Blockped

Harga Bitcoin Tembus $72 Ribu Pasca Gencatan Senjata AS-Iran: Mampukah Bertahan?

9-1-rlqhvejsesktdrwsiw5suxo4y8zpv65amzd9jn98v4

Pasar global dan Bitcoin mengalami lonjakan signifikan menyusul pengumuman kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun demikian, data menunjukkan bahwa sebagian besar investor yang bertaruh pada penurunan harga (bears) masih mempertahankan posisi mereka.

Poin-Poin Utama:

  • Gencatan senjata AS dan Iran sukses memompa pasar saham dan Bitcoin, tetapi data derivatif BTC mengisyaratkan bahwa momentum kenaikan ini masih terbatas.

  • Adanya hambatan legislasi dan status kesepakatan yang dianggap sebagai “gencatan senjata rapuh” membuat tekanan jual tetap kuat, membuka peluang koreksi harga kembali ke level $68.000.

Korelasi Geopolitik dan Kenaikan Mendadak Bitcoin Pada hari Selasa, nilai Bitcoin melonjak 6% hingga menyentuh $70.961 dalam waktu kurang dari empat jam. Reli yang mengejutkan banyak trader ini dipicu oleh tren positif pasar saham global setelah AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Kenaikan mendadak ini berujung pada peristiwa likuidasi massal senilai $280 juta di pasar berjangka (futures) Bitcoin.

Kuatnya korelasi antara Bitcoin dan indeks berjangka S&P 500 menunjukkan bahwa reli ini didorong oleh optimisme akan kembali beroperasinya Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa program nuklir Iran akan dihentikan dengan imbalan pencabutan sanksi. Namun, harapan para bears kembali muncul ketika Wakil Presiden AS JD Vance menyebut kesepakatan tersebut sekadar “gencatan senjata yang rapuh.”

Lesunya Pasar Derivatif di Tengah Bayang-Bayang Inflasi Meredanya ketegangan geopolitik secara berkelanjutan idealnya akan menurunkan harga minyak dan inflasi, yang pada akhirnya bisa mendorong The Fed untuk melonggarkan kebijakan suku bunganya. Penurunan risiko dampak ekonomi ini membuat para trader mulai kembali berani masuk ke aset berisiko.

Meski likuidasi paksa senilai $280 juta sukses mendongkrak harga, metrik derivatif Bitcoin tidak memperlihatkan perubahan yang signifikan:

  • Open Interest Stabil: Total open interest berjangka Bitcoin hanya naik 2,5% menjadi 593.930 BTC pada hari Rabu. Mengingat total nilai pasar berjangka mencapai $42 miliar, likuidasi sebesar $280 juta sebenarnya adalah hal yang cukup wajar dan sudah terjadi lima kali dalam 90 hari terakhir.

  • Premi Berjangka Stagnan: Premi tahunan berjangka Bitcoin dibandingkan pasar spot tetap tertahan di angka 3%. Angka ini berada di bawah batas netral (4%) sejak akhir Januari, menunjukkan minimnya minat terhadap posisi bullish (beli).

  • Opsi Jual Mendominasi: Dalam dua minggu terakhir, permintaan untuk perlindungan penurunan harga melalui opsi jual (put options) lebih tinggi dibandingkan instrumen beli (call options), meskipun kepanikannya tidak separah akhir bulan Maret lalu.

Hambatan Regulasi dan Peluang Koreksi Kepercayaan para pendukung Bitcoin (bulls) sebenarnya sudah terguncang oleh peristiwa flash crash pada 10 Oktober 2025, kekecewaan terhadap regulasi, dan mandeknya rencana Cadangan Bitcoin Strategis AS.

Beberapa sentimen negatif dari sisi regulasi meliputi:

  • Rancangan Undang-Undang PARITY terbaru gagal memasukkan klausul pembebasan pajak untuk transaksi kripto kecil atau penangguhan pajak bagi penambang.

  • Mundurnya David Sacks dari jabatan “Czar AI dan Kripto” Gedung Putih pada 26 Maret.

  • Tidak adanya langkah nyata dari Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, terkait strategi “netral anggaran” untuk mengakuisisi Bitcoin tanpa menambah pajak baru, meskipun wacana ini sering dibahas sepanjang 2025.

  • Partai Demokrat AS mendesak regulator untuk menyelidiki bisnis kripto keluarga Trump terkait potensi benturan kepentingan.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa kubu bearish buru-buru menutup posisi short (jual) mereka. Tekanan inflasi juga belum benar-benar hilang, terbukti dari harga minyak mentah Brent yang masih bertengger di $95 per barel. Yang terpenting, gencatan senjata berdurasi dua minggu bukanlah solusi jangka panjang. Hal ini membiarkan pintu tetap terbuka lebar bagi Bitcoin untuk terkoreksi kembali ke level $68.000.

Picture of pediadmin

pediadmin