Skip to main content

Blockped

Digital Chamber Bela Self-Custody: Mendesak Pembatalan Gugatan 39 Ribu Wallet Bitcoin di New York

Dalam dunia aset digital yang serba cepat, prinsip “bukan kunci Anda, bukan koin Anda” telah lama menjadi fondasi bagi para pengguna kripto yang memegang teguh kedaulatan finansial. Konsep ini, yang dikenal sebagai *self-custody*, memberi individu kendali penuh atas aset mereka tanpa perantara pihak ketiga. Namun, sebuah kasus hukum yang sedang berlangsung di New York kini mengancam inti dari prinsip fundamental ini, memicu kekhawatiran serius di kalangan komunitas kripto dan para pegiat desentralisasi. Saat ini, pengadilan di New York tengah dihadapkan pada gugatan yang mencoba mengklaim kepemilikan atas 39.069 wallet Bitcoin yang dianggap “tidak aktif” atau *dormant*. Istilah *dormant* di sini merujuk pada wallet yang tidak menunjukkan aktivitas transaksi dalam jangka waktu tertentu. Meskipun detail spesifik mengenai siapa penggugat dan dasar klaim mereka belum dijelaskan secara gamblang, implikasi dari gugatan semacam ini sangatlah besar. Jika pengadilan mengabulkan permintaan kepemilikan atas wallet-wallet tersebut, ini bisa menjadi preseden yang berbahaya, berpotensi mengubah cara kepemilikan aset kripto yang dipegang secara mandiri dipandang dan diatur secara hukum di masa mendatang. Melihat potensi ancaman ini, Digital Chamber, sebuah asosiasi perdagangan terkemuka yang mewakili berbagai entitas dalam industri blockchain dan aset digital, tidak tinggal diam. Mereka baru-baru ini mengajukan *amicus brief*—sebuah dokumen hukum yang diserahkan oleh pihak yang bukan bagian langsung dari perselisihan, tetapi memiliki kepentingan kuat dalam hasilnya—kepada pengadilan. Melalui *amicus brief* ini, Digital Chamber secara tegas mendesak pembatalan gugatan tersebut, menyuarakan keprihatinan mendalam atas dampaknya terhadap ekosistem kripto secara keseluruhan. Inti dari argumen Digital Chamber adalah perlindungan terhadap konsep *self-custody*. Mengapa ini sangat penting? Dalam sistem *self-custody*, seorang pemilik aset kripto sepenuhnya bertanggung jawab atas kunci pribadi (private key) mereka. Kunci ini adalah satu-satunya alat untuk mengakses dan memindahkan dana yang ada di dalam wallet. Ketika Anda memiliki kunci pribadi, Anda secara inheren memiliki kendali penuh atas aset Anda. Ini berbeda dengan menyimpan uang di bank, di mana Anda secara teknis meminjamkan uang Anda ke bank dan bank memiliki kendali atas dana tersebut. Jika pengadilan dapat memutuskan bahwa kepemilikan atas aset dalam wallet *self-custody* dapat dipindahkan hanya karena tidak adanya aktivitas, ini secara fundamental akan mengikis hak kepemilikan dan kedaulatan finansial yang dijamin oleh teknologi blockchain. Ini sama saja dengan mengatakan bahwa jika Anda lupa kombinasi brankas pribadi Anda, isi brankas tersebut secara otomatis menjadi milik orang lain. Jika gugatan ini berhasil, dampaknya tidak hanya terbatas pada 39.069 wallet tersebut. Ini akan menciptakan preseden hukum yang bisa disalahgunakan oleh pihak lain di masa depan. Bayangkan, entitas pemerintah atau swasta bisa saja mulai mengklaim kepemilikan atas dana di wallet yang “tidak aktif” lainnya, bahkan jika pemilik aslinya masih hidup namun mungkin kehilangan akses atau memilih untuk menahan aset mereka dalam jangka panjang. Hal ini tentu akan menimbulkan ketidakpastian hukum yang masif, menghambat inovasi di sektor kripto, dan berpotensi mengurangi daya tarik *self-custody* yang menjadi pilar utama desentralisasi. Digital Chamber berpendapat bahwa pengadilan harus memahami nuansa teknologi blockchain dan implikasi jangka panjang dari keputusan mereka. Penerapan hukum yang tidak mempertimbangkan karakteristik unik aset digital bisa menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan dan merugikan bagi seluruh ekosistem. Intervensi Digital Chamber dalam kasus ini menjadi pengingat betapa krusialnya advokasi dan edukasi dalam menjaga prinsip-prinsip dasar yang mendukung ekosistem kripto. Keputusan pengadilan di New York ini akan menjadi penentu penting bagi masa depan *self-custody* dan bagaimana hak kepemilikan aset digital diperlakukan di mata hukum. Penting bagi kita semua untuk terus mengikuti perkembangan ini dan memahami implikasinya terhadap kebebasan finansial di era digital. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar dunia kripto dan perkembangan regulasinya, kunjungi Info Kripto.

Gugatan 39.000 Dompet Bitcoin di New York Terancam Batal, Digital Chamber Beri Pembelaan Keras!

