Blockped

Abaikan Tensi Geopolitik, Bitcoin Sukses Rebound ke US$73.400 Seiring Turunnya Harga Minyak

Abaikan Tensi Geopolitik, Bitcoin Sukses Rebound ke US$73.400 Seiring Turunnya Harga Minyak

Harga Bitcoin (BTC) berhasil menghapus kerugian yang dialaminya sepanjang akhir pekan, berbalik menguat hingga menembus level US$73.400 pada perdagangan sesi Amerika Serikat di hari Senin. Menariknya, pemulihan aset berisiko ini terjadi di tengah buntunya negosiasi damai antara AS dan Iran, serta adanya instruksi blokade Selat Hormuz.

Pembalikan Arah di Tengah Gejolak Makro

Tren kepanikan di akhir pekan yang kemudian diikuti oleh pembalikan arah (reversal) pada hari Senin tampaknya telah menjadi pola baru di tahun 2026.

Sebelumnya, harga Bitcoin sempat anjlok sekitar 4% sejak Sabtu malam hingga Senin dini hari. Penurunan tersebut dipicu oleh sentimen negatif dari kabar bahwa Wakil Presiden AS, J.D. Vance, meninggalkan Pakistan tanpa membawa kesepakatan damai dengan Iran, disusul oleh perintah Presiden Donald Trump untuk memblokade Selat Hormuz. Namun, kerugian tersebut sukses dihapus sepenuhnya saat pasar AS mulai beroperasi pada hari Senin.

Saat pasar saham AS ditutup, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$73.400, mencatatkan kenaikan lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir. Tren positif ini juga mengekor pada aset kripto alternatif (altcoin) lainnya. Ethereum (ETH), Solana (SOL), dan XRP (XRP) kompak berada di zona hijau, meskipun dengan persentase kenaikan yang sedikit di bawah BTC.

Harga Minyak Merosot, Saham Kripto Meroket

Pemulihan Bitcoin berjalan beriringan dengan pergerakan positif di pasar tradisional. Indeks padat teknologi Nasdaq ditutup menguat 1,2%. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang sempat memicu kepanikan dengan menyentuh US$105 per barel pada hari Minggu, kini telah terkoreksi signifikan dan kembali berada di bawah level US$100, tepatnya di kisaran US$98 per barel.

Di bursa saham, perusahaan-perusahaan yang terafiliasi dengan industri kripto mencatatkan performa gemilang. Saham Circle (CRCL) memimpin dengan lonjakan 11%, disusul oleh Gemini (GEMI) yang naik 9%, serta MARA Holdings (MARA) dan Bullish (BLSH) yang masing-masing menguat sedikit di atas 8%.

Manuver Agresif ‘Strategy’ Terus Berlanjut

Di luar isu geopolitik Timur Tengah, perusahaan besutan Michael Saylor, Strategy (MSTR), terpantau terus menyedot pasokan Bitcoin di pasar dengan langkah yang sangat agresif.

Pekan lalu, perusahaan tersebut memborong 13.927 BTC senilai US$1 miliar. Menariknya, Saylor dan timnya tidak menerbitkan saham biasa (*common stock*) untuk mendanai pembelian raksasa ini. Mereka lebih memilih untuk menerbitkan saham preferen STRC senilai US$1 miliar yang menawarkan imbal hasil (yield) sebesar 11,5%.

Aktivitas perdagangan saham STRC pada hari Senin memberikan sinyal kuat bahwa aksi borong Bitcoin skala besar akan kembali terjadi pekan ini. Volume perdagangan STRC tercatat memecahkan rekor dengan menyentuh angka US$770 juta. Dengan saham yang terus diperdagangkan pada nilai parinya, hal ini mengindikasikan adanya penerbitan saham tambahan yang signifikan oleh Strategy, yang pada akhirnya akan bermuara pada pembelian Bitcoin massal selanjutnya.

Untuk memperluas wawasan Anda, jangan lewatkan Info Kripto terbaru yang kami sajikan lengkap dan selalu terupdate di beranda website Blockped.

Picture of pediadmin

pediadmin