Blockped

Bursa Kripto Terkait Rusia, Grinex, Hentikan Perdagangan Usai Diretas $14 Juta

17

Bursa kripto Grinex yang tengah dijatuhi sanksi mengumumkan penangguhan seluruh aktivitas perdagangannya setelah kehilangan lebih dari 1 miliar rubel Rusia (sekitar $13,7 juta) akibat serangan siber. Platform yang terdaftar di Kirgistan namun terafiliasi erat dengan ekosistem kripto Rusia ini menyatakan bahwa peretasan tersebut menunjukkan indikasi keterlibatan badan intelijen asing. Dana tersebut dikuras dari 54 alamat kripto, dengan jejak digital yang mengisyaratkan tingkat teknologi dan sumber daya yang “hanya dimiliki oleh negara musuh.”

Akibat insiden ini, operasional Grinex terpaksa dihentikan sementara. Pihak bursa telah menyerahkan seluruh bukti kepada penegak hukum dan mengajukan laporan pidana di lokasi infrastruktur mereka berada. Sebelumnya, Grinex sering dianggap sebagai penerus Garantex, bursa lain yang juga terkena sanksi. Otoritas Amerika Serikat menuduh kedua entitas ini memfasilitasi Rusia dalam menghindari sanksi dan melakukan pencucian uang bagi peretas. Pendiri Elliptic, Tom Robinson, bahkan menuding Grinex sebagai platform utama transaksi A7A5—sebuah stablecoin berbasis rubel yang dikaitkan dengan penghindaran sanksi. Namun, perwakilan Grinex tahun lalu sempat membantah keras dan mengutuk segala bentuk aktivitas ilegal.

Di sisi lain, peretas tampaknya tidak hanya menyasar Grinex. Firma intelijen blockchain TRM Labs menemukan bahwa dua dompet dari TokenSpot—bursa asal Kirgistan yang terhubung secara on-chain dengan Grinex—mengirimkan sekitar $5.000 ke alamat penampungan yang digunakan oleh peretas. TRM Labs juga mengidentifikasi 16 alamat tambahan yang terkait dengan peretasan ini. Saat ini, alamat konsolidasi tersebut menyimpan 45,9 juta token TRON (TRX), yang bernilai hampir $15 juta.

Menurut analisis Elliptic, peretas berhasil memindahkan sekitar $15 juta dalam bentuk USDT dari Grinex ke jaringan Tron dan Ethereum. Dana tersebut langsung dikonversi menjadi TRX atau ETH guna menghindari pemblokiran oleh pihak Tether. Insiden peretasan bursa kripto yang dituduh melanggar sanksi AS ini bukan yang pertama kalinya terjadi; sebelumnya pada Juni 2025, bursa asal Iran, Nobitex, juga diretas sebesar $81 juta oleh kelompok peretas pro-Israel.

Untuk terus memantau perkembangan kasus keamanan aset digital dan tren pasar global lainnya, pastikan Anda menjadikan Portal Crypto kami sebagai rujukan utama untuk mendapatkan informasi terupdate dan terpercaya.

Picture of pediadmin

pediadmin