Dunia kripto kembali diguncang oleh perselisihan hukum yang bisa mengubah cara kita memandang kepemilikan aset digital selamanya. Bayangkan jika ribuan dompet Bitcoin yang sudah lama tidak aktif tiba-tiba menjadi objek perebutan di meja hijau, di mana pihak luar mencoba mengklaim hak atas aset tersebut tanpa kunci privat yang sah. Fenomena ini bukan sekadar skenario fiksi, melainkan sebuah realita hukum yang kini sedang terjadi di New York, memicu kekhawatiran besar di kalangan pegiat privasi dan kedaulatan finansial digital. Digital Chamber, salah satu organisasi advokasi aset digital terkemuka, baru-baru ini mengambil langkah tegas dengan mengajukan dokumen *amicus brief* ke pengadilan. Langkah ini bertujuan untuk mendesak hakim agar segera membatalkan gugatan hukum yang menargetkan kepemilikan atas 39.069 dompet Bitcoin yang tidak aktif atau ‘dormant’. Bagi Digital Chamber, kasus ini bukan sekadar masalah sengketa harta, melainkan ancaman eksistensial terhadap prinsip dasar *self-custody* atau penyimpanan mandiri yang menjadi fondasi utama teknologi blockchain. Dalam argumennya, Digital Chamber menekankan bahwa mengizinkan pihak tertentu untuk mengklaim kepemilikan ribuan dompet Bitcoin melalui jalur pengadilan tanpa bukti kepemilikan kriptografis yang jelas akan menciptakan preseden yang sangat berbahaya. Jika gugatan ini dikabulkan, hal tersebut dapat membuka pintu bagi siapa pun untuk menggugat aset digital milik orang lain di masa depan, sehingga merusak kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan kebebasan yang ditawarkan oleh Bitcoin. Hal ini secara langsung mencederai filosofi ‘bukan kunci Anda, bukan koin Anda’ yang selama ini dijunjung tinggi oleh komunitas global. Skala dari sengketa ini pun tidak main-main. Dengan melibatkan lebih dari 39 ribu alamat dompet, nilai Bitcoin yang dipertaruhkan sangatlah fantastis. Namun, bagi para pakar hukum di Digital Chamber, aspek teknis dan filosofis dari kasus ini jauh lebih penting daripada nilai moneternya. Mereka berpendapat bahwa sistem hukum tidak boleh dipersenjatai untuk mengambil alih aset digital dengan cara yang bertentangan dengan cara kerja protokol blockchain itu sendiri. Intervensi pengadilan yang tidak tepat bisa menyebabkan ketidakpastian regulasi yang berkepanjangan di Amerika Serikat. Keberhasilan Digital Chamber dalam meyakinkan pengadilan untuk menolak gugatan ini akan menjadi kemenangan besar bagi seluruh ekosistem kripto. Hal ini akan memperkuat posisi hukum bahwa aset digital yang disimpan secara mandiri harus dilindungi dari klaim semena-mena. Sebagai investor maupun pengguna, memahami dinamika hukum seperti ini sangatlah penting untuk menjaga keamanan aset Anda di masa depan. Pastikan Anda selalu mendapatkan informasi terpercaya dan edukasi mendalam mengenai perkembangan regulasi dan teknologi blockchain melalui **Portal Crypto** yang selalu siap menyajikan berita terkini dan akurat untuk Anda.

Panduan Cepat: Mencetak Keuntungan Aman dengan DEXTools

Pernahkah Anda mendapat pesan heboh dari teman di Telegram atau Discord yang menyuruh Anda segera membeli sebuah koin kripto sebelum harganya meroket? Meski terdengar menggiurkan, realitas pasar kripto sangatlah keras. Di balik segelintir proyek berpotensi (gem), ada puluhan koin yang sengaja dibuat untuk menipu (pump and dump). Kunci agar Anda tidak berakhir merugi adalah melakukan analisis mendalam sebelum terjun. Di sinilah DEXTools berperan bukan sekadar sebagai aplikasi grafik, melainkan alat utama untuk membedakan proyek sungguhan dari sekadar sensasi kosong. Berikut adalah panduan enam langkah menggunakan DEXTools untuk mengamankan investasi Anda. 1. Periksa Likuiditas Sebagai Strategi Keluar Likuiditas adalah nyawa investasi Anda. Tanpa likuiditas yang memadai, Anda akan terjebak memegang koin yang tidak bisa dijual. Bahaya (< $50 Ribu): Sangat rentan dimanipulasi dan Anda akan kesulitan mencairkan dana. Aman (> $100 Ribu): Lingkungan perdagangan yang sehat untuk eksekusi jual-beli yang lancar. Contoh Kasus: Jika Anda membeli koin dengan likuiditas $20 Ribu dan harganya naik 50%, pesanan jual Anda saja bisa langsung menghancurkan harga pasar. Selalu jadikan likuiditas sebagai prioritas pengecekan. 2. Analisis Distribusi Pemegang Koin (Holders) Gunakan tab Holders untuk memantau bagaimana pasokan koin didistribusikan ke berbagai dompet. Sinyal Bahaya: Hanya 2–3 dompet yang menguasai 80% total pasokan. Ini adalah bom waktu terjadinya rug pull (penipuan tarik dana). Sinyal Aman: Ada ribuan pemegang tanpa dominasi paus (whale). Semakin merata, semakin kecil risiko penipuan. Tips Tambahan: Manfaatkan fitur Bubblemaps di DEXTools untuk memvisualisasikan peta distribusi pasokan secara langsung dan interaktif. 3. Pahami Aksi Harga di Grafik Grafik adalah tempat bertemunya ekspektasi dan realitas pasar. Gunakan fitur perbesaran (zoom) di DEXTools untuk melihat pergerakan secara real-time. Carilah grafik yang menunjukkan pertumbuhan stabil dan diiringi oleh volume yang konsisten. Hindari grafik yang bentuknya menyerupai monitor detak jantung (naik vertikal lalu tiba-tiba datar atau anjlok tajam). Ini adalah ciri khas manipulasi pump-and-dump yang selalu dijauhi oleh pialang profesional. 4. Verifikasi Keamanan Kontrak Pintar Jangan pernah mengabaikan pemeriksaan keamanan smart contract. Pastikan kontrak koin tersebut telah terverifikasi di sistem DEXTools. Likuiditas Terkunci/Dibakar: Mencegah pengembang membawa kabur dana investor secara tiba-tiba. Pelepasan Kepemilikan (Renounced Ownership): Memastikan pengembang tidak lagi memiliki kendali tersembunyi atas pasokan. Waspada: Jika Anda melihat adanya fungsi mint (mencetak koin baru tak terbatas), opsi blacklist, atau tidak ada verifikasi sama sekali, segera tinggalkan koin tersebut. 5. Ukur Sentimen Pasar Koin kripto bertahan hidup dari perhatian komunitas. Jika tidak ada yang membicarakannya, koin tersebut akan sulit berkembang. Pantau fitur Trending pairs untuk mengetahui koin apa saja yang sedang populer di berbagai jaringan. Cek DEXTScore untuk mendapatkan gambaran penilaian cepat dari komunitas terhadap kredibilitas koin tersebut. 6. Lacak Aliran Dana Pintar Secara Langsung Fitur umpan transaksi langsung (live transaction feed) sering kali diremehkan, padahal sangat berguna untuk melihat siapa yang membeli dan menjual beserta ukuran transaksinya. Jika para whale sedang mengakumulasi secara perlahan, ini adalah sinyal bullish. Jika orang dalam (insiders) membuang koin saat investor ritel berbondong-bondong masuk, ini adalah sinyal bahaya. Gunakan fitur peringatan harga (price alerts) agar Anda bisa memantau pergerakan pasar secara otomatis tanpa harus terus-menerus menatap layar grafik. Bermain Cerdas Layaknya Pialang Profesional Pasar kripto bukan sekadar tentang mencari koin yang akan meroket, melainkan tentang manajemen risiko yang ketat. Sensasi FOMO (Fear of Missing Out) ada di mana-mana, tetapi analisis yang disiplin akan menyelamatkan Anda dari kerugian massal. Dengan memanfaatkan DEXTools, Anda bisa menghindari jebakan menjadi “likuiditas keluar” bagi keuntungan orang lain, melacak pergerakan uang pintar, dan mendeteksi pertumbuhan harga yang nyata. Lain kali teman Anda menyuruh untuk segera membeli sebuah koin, jangan langsung panik terbawa suasana. Buka DEXTools, jalankan daftar periksa ini, dan buat keputusan mandiri berdasarkan data.

