Blockped

New York dan Illinois Larang Pegawai Negara Ikut Prediction Market

Gubernur New York, Kathy Hochul, resmi menandatangani perintah eksekutif yang melarang pegawai negara bagian terlibat dalam aktivitas prediction market. Kebijakan ini menyusul langkah serupa yang lebih dulu diambil oleh Gubernur Illinois, JB Pritzker. Hochul menegaskan bahwa memanfaatkan informasi internal untuk meraih keuntungan pribadi merupakan bentuk korupsi. Ia juga menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan memastikan pejabat publik bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan demi keuntungan pribadi. Selain itu, Hochul mengkritik pemerintahan Donald Trump dan anggota Kongres dari Partai Republik karena dinilai belum menetapkan standar etika yang jelas untuk mencegah praktik insider trading di prediction market. Popularitas Naik, Risiko Ikut Meningkat Prediction market sendiri tengah mengalami pertumbuhan pesat. Volume perdagangan bulanan terus meningkat selama tujuh bulan berturut-turut dan mencapai rekor baru sekitar $23,6 miliar pada Maret. Platform ini memungkinkan pengguna “bertaruh” pada berbagai peristiwa dunia nyata, mulai dari olahraga, politik, hingga kondisi ekonomi. Namun, pertumbuhan cepat ini juga diiringi kekhawatiran terkait manipulasi pasar dan penyalahgunaan informasi rahasia. Sebagai respons, Illinois menerapkan aturan ketat yang melarang pegawai negara: Menggunakan informasi non-publik untuk trading Membantu pihak lain memanfaatkan informasi tersebut Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga transparansi dan integritas pemerintahan. Dugaan Insider Trading Picu Kekhawatiran Keputusan ini juga dipicu oleh beberapa kasus mencurigakan di prediction market. Salah satunya melibatkan trader yang memasang taruhan dengan probabilitas rendah terkait jatuhnya Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, lalu memperoleh keuntungan besar ketika peristiwa itu benar-benar terjadi. Kasus lain mencakup transaksi mencurigakan terkait konflik geopolitik, seperti invasi Iran dan isu terkait pemimpin tertingginya. Perintah eksekutif dari New York menegaskan bahwa pelanggaran aturan ini dapat berujung pada pemecatan hingga tindakan hukum. Selain itu, pegawai juga dilarang membantu orang lain memanfaatkan informasi rahasia untuk keuntungan di prediction market. Industri dan Regulasi Masih Beradaptasi Di sisi lain, platform prediction market juga mulai mengambil langkah untuk mengatasi isu ini. Misalnya, Kalshi dilaporkan pernah melarang seorang kandidat politik karena bertaruh pada hasil pemilihannya sendiri. Langkah New York dan Illinois ini menjadi bagian dari tren yang lebih luas, di mana berbagai negara bagian di AS mulai memperketat pengawasan terhadap prediction market, yang selama ini berada di wilayah abu-abu antara investasi dan perjudian. Untuk mengikuti perkembangan regulasi dan tren terbaru di industri aset digital, kamu juga bisa membaca berbagai Berita Crypto yang kami sajikan secara up-to-date dan terpercaya.

