Dua pria bersaudara asal Texas mengaku bersalah atas keterlibatan mereka dalam aksi penculikan bersenjata terhadap sebuah keluarga di Minnesota yang berujung pada pencurian aset kripto senilai sekitar US$8 juta.
Isiah Angelo Garcia dan Raymond Christian Garcia secara resmi menyatakan bersalah pada Kamis waktu setempat atas tuduhan mengganggu aktivitas perdagangan melalui tindak perampokan. Berdasarkan hukum federal Amerika Serikat, keduanya terancam hukuman penjara hingga 20 tahun.
Jaksa Amerika Serikat untuk Distrik Minnesota, Daniel Rosen, mengatakan bahwa pengakuan bersalah tersebut merupakan bagian dari upaya aparat untuk memastikan para pelaku bertanggung jawab atas tindakan mereka.
Kasus Kejahatan Kripto dengan Kekerasan Terus Meningkat
Peristiwa ini menjadi bagian dari tren meningkatnya kasus kejahatan fisik yang menargetkan pemilik aset kripto di berbagai negara.
Menurut laporan perusahaan keamanan blockchain CertiK, jumlah kasus penculikan dan serangan fisik terkait aset kripto meningkat sekitar 75% sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, kerugian akibat serangan serupa pada empat bulan pertama 2026 diperkirakan telah mencapai US$101 juta secara global.
Fenomena ini dikenal sebagai “crypto wrench attack”, yaitu tindakan kriminal yang menggunakan ancaman, kekerasan, atau pemaksaan fisik untuk mendapatkan akses ke aset digital korban.
Keluarga Disandera demi Akses ke Dompet Kripto
Berdasarkan keterangan jaksa yang dirilis pada September 2025, kedua pelaku melakukan perjalanan dari Texas menuju Minnesota untuk menjalankan aksinya.
Mereka diduga mendatangi rumah korban dan menodongkan senjata api kepada anggota keluarga sebelum memaksa korban menyerahkan akses ke akun kripto serta dompet perangkat keras (hardware wallet) miliknya.
Insiden tersebut berlangsung selama berjam-jam.
Istri dan anak korban dilaporkan disandera selama sekitar sembilan jam di rumah keluarga mereka, sementara korban dibawa ke sebuah kabin milik keluarga yang berjarak sekitar tiga jam perjalanan dari lokasi awal.
Di lokasi tersebut, korban dipaksa mentransfer aset kripto senilai sekitar US$8 juta kepada para pelaku.
Panggilan Darurat Menjadi Titik Balik
Kasus ini mulai terungkap setelah anak korban berhasil melakukan panggilan darurat ke layanan penyelamatan.
Panggilan tersebut diterima oleh petugas Sheriff Washington County yang kemudian segera melakukan penyelidikan.
Dalam proses investigasi, aparat menemukan sejumlah barang bukti penting, termasuk satu senapan laras panjang dan satu shotgun yang diduga digunakan selama aksi penculikan.
Rekaman kamera pengawas serta berbagai bukti tambahan lainnya turut membantu penyidik menghubungkan kedua bersaudara tersebut dengan tindak kejahatan yang terjadi.
Kedua Pelaku Mengaku Menggunakan Senjata Api
Dalam dokumen pengakuan bersalah, Isiah dan Raymond Garcia mengakui bahwa mereka menggunakan senjata api untuk mengancam korban dan keluarganya demi memperoleh akses terhadap aset kripto.
Selain menerima tuntutan pidana, keduanya juga sepakat untuk membayar restitusi atau ganti rugi senilai lebih dari US$8 juta kepada korban.
Hingga saat ini, jadwal sidang pembacaan vonis terhadap kedua pelaku masih belum ditetapkan.
Aparat Tingkatkan Upaya Melawan Kejahatan Kripto
Perkembangan kasus ini menjadi salah satu keberhasilan terbaru aparat Amerika Serikat dalam menangani kejahatan yang secara khusus menargetkan pemilik aset digital.
Pada Mei lalu, otoritas AS juga mengumumkan dakwaan terhadap tiga pria yang diduga mencuri sedikitnya US$6,5 juta melalui serangkaian perampokan yang menyasar investor kripto.
Dalam kasus tersebut, para pelaku menyamar sebagai kurir pengiriman barang untuk mendapatkan akses ke rumah korban sebelum menggunakan kekerasan guna memaksa penyerahan aset digital.
Meningkatnya jumlah serangan terhadap pemilik kripto juga mulai menjadi perhatian sejumlah pemerintah di dunia.
Pemerintah Prancis Ambil Langkah Pencegahan
Lonjakan kasus crypto wrench attack mendorong pemerintah Prancis mengambil berbagai langkah pencegahan.
Dalam ajang Paris Blockchain Week yang digelar pada April lalu, Jean-Didier Berger, Menteri Delegasi untuk Kementerian Dalam Negeri Prancis, mengungkapkan bahwa pemerintah telah meluncurkan sejumlah program perlindungan bagi pemilik aset digital.
Salah satu inisiatif yang diperkenalkan adalah platform pencegahan khusus yang bertujuan meningkatkan kesadaran keamanan di kalangan investor kripto. Program tersebut dilaporkan telah menarik ribuan pendaftar sejak pertama kali diluncurkan.
Kasus penculikan di Minnesota kembali menjadi pengingat bahwa keamanan aset kripto tidak hanya berkaitan dengan perlindungan digital, tetapi juga keamanan fisik pemiliknya. Seiring meningkatnya nilai dan adopsi aset digital, ancaman kejahatan yang menargetkan individu secara langsung juga diperkirakan akan terus menjadi perhatian utama industri.
Kunjungi Berita Blockchain untuk mengikuti perkembangan terbaru seputar keamanan aset digital, kejahatan siber, regulasi kripto, dan berbagai peristiwa penting dalam industri blockchain global.