Kemitraan Strategis TradingView dan Universitas California State Fullerton (CSUF) untuk Transformasi Edukasi Keuangan

Sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam memajukan literasi keuangan, TradingView kembali memperluas jangkauan Program Mitra Edukasinya. Kali ini, kami dengan bangga menyambut Universitas California State Fullerton (CSUF) ke dalam jaringan mitra akademis global kami. Kemitraan ini dirancang khusus untuk membekali generasi profesional masa depan dengan instrumen analisis pasar kelas dunia agar mereka siap bersaing di industri nyata. Mengintegrasikan Teori dan Praktik di CSUF Sebagai salah satu institusi unggulan di sistem California State University, CSUF telah lama menjadi pusat perkembangan intelektual dan budaya di kawasan California Selatan. Kampus ini berfokus pada keunggulan akademis dan pencetakan tenaga kerja ahli melalui berbagai program studi yang komprehensif. Kolaborasi terbaru ini secara khusus menyoroti Fakultas Bisnis dan Ekonomi CSUF, yang bereputasi tinggi berkat kurikulum inovatifnya. Melalui program ini, mahasiswa yang mengambil mata kuliah FIN 340 (Pengantar Investasi) dan FIN 370 (Keuangan Internasional) akan mendapatkan akses eksklusif ke paket TradingView Essential. Inisiatif ini menjadi cerminan nyata dari dedikasi universitas untuk menghadirkan pengalaman belajar berbasis teknologi yang mampu menjembatani kesenjangan antara teori akademis dan dinamika pasar dunia nyata. Fasilitas Premium untuk Mahasiswa Dengan dibukanya akses menuju ekosistem TradingView, para calon analis, investor, dan pialang masa depan ini akan menikmati serangkaian keunggulan kompetitif, di antaranya: Pemetaan Grafik Tingkat Lanjut: Memanfaatkan alat visualisasi modern untuk membedah dan memahami tren pasar secara presisi. Data Pasar Real-Time: Mengakses pergerakan harga global dan data finansial secara aktual. Simulasi Perdagangan: Menerapkan analisis teknikal dan fundamental, serta mengevaluasi keputusan investasi di lingkungan pasar nyata tanpa risiko finansial. Dukungan Komunitas Global: Memanfaatkan basis pengguna TradingView di seluruh dunia sebagai sumber wawasan dan ide perdagangan yang tak ternilai untuk membangun kepercayaan diri. Tanggapan Pihak Akademisi Menyambut baik integrasi teknologi ini, Arsenio Staer selaku Profesor Madya Keuangan di CSUF menyampaikan pandangannya: “Mengintegrasikan TradingView ke dalam kurikulum keuangan kami akan membekali mahasiswa dengan perangkat mutakhir untuk memvisualisasikan tren pasar, melakukan analisis teknikal maupun fundamental, serta mengevaluasi keputusan investasi melalui simulasi perdagangan. Akses langsung ke data pasar global memungkinkan mahasiswa untuk menghubungkan teori dengan praktik, sehingga semakin mematangkan kesiapan mereka menghadapi industri keuangan yang sesungguhnya.” Memperluas Akses Finansial Global Bergabungnya CSUF menjadi pencapaian baru yang semakin memperkuat prestise Program Mitra Edukasi TradingView. Kami akan terus menumbuhkan skala inisiatif ini guna menyediakan peluang riset tanpa batas bagi mahasiswa di berbagai belahan dunia, sekaligus menjadikan pasar keuangan jauh lebih inklusif dan mudah diakses oleh dunia pendidikan.