Apa Itu Blockchain dan Bagaimana Teknologi Ini Mengubah Dunia Digital

Apa Itu Blockchain dan Bagaimana Teknologi Ini Mengubah Dunia Digital

Saat ini, kebocoran data pribadi sangat sering terjadi di internet. Sistem server terpusat terbukti rentan terhadap peretasan siber. Privasi pengguna internet dunia semakin terancam bahaya nyata. Jika dibiarkan, kerugian finansial global akan terus membengkak tajam. Manipulasi data dapat menghancurkan bisnis Anda secara instan. Kepercayaan publik terhadap transaksi digital perlahan akan hancur lebur. Teknologi pencatatan mutakhir hadir sebagai solusi yang revolusioner. Sangat penting memahami apa itu blockchain saat ini. Temukan literasi terbaik bersama portal blockchain andalan Anda, Blockped. Memahami Fondasi Dasar dan Konsep Desentralisasi Data Banyak orang awam masih bingung mengenai teknologi mutakhir ini. Padahal, inovasi ini mengubah struktur digital secara fundamental. Mari bedah konsep sistem terdistribusi ini secara perlahan. Sejarah Singkat Inovasi Satoshi Nakamoto Semuanya bermula dari ide brilian seorang tokoh anonim. Sosok bernama Satoshi Nakamoto merilis whitepaper pada tahun 2008. Dokumen tersebut menjadi cikal bakal lahirnya aset Bitcoin. Tujuan utamanya adalah menciptakan sistem keuangan tanpa otoritas perantara. Ia ingin masyarakat bertransaksi langsung secara peer-to-peer. Inilah awal mula revolusi desentralisasi finansial dunia. Mengenal Konsep Buku Besar Terdistribusi Sistem ini berfungsi layaknya buku kas digital publik. Bedanya, buku catatan ini tidak disimpan di satu tempat. Salinan data disebarkan ke seluruh perangkat di dunia. Konsep buku besar terdistribusi ini sangat transparan. Siapa saja dapat melihat riwayat transaksi yang terjadi. Namun, tidak ada satu pihak pun yang bisa mengubahnya. Tabel Perbandingan Sistem Tradisional vs Inovasi Baru Membedakan sistem terpusat dengan terdesentralisasi sebenarnya cukup mudah. Tabel komparasi di bawah merangkum perbedaan arsitektur utamanya. Pahami matriks ini untuk wawasan teknis yang lebih dalam. Fitur Utama Database Tradisional (Terpusat) Teknologi Blockchain (Terdesentralisasi) Kontrol Dipegang oleh satu entitas pusat Dikelola oleh seluruh anggota jaringan Keamanan Rentan serangan titik tunggal (SPOF) Sangat aman dengan enkripsi tinggi Transparansi Tertutup untuk pihak internal saja Terbuka dan bisa diverifikasi publik Perbedaan Blockchain dan Crypto Banyak orang masih menyamakan kedua istilah teknis ini. Faktanya, mereka memiliki fungsi yang sangat berbeda. Memahami perbedaannya mencegah Anda dari kesalahan fatal. Infrastruktur Jaringan vs Aset Digital Blockchain adalah buku besar digital yang mencatat data. Ia bertindak sebagai jalan raya sistem digital. Anda tidak bisa memperjualbelikan jalan raya ini. Di sisi lain, crypto adalah kendaraan di jalan tersebut. Ia merupakan aset digital yang memiliki nilai ekonomi. Aset inilah yang sering diperdagangkan oleh publik. Relasi Keduanya di Era Web3 Mata uang kripto tidak bisa hidup tanpa jaringannya. Jaringan mencatat setiap pergerakan koin dengan sangat presisi. Keduanya membentuk ekosistem keuangan terdesentralisasi yang utuh. Mekanisme Kerja dan Proses Validasi Blok Setelah paham konsep dasarnya, kita harus melihat cara kerjanya. Proses ini melibatkan banyak perangkat komputer di seluruh dunia. Mari kita bedah alur validasi transaksi secara teknis. Bagaimana cara kerja blockchain? Setiap kali transaksi terjadi, data dikumpulkan ke dalam blok. Blok ini memiliki kapasitas memori yang sangat terbatas. Setelah blok penuh, sistem harus memvalidasi data tersebut. Node atau komputer dalam jaringan akan saling berkomunikasi. Mereka memastikan pengirim memiliki saldo yang cukup. Jika valid, blok baru akan ditambahkan ke rantai sebelumnya. Pentingnya Protokol Konsensus Jaringan Sistem tanpa pemimpin membutuhkan aturan baku untuk sepakat. Aturan inilah yang disebut sebagai konsensus jaringan. Ia mencegah adanya transaksi ganda atau penipuan digital. Seluruh node harus setuju dengan status buku besar terbaru. Mekanisme ini memastikan desentralisasi data berjalan sempurna. Tanpa konsensus, jaringan akan mengalami kekacauan fatal. Peran Penambang dan Validator Jaringan Dalam proses ini, kita mengenal istilah penambang (miner). Mereka mendedikasikan daya komputasi tinggi untuk mengamankan jaringan. Sebagai imbalannya, mereka mendapatkan aset kripto baru. Menurut laporan dari World Economic Forum, validator sangat krusial. Mereka adalah tulang punggung dari keamanan jaringan global. Kinerja mereka menjaga integritas seluruh riwayat transaksi. Peran Penting Kriptografi Tingkat Lanjut Keamanan sistem ini tidak bergantung pada tembok pelindung fisik. Ia murni menggunakan ilmu matematika dan sandi yang kompleks. Inilah yang membuatnya sangat kebal terhadap manipulasi. Mengapa blockchain aman digunakan? Jawaban utamanya terletak pada penggunaan fungsi hash kriptografi. Setiap blok memiliki sidik jari digital yang unik. Jika satu huruf diubah, sidik jari akan berubah total. Perubahan ini akan otomatis memutus rantai blok selanjutnya. Seluruh jaringan akan langsung menolak blok yang dimanipulasi tersebut. Ini membuat peretasan data menjadi sangat tidak rasional. Sistem Kunci Publik dan Kunci Privat Keamanan akun pengguna dijaga oleh sepasang kunci digital. Konsep kriptografi asimetris ini merupakan standar keamanan tingkat militer. Kunci publik berfungsi seperti nomor rekening bank Anda. Sementara kunci privat adalah PIN rahasia untuk mengakses dana. Anda tidak boleh memberikan kunci privat kepada siapa pun. Jika hilang, aset Anda tidak akan bisa kembali. Spesifikasi Algoritma Enkripsi SHA-256 Pada jaringan Bitcoin, enkripsi yang digunakan adalah SHA-256. Algoritma ini mengubah input data menjadi kode 64 karakter. Proses ini bersifat satu arah dan tidak bisa dibalikkan. Mesin peretas tercanggih pun butuh ribuan tahun memecahkannya. Kompleksitas komputasi inilah yang menjamin keamanan aset digital. Ini adalah standar emas dalam dunia kriptografi modern. Evolusi Menuju Ekosistem Web3 Baru Teknologi ini tidak lagi sekadar tentang uang digital. Ia telah berevolusi menjadi fondasi internet masa depan. Kita sedang memasuki era internet yang sepenuhnya baru. Transformasi Menuju Internet Terdesentralisasi Era baru ini populer dengan sebutan Web3. Ini adalah internet yang dimiliki oleh penggunanya sendiri. Tidak ada lagi monopoli data oleh perusahaan teknologi raksasa. Sebagai penyedia Info Seputar Crypto, Blockped mendukung transisi ini. Kami percaya pengguna harus mengontrol aset dan data mereka. Desentralisasi mengembalikan privasi kepada masyarakat luas. Keajaiban Teknologi Smart Contract Inovasi terpenting setelah aset digital adalah penemuan kontrak pintar. Smart contract adalah program komputer yang berjalan secara otomatis. Program ini mengeksekusi perintah jika syarat tertentu terpenuhi. Ia menghilangkan kebutuhan akan notaris atau pengacara perantara. Proses bisnis menjadi lebih cepat, murah, dan akurat. Potensi penggunaannya mencakup asuransi hingga logistik rantai pasok. Integrasi dengan Berbagai Platform Modern Teknologi ini memungkinkan terciptanya sistem pasar prediksi yang akurat. Anda bisa melihatnya beroperasi di berbagai platform Prediction Market terkini. Semua transaksi dicatat transparan tanpa campur tangan bandar. Selain itu, ia melahirkan aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi). Layanan pinjam meminjam kini tidak lagi butuh persetujuan bank. Inovasi ini membuka akses finansial bagi miliaran manusia. Cara Kerja Coin Crypto Setiap koin kripto beroperasi dengan logika algoritma murni. Ia tidak dicetak oleh otoritas bank sentral mana pun. Pergerakannya ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar. Dinamika Supply dan

