Perusahaan infrastruktur kripto BitGo Holdings memangkas sekitar 15% tenaga kerjanya pada Kamis sebagai bagian dari strategi baru yang lebih terfokus pada pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), stablecoin, layanan perdagangan, serta infrastruktur penyelesaian transaksi.
Melalui unggahan di platform X, pendiri sekaligus CEO BitGo, Mike Belshe, mengakui bahwa keputusan tersebut merupakan langkah yang berat. Menurutnya, perkembangan industri aset digital telah mengubah cara perusahaan membangun layanan keuangan sehingga diperlukan penyesuaian strategi bisnis.
Belshe menjelaskan bahwa BitGo ingin memusatkan sumber daya dan tenaga kerja pada bidang-bidang yang dinilai memiliki potensi terbesar, seperti keamanan aset digital, perdagangan, stablecoin, penyelesaian transaksi (settlement), dan infrastruktur berbasis AI.
Gelombang PHK ini menambah daftar panjang perusahaan kripto yang melakukan pengurangan karyawan sepanjang 2026. Banyak perusahaan menyebut peningkatan efisiensi melalui pemanfaatan AI serta perlambatan pasar kripto sebagai alasan utama di balik kebijakan tersebut.
BitGo belum mengungkapkan jumlah pasti karyawan yang terdampak. Namun, berdasarkan laporan tahunan 2025 yang diterbitkan pada Maret lalu, perusahaan memiliki 603 karyawan tetap hingga 31 Desember 2025. Dengan demikian, pemangkasan sekitar 15% diperkirakan memengaruhi sekitar 90 orang.
Meski melakukan pengurangan tenaga kerja, Belshe menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindakan satu kali dan perusahaan tidak memperkirakan akan melakukan PHK tambahan dalam waktu dekat. Ia juga menyebut BitGo masih membuka 51 lowongan pekerjaan di berbagai wilayah.
Hingga berita ini ditulis, pihak BitGo belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait kebijakan tersebut.
Di pasar saham, harga saham BitGo (BTGO) ditutup melemah 4,67% ke level US$4,80 pada Kamis. Angka tersebut memperpanjang penurunan sekitar 73% dibandingkan harga debut perdananya sebesar US$18 pada 22 Januari.
Sepanjang tahun ini, industri kripto telah kehilangan lebih dari 5.000 lapangan pekerjaan. Block Inc. menjadi perusahaan dengan jumlah PHK terbesar setelah memangkas sekitar 4.000 karyawan, atau hampir setengah dari total tenaga kerjanya, pada Februari.
Selain itu, Robinhood mengurangi sekitar 10% karyawannya pada 16 Juni. Pada Mei, bursa kripto Kraken memangkas 150 pegawai, perusahaan data kripto Dune mengurangi sekitar 25% tenaga kerjanya, sementara Coinbase memberhentikan sekitar 700 karyawan atau sekitar 14% dari total pegawainya.
Sebelumnya, Gemini juga telah memangkas sekitar 200 karyawan, sedangkan Crypto.com mengurangi sekitar 180 pegawai. Kedua perusahaan tersebut menyebut meningkatnya penggunaan teknologi AI sebagai salah satu faktor yang mendorong efisiensi operasional.
Tidak hanya sektor kripto, industri teknologi di Amerika Serikat juga mengalami tren serupa. Sepanjang 2026, lebih dari 121.500 pekerja di lebih dari 200 perusahaan teknologi dilaporkan kehilangan pekerjaan.
Ikuti perkembangan terbaru seputar industri aset digital dan teknologi blockchain dengan mengunjungi Berita Crypto untuk mendapatkan informasi terkini setiap hari.