Panduan Praktis: Mendulang Cuan dengan Aman Menggunakan DEXTools

Kita semua pasti pernah mengalaminya. Anda membuka grup Telegram atau Discord, dan tiba-tiba seorang teman mengirim pesan heboh: “Bro, koin ini bakal meroket! Beli sekarang sebelum ketinggalan!” Terdengar sangat menggiurkan, bukan? Namun, realitas di dunia kripto sangatlah keras. Di balik satu token gem (berpotensi tinggi) yang sah, ada puluhan token rongsokan yang sengaja diciptakan untuk skema pump and dump (pompa dan buang). Perbedaan utama antara berakhir bangkrut atau sukses meraup keuntungan terletak pada cara Anda menganalisis proyek tersebut sebelum menekan tombol beli. Di sinilah DEXTools mengambil peran penting. Platform ini bukan sekadar aplikasi untuk melihat grafik, melainkan persenjataan lengkap untuk memisahkan sensasi FOMO (Fear of Missing Out) dari realitas pasar. Berikut adalah enam langkah menggunakan DEXTools untuk mengamankan modal Anda. 1. Evaluasi Likuiditas Sebagai Tiket Keluar Anda Likuiditas bukanlah sekadar angka pajangan; ini adalah nyawa Anda. Tanpa likuiditas yang cukup, Anda akan terjebak memegang koin yang tidak bisa dijual. Likuiditas Rendah (< $50.000): Sangat berbahaya. Harga sangat mudah dimanipulasi dan Anda akan kesulitan keluar dari pasar. Likuiditas Tinggi (> $100.000): Menandakan lingkungan perdagangan yang lebih sehat dengan eksekusi beli dan jual yang mulus. Sebagai contoh: Jika Anda membeli token dengan likuiditas hanya $20.000, lalu harganya naik 50%, pesanan jual Anda saja bisa langsung menghancurkan harga pasar token tersebut. Selalu jadikan likuiditas sebagai metrik pertama yang Anda cek. 2. Analisis Distribusi Pemegang Koin (Holders) Langkah selanjutnya adalah memeriksa tab Holders untuk melihat bagaimana pasokan token didistribusikan ke berbagai dompet. Lampu Merah: Jika 2-3 dompet menguasai 80% dari total pasokan, jauhi segera! Ini adalah bom waktu yang siap meledak kapan saja. Lampu Hijau: Terdapat ribuan pemegang koin tanpa dominasi whale (paus) yang mencolok. Semakin terdesentralisasi kepemilikannya, semakin kecil potensi terjadinya rug pull. Anda juga bisa memanfaatkan tab Bubblemaps di DEXTools untuk memvisualisasikan persebaran dan hubungan antar-dompet secara interaktif. 3. Membaca Dinamika Aksi Harga di Grafik Grafik adalah tempat di mana sensasi bertemu dengan kenyataan. Di DEXTools, Anda bisa memperbesar grafik dan menganalisis pergerakan secara real-time. Perhatikan apakah grafik menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan diiringi dengan volume perdagangan yang konsisten. Jika Anda melihat grafik yang melonjak tajam secara vertikal lalu tiba-tiba anjlok menyerupai tebing (seperti monitor detak jantung yang mendadak datar), itu adalah pola klasik pump-and-dump. Trader profesional selalu menyingkir dari manipulasi semacam ini. 4. Verifikasi Keamanan Kontrak Pintar (Smart Contract) Jangan pernah melewatkan pengecekan kontrak. DEXTools memungkinkan Anda melihat status verifikasi kontrak dan apakah likuiditas token tersebut telah diamankan. Likuiditas Terkunci/Dibakar: Memastikan pengembang tidak bisa serta-merta membawa kabur dana investor. Pelepasan Hak Milik (Renounced Ownership): Memastikan pengembang tidak lagi memiliki kendali tersembunyi atas pasokan koin. Peringatan: Jika Anda melihat adanya fungsi mint (mencetak koin baru tak terbatas), opsi blacklist (daftar hitam), atau kontrak yang sama sekali tidak diverifikasi, token rekomendasi teman Anda tersebut kemungkinan besar adalah calon penipuan besar esok hari. 5. Mengukur Sentimen Pasar dan Komunitas Proyek kripto bernapas dari besarnya perhatian massa. Token yang tidak dibicarakan siapa pun memiliki peluang hidup yang sangat kecil. Trending Pairs: Fitur ini memberikan sinyal instan mengenai pasangan koin apa yang sedang populer di berbagai jaringan. DEXTScore: Memberikan metrik penilaian kilat tentang bagaimana komunitas memandang keandalan token tersebut. Jika sebuah koin sedang tren, didukung likuiditas kuat, dan distribusinya sehat, koin itu layak dipantau. Namun jika wujudnya tak terlihat di pasar, mungkin teman Anda hanya sedang terjebak di ruang gema kelompok kecil. 6. Lacak Aliran Dana Pintar (Smart Money) secara Real-Time Salah satu fitur DEXTools yang paling diremehkan adalah umpan transaksi langsung. Fitur ini memperlihatkan siapa yang sedang membeli, menjual, dan seberapa besar ukurannya. Apakah para whale sedang melakukan akumulasi? Itu adalah sinyal bullish. Apakah orang dalam (insiders) justru mulai membuang koin saat investor ritel berbondong-bondong masuk? Itu adalah sinyal bahaya. Gunakan fitur peringatan harga (price alerts) agar Anda bisa memantau pergerakan pasar tanpa perlu menatap layar berjam-jam. Bermain Cerdas Layaknya Profesional Pada akhirnya, perdagangan di dunia DeFi bukan sekadar urusan berburu token, melainkan tentang manajemen risiko. Sensasi ada di mana-mana, tetapi analisis yang ketat dan disiplin sangatlah langka. Berhentilah menjadi “likuiditas keluar” (exit liquidity) bagi keuntungan orang lain. Jika kelak ada teman yang menyuruh Anda untuk langsung memborong sebuah koin, jangan langsung termakan FOMO. Buka DEXTools, jalankan daftar periksa di atas, dan buat keputusan berdasarkan data. Jika semua metriknya aman, silakan ambil posisi. Jika tidak, Anda baru saja menyelamatkan diri dari kehancuran finansial.