Pasar Prediksi Jadi Senjata Baru untuk Mendorong Pertumbuhan Coinbase dan Robinhood

Pasar Prediksi Jadi Senjata Baru untuk Mendorong Pertumbuhan Coinbase dan Robinhood

Analis dari Cantor Fitzgerald mengungkapkan bahwa pasar saat ini mulai mengabaikan lesunya tren perdagangan kripto dan mengalihkan fokus pada peluncuran produk baru. Inovasi seperti prediction markets (pasar prediksi) kini dipandang sebagai motor penggerak pertumbuhan berikutnya bagi Coinbase dan Robinhood. Abaikan Penurunan Volume Kuartal Pertama Para investor tampaknya memaklumi proyeksi melemahnya kinerja pada kuartal pertama tahun 2026 dari Coinbase maupun Robinhood. Penurunan ini dipicu oleh koreksi harga kripto dan melambatnya aktivitas perdagangan. Sepanjang kuartal tersebut, harga Bitcoin dan Ethereum masing-masing merosot sekitar 23% dan 29%. Aktivitas perdagangan di Coinbase juga terpantau melambat seiring berjalannya kuartal, turun dari sekitar US$66 miliar pada bulan Januari menjadi US$54 miliar di bulan Maret. Cantor Fitzgerald bahkan memproyeksikan volume perdagangan ritel dan institusional Coinbase masing-masing hanya mencapai US$35 miliar dan US$167 miliar—keduanya berada di bawah ekspektasi Wall Street. Prospek Jangka Panjang Tetap Positif Meskipun dihadapkan pada tekanan volume dan pendapatan jangka pendek, analis Cantor, Ramsey El-Assal, tetap mempertahankan peringkat “overweight” untuk kedua saham tersebut dan menaikkan target harganya. Target harga Coinbase dikerek menjadi US$250, sementara **Robinhood** menjadi US$110. Menurut El-Assal, investor kini lebih memprioritaskan tren permintaan masa depan dan peta jalan produk perusahaan, alih-alih meratapi laporan kuartalan yang bersifat melihat ke belakang (backward-looking). Robinhood sendiri juga menghadapi tekanan jangka pendek serupa dengan proyeksi penurunan volume perdagangan akibat kondisi pasar yang melunak, serta potensi penurunan margin bunga bersih. Namun, model bisnis perusahaan dinilai cukup tangguh. Eksekusi inisiatif baru seperti prediction markets, tokenisasi aset, dan akses ke pasar privat diyakini mampu menopang diversifikasi pendapatan di luar siklus perdagangan kripto yang volatil. Optimisme jangka panjang ini tecermin pada pergerakan saham keduanya baru-baru ini. Saham Coinbase tercatat naik sekitar 18% pada kuartal ini, sementara Robinhood melesat sekitar 40% di bulan April dari titik terendahnya di akhir Maret, didorong oleh membaiknya sentimen risiko dan meredanya ketegangan geopolitik. Bayang-bayang Gugatan Hukum Namun, langkah ekspansi produk baru ini bukan tanpa rintangan. Pada hari Selasa, Kejaksaan Agung New York (NYAG) resmi melayangkan gugatan terhadap Coinbase dan bursa kripto Gemini terkait layanan prediction markets mereka. NYAG menuding bahwa produk tersebut pada dasarnya adalah bentuk perjudian terselubung yang melanggar regulasi negara bagian. Status legalitas prediction markets—terutama yang berkaitan dengan tebakan hasil olahraga—kini tengah menjadi perdebatan sengit di pengadilan tingkat negara bagian dan federal AS. Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) berpendapat bahwa produk ini termasuk dalam kategori swaps sehingga harus diatur dan diawasi oleh lembaga federal. Di sisi lain, pemerintah negara bagian bersikeras bahwa kontrak olahraga tersebut bukanlah swaps dan harus mematuhi lisensi serta pengawasan otoritas lokal. Perselisihan yurisdiksi yang kompleks ini diperkirakan akan berujung dan diputuskan di Mahkamah Agung AS. Sebagai sumber terpercaya, Anda juga bisa mengakses Berita Crypto terbaru yang kami sajikan secara lengkap melalui beranda website Blockped.

