Sebuah terobosan di bidang komputasi kuantum kembali memicu perdebatan di komunitas kripto. Perusahaan riset keamanan kuantum Project Eleven memberikan penghargaan kepada peneliti Giancarlo Lelli setelah berhasil memecahkan kunci kriptografi elliptic curve berukuran 15-bit.
Eksperimen ini menggunakan komputer kuantum dengan pendekatan berbasis variasi dari Shor’s algorithm, yang memungkinkan Lelli menurunkan private key dari public key. Metode ini merupakan versi sederhana dari sistem yang juga digunakan dalam Bitcoin, meskipun Bitcoin sendiri menggunakan kunci yang jauh lebih kompleks, yaitu 256-bit.
Masih Jauh dari Ancaman Nyata, Tapi Jarak Mulai Menyempit
Meskipun keberhasilan ini hanya terjadi pada skala kecil, para peneliti menilai bahwa jarak antara kemampuan komputer kuantum saat ini dan kebutuhan untuk meretas sistem kriptografi modern mulai berkurang.
CEO Project Eleven, Alex Pruden, menyatakan bahwa kebutuhan sumber daya untuk melakukan serangan semacam ini terus menurun, sehingga hambatan teknis untuk menerapkannya di dunia nyata juga semakin kecil.
Eksperimen ini disebut sebagai demonstrasi publik terbesar sejauh ini dalam upaya memecahkan kunci berbasis ECDSA, yang saat ini melindungi aset kripto bernilai hingga triliunan dolar.
Perdebatan: Ancaman Dekat atau Masih Lama?
Komunitas kripto masih berbeda pendapat terkait seberapa cepat ancaman ini akan menjadi nyata. Diperkirakan sekitar $450 miliar Bitcoin yang tersimpan di alamat lama berpotensi lebih rentan, karena public key-nya sudah terekspos.
Beberapa analis memperkirakan bahwa industri memiliki waktu sekitar tiga hingga lima tahun untuk bersiap menghadapi potensi ancaman ini. Namun, pandangan lain lebih konservatif.
CEO Blockstream, Adam Back, menyebut bahwa teknologi komputasi kuantum saat ini masih dalam tahap eksperimen dan belum siap menjadi ancaman nyata dalam waktu dekat. Meski begitu, ia tetap menyarankan agar industri mulai mempersiapkan solusi kriptografi tahan kuantum sejak sekarang.
Efisiensi Komputer Kuantum Mulai Meningkat
Perkembangan terbaru juga menunjukkan bahwa komputer kuantum mungkin membutuhkan lebih sedikit unit komputasi (qubit) daripada yang sebelumnya diperkirakan untuk menembus sistem kriptografi modern. Hal ini menambah urgensi bagi industri untuk mulai beradaptasi lebih cepat.
Untuk memahami lebih jauh perkembangan teknologi dan dampaknya pada industri aset digital, kamu juga bisa mengikuti berbagai Berita Crypto terbaru yang kami sajikan secara akurat dan terpercaya.