Era Baru Simulasi Futures: Pengalaman Siklus Penuh di Fitur Paper Trading

Kami menghadirkan pembaruan masif bagi para trader kontrak berjangka (futures). Sebelumnya, fasilitas Paper Trading kami hanya sebatas mendukung pembukaan dan penutupan transaksi dasar, sehingga menyulitkan pengujian strategi jangka panjang. Kini, Anda dapat mensimulasikan seluruh siklus hidup kontrak berjangka—mulai dari eksekusi, masa kedaluwarsa, hingga perhitungan biaya dan perubahan saldo. Pengujian strategi Anda kini akan terasa jauh lebih akurat, realistis, dan berwawasan. Berikut adalah rincian peningkatan utama yang siap membantu Anda melakukan trading dengan lebih baik: 1. Eksekusi Kontrak yang Realistis Seluruh kontrak futures yang telah habis masa berlakunya kini akan diselesaikan (settled) tepat pada harga penyelesaian akhir. Hal ini memberikan transparansi penuh terhadap keuntungan dan kerugian riil Anda, sehingga Anda bisa mengevaluasi efektivitas strategi di bawah kondisi yang menyerupai pasar nyata. 2. Penutupan Posisi & Order Otomatis Bebas repot dari bersih-bersih manual! Sistem kini akan menutup posisi yang sudah kedaluwarsa secara otomatis dan membatalkan semua order aktif yang terhubung dengan kontrak tersebut. Akun Anda hanya akan menampilkan posisi yang benar-benar aktif, mencegah potensi kesalahan simulasi. 3. Pembaruan Riwayat Akun & Jurnal Trading Seluruh detail eksekusi sekarang terekam sempurna di Riwayat Akun (Account History) dan Jurnal Trading. Visibilitas penuh ini memungkinkan Anda untuk menganalisis setiap detail perdagangan, mengenali pola kebiasaan Anda, menjaga kedisiplinan, dan menyempurnakan strategi ke depannya. 4. Visibilitas Tanggal Kedaluwarsa Manajemen risiko Anda kini semakin tajam dengan hadirnya kolom Tanggal Kedaluwarsa (Expiration date) pada panel trading, baik untuk tab posisi maupun order. Tidak akan ada lagi kejutan tak terduga saat kontrak Anda tiba-tiba mencapai masa jatuh tempo. 5. Dukungan untuk Kripto & Pasar Tradisional Aturan penyelesaian baru ini berlaku di seluruh akun Paper Trading, termasuk akun kontes di program The Leap. Baik Anda memperdagangkan futures tradisional maupun kripto, Anda kini bisa menguji strategi di berbagai pasar dalam satu lingkungan yang konsisten. 6. Simulasi Penyelesaian Tunai (Cash-Settled) Untuk memberikan fleksibilitas maksimal, seluruh kontrak berjangka akan disimulasikan sebagai kontrak cash-settled (diselesaikan secara tunai), terlepas dari jenis asli kontrak tersebut. Artinya, posisi ditutup hanya dengan membayarkan/menerima selisih kas antara harga masuk (entry) dan harga penyelesaian (settlement). Catatan Penting: Seluruh fitur canggih ini sudah aktif secara otomatis (default) untuk pengguna Paper Trading baru maupun lama. Pembaruan ini berlaku untuk semua kontrak berjangka yang memiliki tanggal kedaluwarsa, tidak berlaku untuk kontrak perpetual atau continuous futures. Dengan pembaruan ini, Paper Trading berubah menjadi simulator yang jauh lebih tangguh dan nyata. Ini adalah tempat terbaik untuk mematangkan strategi, menguji ide-ide gila, dan membangun kepercayaan diri Anda sebelum benar-benar terjun menggunakan modal riil.

Fitur Baru: Pendeteksi Pola Candlestick Otomatis

Kini, Anda dapat dengan mudah menemukan berbagai indikator Pine terbaru khusus untuk Pola Candlestick (Candlestick Patterns) di platform kami. Fitur ini dirancang untuk mempermudah analisis teknikal Anda dalam membaca dan memprediksi arah pergerakan harga. Mengapa Pola Candlestick Penting? Grafik candlestick memiliki sejarah panjang—pertama kali digunakan di pasar beras Jepang pada abad ke-18—dan hingga kini masih menjadi andalan jutaan trader di seluruh dunia. Meskipun pergerakan harga sering kali terlihat acak, susunan grafik ini kerap membentuk pola spesifik yang bisa dimanfaatkan untuk mengambil keputusan perdagangan. Secara garis besar, pola ini terbagi menjadi dua sinyal utama: Pola Bullish: Mengindikasikan bahwa harga aset memiliki potensi kuat untuk bergerak naik. Pola Bearish: Mengindikasikan bahwa harga aset memiliki probabilitas untuk mengalami penurunan. Cara Mengaktifkan Fitur Untuk menambahkan indikator cerdas ini ke dalam grafik Anda, ikuti langkah-langkah praktis berikut: Buka menu Indikator dan Strategi (Indicators and Strategies). Masuk ke tab Pola Candlestick (Candlestick Patterns). Anda akan melihat daftar lengkap indikator yang tersedia di kategori ini. Cukup pilih pola mana saja yang ingin Anda pantau. Panduan Visual dan Label Edukatif Setelah indikator aktif, sistem akan memindai grafik secara otomatis. Jika sebuah pola berhasil dideteksi, label penanda akan muncul pada grafik dengan panduan warna berikut: Biru: Penanda untuk sinyal Bullish. Merah: Penanda untuk sinyal Bearish. Abu-abu: Penanda untuk indikator yang dapat menunjukkan kedua arah sinyal (Bullish maupun Bearish). Fitur Edukasi: Jika Anda ingin memahami lebih dalam tentang pola yang baru saja muncul, cukup arahkan kursor ( hover ) ke label penanda tersebut. Sebuah kotak informasi (tooltip) akan muncul dan memberikan penjelasan detail mengenai pola candlestick terkait. Integrasi dengan Sistem Peringatan (Alerts) Anda tidak perlu lagi menatap layar grafik terus-menerus. Indikator pencarian pola ini terintegrasi secara penuh dengan sistem peringatan platform. Jika Anda ingin menerima notifikasi setiap kali pola tertentu terbentuk, Anda bisa mengaturnya melalui menu Buat Peringatan (Create Alert). Caranya: Pastikan indikator pola sudah ditambahkan ke grafik. Buka menu pembuatan peringatan. Atur indikator pola tersebut sebagai kondisi peringatan (alert condition). Kami berharap pembaruan fitur ini dapat membantu mengoptimalkan strategi trading Anda. Kami selalu menantikan komentar dan masukan Anda, karena saran dari komunitas sangat memengaruhi pengembangan fitur-fitur kami di masa mendatang!