Bitcoin Tetap Stabil di Atas US$75.000, Sinyal Penguatan Semakin Terlihat

Bitcoin Tetap Stabil di Atas US$75.000, Sinyal Penguatan Semakin Terlihat

Pasar investasi global kembali berada di persimpangan kritis seiring dengan memanasnya tensi geopolitik. Namun, di tengah ketidakpastian tersebut, prospek Bitcoin justru kian menguat dengan harganya yang kokoh bertahan di atas level krusial US$75.000. Masa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berakhir pada Rabu malam waktu Washington, dengan peluang perpanjangan yang terbilang sangat tipis. Ketegangan memuncak pasca penyitaan kapal kargo Iran oleh AS pada akhir pekan lalu, disusul insiden baku tembak di Selat Hormuz—menjadikannya hari paling bergejolak di perairan tersebut sejak krisis bermula. Merespons keengganan AS untuk mencabut blokade laut, Iran kembali menutup Selat Hormuz pada 18 April dan menegaskan penolakannya terhadap negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman. Pergeseran Paradigma: Dari Aset Berisiko ke Pelindung Inflasi Secara teori, eskalasi konflik berskala besar semacam ini seharusnya menekan laju aset berisiko. Namun, Bitcoin justru menampilkan anomali pola pergerakan. Berdasarkan data perdagangan pada Rabu (22/4) pukul 06.50 WIB, harga Bitcoin bertengger di level US$76.050, mencatatkan kenaikan harian sebesar 0,32%. Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, menilai ketahanan ini sebagai sinyal kematangan pasar yang patut diperhitungkan. Ia mengamati adanya pola konsisten: ancaman perang besar dan blokade militer saat ini hanya mampu menekan harga aset kripto dalam rentang waktu yang singkat, sebelum akhirnya lonjakan permintaan bersih kembali terjadi. “Posisi Bitcoin telah semakin bergeser menjadi inflation hedge (lindung nilai terhadap inflasi), setelah sebelumnya lebih banyak dipersepsikan sebagai risk-on asset,” papar Fahmi dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2026). Level US$75.000 kini menjadi titik tumpu strategis yang diawasi ketat oleh pelaku pasar. Stabilitas harga di atas batas ini dinilai mampu membuka jalan bagi tren kenaikan lanjutan yang lebih organik dan berkesinambungan. Dorongan Kuat dari Akumulasi Institusional Ketahanan harga ini tidak lepas dari dukungan fundamental berupa structural demand—yakni permintaan institusional yang terstruktur dan konsisten. Sebagai contoh, perusahaan raksasa Strategy tercatat memborong 34.164 BTC pada kisaran harga rata-rata US$74.395 per BTC antara 13-19 April. Total nilai akuisisi mencapai sekitar US$2,54 miliar, menjadikannya pembelian terbesar ketiga dalam sejarah entitas tersebut. Langkah masif ini menyusul pembelian pekan sebelumnya sebanyak 13.927 BTC senilai US$1 miliar. “Melihat kondisi keuangan dan kapasitas capital raising Strategy saat ini, akumulasi tersebut kemungkinan masih akan berlanjut meski mungkin dalam jumlah yang lebih moderat. Ini menciptakan tekanan beli yang stabil dan terus menekan suplai beredar, membuat Bitcoin semakin langka di tengah peningkatan adopsi,” jelas Fahmi. Strategi Investasi di Tengah Gejolak Fahmi menyoroti bahwa ini merupakan eskalasi keempat dalam pusaran konflik AS-Israel versus Iran yang berhasil diserap oleh pasar kripto sejak konflik meletus, dengan pola tekanan jual yang kian melemah. Di tengah bayang-bayang inflasi global akibat ancaman lonjakan harga minyak bumi, Bitcoin semakin diandalkan sebagai instrumen penjaga nilai kekayaan dari depresiasi mata uang fiat. Hal ini menjadi sangat relevan bagi investor di Indonesia, mengingat tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang masih terus berlanjut. Menurutnya, investor yang mengintegrasikan aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum ke dalam portofolio mereka memiliki potensi meraih rasio risk/reward yang lebih menguntungkan di tengah situasi makroekonomi saat ini. “Bagi yang baru memulai, strategi DCA (Dollar Cost Averaging) atau membeli secara rutin dalam jumlah terukur tetap menjadi pendekatan paling prudent (bijak). Strategi ini berfokus pada fundamental jangka panjang, bukan fluktuasi harian yang dipicu sentimen berita,” saran Fahmi. Ia meyakini, jika supply shock jangka panjang benar-benar terbentuk akibat kombinasi kelangkaan pasokan dan adopsi yang meluas, nilai fundamental dari aset digital ini memiliki potensi apresiasi yang sangat signifikan di masa mendatang. Untuk mendapatkan update terkini, Anda dapat membaca Info Seputar Crypto yang kami sajikan lengkap dan terpercaya melalui beranda website Blockped.

BIS Beri Peringatan: Stablecoin Dolar AS Berpotensi Beri Tekanan pada Bank dan Kebijakan

