Blockped

CFTC Umumkan Tim Task Force Inovasi untuk Perjelas Regulasi Kripto

image_2026-04-11_140451704-rlu84f9km8m92noh2zqoac82annhd6wfs7k3jtafxc

Commodity Futures Trading Commission (CFTC) resmi mengumumkan anggota awal dari Innovation Task Force, sebuah tim yang dibentuk untuk memperjelas aturan dalam industri kripto di Amerika Serikat.

Task force ini pertama kali diperkenalkan pada 24 Maret oleh Ketua CFTC, Mike Selig, yang menunjuk Michael Passalacqua sebagai pemimpin tim. Saat ini, Passalacqua juga menjabat sebagai penasihat senior Selig di CFTC.

Dalam pengumuman terbaru, Passalacqua akan bekerja bersama lima anggota lainnya yang memiliki latar belakang hukum dan industri kripto. Mereka adalah Hank Balaban (mantan pengacara kripto di Latham & Watkins), Sam Canavos (mantan penasihat kripto dan prediction market di Patomak), Mark Fajfar (veteran hukum CFTC), Eugene Gonzalez IV (mantan pengacara blockchain di Sidley), serta Dina Moussa (penasihat khusus di divisi peserta pasar CFTC).

Selig menyebut bahwa tim ini dibentuk untuk menghadirkan kejelasan aturan bagi para inovator di Amerika, dengan menggabungkan keahlian mendalam dan komitmen terhadap perkembangan teknologi yang bertanggung jawab.

Upaya Lebih Luas untuk Kepastian Regulasi

Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar dari CFTC dan Securities and Exchange Commission (SEC) dalam memberikan kepastian regulasi bagi aset digital, khususnya di bawah arahan pemerintahan Donald Trump.

Pada hari yang sama, Selig juga memperkenalkan fitur baru bernama innovation tracker, sebuah platform yang merangkum berbagai inisiatif CFTC dalam mendorong kejelasan regulasi, menjaga integritas pasar, serta mendukung perkembangan teknologi secara bertanggung jawab.

Platform tersebut menyoroti tiga fokus utama, yaitu kripto dan blockchain, kecerdasan buatan serta sistem otonom, dan kontrak serta pasar prediksi.

Peran CFTC dan Nasib RUU CLARITY

CFTC berpotensi menjadi regulator utama di sektor kripto, terutama setelah SEC menyatakan pada pertengahan Maret bahwa sebagian besar aset kripto tidak termasuk dalam kategori sekuritas di bawah kewenangannya.

Namun, kepastian pembagian peran antara kedua lembaga ini masih bergantung pada nasib Clarity Act, sebuah rancangan undang-undang yang saat ini masih dalam proses legislasi. Ketua SEC, Paul Atkins, bahkan menyerukan agar regulasi tersebut segera disahkan agar memberikan kepastian hukum yang lebih kuat.

Ia juga menegaskan bahwa baik SEC maupun CFTC sudah siap untuk mengimplementasikan aturan tersebut, serta mendorong Kongres untuk segera mengesahkannya demi menciptakan struktur pasar yang lebih jelas dan tahan terhadap potensi penyimpangan regulator.

Untuk mendapatkan wawasan tambahan dan mengikuti perkembangan terbaru di dunia aset digital, kamu juga bisa menjelajahi berbagai Portal Crypto yang kami sajikan secara lengkap dan terpercaya.

Picture of pediadmin

pediadmin