BitGo Pangkas 15% Karyawan untuk Perkuat Fokus pada AI dan Stablecoin

Perusahaan infrastruktur kripto BitGo Holdings memangkas sekitar 15% tenaga kerjanya pada Kamis sebagai bagian dari strategi baru yang lebih terfokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), stablecoin, layanan perdagangan, serta infrastruktur penyelesaian transaksi. Melalui unggahan di platform X, pendiri sekaligus CEO BitGo, Mike Belshe, mengakui bahwa keputusan tersebut merupakan langkah yang berat. Menurutnya, perkembangan industri aset digital telah mengubah cara perusahaan membangun layanan keuangan sehingga diperlukan penyesuaian strategi bisnis. Belshe menjelaskan bahwa BitGo ingin memusatkan sumber daya dan tenaga kerja pada bidang-bidang yang dinilai memiliki potensi terbesar, seperti keamanan aset digital, perdagangan, stablecoin, penyelesaian transaksi (settlement), dan infrastruktur berbasis AI. Gelombang PHK ini menambah daftar panjang perusahaan kripto yang melakukan pengurangan karyawan sepanjang 2026. Banyak perusahaan menyebut peningkatan efisiensi melalui pemanfaatan AI serta perlambatan pasar kripto sebagai alasan utama di balik kebijakan tersebut. BitGo belum mengungkapkan jumlah pasti karyawan yang terdampak. Namun, berdasarkan laporan tahunan 2025 yang diterbitkan pada Maret lalu, perusahaan memiliki 603 karyawan tetap hingga 31 Desember 2025. Dengan demikian, pemangkasan sekitar 15% diperkirakan memengaruhi sekitar 90 orang. Meski melakukan pengurangan tenaga kerja, Belshe menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindakan satu kali dan perusahaan tidak memperkirakan akan melakukan PHK tambahan dalam waktu dekat. Ia juga menyebut BitGo masih membuka 51 lowongan pekerjaan di berbagai wilayah. Hingga berita ini ditulis, pihak BitGo belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait kebijakan tersebut. Di pasar saham, harga saham BitGo (BTGO) ditutup melemah 4,67% ke level US$4,80 pada Kamis. Angka tersebut memperpanjang penurunan sekitar 73% dibandingkan harga debut perdananya sebesar US$18 pada 22 Januari. Sepanjang tahun ini, industri kripto telah kehilangan lebih dari 5.000 lapangan pekerjaan. Block Inc. menjadi perusahaan dengan jumlah PHK terbesar setelah memangkas sekitar 4.000 karyawan, atau hampir setengah dari total tenaga kerjanya, pada Februari. Selain itu, Robinhood mengurangi sekitar 10% karyawannya pada 16 Juni. Pada Mei, bursa kripto Kraken memangkas 150 pegawai, perusahaan data kripto Dune mengurangi sekitar 25% tenaga kerjanya, sementara Coinbase memberhentikan sekitar 700 karyawan atau sekitar 14% dari total pegawainya. Sebelumnya, Gemini juga telah memangkas sekitar 200 karyawan, sedangkan Crypto.com mengurangi sekitar 180 pegawai. Kedua perusahaan tersebut menyebut meningkatnya penggunaan teknologi AI sebagai salah satu faktor yang mendorong efisiensi operasional. Tidak hanya sektor kripto, industri teknologi di Amerika Serikat juga mengalami tren serupa. Sepanjang 2026, lebih dari 121.500 pekerja di lebih dari 200 perusahaan teknologi dilaporkan kehilangan pekerjaan. Ikuti perkembangan terbaru seputar industri aset digital dan teknologi blockchain dengan mengunjungi Berita Crypto untuk mendapatkan informasi terkini setiap hari.

Mengapa Wall Street Kini Menilai Perusahaan Kripto dari Infrastruktur AI, Bukan Sekadar Aset Digital?