Manajer Umum Bank for International Settlements (BIS), Pablo Hernández de Cos, pada hari Senin menyerukan perlunya koordinasi global yang lebih komprehensif terkait regulasi stablecoin. Ia memperingatkan bahwa token kripto berbasis dolar AS berpotensi membawa “dampak material” terhadap kebijakan ekonomi dan stabilitas keuangan jika pertumbuhannya dibiarkan membesar hingga menyaingi mata uang fiat konvensional. Saat berbicara dalam sebuah seminar Bank of Japan di Tokyo, de Cos menyoroti bahwa infrastruktur stablecoin saat ini belum memenuhi standar sebagai alat pembayaran yang aman untuk masyarakat luas, meskipun menawarkan kecepatan transfer lintas negara dan integrasi smart contract. Menurutnya, stablecoin dolar AS dengan kapitalisasi terbesar seperti USDT dan USDC justru memiliki karakteristik yang lebih menyerupai produk investasi—seperti Exchange-Traded Funds (ETF)—ketimbang uang tunai. Hal ini terindikasi dari beberapa faktor: Adanya biaya tebusan dan persyaratan khusus di pasar primer. Fluktuasi harga yang kerap melenceng dari nilai acuan fiatnya di pasar sekunder. Mengingat penerbit stablecoin menyimpan aset cadangan dalam bentuk deposito bank dan utang pemerintah jangka pendek, de Cos memperingatkan bahwa struktur ini rentan memicu risiko penarikan dana massal (bank run) dan efek domino. Dalam situasi krisis, penarikan dana besar-besaran dari stablecoin dapat memaksa penjualan aset cadangan secara masif ke pasar yang sudah rapuh, yang pada akhirnya memindahkan tekanan likuiditas tersebut langsung ke sektor perbankan. Lebih lanjut, ia menyoroti penggunaan blockchain publik tanpa izin dan dompet non-kustodian (unhosted wallets). Hal ini membuat sebagian besar aktivitas transaksi kripto beroperasi di luar radar pengawasan standar untuk pencucian uang (AML) dan pendanaan terorisme (CFT). Tanpa adanya sistem pengamanan khusus pada titik konversi kripto-ke-fiat (on/off-ramps), stablecoin akan terus menjadi instrumen yang menarik bagi aktivitas ilegal. Eropa dan Berbagai Negara Mulai Perketat Pengawasan Peringatan dari BIS ini sejalan dengan langkah agresif para pembuat kebijakan di Eropa yang tengah mendorong pengawasan ketat terhadap stablecoin non-euro dan instrumen tokenisasi serupa. Awal bulan ini, Deputi Gubernur Pertama Bank of France, Denis Beau, mendesak Uni Eropa untuk memperluas aturan Markets in Crypto Assets (MiCA). Ia mengusulkan pembatasan penggunaan stablecoin non-euro untuk pembayaran sehari-hari serta memperketat aturan penerbitan koin demi mencegah celah arbitrase regulasi saat pasar sedang tertekan. Bank Sentral Eropa (ECB) dan negara-negara maju lainnya juga mulai mengkalibrasi ulang regulasi mereka: Inggris: Pada bulan Maret lalu, anggota House of Lords mencecar Coinbase terkait potensi stablecoin dalam menguras deposito bank komersial, memicu krisis runtuhnya bank seperti kasus Silicon Valley Bank, hingga memfasilitasi kejahatan finansial, seiring dengan persiapan pemerintah merampungkan regulasi token berbasis fiat. Swiss: Pada 8 April, UBS dan beberapa lembaga keuangan lokal telah meluncurkan uji coba stablecoin berbasis franc dalam lingkungan sandbox. Langkah ini diambil untuk mengeksplorasi pembayaran blockchain sekaligus memastikan instrumen tersebut tetap terikat kuat pada sistem keuangan tradisional yang diawasi ketat. Untuk terus mengikuti perkembangan regulasi keuangan global dan pergerakan aset digital terkini, pastikan Anda selalu menjadikan Portal Crypto kami sebagai rujukan utama yang menyajikan informasi terpercaya.

Strategy Beli 34.164 Bitcoin Senilai $2,5 Miliar, Total Kepemilikan Tembus 800.000 BTC

Pekan lalu, Strategy sukses memborong 34.164 Bitcoin senilai $2,54 miliar. Langkah ini tercatat sebagai pembelian BTC terbesar ketiga dalam sejarah perusahaan. Perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemegang Bitcoin publik terbesar di dunia, dengan total aset yang kini telah melampaui 800.000 BTC. Berdasarkan laporan 8-K kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada hari Senin, akumulasi puluhan ribu koin tersebut dilakukan antara tanggal 13 hingga 19 April. Secara volume koin, ini merupakan rekor akuisisi ketiga terbesar mereka, membuntuti rekor pembelian 55.500 BTC dan 51.780 BTC pada November 2024 lalu. Setelah mengantongi sekitar 780.897 BTC dari transaksi senilai $1 miliar seminggu sebelumnya, portofolio perusahaan kini resmi mencapai 815.061 BTC dengan total modal pembelian sebesar $61,56 miliar. Pembelian terbaru ini dieksekusi di harga rata-rata $74.395 per koin, sedikit lebih rendah dibandingkan harga rata-rata historis perusahaan di angka $75.527. Michael Saylor sendiri telah memberikan isyarat mengenai aksi beli skala besar ini sejak hari Minggu. Selain itu, pada hari Jumat, perusahaan juga mengumumkan rencana untuk membayarkan dividen dua kali sebulan untuk Stretch (STRC), sekuritas preferen abadi milik perusahaan. CEO Strategy, Phong Le, menyatakan, “Jika kami menerapkan pembayaran STRC secara semi-bulanan, kami akan masuk ke kategori utama sebagai satu-satunya sekuritas preferen di dunia yang membayarkan dividen dua kali dalam sebulan. Kami rasa terobosan ini sangat unik dan menarik.” Pendanaan STRC Dominasi 85% Pembelian Sama seperti beberapa aksi akuisisi sebelumnya, mayoritas pembelian Bitcoin terbaru ini didanai melalui STRC. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa STRC menyumbang sekitar $2,18 miliar atau sekitar 85,7% dari total dana pembelian. Sementara itu, sisa dana sebesar $366 juta didapatkan dari penjualan saham biasa Kelas A (MSTR). Pekan lalu juga menjadi momen bersejarah bagi STRC dengan terciptanya serangkaian rekor baru, termasuk rekor aksi beli harian terbesar perusahaan melalui program at-the-market (ATM). Pada 13 April, STRC mencetak rekor harian estimasi sebesar 7.741 BTC dari penjualan 11,9 juta saham via program ATM, yang menghasilkan volume perdagangan lebih dari $1 miliar. Rekor tersebut kembali pecah pada keesokan harinya dengan estimasi 9.364 BTC yang bersumber dari penjualan 14,4 juta saham melalui program yang sama. Jika digabungkan, pergerakan dalam dua hari tersebut menghasilkan sekitar 17.204 BTC, menandai lonjakan tajam sebesar 518% dibandingkan rata-rata pergerakan empat minggu sebelumnya. Sebagai referensi tambahan untuk memantau pergerakan pasar dan tren koin digital lainnya, pastikan Anda selalu mengikuti pembaruan Berita Crypto yang faktual dan terpercaya di platform kami.

