (EIP) sekunder yang berfokus pada pemangkasan biaya transaksi atau gas. Pembaruan ini dirancang untuk meringankan beban komputasi dan biaya bagi para pengembang aplikasi di atas jaringan. Berikut adalah beberapa EIP efisiensi yang disematkan di dalam paket pembaruan ini: EIP-3651: Memperbaiki perhitungan biaya komputasi masa lalu untuk mengakses alamat “COINBASE” (perangkat lunak blok internal jaringan, bukan platform bursa kripto), yang secara langsung akan menghemat biaya gas dan mengoptimalkan pembayaran nilai ekstraksi maksimal (MEV). EIP-3855: Menambahkan instruksi operasi baru bernama “Push0” untuk menurunkan biaya eksekusi bagi para pengembang kontrak pintar. EIP-3860: Membatasi dan mengukur beban biaya gas secara lebih adil saat sistem berinteraksi dengan kode inisiasi (initcode). EIP-6049: Memberikan notifikasi teknis terkait penghentian penggunaan fungsi “SELFDESTRUCT” di masa mendatang untuk efisiensi jaringan jangka panjang. Secara keseluruhan, Shanghai sengaja dirancang dalam ruang lingkup yang efisien agar kebebasan likuiditas penarikan dana dapat terwujud secepat mungkin. Pembaruan yang sukses ini tidak hanya mengukuhkan ketangguhan fondasi Ethereum, tetapi juga secara matang mempersiapkan landasan bagi fase Pembaruan Jaringan selanjutnya, seperti penerapan teknik skalabilitas sharding guna menyongsong era internet terdesentralisasi yang lebih cepat dan murah.