Blockped

Rangkuman Peristiwa Penting di Dunia Kripto Hari Ini

91-rlqixyvet3dbptw6c29rnpbyccwuo48u9uxfdc2rkw

Ingin tahu perkembangan terbaru di pasar kripto? Berikut adalah ringkasan berita terhangat seputar tren, harga Bitcoin, regulasi, hingga peristiwa penting yang memengaruhi lanskap Web3 dan aset digital hari ini.

Sorotan utama kali ini mencakup rencana Departemen Keuangan AS yang akan memperketat regulasi penerbit stablecoin, investigasi terbaru dari New York Times yang kembali mengaitkan Adam Back sebagai pencipta Bitcoin (meski langsung dibantah), serta harga Bitcoin yang kembali melonjak menembus $72.000 menyusul kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran.

Kemenkeu AS Dorong Regulasi Ketat Stablecoin via UU GENIUS

Melalui kerangka Undang-Undang GENIUS, penerbit stablecoin untuk pembayaran di Amerika Serikat akan diwajibkan untuk menerapkan sistem pengawasan finansial yang jauh lebih ketat guna menargetkan aliran dana gelap.

Departemen Keuangan AS mengumumkan bahwa mereka telah merilis usulan aturan gabungan untuk menjalankan mandat UU yang disahkan pada Juli 2025 tersebut. Aturan ini menuntut penerbit stablecoin untuk:

  • Membangun program Anti-Pencucian Uang (AML) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (CFT).

  • Menerapkan program kepatuhan terhadap sanksi ekonomi.

  • Memiliki kapasitas teknis untuk menolak, membekukan, dan memblokir transaksi stablecoin tertentu yang mencurigakan.

Dengan aturan ini, para penerbit akan diperlakukan layaknya lembaga keuangan konvensional di bawah Undang-Undang Kerahasiaan Bank (BSA). Snir Levi, CEO perusahaan intelijen blockchain Nominis, menilai langkah ini akan mengubah penerbit stablecoin menjadi layaknya “penjaga gerbang” perbankan. “Dampaknya, kita akan melihat lebih banyak pembekuan dompet kripto, pemblokiran transaksi, dan penyitaan aset dalam skala yang jauh lebih masif,” jelasnya.

Investigasi NYT Kembali Menuding Adam Back Sebagai Satoshi Nakamoto

Teka-teki mengenai identitas asli pencipta Bitcoin kembali mengemuka. Sebuah laporan investigasi dari New York Times yang ditulis oleh John Carreyrou (jurnalis yang membongkar skandal Theranos) mengklaim bahwa ahli kriptografi asal Inggris, Adam Back, kemungkinan besar adalah sosok di balik nama samaran Satoshi Nakamoto.

Laporan tersebut menyoroti jejak digital Back yang aktif membahas uang elektronik bertahun-tahun sebelum Bitcoin lahir. Menariknya, ia seolah “menghilang” tepat saat Bitcoin diluncurkan, dan baru muncul kembali ke publik setelah Satoshi Nakamoto raib. Analisis gaya penulisan (stylometric) juga menemukan kemiripan kebiasaan pemformatan dan penggunaan istilah teknis antara tulisan Back dan Satoshi, meskipun bukti ini belum bisa dianggap konklusif.

Adam Back menolak keras klaim tersebut. Melalui platform X (sebelumnya Twitter), CEO Blockstream ini menegaskan kembali bahwa dirinya bukan Satoshi. Back menjelaskan bahwa keterlibatannya di masa lalu murni karena minat akademisnya terhadap privasi online dan kriptografi, yang kemudian melahirkan konsep Hashcash, bukan Bitcoin.

Bitcoin Rebut Kembali Level $72.000 Imbas Gencatan Senjata Geopolitik

Pasar kripto merespons positif meredanya ketegangan di Timur Tengah. Harga Bitcoin sukses menembus level $72.000 untuk pertama kalinya dalam tiga minggu terakhir setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua belas belas hari.

Melalui unggahannya di Truth Social pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump menyatakan persetujuannya untuk menangguhkan serangan ke Iran. Keputusan strategis ini diambil hanya beberapa jam sebelum batas waktu yang diberikan AS kepada Iran untuk kembali membuka jalur pelayaran vital di Selat Hormuz, dengan ancaman serangan militer jika ditolak. Kepastian ini mengembalikan selera risiko investor dan mendorong reli pada harga aset digital.

Picture of pediadmin

pediadmin