5 Pernyataan Donald Trump yang Pernah Mempengaruhi Pergerakan Bitcoin, dan Alasan Potensi Terulangnya Dampak Tersebut Pekan Ini

5 Pernyataan Donald Trump yang Pernah Mempengaruhi Pergerakan Bitcoin, dan Alasan Potensi Terulangnya Dampak Tersebut Pekan Ini

Harga Bitcoin dan aset berisiko lainnya terpantau semakin sensitif terhadap pernyataan Presiden AS, Donald Trump. Unggahan di media sosial maupun pengumuman kebijakannya kepada pers kerap memicu fluktuasi harga yang tajam antara 5% hingga 12% hanya dalam hitungan menit. Fenomena ini semakin mengaburkan batas antara kebijakan negara dan manuver yang memengaruhi pasar. Sorotan Terhadap Potensi Manipulasi Pasar Kondisi ini memicu pengawasan ketat dari para pembuat undang-undang, akademisi, dan pakar pasar. Mereka mempertanyakan apakah pergerakan harga yang sangat reaktif ini dimanfaatkan untuk praktik perdagangan orang dalam (insider trading). Sebuah studi dari University of Oxford Faculty of Law menyoroti adanya ayunan tajam di pasar global menyusul perubahan cepat pada kebijakan tarif AS. Salah satu contohnya adalah ketika harga kripto dan saham anjlok usai pengumuman tarif baru, namun kembali melonjak setelah Trump menarik sebagian kebijakan tersebut beberapa hari kemudian. Dinamika maju-mundur yang kerap dijuluki efek “TACO” (Trump Again Chickens Out) ini dinilai menciptakan peluang keuntungan yang fantastis bagi pihak-pihak yang mungkin mengetahui informasi tersebut lebih awal. Kecurigaan ini semakin menguat ketika Trump mengunggah pesan berbunyi “INI WAKTU YANG TEPAT UNTUK MEMBELI!!” di Truth Social pada April 2025, sesaat sebelum penyesuaian tarif yang akhirnya melambungkan pasar. Insiden ini mendorong anggota parlemen, termasuk Senator Adam Schiff, untuk menuntut penyelidikan terkait manipulasi pasar. Meskipun tidak ada bukti konklusif bahwa Trump atau pemerintahannya melanggar undang-undang sekuritas demi keuntungan pribadi, transaksi skala besar yang waktunya sangat akurat terus memicu perdebatan. Sebuah episode dari CBC’s Front Burner pada bulan Maret menyoroti perdagangan berjangka minyak yang sangat menguntungkan tepat sebelum pengumuman militer terkait Iran. Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Stephen Lynch, turut menyuarakan kekhawatiran serius mengenai potensi penyalahgunaan informasi keamanan nasional oleh pejabat pemerintah. 5 Momen Pernyataan Trump Mengguncang Bitcoin Berikut adalah lima momen krusial ketika pernyataan atau unggahan media sosial Trump memicu pergerakan ekstrem pada harga Bitcoin: 11 Juli 2019 — Sentimen Negatif Pertama: Dalam kritik terbuka pertamanya, Trump mencuit bahwa dirinya “bukan penggemar Bitcoin dan Kripto lainnya,” dan menyebut aset tersebut tidak berwujud. Harga BTC langsung anjlok 7,1% dalam waktu 45 menit. 3 Maret 2025 — Poros Cadangan Strategis: Usai kampanye pro-kripto, Trump mengonfirmasi via Truth Social bahwa “Cadangan Kripto Nasional Strategis” AS akan mencakup keranjang aset digital dengan Bitcoin sebagai pilar utama. BTC melonjak 8,2% dari US$84.000 menjadi lebih dari US$91.000 dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. 10 Oktober 2025 — Tarif 100% untuk China: Trump mengumumkan tarif impor 100% untuk semua produk China guna membalas kontrol ekspor logam tanah jarang (rare-earth). Bitcoin terjun bebas 12,4% dalam dua jam, jatuh dari rekor tertingginya di US$124.714 menuju US$102.000. Peristiwa ini memicu likuidasi senilai US$19,38 miliar yang menjadi rekor penyapuan pasar satu hari terbesar dalam sejarah kripto. 3 Maret 2026 — Pembelaan “Genius Act”: Mengkritik bank-bank Wall Street di Truth Social karena dianggap menjegal regulasi kripto (Genius Act dan Clarity Act), sentimen anti-bank ini direspons positif oleh pasar. Bitcoin naik 5,2% hanya dalam 10 menit ke level US$71.000, menyoroti kesiapan pemerintahannya untuk berhadapan dengan sistem keuangan tradisional. 14 April 2026 — Sinyal Pembicaraan Damai: Menyusul ketegangan dari blokade Selat Hormuz, Trump menyatakan bahwa Iran telah membuka komunikasi untuk pembicaraan damai. Dalam waktu 30 menit, Bitcoin melesat 6,2% dari US$70.000 ke kisaran US$75.000. Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi Lagi Pekan Ini? Pola volatilitas yang dipicu oleh pernyataan politik ini tampaknya akan terus berulang. Pada hari Jumat lalu, Bitcoin sempat meroket ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan dengan menembus US$78.000, usai Trump mengisyaratkan berakhirnya konflik dan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh. Namun, ketidakpastian segera membayangi. Pada Sabtu pagi, pihak militer Iran mengonfirmasi bahwa selat tersebut kembali ditutup, diwarnai laporan adanya kapal yang harus berputar arah atau mendapat tembakan peringatan. Akibatnya, sentimen pasar langsung berbalik, menghapus keuntungan yang diraih pada hari Jumat dan menarik Bitcoin kembali merosot ke bawah level US$76.000. Sebagai referensi tambahan, Anda juga dapat mengakses Portal Crypto kami untuk mendapatkan update terbaru dan terpercaya melalui beranda website Blockped.

