Harga Bitcoin dan aset berisiko lainnya terpantau semakin sensitif terhadap pernyataan Presiden AS, Donald Trump. Unggahan di media sosial maupun pengumuman kebijakannya kepada pers kerap memicu fluktuasi harga yang tajam antara 5% hingga 12% hanya dalam hitungan menit. Fenomena ini semakin mengaburkan batas antara kebijakan negara dan manuver yang memengaruhi pasar.
Sorotan Terhadap Potensi Manipulasi Pasar
Kondisi ini memicu pengawasan ketat dari para pembuat undang-undang, akademisi, dan pakar pasar. Mereka mempertanyakan apakah pergerakan harga yang sangat reaktif ini dimanfaatkan untuk praktik perdagangan orang dalam (insider trading).
Sebuah studi dari University of Oxford Faculty of Law menyoroti adanya ayunan tajam di pasar global menyusul perubahan cepat pada kebijakan tarif AS. Salah satu contohnya adalah ketika harga kripto dan saham anjlok usai pengumuman tarif baru, namun kembali melonjak setelah Trump menarik sebagian kebijakan tersebut beberapa hari kemudian. Dinamika maju-mundur yang kerap dijuluki efek “TACO” (Trump Again Chickens Out) ini dinilai menciptakan peluang keuntungan yang fantastis bagi pihak-pihak yang mungkin mengetahui informasi tersebut lebih awal.
Kecurigaan ini semakin menguat ketika Trump mengunggah pesan berbunyi “INI WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMBELI!!” di Truth Social pada April 2025, sesaat sebelum penyesuaian tarif yang akhirnya melambungkan pasar. Insiden ini mendorong anggota parlemen, termasuk Senator Adam Schiff, untuk menuntut penyelidikan terkait manipulasi pasar.
Meskipun tidak ada bukti konklusif bahwa Trump atau pemerintahannya melanggar undang-undang sekuritas demi keuntungan pribadi, transaksi skala besar yang waktunya sangat akurat terus memicu perdebatan. Sebuah episode dari CBC’s Front Burner pada bulan Maret menyoroti perdagangan berjangka minyak yang sangat menguntungkan tepat sebelum pengumuman militer terkait Iran. Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Stephen Lynch, turut menyuarakan kekhawatiran serius mengenai potensi penyalahgunaan informasi keamanan nasional oleh pejabat pemerintah.
5 Momen Pernyataan Trump Mengguncang Bitcoin
Berikut adalah lima momen krusial ketika pernyataan atau unggahan media sosial Trump memicu pergerakan ekstrem pada harga Bitcoin:
-
11 Juli 2019 — Sentimen Negatif Pertama: Dalam kritik terbuka pertamanya, Trump mencuit bahwa dirinya “bukan penggemar Bitcoin dan Kripto lainnya,” dan menyebut aset tersebut tidak berwujud. Harga BTC langsung anjlok 7,1% dalam waktu 45 menit.
-
3 Maret 2025 — Poros Cadangan Strategis: Usai kampanye pro-kripto, Trump mengonfirmasi via Truth Social bahwa “Cadangan Kripto Nasional Strategis” AS akan mencakup keranjang aset digital dengan Bitcoin sebagai pilar utama. BTC melonjak 8,2% dari US$84.000 menjadi lebih dari US$91.000 dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.
-
10 Oktober 2025 — Tarif 100% untuk China: Trump mengumumkan tarif impor 100% untuk semua produk China guna membalas kontrol ekspor logam tanah jarang (rare-earth). Bitcoin terjun bebas 12,4% dalam dua jam, jatuh dari rekor tertingginya di US$124.714 menuju US$102.000. Peristiwa ini memicu likuidasi senilai US$19,38 miliar yang menjadi rekor penyapuan pasar satu hari terbesar dalam sejarah kripto.
-
3 Maret 2026 — Pembelaan “Genius Act”: Mengkritik bank-bank Wall Street di Truth Social karena dianggap menjegal regulasi kripto (Genius Act dan Clarity Act), sentimen anti-bank ini direspons positif oleh pasar. Bitcoin naik 5,2% hanya dalam 10 menit ke level US$71.000, menyoroti kesiapan pemerintahannya untuk berhadapan dengan sistem keuangan tradisional.
-
14 April 2026 — Sinyal Pembicaraan Damai: Menyusul ketegangan dari blokade Selat Hormuz, Trump menyatakan bahwa Iran telah membuka komunikasi untuk pembicaraan damai. Dalam waktu 30 menit, Bitcoin melesat 6,2% dari US$70.000 ke kisaran US$75.000.
Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi Lagi Pekan Ini?
Pola volatilitas yang dipicu oleh pernyataan politik ini tampaknya akan terus berulang. Pada hari Jumat lalu, Bitcoin sempat meroket ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan dengan menembus US$78.000, usai Trump mengisyaratkan berakhirnya konflik dan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh.
Namun, ketidakpastian segera membayangi. Pada Sabtu pagi, pihak militer Iran mengonfirmasi bahwa selat tersebut kembali ditutup, diwarnai laporan adanya kapal yang harus berputar arah atau mendapat tembakan peringatan. Akibatnya, sentimen pasar langsung berbalik, menghapus keuntungan yang diraih pada hari Jumat dan menarik Bitcoin kembali merosot ke bawah level US$76.000.
Sebagai referensi tambahan, Anda juga dapat mengakses Portal Crypto kami untuk mendapatkan update terbaru dan terpercaya melalui beranda website Blockped.