Kepemilikan investor profesional terhadap ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mengalami penurunan signifikan pada kuartal pertama 2026. Kondisi ini terjadi seiring melemahnya pasar Bitcoin dan meningkatnya aksi jual dari sejumlah institusi yang berorientasi pada perdagangan jangka pendek.
Berdasarkan laporan terbaru dari CoinShares yang menganalisis dokumen 13F, yaitu laporan regulasi yang mengungkap kepemilikan aset para manajer investasi dengan aset kelolaan minimal 100 juta dolar AS, investor profesional tercatat mengurangi eksposur mereka terhadap ETF Bitcoin dari 313.000 BTC menjadi 261.000 BTC selama kuartal pertama.
Penurunan tersebut setara dengan sekitar 52.000 BTC atau turun 17% dibandingkan periode sebelumnya.
Selain jumlah kepemilikan yang berkurang, nilai total aset yang dimiliki investor profesional melalui ETF Bitcoin juga mengalami penurunan cukup tajam. Nilainya turun sekitar 35% menjadi 17,8 miliar dolar AS.
Sementara itu, porsi kepemilikan ETF Bitcoin AS yang dimiliki oleh investor pelapor 13F juga turun dari 24,7% menjadi 20,8%.
Hedge Fund Menjadi Kontributor Utama Aksi Jual
Menurut analis aset digital CoinShares, Matt Kimmell, data tersebut menunjukkan pola yang sering terjadi ketika pasar Bitcoin mengalami tekanan.
Ia menjelaskan bahwa strategi investasi yang memanfaatkan leverage maupun perdagangan taktis biasanya menjadi yang pertama dikurangi saat pasar memasuki fase penurunan.
Aksi jual terbesar berasal dari hedge fund dan perusahaan pialang (brokerage), yang secara gabungan menyumbang sekitar 96% dari total pengurangan eksposur.
Hedge fund tercatat mengurangi kepemilikan mereka sebesar 31.400 BTC atau turun sekitar 39%. Sementara itu, perusahaan pialang memangkas eksposur hingga 18.800 BTC, setara dengan penurunan sekitar 53%.
Data tersebut menunjukkan bahwa investor yang lebih aktif melakukan perdagangan jangka pendek cenderung mengambil langkah defensif selama periode volatilitas pasar.
Penasihat Investasi dan Bank Justru Menambah Eksposur
Di tengah aksi jual dari hedge fund, beberapa kelompok investor justru menunjukkan pendekatan yang berbeda.
Penasihat investasi (investment advisors), yang merupakan kelompok investor profesional terbesar dengan kepemilikan sekitar 150.300 BTC, hanya mengurangi eksposur sebesar 5,9%.
Lebih menarik lagi, sektor perbankan justru meningkatkan kepemilikannya secara signifikan.
Bank-bank yang memiliki eksposur terhadap ETF Bitcoin tercatat menambah sekitar 7.800 BTC selama kuartal pertama, sehingga total kepemilikan mereka meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
Perbedaan perilaku ini mengindikasikan bahwa sebagian institusi masih memandang Bitcoin sebagai aset yang memiliki potensi jangka panjang meskipun pasar sedang mengalami koreksi.
Penurunan Kepemilikan Terjadi Saat Harga Bitcoin Melemah
Berkurangnya kepemilikan ETF Bitcoin oleh investor profesional terjadi bersamaan dengan koreksi harga yang cukup tajam.
Sepanjang kuartal pertama 2026, harga Bitcoin turun sekitar 22% dan melanjutkan tren pelemahan yang telah dimulai sejak akhir 2025.
Pada titik terendahnya, Bitcoin sempat diperdagangkan di bawah level 60.000 dolar AS. Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa yang tercapai pada Oktober 2025 di atas 126.000 dolar AS, harga Bitcoin sempat terkoreksi sekitar 50%.
Kondisi tersebut mendorong banyak investor jangka pendek untuk mengurangi risiko dan menyesuaikan posisi investasi mereka.
Regulasi Kripto Justru Menunjukkan Perkembangan Positif
Meski pasar mengalami volatilitas tinggi, CoinShares menilai kuartal pertama 2026 juga menghadirkan sejumlah perkembangan regulasi yang berpotensi mendukung pertumbuhan industri aset digital dalam jangka panjang.
Salah satu perkembangan penting adalah upaya regulator Amerika Serikat untuk memperjelas pembagian kewenangan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dalam mengawasi aset digital.
Selain itu, muncul berbagai usulan terkait perlakuan aset digital dalam rekening pensiun dan instrumen investasi jangka panjang lainnya.
Perkembangan positif tersebut berlanjut setelah kuartal pertama berakhir. SEC baru-baru ini menetapkan aset digital sebagai salah satu prioritas strategis hingga tahun 2030.
Dalam dokumen rancangan yang dirilis pekan ini, SEC menyatakan komitmennya untuk membangun fondasi regulasi yang lebih jelas dan konsisten bagi aset digital serta teknologi distributed ledger.
Institusi Keuangan Semakin Terbuka terhadap Bitcoin
CoinShares juga menyoroti meningkatnya penerimaan Bitcoin di kalangan institusi keuangan tradisional.
Awal tahun ini, BlackRock mengakui bahwa Bitcoin berpotensi memainkan peran penting dalam portofolio investasi modern. Menurut perusahaan tersebut, strategi diversifikasi tradisional yang hanya mengandalkan saham dan obligasi menjadi semakin kurang efektif dibandingkan periode sebelum 2020.
Meski demikian, perhatian pelaku pasar saat ini masih tertuju pada nasib CLARITY Act, rancangan undang-undang yang bertujuan membentuk kerangka regulasi aset digital yang lebih komprehensif di Amerika Serikat.
RUU tersebut diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai pembagian tugas antara SEC dan CFTC dalam mengawasi industri kripto.
Walaupun mendapat sejumlah kritik dari industri perbankan, beberapa anggota parlemen memperkirakan pembahasan CLARITY Act dapat mencapai tahap pemungutan suara di Senat paling cepat pada Agustus mendatang.
Ikuti berita cryptocurrency untuk mengikuti perkembangan terbaru ETF Bitcoin, regulasi aset digital, dan berbagai tren penting yang memengaruhi pasar kripto global.