Ekspansi Massal, TRIV Gandeng Indomaret Jual Voucher Kripto di 300 Ribu Gerai

Ekspansi Massal, TRIV Gandeng Indomaret Jual Voucher Kripto di 300 Ribu Gerai

Platform perdagangan aset kripto, TRIV Group, resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan jaringan ritel raksasa, Indomaret. Kolaborasi perdana ini menghadirkan kemudahan bagi masyarakat luas untuk membeli Voucher TRIV secara langsung, sekaligus menjadi langkah esensial dalam mempercepat adopsi massal aset digital di Indonesia. Melalui jaringan distribusi Indomaret yang masif, masyarakat kini memiliki akses yang jauh lebih mudah dan praktis untuk mulai berinvestasi pada produk berbasis aset digital tanpa harus sepenuhnya bergantung pada ekosistem pembayaran online. Bawa Kripto Lebih Dekat ke Masyarakat Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Founder TRIV Group, Gabriel Rey, mengungkapkan bahwa inisiatif ini dirancang khusus untuk memecah hambatan akses (barrier to entry) dan mendekatkan dunia investasi kripto ke kehidupan sehari-hari masyarakat umum. “Melalui kerja sama eksklusif dengan Indomaret, Voucher TRIV kini telah tersedia di lebih dari 300.000 gerai di seluruh Indonesia,” jelas Gabriel dalam pernyataan resminya pada hari Senin (20/4/2026). Yang tak kalah penting, Gabriel menegaskan bahwa langkah distribusi voucher fisik di jaringan ritel ini telah sepenuhnya legal dan mengantongi lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dengan nomor surat persetujuan S-35/IK.11. Dorong Inklusi Keuangan dan Penerimaan Negara Kehadiran produk investasi kripto di rak-rak minimarket diharapkan mampu membawa efek domino yang positif. Selain meningkatkan literasi dan inklusi keuangan digital secara langsung, kemudahan ini diproyeksikan akan menarik minat demografi investor baru. Lebih lanjut, bertambahnya basis investor kripto di Tanah Air secara otomatis berpotensi mendongkrak kontribusi terhadap penerimaan negara, khususnya yang bersumber dari pajak transaksi aset digital. Prospek Jangka Panjang TRIV Group Sebagai informasi, TRIV bukanlah pemain baru di industri ini. Platform bursa kripto tersebut telah beroperasi sejak tahun 2015 dan kini terus melebarkan sayapnya. Dalam pengembangannya, TRIV Group telah merambah berbagai lini bisnis, mulai dari platform bursa (exchange), media, hingga ranah gaya hidup (lifestyle) di bawah bendera Rata Kanan Capital. Ke depannya, TRIV Group berkomitmen untuk terus memperluas ekosistem perusahaannya. Ekspansi ini ditargetkan mampu memperkuat konektivitas di dalam industri kripto nasional dan mewujudkan ekosistem investasi yang inklusif serta berkelanjutan Untuk menambah wawasan Anda, jangan lewatkan Komunitas Crypto kami yang aktif berbagi insight dan update terbaru melalui beranda website Blockped.

ETF Bitcoin Spot Catat Arus Masuk Hampir $1 Miliar Seiring Membaiknya Sentimen Risiko

Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot berhasil mencatatkan arus masuk bersih (net inflow) mendekati $1 miliar selama sepekan terakhir. Pencapaian ini merupakan performa mingguan terkuat dalam tiga bulan terakhir, yang didorong oleh pergeseran sentimen pasar yang kembali meminati aset-aset berisiko. Berdasarkan data dari SoSoValue, ETF Bitcoin spot meraup total arus masuk bersih sebesar $996 juta pada pekan lalu. Angka ini merupakan yang tertinggi sejak awal Januari, di mana arus masuk saat itu sempat menyentuh $1,4 miliar. Lonjakan terbesar terjadi pada hari Jumat dengan nilai $663,9 juta, disusul oleh hari Selasa ($411,5 juta), Rabu ($186 juta), dan Kamis ($26 juta), setelah sebelumnya sempat mengalami arus keluar (outflow) sebesar $291 juta di hari Senin. Hingga Jumat lalu, total aset bersih di seluruh produk ETF Bitcoin spot telah melampaui angka $101 miliar. Hal ini juga dibarengi dengan peningkatan tajam pada aktivitas perdagangan, dengan volume harian yang mendekati $4,8 miliar. Pasar Merespons Penurunan Ketegangan Geopolitik Menurut para analis dari Bitunix, pelaku pasar kini lebih merespons arah meredanya ketegangan geopolitik ketimbang memikirkan potensi eskalasi lanjutan. Sinyal de-eskalasi, khususnya terkait hubungan AS dan Iran, telah meminimalisir skenario risiko ekstrem dan menurunkan permintaan terhadap aset safe haven tradisional seperti dolar AS. Di sisi lain, bank sentral AS (The Fed) masih mengambil langkah kehati-hatian, sehingga ekspektasi pemangkasan suku bunga tetap terbatas. Kekhawatiran seputar tingginya imbal hasil jangka panjang dan utang AS perlahan mulai menggerus kepercayaan investor terhadap aset “bebas risiko”. Kondisi ini memberikan tekanan tambahan pada dolar dan mendorong aliran dana masuk ke aset alternatif seperti Bitcoin. “Secara struktur pasar kripto, BTC saat ini berada dalam fase redistribusi likuiditas yang klasik,” ungkap para analis tersebut. Mereka menambahkan bahwa Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang terukur, dengan titik support di sekitar $72.000 dan resistance di atas $75.000. Data likuidasi juga menunjukkan bahwa pasar sedang membangun zona keseimbangan baru alih-alih memperpanjang tren satu arah. Pembukaan Selat Hormuz Dorong Lonjakan Bitcoin Pada hari Jumat, Menteri Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa Selat Hormuz kembali dibuka untuk jalur pelayaran komersial selama masa gencatan senjata, sebuah langkah yang langsung dikonfirmasi oleh Presiden AS, Donald Trump. Keputusan ini meredakan kepanikan terkait gangguan pasokan di salah satu jalur transit minyak paling krusial di dunia, yang memicu reaksi positif di pasar global. Menyusul kabar baik tersebut, harga Bitcoin melonjak tajam hingga menembus $77.000. Sebaliknya, harga minyak mentah Brent merosot sekitar 10% ke kisaran $85 per barel. Sebagai referensi tambahan, kami juga senantiasa menyediakan berbagai Info Kripto terupdate dan terpercaya. Pantau terus platform kami agar Anda selalu mendapatkan wawasan terbaru dan tidak tertinggal momentum penting di pasar aset digital!

Analis Moody’s: Stablecoin Belum Menjadi Ancaman bagi Bank dalam Waktu Dekat

Infrastruktur pembayaran yang sudah mapan di Amerika Serikat serta adanya larangan terhadap stablecoin yang memberikan imbal hasil (yield-bearing) membuat aset kripto ini diproyeksikan belum akan merebut pangsa pasar perbankan dalam waktu dekat. Dampak stablecoin terhadap sektor perbankan saat ini dinilai masih “terbatas”. Namun, seiring dengan membesarnya kapitalisasi pasar stablecoin dan tokenisasi Aset Dunia Nyata (Real-World Assets/RWA), bank kemungkinan akan menghadapi persaingan yang lebih ketat dan berisiko kehilangan pangsa pasarnya. Abhi Srivastava, Associate Vice President Moody’s Investors Service Digital Economy Group, mengungkapkan bahwa meskipun penggunaannya masih terbatas, kapitalisasi pasar stablecoin telah menembus angka $300 miliar pada akhir tahun lalu. Peranan stablecoin dalam transaksi pembayaran, perdagangan lintas negara, dan keuangan on-chain juga terus meluas, kendati sistem pembayaran tradisional di AS saat ini sudah tergolong cepat, murah, dan terpercaya. Lebih jauh, Srivastava memperingatkan bahwa dalam jangka panjang, adopsi stablecoin dan RWA (aset fisik atau tradisional yang ditokenisasi di blockchain) dapat memberikan “tekanan” nyata pada perbankan. Hal ini berpotensi memicu penarikan dana deposito dan menurunkan kapasitas pemberian pinjaman oleh bank. Kebijakan regulasi stablecoin kini menjadi isu panas antara para petinggi industri kripto dan sektor perbankan. Kekhawatiran bahwa stablecoin berbunga dapat menggerus porsi pasar bank telah menjadi batu sandungan utama bagi pengesahan RUU struktur pasar kripto CLARITY di Kongres AS. CLARITY Act Terhambat Akibat Penolakan Stablecoin Berbunga Digital Asset Market Clarity Act of 2025 (Undang-Undang CLARITY), yang dirancang sebagai kerangka regulasi komprehensif untuk menentukan taksonomi aset serta pengawasan pasar kripto, saat ini tengah terhenti di Kongres. Kebuntuan ini terjadi setelah sekelompok perusahaan kripto yang dipimpin oleh exchange Coinbase secara terbuka menentang draf awal rancangan undang-undang tersebut. Beberapa isu paling kontroversial yang disoroti oleh kubu penentang meliputi kurangnya perlindungan hukum bagi pengembang perangkat lunak open-source dan adanya larangan tegas terhadap stablecoin yang menghasilkan yield. Berbagai upaya negosiasi telah dilakukan oleh anggota parlemen AS dan Gedung Putih guna menyusun RUU yang dapat diterima oleh industri kripto sekaligus lobi perbankan. Awal bulan ini, Senator Carolina Utara, Thom Tillis, berencana merilis draf revisi yang diharapkan bisa memuaskan kedua belah pihak. Sayangnya, menurut laporan Politico, rancangan tersebut kembali mendapat penolakan dan belum dipublikasikan secara resmi. Di sisi lain, para analis pasar dan eksekutif industri kripto telah mewanti-wanti bahwa jika CLARITY Act gagal disahkan, industri kripto akan sangat rentan terhadap tindakan keras dan persekusi regulasi di masa depan oleh pihak berwenang yang anti-kripto. Sebagai referensi tambahan, kami juga menyediakan Berita Crypto terupdate dan terpercaya untuk membantu Anda memantau setiap pergerakan pasar. Pastikan Anda tidak tertinggal informasi penting lainnya dengan terus mengikuti pembaruan di platform kami!