Blockped

Manfaatkan Momen Crash, Bitmine Catat Pembelian Ethereum Terbesar Sepanjang 2026

Gemini_Generated_Image_mowyagmowyagmowy

Di tengah terpuruknya pasar aset kripto, perusahaan perbendaharaan (treasury) Ethereum terbesar, Bitmine (BMNR), justru mengambil langkah agresif. Perusahaan dilaporkan memborong Ethereum (ETH) dalam jumlah masif pada pekan lalu, sekaligus mencatatkan rekor pembelian mingguan terbesarnya di tahun 2026.

Langkah berani memborong saat harga turun (buy the dip) ini menandai anomali di tengah tren perusahaan digital lain yang memilih menahan diri atau bahkan melikuidasi aset mereka.

Rincian Akuisisi dan Total Portofolio

Berdasarkan pengumuman resminya pada hari Senin, Bitmine telah mengeksekusi pembelian sebanyak 126.971 ETH pada pekan lalu. Berdasarkan harga pasar saat ini, nilai transaksi tersebut ditaksir mencapai US$ 214 juta. Angka ini melonjak tajam jika dibandingkan dengan pembelian pada dua pekan sebelumnya yang berada di kisaran 120.000 ETH dan 26.497 token.

Akuisisi terbaru ini mendongkrak total kekayaan Bitmine—yang mencakup kripto, uang tunai, dan investasi lainnya—menyentuh angka US$ 9,9 miliar. Rincian kepemilikan aset perusahaan saat ini meliputi:

  • 5,54 juta ETH, dengan nilai estimasi sekitar US$ 9,3 miliar.

  • Uang tunai sebesar US$ 247 juta.

  • Kepemilikan aset Bitcoin, serta saham di Beast Industries dan Eightco Holdings.

Pergeseran Strategi Berlandaskan Fundamental

Menariknya, manuver agresif ini bertolak belakang dengan rencana awal perusahaan. Sebelumnya, Bitmine sempat mengindikasikan akan memperlambat laju akumulasi karena mereka sudah semakin dekat dengan target utama: menguasai 5% dari total pasokan Ethereum yang beredar.

Saat ini, Bitmine tercatat telah menggenggam 4,59% dari total pasokan token ETH dan diproyeksikan akan menyentuh ambang batas 5% pada akhir tahun ini.

Chairman Bitmine, Thomas Lee, menegaskan bahwa langkah ini didorong oleh keyakinan perusahaan terhadap nilai intrinsik jaringan.

“Kami meningkatkan volume pembelian karena kami percaya bahwa koreksi harga ETH saat ini sama sekali tidak mencerminkan fundamental Ethereum yang justru semakin menguat,” tegas Lee dalam pernyataan resminya.

Bitmine kini menjadi satu dari sedikit perusahaan perbendaharaan aset digital raksasa yang masih aktif menambah portofolionya. Sebagai perbandingan, sebagian besar kompetitornya telah menghentikan pembelian dan beralih melakukan aksi jual sejak pasar kripto merosot tajam pada bulan Oktober.

Strategi melawan arus ini bukannya tanpa risiko. Bitmine diperkirakan tengah menanggung paper losses (kerugian yang belum direalisasi) sebesar US$ 9,6 miliar, menyusul anjloknya harga ETH ke level terendah dalam lebih dari setahun terakhir—terkoreksi sekitar 65% dari rekor tertingginya pada bulan Agustus.

Rencana Pendanaan Baru di Tengah Skeptisisme Pasar

Untuk menjaga likuiditas dan menggalang dana segar, Bitmine juga mengumumkan rencana untuk menerbitkan kelas saham preferen yang akan membayarkan dividen kepada investor. Langkah ini mengadopsi strategi yang sebelumnya digunakan oleh perusahaan treasury Bitcoin ternama, Strategy.

Kendati demikian, model pendanaan ini tengah mendapat sorotan tajam. Para investor kini berdebat mengenai kemampuan entitas seperti Strategy untuk memenuhi kewajiban pembayaran dividen atau menjaga likuiditas di tengah tekanan harga kripto yang ekstrem.

Kekhawatiran publik ini tecermin jelas pada pergerakan saham preferen terbaru milik Strategy (STRC), yang harganya anjlok ke level US$ 90 pada perdagangan Jumat lalu—sekitar 10% di bawah nilai parinya (par value).

Untuk mengikuti berbagai perkembangan terbaru di industri aset digital, Anda dapat membaca Berita Blockchain yang kami perbarui secara berkala melalui beranda website Blockped.

Picture of pediadmin

pediadmin