Selama bertahun-tahun, nilai perusahaan kripto umumnya diukur dari besarnya kepemilikan aset digital, volume perdagangan, pendapatan dari aktivitas mining, hingga aset yang dikelola. Namun, tren tersebut mulai berubah. Dalam beberapa waktu terakhir, investor di Wall Street justru semakin memperhatikan aset fisik yang dimiliki perusahaan kripto, seperti pusat data (data center), pasokan listrik, lahan, dan infrastruktur komputasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Fenomena ini terlihat jelas setelah saham Galaxy Digital mengalami kenaikan signifikan pada Juni 2026. Menariknya, lonjakan tersebut bukan dipicu oleh kenaikan harga Bitcoin atau aktivitas perdagangan kripto, melainkan karena prospek bisnis AI yang dimiliki perusahaan. Pergeseran Cara Wall Street Menilai Perusahaan Kripto Sebelumnya, investor biasanya mengaitkan performa perusahaan kripto dengan kondisi pasar aset digital. Ketika harga Bitcoin atau Ethereum naik, valuasi perusahaan-perusahaan di sektor ini pun ikut terdongkrak. Kini, pendekatan tersebut mulai berubah. Wall Street mulai memberikan nilai lebih kepada perusahaan yang memiliki infrastruktur strategis untuk mendukung perkembangan AI, karena sektor ini dipandang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang yang lebih stabil. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian perusahaan kripto tidak lagi hanya dipandang sebagai pelaku industri blockchain, tetapi juga sebagai penyedia infrastruktur teknologi. Galaxy Digital Menjadi Contoh Perubahan Tren Galaxy Digital telah lama dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang aset digital, mulai dari perdagangan kripto, manajemen aset, investasi modal ventura, hingga layanan infrastruktur blockchain. Namun, perhatian investor belakangan ini justru tertuju pada Helios Campus di Texas, sebuah kompleks pusat data yang tengah dikembangkan perusahaan untuk kebutuhan AI dan komputasi berkinerja tinggi (high-performance computing). Manajemen Galaxy Digital bahkan menyebutkan bahwa Helios berpotensi menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap nilai perusahaan di masa depan. Akibatnya, banyak investor mulai melihat Galaxy Digital bukan hanya sebagai perusahaan kripto, tetapi juga sebagai perusahaan penyedia infrastruktur AI. Mengapa Infrastruktur AI Sangat Bernilai? Perkembangan teknologi AI yang sangat pesat menciptakan kebutuhan besar terhadap infrastruktur pendukung. Saat ini, tantangan utama industri AI bukan lagi sekadar mengembangkan model kecerdasan buatan yang lebih canggih, melainkan menyediakan kapasitas komputasi yang cukup untuk melatih dan menjalankan model tersebut. Sistem AI modern membutuhkan berbagai komponen penting, seperti: GPU dalam jumlah besar. Sistem pendingin berkapasitas tinggi. Koneksi listrik yang stabil. Jaringan berkecepatan tinggi. Pusat data berskala besar. Membangun fasilitas tersebut membutuhkan investasi yang sangat besar serta waktu yang tidak singkat. Karena itu, perusahaan yang telah memiliki infrastruktur tersebut dinilai memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditiru. Mengapa Perusahaan Kripto Memiliki Keunggulan? Menariknya, banyak perusahaan kripto sebenarnya sudah memiliki aset yang kini sangat dibutuhkan industri AI. Operasi penambangan Bitcoin selama bertahun-tahun menuntut perusahaan untuk membangun fasilitas dengan konsumsi listrik yang sangat tinggi. Untuk mendukung aktivitas mining, mereka telah: Mengamankan pasokan listrik berkapasitas besar. Membeli lahan strategis. Membangun sistem pendingin industri. Terhubung langsung dengan jaringan listrik utama. Mengembangkan pusat data dalam skala besar. Semua aset tersebut ternyata juga menjadi kebutuhan utama perusahaan AI. Walaupun pusat data AI memiliki spesifikasi yang berbeda dengan fasilitas mining Bitcoin, keduanya sama-sama membutuhkan daya listrik besar dan infrastruktur komputasi yang kuat. Hal inilah yang membuka peluang baru bagi perusahaan kripto. Helios Menjadi Aset Strategis Galaxy Digital Setelah mengakuisisi Helios dari Argo Blockchain pada 2022, Galaxy Digital mulai mengubah arah pengembangan fasilitas tersebut. Jika sebelumnya digunakan untuk aktivitas mining Bitcoin, kini Helios difokuskan sebagai pusat layanan AI dan komputasi berkinerja tinggi. Strategi ini semakin mendapat perhatian setelah penyedia layanan cloud AI, CoreWeave, menjalin kerja sama terkait fasilitas tersebut. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perusahaan AI besar melihat nilai strategis dari infrastruktur yang dimiliki Galaxy Digital. Berbeda dengan pendapatan dari perdagangan kripto yang cenderung fluktuatif, kontrak penyewaan pusat data AI biasanya berlangsung dalam jangka panjang sehingga menghasilkan arus kas yang lebih stabil. Stabilitas inilah yang sangat disukai investor institusional. Munculnya Perusahaan Hybrid Kripto dan AI Galaxy Digital bukan satu-satunya perusahaan yang mulai menggabungkan bisnis kripto dan AI. Sejumlah perusahaan mining Bitcoin di Amerika Utara kini mulai mengembangkan layanan hosting AI, komputasi awan (cloud computing), hingga pusat data berperforma tinggi. Akibatnya, muncul kategori baru yang sering disebut sebagai perusahaan hybrid kripto-AI. Perusahaan-perusahaan ini tetap menjalankan bisnis blockchain dan aset digital, tetapi sebagian besar nilai mereka mulai berasal dari infrastruktur fisik yang juga dapat dimanfaatkan oleh industri AI. Mengapa Wall Street Lebih Menyukai Pendapatan dari AI? Pendapatan perusahaan kripto selama ini cenderung sangat bergantung pada kondisi pasar. Volume perdagangan dapat naik atau turun drastis, keuntungan mining berubah mengikuti harga aset digital dan tingkat kesulitan jaringan, sementara pendapatan manajemen aset bergantung pada nilai portofolio yang dikelola. Sebaliknya, bisnis infrastruktur AI menawarkan model pendapatan yang lebih stabil. Perusahaan biasanya memperoleh pemasukan melalui kontrak penyewaan jangka panjang dengan perusahaan teknologi besar. Pendapatan yang lebih mudah diprediksi membuat investor lebih percaya diri dalam memberikan valuasi yang tinggi. Dengan kata lain, Wall Street tidak meninggalkan industri kripto, tetapi mulai melihat bahwa infrastruktur AI dapat menjadi sumber pertumbuhan yang lebih konsisten. Apakah Antusiasme Ini Terlalu Berlebihan? Meski prospeknya menjanjikan, sebagian analis mengingatkan bahwa sektor AI juga memiliki risiko. Jika pembangunan pusat data berlangsung terlalu cepat sementara permintaan tidak tumbuh sesuai harapan, industri dapat mengalami kelebihan kapasitas. Fenomena serupa pernah terjadi pada berbagai sektor teknologi sebelumnya, seperti jaringan telekomunikasi dan internet pada masa awal perkembangannya. Selain itu, mengubah fasilitas mining menjadi pusat data AI juga membutuhkan investasi besar dan keahlian khusus. Tidak semua perusahaan kripto mampu melakukan transformasi tersebut dengan sukses. Karena itu, investor tetap perlu mempertimbangkan peluang dan risiko secara seimbang sebelum mengambil keputusan investasi. Apa yang Perlu Diperhatikan Investor? Perubahan tren ini membuat investor tidak lagi hanya melihat kepemilikan Bitcoin atau pendapatan dari perdagangan kripto. Beberapa faktor baru yang kini menjadi perhatian antara lain: Besarnya kapasitas listrik yang dimiliki perusahaan. Kepemilikan lahan di lokasi strategis. Kemampuan pusat data mendukung beban kerja AI. Potensi kerja sama dengan perusahaan teknologi besar. Diversifikasi sumber pendapatan perusahaan. Bagi banyak analis, faktor-faktor tersebut kini memiliki pengaruh yang sama pentingnya dengan eksposur terhadap aset digital. Masa Depan Perusahaan Kripto Tidak Lagi Hanya Bergantung pada Bitcoin Lonjakan saham Galaxy Digital menjadi gambaran perubahan besar yang sedang terjadi di pasar keuangan. Wall Street mulai memberikan nilai tinggi kepada perusahaan yang memiliki aset fisik penting untuk mendukung perkembangan AI, seperti pusat data, pasokan listrik, dan

Likuidasi $170 Juta Posisi Long Guncang Ethereum, Apakah ETH Masih Punya Harapan?

Harga Ether (ETH) kembali mengalami tekanan setelah terkoreksi sekitar 5% pada Selasa, menghapus seluruh kenaikan yang berhasil dicatat selama hampir dua pekan terakhir. Penurunan ini memicu likuidasi besar-besaran terhadap posisi long atau taruhan kenaikan harga ETH, dengan total nilai mencapai sekitar $170 juta. Kondisi tersebut membuat banyak investor mulai mempertanyakan arah pergerakan Ethereum ke depan. Di tengah sentimen pasar yang melemah, muncul pula kabar bahwa Ethereum Foundation melakukan pengurangan sekitar 20% tenaga kerjanya. Namun, di sisi lain, komunitas Ethereum masih menaruh harapan pada pembaruan jaringan yang akan datang. Posisi Short Mulai Mendominasi Pasar Ethereum Tekanan terhadap ETH terlihat jelas dari pasar derivatif. Tingkat pendanaan (funding rate) tahunan pada kontrak futures perpetual Ethereum sempat bergerak ke area negatif yang cukup dalam. Situasi ini menunjukkan bahwa trader yang membuka posisi short atau bertaruh pada penurunan harga harus membayar biaya tambahan untuk mempertahankan posisi mereka. Kondisi tersebut biasanya menjadi sinyal bahwa sentimen pasar sedang cenderung pesimistis. Funding rate yang berada di kisaran negatif 3% mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih belum memiliki keyakinan kuat terhadap potensi pemulihan harga Ethereum dalam jangka pendek. Selama 30 hari terakhir, harga ETH telah turun sekitar 20%, sedikit lebih buruk dibandingkan penurunan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan yang berada di kisaran 17%. Beberapa faktor eksternal turut memengaruhi kondisi ini, termasuk ketidakpastian geopolitik terkait negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, serta meningkatnya biaya investasi pada sektor kecerdasan buatan (AI) yang membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil risiko. Aktivitas DeFi Menurun, Tetapi Ethereum Masih Memimpin Melemahnya pasar aset digital juga berdampak pada sektor aplikasi terdesentralisasi (decentralized applications atau DApps). Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah proyek terpaksa menghentikan operasinya, sementara total nilai aset yang terkunci (Total Value Locked atau TVL) di industri DeFi mengalami penurunan sekitar 23%. Meski demikian, Ethereum masih mempertahankan posisinya sebagai jaringan blockchain terbesar dalam sektor DeFi. Saat ini, Ethereum memiliki TVL sekitar $38 miliar atau setara dengan 53% pangsa pasar DeFi global. Angka tersebut menunjukkan bahwa investor institusional masih menaruh kepercayaan besar pada ekosistem Ethereum dibandingkan jaringan blockchain lainnya. Selain itu, jika jaringan Layer-2 Ethereum turut diperhitungkan, ekosistem Ethereum menyumbang sekitar 43% dari total volume perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX). Dominasi ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak analis menilai Ethereum masih memiliki fondasi yang kuat meskipun sedang menghadapi tekanan harga. Tantangan dari Inflasi dan Imbal Hasil Staking Di samping sentimen pasar yang melemah, investor juga memperhatikan tingkat keuntungan yang ditawarkan ekosistem Ethereum. Saat ini, tingkat inflasi tahunan ETH diperkirakan berada di sekitar 0,8%, sementara imbal hasil staking berada di kisaran 2,7% per tahun. Meski angka tersebut masih tergolong positif, tingkat pengembaliannya dinilai kurang menarik jika dibandingkan dengan instrumen keuangan tradisional di Amerika Serikat seperti pasar uang (money market) yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi dengan risiko yang relatif lebih rendah. Kondisi ini membuat sebagian investor institusional mempertimbangkan kembali eksposur mereka terhadap Ethereum. Arus Keluar ETF Ethereum Berlanjut Tekanan terhadap harga ETH juga diperkuat oleh arus keluar dana dari ETF spot Ethereum yang terdaftar di Amerika Serikat. Produk ETF tersebut mencatat arus keluar bersih selama enam minggu berturut-turut. Sejak pertengahan Mei, total dana yang keluar telah mencapai sekitar $910 juta. Akibatnya, total aset yang dikelola oleh ETF spot Ethereum di AS turun menjadi sekitar $9,4 miliar. Arus keluar yang terus berlangsung ini mencerminkan menurunnya minat sebagian investor institusional terhadap ETH dalam jangka pendek dan turut memperburuk sentimen pasar. Restrukturisasi Ethereum Foundation Jadi Sorotan Pada saat yang hampir bersamaan, Ethereum Foundation mengumumkan restrukturisasi organisasi akibat pemotongan anggaran sekitar 40%. Sebagai bagian dari langkah efisiensi tersebut, sekitar 20% karyawan yayasan harus diberhentikan. Kabar ini sempat memicu kekhawatiran bahwa perkembangan Ethereum dapat melambat. Namun, banyak pihak menilai dampaknya tidak akan terlalu besar karena pengembangan Ethereum tidak hanya bergantung pada Ethereum Foundation. Ekosistem Ethereum saat ini didukung oleh ribuan pengembang independen, perusahaan teknologi, serta komunitas global yang aktif berkontribusi terhadap pengembangan jaringan. Upgrade Glamsterdam Bisa Menjadi Katalis Positif Di tengah berbagai sentimen negatif, investor masih menantikan implementasi upgrade Glamsterdam yang dijadwalkan menjadi salah satu pembaruan penting bagi jaringan Ethereum. Pembaruan ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi eksekusi transaksi, memperkuat keamanan jaringan, serta mengurangi tingkat sentralisasi dalam proses pembuatan blok. Salah satu fitur utama yang diusung adalah pemrosesan transaksi secara paralel, yang berpotensi meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus menekan hambatan kinerja saat aktivitas blockchain meningkat. Jika implementasi berjalan sesuai rencana, upgrade ini dapat menjadi katalis positif yang membantu mengembalikan kepercayaan pasar terhadap Ethereum. Apakah Ethereum Benar-Benar Terancam? Meskipun ETH menghadapi berbagai tekanan, mulai dari likuidasi besar-besaran, arus keluar ETF, hingga melemahnya aktivitas DeFi, banyak analis menilai Ethereum masih berada dalam posisi yang relatif kuat dibandingkan proyek blockchain lainnya. Dominasi Ethereum di sektor DeFi, dukungan institusional yang masih besar, serta pengembangan teknologi yang terus berjalan menjadi faktor penting yang dapat mendukung pemulihan di masa depan. Dalam jangka pendek, pergerakan harga ETH kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan. Namun dalam jangka panjang, Ethereum tetap menjadi salah satu ekosistem blockchain paling berpengaruh dan memiliki peluang besar untuk memimpin ketika permintaan terhadap aplikasi terdesentralisasi kembali meningkat. Kunjungi Info Kripto untuk mendapatkan berita terbaru seputar Ethereum, Bitcoin, aset digital, dan perkembangan industri cryptocurrency dari seluruh dunia.